NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Kirana, putri seorang menteri yang sedang naik daun, datang ke pedalaman demi meningkatkan citra politik ayahnya. Bersama reporter Carmen dan kameramen Dion, dia membuat konten kemanusiaan mengajar anak-anak desa dan memberi bantuan bersama prajurit TNI.
Kapten Damar ditugaskan mengawal kunjungan itu. sanf kapten menganggap Kirana hanyalah bagian dari panggung politik yang penuh pencitraan.
Semua berjalan lancar, hingga segerombolan pemberontak bersenjata menyerbu desa. Dalam kekacauan dan tembakan yang membabi buta, Damar harus membawa Kirana menyelamatkan diri ke dalam hutan.
Terpisah dari rombongan dan jauh dari sorotan kamera, Kirana untuk pertama kalinya menghadapi dunia tanpa privilese. Di tengah bahaya dan perjuangan bertahan hidup, tumbuh perasaan yang tak seharusnya ada antara seorang perwira yang terikat sumpah dan putri pejabat yang mulai melihat arti ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasan Ku Bukan Gimik

Damar bersandar di balik pintu apartemennya matanya terpejam napasnya berat tangannya masih menempel di gagang pintu, seolah ragu ingin membuka lagi tapi menahan diri.

“Aku ngomong apa sih,” gumam Damar pelan dia mengusap wajahnya kasar.

Damar tau dia tidak benar-benar bermaksud mengatakan itu bukan tentang gimik tentang meremehkan perasaan Kirana.

Damar hanya marah Kirana berbicara akrab dan tertawa dengan laki-laki lain dan lebih dari itu Damar merasa cemburu namun di balik semua itu, ada satu hal yang terus mengganggunya.

“Dia datang ke sini cuma karena penasaran?" bisik Damar, Damar tertawa kecil, pahit.

“Atau cuma merasa berutang nyawa,” Pikiran itu terus berputar, menggerogoti.

Dan bukannya memperbaiki keadaan dia justru memilih diam bertahan dengan egonya.

Hari-hari berlalu mereka tinggal di gedung yang sama tapi terasa seperti dua dunia yang berbeda beberapa kali mereka berpapasan di lobi mata mereka bertemu namun tak ada yang menyapa tak ada yang berani memulai. Kirana akan mengalihkan pandangan lebih dulu dan Damar akan pura-pura sibuk dan setiap kali itu terjadi ada sesuatu yang tertinggal di dada mereka sesak tapi gengsi lebih besar dari pada rindu.

Hingga suatu siang Damar berjalan keluar gedung NDU langkahnya santai, pikirannya kosong.

Namun tiba-tiba seseorang menghampirinya.

“Damar!” Damar berhenti lalu menoleh.

Arif berdiri tak jauh darinya tersenyum lebar.

Damar sempat ragu, lalu mengangguk singkat.

Arif mendekat tanpa canggung.

“Gimana kabar kamu sama Kirana?” tanyanya langsung tanpa basa basi.

Damar mengernyit. “Aku…dan Kirana?”

“Iya,” Arif tersenyum santai. “Waktu itu aku nggak sengaja ketemu dia di coffee shop.” Damar terdiam.

“Terus kamu lewat tapi buru-buru banget,” lanjut Arif. “Aku nggak sempat nyapa.”

“Oh…” Damar mengangguk pelan. “Maaf waktu itu memang lagi terburu-buru.” Arif tertawa kecil.

“Santai saja.” lalu dia menepuk bahu Damar.

“Yang penting kalian nggak ribut,.”

Damar menatapnya. “Maksud kamu?”

Arif tersenyum sedikit menggoda.

“Ya, aku cuma menyapa pacarmu nggak lebih.”

Damar membeku. “Pacar?”

Namun Arif sudah melangkah pergi.

“Salam buat pacar mu ya,” kata Arif santai tanpa menoleh.

Damar berdiri diam beberapa detik lalu tanpa sadar sudut bibirnya terangkat. Perasaan hangat yang sudah lama tidak dia rasakan perlahan muncul.

“Jadi Arif melihatnya seperti itu,” gumamnya pelan.

Dan untuk pertama kalinya sejak beberapa minggu Damar merasa ingin memperbaiki semuanya.

Malam itu tanpa pesan tanpa pemberitahuan Damar berdiri di depan pintu apartemen Kirana dia menarik napas dalam.

Lalu menekan bel sekali lalu menekannya lagi tak lama pintu terbuka Kirana berdiri di sana wajahnya jelas terkejut.

“Hi,” sapa Damar santai meski hatinya tidak setenang itu.Kirana menghela napas panjang dia hendak menutup pintu.

Namun Damar menahannya. “Kirana, tunggu ”

Damar masuk begitu saja Kirana menatapnya kesal.

“Keluar,” ucapnya dingin namun Damar hanya berdiri, menatapnya.

“Emang kamu nggak kangen sama aku?” katanya ringan, mencoba mencairkan suasana namun itu sebuah kesalahan.

Wajah Kirana langsung berubah merah padam bukan karena malu tapi sangat marah dia berjalan cepat menghampiri Damar dan memukul dadanya.

“ Tiga minggu!” suaranya meninggi. “Tiga minggu kamu cuekin aku!”

Puk!

“Bilang aku perempuan tukang gimik!" Kata Kirana masih dengan nada marah.

“Sekarang kamu datang nanya aku kangen?!” Suara Kirana pecah tangannya masih memukul, tapi semakin lemah Air matanya mulai jatuh.

Damar langsung menangkap kedua tangannya.

“Kirana,” Kirana membuang muka napasnya memburu dadanya naik turun Kirana berusaha menahan tangis tapi gagal.

“Maafin aku,” kata Damar pelan.Kirana tidak menjawab dia tetap diam air matanya terus jatuh.

Hening beberapa detik lalu dengan suara serak, Kirana berkata, “Kamu anggap perasaan aku ke kamu cuma gimik?”

Pertanyaan itu menusuk, Damar menatapnya dia tak bisa berkata-kata karena Damar tau itu sepenuhnya kesalahannya.

1
sitanggang
mcnya ternyata goblok🤦🤦
Rosie: Baca J.R.R Tolkien aja cocok buat anda jangan novel online.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!