NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:121
Nilai: 5
Nama Author: nisa_prafour

Aruna Prameswari tidak pernah tahu bagaimana hidupnya berubah menjadi runyam. Semenjak Kedatangan sosok Liam Noah Rajasa, Atlet bola sekaligus Pengusaha ibukota. Hidupnya dibuat kacau balau sejak laki-laki itu selalu merecoki harinya yang gitu-gitu aja. Kerja, lembur, nongkrong, dan pulang.

Laki-laki itu semakin gencar mendekati dirinya ketika tahu kalau dirinya baru saja putus dari pacarnya, padahal Aruna masih belum begitu move on. Namun Liam dengan segala usahanya hingga membuat dirinya menyerah dan cinta itu datang tiba-tiba.

akankah Cinta Aruna yang datang tiba-tiba berakhir dengan indah atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nisa_prafour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

Riuh bandara Internasional Soekarno-Hatta pagi itu masih sama seperti biasanya. Tidak pernah ada sepinya, Travel bagg mini yang berada digenggaman tangan besar Noah dengan segera Aruna ambil.

Ia sudah cukup merepotkan Noah selama dua hari satu malamnya yang singkat kemarin. Jadi untuk hal sepele seperti ini ia tidak ingin merepotkan laki-laki ini lagi. Lalu ia kembali berjalan beriringan disamping pria itu dengan pelan.

"Noah?"

"Hm?"

"Emm apa kita lewat pintu cadangan aja? Aku takut ada wartawan atau paparazi yang ... Emm kamu tahu maksudku"

Noah yang masih fokus dengan ponsel ditangannya segera menoleh menatap Aruna lalu menggelengkan kepalanya memberi isyarat agar Aruna tidak perlu khawatir akan kejadian yang tidak diinginkan itu.

"Calm down Run. Ini masih jam 5 pagi. Jadi kurasa minim sekali orang yang akan mengenali kita. Lagipula, temanku sudah didepan"

"Teman? Kita nggak naik taxi atau grab?"

"Nggak ada waktu"

"Noah kamu serius suruh temenmu jemput kita?!"

"Ya. Kenapa? Ada yang salah?"

"Ya ampun Noah ... "

Patingga ini bodoh atau memang masa bodoh. Teman dia juga teman Marinos kan? Sial! Ia belum siap jika harus menjelaskan alasan kenapa ia dan Noah bisa berlibur bersama.

"Don't worry. Dia bukan bagian dari team jika itu yang kamu khawatirkan"

Aaaah barulah Aruna bisa bernafas lega. Ia pun kembali mempercepat langkahnya menyusul Noah yang sudah meninggalkan dua langkah didepannya. Hingga keduanya sampai di lobby bandara, Aruna dengan cepat ditarik masuk kedalam mobil range Rover hitam yang sudah terparkir cantik.

"Run?"

"Ya?"

"Aku harus tidur dulu you okay?"

"Ya Noah, Tidur saja. Kamu juga harus istirahat cukup"

"Kamu mau diantar kemana? Rumah atau ...?"

"Kantor saja"

"Kamu langsung kerja?"

"Iya. Hari ini aku juga ada meeting sama manager mu"

"Okay. Kalau gitu beri alamat kantormu pada Cave ya"

"Iya Noah. Kamu tidur saja"

"Cave, bangunkan aku jika sudah sampai tujuan Aruna. Aku akan tidur sebentar "

"Okay bro"

Namun yang terjadi adalah Noah yang terbangun dari tidurnya ketika mobilnya hampir sampai di hotel penginapannya. Bahkan ia terbangun dengan keadaan linglung dan sudah mendapati kursi disebelahnya kosong. Aruna pergi begitu saja kah?

"Cave You didn't wake me up? Dan kenapa kita sudah hampir di hotel?"

"Dia yang minta jangan bangunin kamu"

"Sial!"

"Nouken you Noah!" (Brengsek)

"Why?"

"Setelah dengan Piere kamu mau buat Aruna pelampiasan?"

"I'll beat your mouth if you chatter again! Dan perlu kamu ingat, Jangan sebut nama wanita itu lagi didepan ku!"

Kemudian Noah turun begitu saja meninggalkan asisten pribadinya sekaligus sepupunya itu didalam mobil. Ia melanjutkan langkahnya untuk segera masuk kedalam penginapan karena ingin cepat-cepat merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Tidak dipungkiri liburan dadakannya kali ini benar-benar sedikit menguras tenaganya. Ia perlu istirahat untuk match besok. Dan sepertinya ia akan absen dulu latihannya jika bisa.

Disisi lain, dalam hiruk pikuk loby gedung bertingkat itu Aruna tengah disibukkan dengan beberapa panggilan masuk pada ponselnya. Namun alih-alih mengangkatnya, Aruna malah mengabaikannya.

"Aruna?!!"

Vano dengan kedua tangannya yang menenteng 4 paper bag langsung mencoba mengimbangi langkah Aruna yang terbilang cukup cepat.

"Apa? Masih pagi jangan bikin aku emosi ya kamu!"

"Gitu banget sih Run. Aku mau nanya serius ini"

"Apaan?"

"Kamu tuh bikin heboh tau nggak dua hari kemarin "

"Heboh kenapa?"

"Ya kamu cuti mendadak. Kamu tahu imbasnya si boss ngamuk-ngamuk nggak jelas kamu tinggal"

"Freak! Aku udah izin ya sialan!"

"Ya sama aja. Mana betah dia kamu tinggal lama-lama kamu kan belahan jiwanya "

"Gila!"

"Kamu kemana sih kemarin pake cuti segala?"

"Kepo banget!"

"Gue serius Run"

"Liburan lah. Pusing aku kerja terus"

"Iih penghianat banget! Liburan nggak ngajak-ngajak"

"Ngerepotin banget kalau ngajak kamu"

"Sialan kamu Run. Sama siapa kamu liburan kemarin? Cowok ya? Hmm udah pasti si yaa"

"Siapa yang liburan sama cowok?"

Damn!! Aruna yakin paginya akan terasa seperti neraka sebentar lagi. Vano sialan!!

.

.

.

.

.

"Pak kita realistis aja ya. Kalau saya harus mengerjakan proyek Ini, jujur saya kewalahan pak. Ini juga harusnya menjadi jobdesk Wina pak"

Aruna mencoba peruntungannya untuk merayu sang atasan kali ini, Bukan merayu secara harfiah. Melainkan merayu agar jobdesk yang bukan miliknya tidak diberikan padanya. Namun, alih-alih menuruti usulannya, Axcel bos mudanya dengan terang-terangan menatapnya dengan pandangan nyalang.

"Kamu nolak kerjaan dari saya?"

"Bukan begitu pak. Maksudnya ini kan perusahaan lokal jadi sudah seharusnya jadi tugas Wina pak. Kerjasama dengan timnas ini juga belum sepenuhnya rampung pak. Malah masih 45 persen kan"

"Wina masih belum menguasai terlalu dalam Run! Lagipula kamu pasti bisa mengaturnya. Perusahaan kali ini juga melibatkan atlet bola kok untuk BA nya. Jadi kamu pasti lebih ada pengalamannya nanti. Dan saya rasa nggak akan mempengaruhi kerjaan pertama mu"

Demi sapi terbang, Aruna benar-benar ingin meninju wajah tampan Axcel yang duduk santai didepannya. Brengsek sekali boss nya ini, Senang sekali merecokinya. Padahal designer perusahaannya bukan cuma Aruna seorang. Masih ada Wina dan dua anak magang lainnya. Kenapa semua harus Aruna yang kena getahnya sih!

"Ya tapi pak saya--"

"Kamu boleh keluar, Nanti akan ada orang yang kontak kamu dari perusahaan yang akan berkolaborasi. Dan biar kamu nggak berat-berat amat, nanti saya suruh James dan salah satu anak magang buat temenin kamu"

"Kenapa nggak Wina aja yang temani saya pak? saya nggak butuh anak magang ataupun James pak"

"Nggak bisa. Nanti sore Wina harus terbang ke bagian produksi Cabang dengan saya"

Bajingaaaaaan!!! Axcel sialan!!! Aku sumpahin  impoten seumur hidup!

"Kamu boleh pergi sekarang. Dan jangan lupa kabari saya hasil pertemuan mu nanti dengan team atlet ya. See you Run"

Dengan hati yang dongkol, Aruna berjalan dengan langkah kakinya yang ia hentak-hentakkan kuat. Biar saja Axcel tau kalau ia sedang kesal saat ini. Mentang-mentang dia atasan seenaknya memperbudak karyawan lemah sepertinya.

"Loh Aruna? Katanya mbak hari ini ada meeting sama perusahaan kerjasama team bola"

"Iya habis ini aku berangkat. Kamu sendiri ngapain disini? Bukannya kamu harus siap-siap pergi"

"Pergi kemana?"

"Kamu kan mau ke luar kota bareng pak Boss, Ke perusahaan cabang "

"Ha? Enggak kok. Malahan aku besok cuti sakit. Aku mau operasi hidung Run"

"Apa?!! Jadi kamu besok cuti?! Nggak kerja ke luar kota?!"

"Iya, kenapa sih?"

Sial!! Axcel sialan!. Emang bosnya itu niat sekali menyiksanya. Apa-apaan ini. Apasih alasannya? Ia pikir ia adalah pegawai paling tekun selama ini. Tapi kenapa ia selalu di anak tirikan kalau masalah pekerjaan.

Lihat aja aku bakal ajuin cuti 2 tahun habis ini kerjaan kelar semua. Biar mampus kelimpungan setelah ini.

Setelah puas mengumpat dan menjerit dalam hati, Aruna pergi dengan cepat menuju basemen mobil. Ia ingin segera pergi meninggalkan kantor yang membuatnya ingin menjadi iblis yang akan mencabik-cabik seluruh isi kantor saking kesalnya.

Namun baru saja Aruna akan menghidupkan mobil kantornya. Sebuah pesan masuk ia dapatkan. Keningnya sedikit mengerut ketika nomor asing menyapanya.

+31 622 345 666

Hi Aruna?

yo're bussy?

I just wanna say i have your bag

You forget it

i am Noah by the way

Dengan sedikit kewarasan, Aruna entah kenapa bisa menarik kedua bibirnya untuk membalas pesan tersebut sebelum akhirnya ia menjalankan mobilnya membelah jalanan ibukota.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!