Kalian pernah membayangkan gimana kalau jodoh kita berada dideket kita? Mungkin seperti dosen kita sendiri gimana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mputriniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28 | Perasaan Cinta Yang Menyatukan Kita
Euuuuum_______
***Author :" Warning 18\+, author sudah memperingatkan iya disini ada sedikit 18\+ ya walaupun enggak akan di cerita kan per adegan iya jadi author harap kalian bisa bijak oke***:) ".
***Back to cerita***
" Euuuuum\_\_\_\_\_\_\_." Ucapku terpotong
" Fah, mas mohon sama kamu jujur sama hati mu Fah jangan membohongi hatimu. " Ucapnya.
" Iya aku cinta sama kamu. " Ucapku, aku juga bingung kenapa kalimat itu yang keluar memang benar iya kita tidak bisa membohongi hati kita.
Aku melihat mas adnan tersenyum
" Aku tau akan tiba saat nya momen ini terjadi dan iya sekarang momen yang mas tunggu. " Ucapnya.
Ternyata mas adnan sebegitu sabar nya menungguku.
" Apa sekarang mas boleh meminta hak mas?." Tanya nya.
Aku terdiam
" Kalau tidak boleh dan kamu belum siap enggak apa-apa. " Ucapnya.
" Fifah siap. " Ucapku karena aku tidak mau mas adnan menunggu ku lagi.
Lalu mas adnan membawa ku ke kasur dan meniduri aku di kasur dengan sangat perlahan.
Ketika mas adnan ingin menyatukan, aku menutup mata ku.
" Kamu harus percaya sama aku fah, aku mencintai mu afifah afsani. " Ucapnya.
Setelah mas adnan mengucapkan itu, aku sedikit mengucapkan bismillah dan menyerahkan yang ku punya untuk mas adnan Tak lama kemudian akhirnya kita sudah menyatukan semuanya.
Aku dan mas adnan saling pandang. Malam ini sangat indah sekali.
Setelah adegan panas ku dan mas adnan selesai, aku dan mas adnan memilih tidur iya walaupun sebenernya tidak boleh tapi kita sangat capek
Pagi harinya.
Setelah semalam kita berdua saling menyatakan perasaan kita dan aku menjadi sepenuhnya menjadi milik Mas Adnan.
Kita berdua mandi eits no no kita enggak mandi berdua juga ya.
Aku lebih dulu selesai mandi, karena bosan aku memilih duduk di balkon kamar saja. Oh ya aku masih libur kuliah nih sampai besok.
Aku duduk menikmati udara pagi hari yang segar ini.
" Oh ya Fah gimana kalau hari ini kita ke rumah Umi Abi?." Ucap Mas Adnan yang menghampiri aku sambil mengeringkan rambutnya.
" Boleh tuh, aku siap-siap dulu ya." Ucapku yang hendak bangun.
Kak Adnan menahan tangan aku yang hendak pergi.
" Aku mau liat-liat foto aku dong di handphone kamu." Ucap Mas Adnan.
" Foto ku?. " Tanya ku yang mengerutkan kening ku.
" Iyah mau liat mana kamera kamu, aku tau ko kamu sering memfoto aku kan secara diam-diam." Ucap Mas Adnan
" Hah?? Ish apaan sih Kak udah ah aku mau siap-siap dulu kan mau kerumah Umi Abi." Ucapku dan aku langsung kabur karena malu banget dong ketahuan suka memfoto Mas Adnan.
Aku bersiap, hari ini aku memakai gamis berwarna biru putih pink dan aku padu padankan dengan hijab panjang ku berwarna biru dan tidak lupa aku tambahkan aksesoris bros bunga berwarna pink.
Author :" nih bagi yang nanya visual mbak afifah nih sudah author buatkan semoga memuaskan iya. "
Aku keluar dari kamar dan mencari Mas Adnan. Aku akhirnya keluar dan aku menemukan Mas Adnan yang sudah berada di atas motor nya.
Dia memakai kaos putih sebagai daleman dan dibalut dengan jaket hitam putih dan tidak lupa dia sudah memakai masker.
"Fah ayuk naik nanti keburu siang panas." Ucap
"Eh iya, tapi mohon maaf afifah naik nya gimana." Tanya ku yang bingung cara naiknya
karena aku kan pake rok jadi agak susah gitu.
" Iya maaf mas lupa kamu kan pendek. " Ucapnya.
" Mas enggak boleh body smiwing tau. " Ucapku sengaja bilang nya body smiwing bukan shaming.
Mas Adnan memiringkan motor nya sedikit agar aku bisa naik lalu dia mengasih helm ke aku.
Kita pun langsung menuju ke rumah Umi memakan waktu hampir satu jam.
# Rumah abi umi
Sesampainya di sana, mas adnan parkir motor nya di garasi. Aku menunggu mas adnan untuk masuk ke dalam.
" Assalamualaikum." Salam Mas Adnan kita langsung masuk ke dalam karena pintu rumah Umi Abi selalu terbuka enggak pernah tertutup kecuali kalau udah malam aja.
" Wa'alaikumsalam eh Adnan Afifah ." Jawab Abi yang sedang duduk santai didepan TV. Aku dan mas adnan langsung menghampiri abi untuk salaman.
" Ada siapa bi?." Tanya Umi dari atas
" Ini loh Mi ada Adnan sama Afifah." Ucap Abi.
" Oh alah Fifah, dari kapan kamu datang nak?." Tanya Umi.
" Ihh Umi emangnya anak umi siapa sih?!! Aku atau Afifah sih?!." Ucap Mas Adnan seakan-akan dia sedang ngambek.
" Aduh Adnan kamu tuh masih aja cemburuan ama istri gimana nanti sudah punyak anak mungkin kamu sudah enggak di sapa sama umi." Ucap Umi.
" Umi jahat sekali sama adnan. " Ucap Mas Adnan.
Aku melihat nya hanya terkekeh ternyata Mas Adnan seorang dosen killer bisa berubah sifat seperti ini kalau di depan umi nya.
" Udah ah kamu udah makan belum?." Tanya Umi.
" Belum Mi." Ucap Mas Adnan.
" Iya sudah kalau gitu Umi masakin ya, umi mau masakin menu kesukaan kamu." Ucap Umi.
Umi pun langsung ke dapur untuk memasak. Aku harus membantu umi karena tidak enak dong kalau aku hanya diam saja.
" Abi, Kak Adnan Afifah ke dapur ya mau bantuin Umi." Ucap ku
" Iya udah sana." Ucap Mas Adnan sambil mengelus kepala aku entah kenapa aku merasa setelah kejadian semalam sifat mas adnan semakin hangat kepada ku.
Aku membantu Umi namun tak sengaja pandangan aku teralihkan ke foto anak kecil yang terbingkai.
" Umi itu siapa?." Tanyaku
"Itu Adnan lucu ya. Waktu itu Adnan iri sama sepupu nya yang punya sepeda nah Abi ngajak Adnan mencari sepeda yang dia mau hingga pilihan dia jatuh ke sepeda itu terus dia berkata 'Aku ganteng naik sepeda ini Mi.' begitu katanya. Jadilah umi iseng foto aja deh." Ucap umi.
" Mas adnan, mas adnan ada-ada saja mas kamu. Tapi lucu juga si makai sepeda warna pink hehehe. " Ucapku.
" Tau tuh anaknya kenapa begitu, umi ada kadang suka heran sama adnan." Ucap umi.
Btw kalian mau lihat tidak fotonya seperti apa. Sini sini aku tunjukkin foto nya.
Lucu bukan?
Seorang mas adnan yang terkenal dengan sifat dingin nya bak lemari es bahkan kutub tapi dia mempunya sifat sedikit melambai iya hehehe.
Upss, dosa mengatai dan menertawakan suami sendiri tapi gimana dong mas adnan lucu sekali.
" Wah wah ada apa nih. " Orang sedang di bicarakan datang.
" Itu fifah nanya ke umi foto yang itu. " Umi menunjuk ke arah bingkai itu.
" Ih umi pasti ceritain adnan yang itu iya, ahh umi. " Ucap Mas adnan agak sedikit menahan malu.
" Kamu pasti senang kan menertawakan aku. " Ucap mas adnan yang melirik aku, aku yang saat itu sedang menahan tawa.
" Ah enggak mas biasa aja. " Alibi ku.
" Enggak apa-apa toh nan biar nanti anak mu bisa melihat ayahnya dulu. " Ucap umi.
Aku melihat mas adnan semakin menahan malu nya membuat pipi nya jadi merah.
" Sudah umi kasian mas adnan,lebih baik kita lanjut masak nya. " Ucapku dan umi langsung melanjutkan masaknya.
Ketika hendak berbalik mau lanjutin masak aku melirik mas adnan dan menghampiri nya yang masih berada di bar dapur lalu berucap " Biar anak kita tau nanti kalau ayahnya suka sepeda pink. " Goda ku ke dia.
Lalu aku segera pergi menghampiri umi sebelum tamat riwayat ku.
" AFIFAH. " teriak mas adnan tapi ku pura-pura tidak mendengar saja.
Aku dan umi melanjutkan aktivitas memasak sedangkan mas adnan dan abi berbincang soal kantor.
Setelah selesai masak, kita makan dan berbincang menghabiskan waktu bersama kita hingga aku dan mas adnan memutuskan untuk pulang karena hari semakin sore.
Setiba nya di rumah, iya kita enggak ngapa-ngapain selain menghabiskan waktu masing-masing.
Mas Adnan sibuk sama laptop dan aku sibuk sama deadline tugas kuliah itu aja si.
Hingga aku dan mas adnan memilih untuk tidur setelah kita menunaikan ibadah sholat isya terlebih dahulu.
Jadi sampai jumpa besok pagi, kembali ngampus lagi. babay:)