Mohon Dukungannya ya Para Reader🥰😉
.
Untuk like+Rate+Vote+Favo😉💖. (Dukungan kalian berharga banget buat author 🥰)
.
Go Follow Ig : @Regin.rosee
.
.
(Area 18+)
*******
.
Zanna Kirania Zein, seorang wanita cantik, berusia 24 tahun, yang baru saja di terima bekerja di perusahaan konstruksi yang terkenal di Negara X, Wijaya Kontruksi. Karena perusahaan tersebut sangat jauh dari kota asalnya, Zanna terpaksa harus tinggal di sebuah unit apartemen milik tantenya yang sudah tidak di tempati, karena sang Tante harus mengikuti suaminya tinggal di luar Negeri.
Nasib buruk terus menimpa Zanna, ketika dia tahu jika tetangga sebelah nya itu adalah Direktur Utama di tempat ia bekerja.
Bertetangga dengan boss, membuat Zanna merasa stres, apalagi bossnya itu terkenal kejam di tempat kerja.
Tapi siapa sangka.. di antara mereka mulai tumbuh benih-benih cinta.
bagaimana kisah selanjutnya?. yuk pantengin terus cerita Tetanggaku adalah Bossku 😊🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon regin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 : Siapa pelakunya?!
Zanna dan Daffin, sudah dalam perjalanan pulang menuju Panorama Apartemen.
Di dalam perjalanan, Zanna sesekali melirik Daffin yang tengah fokus menyetir. Benak Zanna tiba-tiba terngiang sebuah pesan yang di kirim Fira tadi.
"Aish, ngapain juga harus tanggepin ucapan si penghianat itu, udah kebukti kan omongan nya nggak bisa di percaya."
"Lagian, nggak mungkin juga Pak Daffin suka sama aku. Dia kan udah pernah bilang, kalau aku itu bukan seleranya. Jadi nggak mungkin kalau suka sama aku.." ucap Zanna lagi dalam hati.
...****************...
Dua hari kemudian..
Tepat pukul 07.00 pagi, Zanna sedang dalam perjalanan menuju gedung kantor wijaya kontruksi. Seperti biasa, Zanna selalu jalan kaki menuju kantor.
"Wah, pagi ini.. cerah banget ya.." gumam Zanna sambil menatap langit.
Tiba-tiba sebuah mobil mewah melewati genangan air, dan genangan air itu mengenai Zanna.
"Byur!
Sontak hal itu membuat Zanna tercengang. "Woii... kalau ngejalanin mobil.. yang bener dong..!" Zanna berteriak dengan sangat kencang. Namun, mobil itu mengabaikan nya dan terus melajukan mobilnya.
"Ish, baju aku jadi basah gini.." gerutu Zanna sambil melihat pakaiannya yang basah terkena genangan air.
"Aish, awas aja kalau ketemu lagi. Untung udah aku inget plat nomor mobilnya." ucap Zanna dalam hati, sambil memicingkan matanya ke arah mobil itu yang sudah pergi menjauh.
Zanna pun melanjutkan perjalanan nya menuju Wijaya konstruksi. Tak lama kemudian, Zanna tiba di kawasan gedung Wijaya Kontruksi.
"Cit!"
Dari kejauhan, Zanna melihat mobil mewah berwarna putih memasuki area parkir mobil, gedung Kantor Wijaya Kontruksi.
Zanna mengerutkan dahinya, dan ia merasa tak asing dengan mobil itu.
"Ah, itu kan mobil yang tadi, mobil yang udah bikin baju aku basah kaya gini, plat nomor mobilnya juga sama." Zanna merasa tercengang ketika tersadar tentang hal itu.
Zanna terus memicingkan matanya, ke arah mobil itu. Tak berselang lama seseorang turun dari mobil mewah itu. Zanna sangat tercengang ketika mengetahui seseorang tersebut.
"Ah, kak Bagas?!" Bisik Zanna yang tidak menyangka.
"Jadi yang tadi... itu mobilnya kak Bagas?! yang udah bikin baju aku basah kaya gini?!" pekik Zanna yang sedikit geram.
Bagas membukakan pintu mobil sebelah kiri, dan turun lah Fira, dari mobil mewah itu.
"Cih, pasangan yang nggak punya hati!." gerutu Zanna sambil memicingkan matanya ke arah Bagas dan Fira.
Tak lama kemudian, Fira dan Bagas masuk ke dalam gedung Wijaya kontruksi. Sedangkan Zanna, menghampiri mobil mewah Bagas tersebut.
"Ish, iya bener.. mobil ini kan yang waktu itu jemput Fira di Bandara.. berarti cowok misterius itu, Kak Bagas." gumam Zanna yang tak menyangka.
Beberapa menit lamanya, Zanna terus menatap mobil mewah Bagas. Dengan tampang yang penuh dengan emosi. Tiba-tiba muncul ide gila dalam benak Zanna.
****
Sebelum menuju ruangan divisi keuangan, Zanna pergi ke toilet terlebih dahulu.
Zanna menghadap ke cermin yang ada di dalam toilet. Lalu, Zanna menatap pakaiannya yang basah.
Zanna menghela nafasnya dengan kasar.
"Aish, gimana ini... kalau aku terus pake baju ini.. bisa-bisa aku masuk angin. Di dalam ruangan, kan pake Ac.. mana dingin banget lagi."
"Ah, tapi biarin aja deh.. semoga.. nggak kenapa-kenapa." gumam Zanna berharap.
Tak lama kemudian, Zanna segera meninggalkan toilet. Lalu segera menuju ruangan divisi keuangan.
Setibanya di dalam ruangan divisi keuangan, Zanna memicingkan matanya. Ketika melihat Bagas sedang bermesraan dengan Fira.
"Cih, udah mulai terang-terangan ya sekarang.. nggak tau malu banget." gerutu Zanna dalam hati, sambil berjalan menghampiri mejanya kerjanya.
Zanna sangat tersentak ketika melihat beberapa berkas, yang menumpuk di atas meja kerjanya.
Lalu, Zanna mengerutkan dahinya. Ketika melihat sebuah catatan kecil di atas susunan berkas tersebut.
"Tolong kerjakan semua berkas ini, dan kalau bisa selesai hari ini. Bagas"
"Ish, sekarang udah mau ngikutin gayanya Pak Daffin.. pakai nulis catatan kecil segala." gerutu Zanna sambil meremas-remas catatan kecil tersebut.
Zanna menghela nafasnya dengan kasar.
Tak pikir panjang, ia pun segera mengerjakan berkas tersebut.
Beberapa jam lamanya, Zanna sangat fokus mengerjakan berkas tersebut. Hingga ia tidak sadar jika sudah waktu nya istirahat.
"Zan, kamu nggak makan siang?." tanya seseorang yang membuat Zanna tercengang.
Zanna menghela nafasnya dengan kasar. "Bukan urusan kamu.." balas Zanna.
Zanna mengabaikan orang tersebut, yang tak lain adalah Fira.
Fira menghela nafasnya dengan kasar. Kemudian, ia duduk di samping Zanna.
Zanna tetap fokus menatap layar komputer, dan mengabaikan Fira, yang kini duduk di sampingnya.
"Zan, terserah kamu mau denger apa enggak. Aku kesini cuman mau bilang.. awalnya aku emang niat pacarin kak Bagas buat balas dendam sama kamu. Karena orang yang aku suka, sukanya sama kamu, niat aku.. biar kamu ngerasain apa yang aku rasain juga. Tapi seiring berjalannya waktu.. aku jadi suka beneran sama Kak Bagas.. aku harap kamu bisa ikhlasin kak Bagas buat aku. Seperti sekarang aku udah ikhlasin Pak Daffin buat kamu." jelas Fira panjang lebar
Namun, Zanna mengabaikan ucapan Fira tersebut. Dan Zanna tetap fokus mengerjakan berkas.
Hal itu sedikit membuat Fira kesal, karena merasa sudah tak di anggap oleh Zanna. Tak berselang lama, Fira pun pergi meninggalkan Zanna dan segera meninggalkan ruangan divisi keuangan.
Zanna menatap tajam punggung Fira yang pergi meninggalkannya.
"Silahkan, mamam tuh kak Bagas!."
"Cih, emang dia pikir, aku masih belum move on dari kak Bagas?!" gerutu Zanna kesal.
Sadar, akan pekerjaannya yang masih menumpuk, Zanna melanjutkan mengerjakan berkas tersebut.
Tiba-tiba Zanna, merasa lapar dan merasa lemas. Kemudian Zanna melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Aish, sekarang udah jam 1 lebih.. mau makan siang, udah nggak bisa. Ah biarin aja lah nggak makan juga. Yang penting berkas ini selesai." gumam Zanna yang masih melanjutkan mengerjakan berkas tersebut.
Ketika tengah fokus mengerjakan berkas, tiba-tiba Zanna merasa ingin buang air kecil. Dengan segera, Zanna pergi menuju toilet.
Setibanya di dalam toilet, Zanna melihat beberapa karyawan wanita sedang berkumpul di hadapan cermin. Karena sangat tak tahan ingin buang air kecil, Zanna segera masuk ke dalam bilik toilet.
Dari dalam bilik toilet, Zanna mendengar beberapa karyawan wanita tadi, berbicara sesuatu.
"Eh, tau nggak.. mobil mewahnya PaK Bagas, ada yang nyoret-nyoret loh.."
"Wah, serius..?"
"Iya... masa aku bohong sih.. dan parahnya lagi.. nyoretnya pake spidol permanen."
"Wah.. parah.. kira-kira siapa ya.. yang lakuin itu."
"Iya.. nggak tau. kayanya sih yang lakuin itu punya dendam gitu sama, Pak Bagas."
"Kasian banget ya Pak Bagas.. padahal itu kan mobilnya baru loh.."
"Ah, ngapain kasian.. aku malah setuju sama orang yang lakuin itu, soalnya nih ya.. semenjak Pak Bagas punya mobil mewah itu, dia jadi sombong banget tau."
"Hmm, iya juga sih..."
Tak berselang lama para karyawan wanita itu pergi meninggalkan toilet. Di susul Zanna yang keluar dari dalam bilik toilet.
Sebelum pergi meninggalkan toilet, Zanna menghampiri wastafel, untuk membasuh tangannya. Lalu ia, menatap wajahya di cermin sambil tersenyum tipis ketika mengingat perkataan para karyawan wanita tadi.
.
.
.
🌸🌸🌸🌸 Bersambung 🌸🌸🌸🌸🌸
sukses
semangat
mksh