Novelnya sudah di revisi.
Semoga kalian suka.
Terimakasih sudah membaca
Seorang gadis berusia 19 tahun bernama Aruna diminta untuk menikah dengan Adrian anak majikannya yang lumpuh dan gila
Sebenarnya Aruna ingin menolak tapi ia tidak tega melihat Adrian tidak ada yang mengurusnya apalagi ibunya baru saja meninggal karena sakit kanker leukimia stadium akhir. Adrian pun jadi sebatangkara.
Bagaimana kisah cinta Aruna dan Adrian?
Bagaimana kisah pernikahan mereka?
Apakah Aruna bahagia atau sebaliknya?
Simak ceritanya ya!!
Jangan lupa Comment dan Like ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fani Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Sementara itu Aruna di rumah muntah-muntah terus.Makanan yang sudah dia makan dikeluarkan lagi. Aruna sampai merakan mulutnya terasa asam dan pahit. Adrian jadi khawatir dengan kondisi Aruna.
"Sayang.Kamu maunya ke rumah sakit periksa?",pinta Adrian.
"Mas.Aku kan sudah bilang,kalau aku cuma masuk angin karena kecapean. Dibawa Istirahat nanti juga sembuh",ucap Aruna sambil membersihkan mulutnya.
"Beneran.Nggak mau periksa kerumah sakit?",tanya Adrian.
"Iya Mas...",ucap Aruna sambil keluar dari kamar mandi.Aruna lalu rebahan di ranjang.
"Aku ambilkan kamu minum",ucap Adrian. Beberapa menit kemudian Adrian kembali mebawakan Aruna minum. Aruna lalu minum air dan rebahan lagi.
"Mas.Tolong kerokin aku ya!",pinta Aruna sambil membuka bajunya dan rebahan di kasur.
"Sebentar Aku ambil minyak sama uang receh dulu",jawab Adrian. Adrian lalu ambil minyak dan uang receh.Setelah itu kerokin Aruna sampai merah. Sesudah di kerokin Aruna memakai kembali bajunya dan tidur. Adrian menyelimutinya dan juga ikut tidur.
***
Paginya saat bangun Aruna mual lagi tapi masih bisa menahannya agar tidak muntah. Wajah Aruna juga kelihatan sedikit pucat. Aruna juga tidak nafsu makan masakannya Mbok Rahmi.
"Bagaimana keadaan kamu?",tanya Adrian sambil memegang tangan Aruna.
"Udah enakan Mas.Masih mual tapi udah enggak muntah-muntah",jawab Aruna sambil memainkan makanannya.
"Tapi kenapa makanannya cuma di buat main nggak dimakan?",tanya Adrian. Adrian enggak yakin kalau Aruna udah enakan.
"Aku enggak nafsu makan masakannya Mbok Rahmi. Aku kepengen banget makan nasi sama cumi hitam yang manis",ucap Aruna cemberut sambil memainkan makanannya.
"Sayang.Kalau makan cumi hitam nanti aja kalau makan siang atau pulang kantor. Soalnya ini sudah hampir telat kekantor, kamu makan aja yang ada dulu. Masakannya Mbok Rahmi enak kok",ucap Adrian.
"Tapi aku maunya sekarang Mas",ucap Aruna sambil nangis sesegukan karena Adrian tidak memenuhi permintaannya.
"Sayang.Kamu kok nangis. Udah dong nanti aku janji pasti belikan kamu cumi hitam tapi nggak sekarang",ucap Adrian sambil menyeka air mata Aruna dan memeluknya.
"Mas janji...",ucap Aruna sambil menyeka air matanya.
"Iya janji",ucap Adrian.Aruna lalu makan makananya dengan terpaksa walau sedikit.
"Aruna dari kemarin aneh kenapa ya? masuk angin tapi tingkahnya jadi aneh" ,batin Adrian sambil melahap makanannya. Sehabis makan Aruna dan Adrian lalu kekantor.
***
Di kantor Mila membawa pancake durian untuk Aruna. Mila ingat kalau Aruna sangat suka dengan pancake durian.
"Aruna aku bawa pancake durian buat kamu. Kemarin Ayah aku beli kebanyakan daripada mubazir aku mau bagi kekamu, kamu kan suka sama pancake durian",ucap Mila sambil membuka kotaknya. Saat dibuka kotaknya Aruna malah mual dan ingin muntah.
"Mil.Kamu tutup lagi kotaknya baunya nggak enak bikin muntah",ucap Aruna. Aruna nggak tahan sama bau durian. Aruna lalu lari ke kamar mandi dan muntah-muntah.
"Aruna kok aneh, dia kan suka pancake durian.kenapa sekarang jadi nggak suka?",batin Mila. Tak lama Adrian keluar dari ruangannya untuk kasih berkas ke Aruna tapi Aruna enggak ada.
"Mil.Aruna kemana?",tanya Adrian sambil megang berkas.
"Ke kamar mandi mungkin. Tadi dia sepertinya mual gitu mau muntah",ucap Mila.
"Aruna dari kemarin memang kurang enak badan Mil",ucap Adrian sambil menaruh berkas di meja Aruna.
"Kalau begitu saya kembali kerja Pak",ucap Mila. Mila lalu kembali ke ruangannya. Adrian mau kembali keruangannya tiba-tiba Aruna muncul.
"Sayang.Katanya Mila kamu muntah-muntah",ucap Adrian.
"Iya Mas.Tapi sekarang sudah enakan kok,mungkin tadi karena bau duriannya nggak enak",jawab Aruna.
"Ya udah.Aku mau balik kerja lagi.Aku ada taruh berkas di meja kamu buat di revisi.",ucap Adrian sambil membuka pintu ruangannya. Aruna juga kembali kerja.
Di ruangan Randy,Randy melihat Mila bawa kotak.
"Kamu bawa apa Mil?",ucap Randy sambil ngetik.
"Ini pancake durian tadinya mau aku kasih Aruna,tapi Aruna enggak mau. Pak Randy emang mau?",tanya Mila.
"Mau.Kalau kamu nggak keberatan",jawab Randy. Aruna lalu kasih pancake duriannya ke Randy dan duduk kembali ke kursinya. Randy memakan pancakenya sambil kerja.
Siangnya saat jam makan siang Aruna menagih janjinya pada Adrian.
"Mas.katanya Mas mau belikan aku nasi cumi hitam",ucap Aruna menagih janji.
"Iya. Aku nggak lupa kok sama janji aku. Kita berangkat sekarang",ucap Adrian. Adrian lalu mengambil kunci mobilnya dan menggandeng Aruna sampai ke mobil. Sampai mobil Adrian membukakan pintu untuk Aruna.Setelah itu Adrian masuk menyalakan mobil dan jalan menuju restoran yang menjual cumi hitam.
Sampai restoran Aruna terlihat senang bisa makan cumi hitam.
"Enak sayang... ",ucap Adrian sambil mengunyah makanan.
"Enak Mas.Makasih ya udah nepati janji",ucap Aruna sambil tersenyum. Aruna makannya sangat lahap.
"Iya sama-sama. Habisin dong makanannya!",pinta Adrian yang senang melihat Aruna ceria lagi. Sehabis makan Aruna dan Adrian kembali kekantor.
Diperjalanan kekantor Aruna malah tertidur di mobil. Aruna juga kelihatan sangat lelah. Sampai kantor Adrian enggak tega membangunkannya,tapi Aruna tetap harus turun dari mobil. Adrian juga tidak mungkin mengendongnya karena ia berada diparkiran kantor. Adrian lalu membangunkan Aruna dengan pelan.
"Sayang.Bangun udah nyampek kantor!",pinta Adrian sambil menepuk pelan tangan Aruna. Aruna perlahan terbangun dan turun.
"Maaf Mas.Aku ketiduran",ucap Aruna sambil merapikan rambutnya.
"Iya nggakpapa. Udah Ayo masuk kantor!",ajak Adrian. Adrian lalu menutup pintu mobil dan mengunci lalu masuk kekantor dan kembali bekerja.
Sorenya pulang kantor Randy mau mengantar Mila pulang lagi tapi Mila menolaknya.
"Maaf Ran.Aku mau pulang sendiri, soalnya aku mau kerumah saudaraku dulu nggak langsung pulang",ucap Mila menolak tawaran Randy.
"Ya udah.Kamu hati-hati ya!",pinta Randy. Randy lalu menyalakan mobilnya dan pulang.Mila mencari Angkutan umum di depan kantor.
Malamnya setelah makan malam Aruna muntah-muntah lagi. Adrian jadi bingung harus ngapain karena Aruna tidak mau diajak kerumah sakit.
"Sayang.Kalau kamu muntah-muntah terus, lebih baik kita ke rumah sakit aja periksa",pinta Adrian sambil kasih minum Aruna.
"Mas.Mungkin karena aku kebanyakan makan jadi muntah.Sekarang mualnya juga mulai hilang kok",ucap Aruna sambil rebahan.
"Beneran...?",tanya Adrian sambil sedikit mijit Aruna.
"Iya Mas... ",ucap Aruna.
"Sayang.Kalau minta itu,boleh nggak?",ucap tanya Adrian.
"Apa Mas?",tanya Aruna. Adrian cuma tersenyum nakal. Aruna lalu mengerti maksud Adrian.Aruna lalu menolaknya karena dia masih sakit. Adrian tidak bisa memaksanya karena Aruna memang sedang kurang enak badan.