Bagaimana jika kita di jodohkan dan ternyata kita sudah menyukai laki-laki itu dari pandangan pertama? tentu rasanya seperti semesta memberikan restu pada kita.
Clara seorang gadis cantik, manja, periang dan humble akan di jodohkan dengan seorang laki-laki bernama bastian, laki-laki yang arogan dan sombong, meski dia sangat tampan, Clara sudah menyukai Bastian dari awal dia melihatnya, namun sikap bastian justru sebaliknya pada Clara, Clara di anggap orang yang sudah menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya.
Lalu bagaimana kelanjutan kisah Cinta Clara?apakah Bastian akan mencintai Clara ?
yuk terus baca karyaku ya.....
jika ada kesalahan dalam penulisan tolong beri kritik dan sarannya
jangan lupa dukung karyaku dengan memberikan, like,comment,dan vote ya
terima kasih
Happy reading
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
sayang kalian semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SL 27 Ciuman Bastian.
"Apa sebenarnya maumu Bas.....?" Aku bangun sambil membuka selimut yang menutupiku dan menoleh kearahnya yang masih berdiri menyandarkan tubuhnya daun pintu.
"Aku tidak mau apa-apa...! aku hanya menyuruhmu untuk tidak berpura-pura tidur..!" Bastian mengangkat bahunya dengan santai lalu melipat kedua tangannya di depan dada bidangnya.
"Apa urusan mu? Bukan hanya kamu yang bisa melakukan apapun yang kamu mau, akupun bisa! " ucapku, sambil mendongak mengangkat kepalaku.
"Maksudmu?" Bastian tergelak
"Bukannya kita sudah sepakat, untuk tak membawa masuk wanita itu ke dalam apartemen?" ujarku kesal
"Aku tak membawanya!" bantah Bastian, dia berjalan kearahku dan merendahkan tubuhnya agar sejajar denganku yang masih duduk di atas kasur.
"Tapi kamu menyuruhnya masuk....!"
"Aku hanya ingin memberikan dia kesempatan untuk menjelaskan masalah malam itu" jelas Bastian
"Apapun itu, yang jelas wanita itu sudah masuk ke dalam apartemen ini,..." desahku kesal
"Apa sekarang kamu merasa cemburu Clara?" tanya Bastian, dia memandangku dengan senyum manis yang mengembang.
"Aaa..ku ti-tidak cemburu...mana mungkin aku cemburu...! " sanggahku sambil berpaling dari Bastian
"kalau cemburu bilang aja, gak usah gengsi..." Bastian terus menggodaku
"Sudah, aku mau mandi, lebih baik aku ke kampus....!" ucapku sambil beranjak dari kasur, dengan cepat Bastian menarik tanganku hingga langkahku terhenti. Dia berdiri mendekat, membuatku semakin merasakan ke tegangan saat tubuh Bastian berada di hadapanku. Ia menatapku lekat, membuatku gugup hingga aku hanya bisa mematung. Aku terus berjalan mundur saat kaki Bastian melangkah semakin mendekat, sampai aku terhenti saat punggungku menempel di tembok.
"Kamu sudah tidak bisa mengelak lagi Clara..." senyum nakal Bastian membuat aku kikuk
"Ma-mau a-pa kamu?" tanyaku cemas
Bastian menarik pinggangku dengan tangan kirinya, sedang tangan kananya terus mengusap pipiku.
"Aku mau kamu Clara...kamu terlihat manis saat cemburu... " jelasnya
Pelukan Bastian semakin mengerat, kedua tangannya mengusap punggung belakangku yang masih terbalut baju, Aku terhanyut menikmati setiap sentuhan dari tangan Bastian.
tarik nafas Clara...dia akan melakukannya lagi....jangan tegang... gumamku dalam hati,
Jari Bastian kini membuka kacing kemejaku satu persatu, hingga bahuku terekspos jelas di matanya. Jantungku berdegup tak beraturan, aku terus menatapnya dia terlihat begitu tampan dengan senyum nakalnya, membuatku larut dalam tatapannya.
Bastian menarik daguku lalu mendaratkan bibirnya di bibirku, terasa lembut dan hangat aku benar-benar menikmatinya, hingga aku tak ingin melepaskannya.
"Katakan sekarang, apa kamu cemburu pada Ayunda?" tanya Bastian setelah melepaskan bibirnya dari bibirku.
"Aku benci wanita itu, bukannya kamu hampir mati gara-gara nenek sihir itu, kenapa kamu masih menemuinya" ucapku kesal.
Bastian mendekatkan dahinya hingga menempel dengan dahiku, membuat hidungku dan Bastian bersentuhan " Aku sudah menyuruhnya pergi clara,!" Bisik Bastian, Bastian kemudian berlalu pergi meninggalkanku, yang masih terpatung kaku karena ulahnya,
Sungguh ini bukan mimpi...? dia menciumku, oh...Clara cepat sadar...ini bukan mimpi clara, ini nyata.....
"Ouch...." kucubit pipiku untuk memastikan bahwa ini nyata, bukan mimpi...
ternyata ini nyata... gumamku sambil mengelus pipi untuk meredakan rasa nyeri
Aku berjalan keluar kamar, kulihat Bastian sedang duduk di ruang TV , dia menoleh kearahku lalu tersenyum, sedang aku masih merasa malu
"Gimana kondisimu?" tanyaku kaku
"Menurutmu? coba kamu sentuh keningku..." Bastian mendongakan kepalanya, agar aku menyentuh keningnya, aku berjalan mendekat dan kupegang kening Bastian ragu, sudah tidak terasa panas lagi, itu tandanya demamnya sudah turun.
"Syukur deh, kamu sudah gak demam lagi...!" ujarku menunduk malu, aku merasakan rasa panas di wajahku.
" kamu akan terus berdiri di sana" ujar Bastian saat melihatku tetap berdiri di sampingnya. kejadian tadi membuatku merasa kehilangan separuh otakku, hingga aku berfikir begitu lambat.
" Jika kamu sudah enakan, aku mau pergi sebentar..." Bastian mengerutkan keningnya
"Mau kemana?" tanyanya
"Aku mau membeli buku untuk bahan kuliahku besok..." jawabku
"Ohh..yasudah, mandi sana..nanti aku antar" jawab Bastian, ada apa dengan laki-laki menyebalkan ini, dia bahkan akan mengantarku mencari buku, hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya
"Tapi Bas..kamu masih sakit! aku bisa kok sendiri" tolakku
" Kamu mau pergi, atau tetap disini...,?" tanyanya, hal yang tak pernah bisa berubah dari Bastian, "bersikap semaunya"
"Hmmm aku akan pergi...ta..tapi.."
"Tapi apa? hanya mencari buku kan? tidak terlalu lama!" tanyanya
"Aku akan bertemu Anya dan Ega sebelumnya , " jawabku menunduk
"Kamu akan meninggalkanku sepanjang hari?" tanyanya
"Hmm...kamukan sudah enakan...!" jawabku sambil menggaruk rambut yang tak terasa gatal
"Kamu harus menjagaku hari ini, jika kamu akan pergi aku ikut..." tegasnya
"Okk baiklah...aku tidak akan pergi.." Aku menunduk kecewa, karena harus membatalkan janjiku bersama Anya dan Ega. Malam itu aku Anya dan Ega membuat jani untuk hunting buku di salah satu toko buku di pusat kota, beberapa minggu ini aku sangat sibuk dengan urusan Bastian dan Resto, hingga tak ada waktu bersama kedua sahabatku, kami hanya bertemu di kampus setelah itu aku bergegas pulang, karena harus ke kantor, biasanya sebelum ke Resto aku akan jalan bereng mereka mengelilingi mall hanya sekedar mencari makanan yang sedang viral, atau kami akan duduk di caffe hingga larut malam hanya untuk berbincang sambil menikmati wifii gratis. Saat tau Bastian sakit aku sempat menghubungi Anya untuk membatalkan acara hari ini , sekaligus bilang jika aku tak bisa mengikuti kelas pagi, tapi saat Ayunda datang aku merubah keputusanku, aku membuat janji dengan mereka jam dua siang di Mall yang berada di pusat kota.
Bastian terus memandangku yang memasang raut wajah kecewa, lalu matanya kembali fokus pada layar TV.
"Kamu ingin pergi?" tanyanya
"Tidak, aku akan menjagamu disini...?" jawabku sambil menoleh kearahnya
"Aku tak nyaman jika kamu tetap disini, tapi fikiranmu bersama teman-temanmu..." ucap Bastian sambil beranjak ke dapur meraih gelas yang berisi air mineral, setelah menghabiskan setengahnya Bastian kembali melanjutkan perkataannya, " Pergilah..."
"Benar aku boleh pergi...." wajahku berubah ceria...
"Ya....tapi denganku.." Bastian memang keras kepala, sepertinya sulit untuk bisa berkompromi dengannya. dia berjalan ke arah sofa dan menjatuhkan tubuhnya di sampingku.
"Baiklah...kita akan pergi jam dua" desahku, lebih karena memilih untuk menyerah, aku tak ingin terus berdebat dengannya, sampai bumi berhenti berputar dia tidak akan pernah merubah keputusannya.
"Okk..." ujarnya tersenyum puas.
Kami menikmati hari berdua di sofa menonton tayangan TV yang tidak terlalu jelas untukku, Bastian sangat menyukai film action, dia terlihat antusias saat menceritakan actor favoritenya yaitu Vin Dieseal, aku tau dia saat berperan di film The Fast and Furious, menurutnya actor yang memiliki nama asli Mark Sinclair ini,selalu totalitas jika berakting, hingga membuat para penonton tegang saat melihat adegan-adegan yang ia perankan, tapi menurutku biasa saja karna aku lebih suka film romance terutama drama Korea, bagiku film personal taste lebih menarik di banding film action yang ia tonton.
peran utama nya bego banget