NovelToon NovelToon
Menikahi Paman Kecil Pacarku

Menikahi Paman Kecil Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Pernikahan Kilat / Diam-Diam Cinta / Cinta setelah menikah / Romansa / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Menikah dengan pria usia matang, jauh di atas usianya bukanlah pilihan Fiona. Gadis 20 tahun tersebut mendadak harus menerima lamaran pria yang merupakan paman dari kekasihnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelangi Setelah Hujan

"Sialllll!" umpat penculik saat nyawanya sudah di ujung tanduk. Sampai benda itu menembus kepalanya, bisa dijamin dia akan mati saat itu juga.

Sambil mencari cela, penculik berbadan besar itu kemudian dengan gerakan cepat langsung putar badan dan mencari semak untuk bersembunyi. Untung suasana gelap, sehingga dia bisa menghindar saat itu.

Arga yang semula ingin mengejar, langsung berhenti. Dia putar balik dan melihat anak kecil jongkok ketakutan di balik tumpukan kayu-kayu lapuk.

Terlihat Arga menghela napas lega, ia kemudian membungkuk dan langsung meraih tubuh kecil Azka dalam gendongannya.

"Jangan takut, ini Papa," ucap Arga sambil mengusap-usap punggung Azka.

Anak itu memeluknya sangat erat, sepertinya masih ketakutan. Hingga beberapa menit kemudian, beberapa orang berkumpul dan mulai meringkus orang-orang yang di duga sekawanan penculik itu.

Saat Azka melihat mereka, tidak ia temukan laki-laki yang sebelumnya berhadapan dengannya. Artinya masih ada yang di luar sana, masih bebas tak tertangkap. Namun, Arga memutuskan untuk langsung kembali. Sisanya biar orang-orang nya yang mengurus. Dia pun langsung membawa Azka ke rumah sakit.

...****************...

Azka sudah ditangani oleh dokter dan tim medis. Tubuhnya yang kotor juga sudah dibersihkan. Bahkan langsung diberikan infus karena kelihatan lemas.

Arga setia menunggu di dalam, sambil menanti kedatangan Fiona yang sudah dijemput oleh orang suruhannya.

Setengah jam kemudian, Fiona baru tiba. Masih pakai piyama dan cuma pakek switer. Dia tak sempat dan tak mau ganti. Begitu mendengar Azka ditekuk, saat itu juga minta langsung diantar.

Jarak yang tadinya sejam pun dipersingkat karena Fiona minta pak sopir untuk menambahkan kecepatan maksimal.

Kini, setelah tiba dan ketemu dengan Azka, mata dan perhatian Fiona hanya tertuju pada anak semata wayangnya tersebut, bahkan dia tak memperhatikan Arga yang duduk di ruangan itu.

Padahal, Arga juga mengalami luka-luka. Lengan dan pipi Arga sempat terkena benda tajam yang disabetkan penculik saat pengejaran. Hanya saja, Arga tak begitu peduli. Dalam otaknya hanya ingin membawa Azka selamat.

Saat perawat masuk, barulah fokus Fiona bergantian. Dilihatnya sang perawat membawa kain kasa dan obat-obatan tapi bukan untuk sang anak. Melainkan untuk pria yang duduk di belakangnya.

Fiona baru tersadar, kalau suaminya mengalami luka-luka. Ia pun beralih tempat duduk, kini duduk di sebelah Arga dan memegangi tangan Arga.

"Terimakasih sudah menempati janji ... terima kasih sudah membawa Azka dengan selamat, terima kasih," gumam Fiona, sudah tidak bisa berkata-kata. Apalagi dilihatnya pipi dan pelipis Azka yang darahnya mulai mengering.

"Sebentar, Bu. Biar saya obati lukanya," sela perawat.

Arga langsung menahan dan menolak. Ia minta perawat itu mundur dulu.

"Lakukan saja nanti," kata Arga.

Fiona lantas mengambil alih. Ia meraih obat-obatan itu. Ada Betadine dan cairan pembersih luka. Ia lakukan sendiri dengan pantauan perawat.

"Aw!" Arga mengeluh. Mungkin perih.

Fiona pun meniup-niup wajah yang ada lukanya itu, dan perawat mundur selangkah, karena malah jadi obat nyamuk.

(Seperti apa kataku bukan? Semuanya akan baik-baik saja) Arga menatap wajah Fiona yang begitu dekat.

"Baik, saya permisi dulu. Jika ada yang dibutuhkan, silahkan cari kami," perawat memilih undur diri daripada melihat adegan demi adegan di depannya itu.

Selesai mengobati wajah Arga, Fiona kemudian memeriksa tubuh-tubuh suaminya. Barangkali ada luka lain. Benar saja, ada luka di lengannya.

"Yang ini aku tidak bisa, aku akan panggil dokter!" ucap Fiona langsung berdiri.

Arga menahan lengannya, "Tidak usah. Kamu di sini saja. Aku akan keluar dan menemui dokter. Lebih baik kamu temani Azka. Dia pasti mencarimu saat terbangun."

Fiona mengangguk, dilihatnya Arga meninggalkan kamar tersebut.

Lama menunggu, karena beberapa hari tidak bisa tidur, akhirnya Fiona malah ketiduran. Bangun-bangun di atas tempat tidur sudah tidak ada penghuninya, panik, dia langsung lari keluar.

"Dokter! Suster!! Azka!!!! Suster!" Fiona teriak-teriak panik keluar kamar.

Entah karena shock, takut kejadian terulang, Azka hilang lagi dari pantauan nya, atau karena beberapa hari kurang nutrisi karena enggan makan, pandangan mata Fiona menjadi gelap, bayang-bayang di depannya seperti semakin hilang dan berputar-putar sampai akhirnya dia malah jatuh pingsan.

...----------------...

Fiona sadar dan sudah di ruangan, kali ini bukan Azka yang berbaring dan mendapatkan perawatan, justru dirinya sendiri. Tangannya sudah di infus, dan saat membuka mata dilihatnya Azka sudah dalam pangkuan sang papa.

Keduanya menatapnya sambil tersenyum saat Fiona bangun dari pingsan nya itu.

"Kalian ... Kalian dari mana? Aku pikir ... Aku kira ..."

Kalimat Fiona terputus saat Arga bangkit dan langsung mengecupnya di kening.

"Jangan memikirkan hal-hal berat, Azka sudah aman. Sekarang kamu fokus sama kesehatan kamu ... karena yang perlu kamu pikirkan bukan cuma badan kamu sendiri, tapi ada makhluk kecil yang tumbuh di perutmu."

Reflek Fiona menatap ke bawah, ia pegang perutnya dan seperti memikirkan sesuatu. Kemudian pandangan matanya beralih pada Arga, pria itu mengangguk dan tersenyum padanya.

"Kamu hamil lagi ..." ucap Arga kemudian mengusap rambut Fiona, ia juga menatap wajah Azka, mengusap lembut kepala anakannya itu.

"Tidak, dokter bilang aku susah punya anak lagi," Fiona menggeleng. Merasa itu tidak mungkin.

Arga cuma menatapnya kemudian menimpali, "Jadi kamu meragukan kemampuan ku, Fiona?"

1
ken darsihk
Duhhh kelamaan kalau pakai acara ni na ni nu , takut nya Arga ketahuan sdh melepas rindu nya nanti lagi
Yang terpenting semua nya baik2 sajah
ɴᴏᴠɪ
wow gak sabaran neh om Arga soalnya udh lama puasa ya 🤭🤭
hiro_yoshi74
wah wah mode buka puasa ini ma
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Eva Tigan
Melepas rindu ala suami istri ya memang harus Menyatu ..baru lah Fiona rela melepas suaminya pergi😄
Threeanie
mau ngapain Ga gesper dillepas 🙈🤭
Asyatun 1
lanjut
Jasmine
nanti hamil lagi🤭🤭🤭
Dien Elvina
pertemuan yg sangat mengharukan ..gimana Fiona gak terus²:an meneteskan air mata..la mereka sdh 5;tahun gak bertemu ..tapi semoga setelah Arga membereskan semua kekacauan yg d sebabkan keluarga nya , mereka bisa berkumpul lg 🤭
ɴᴏᴠɪ
ow ow siapa dia maen peluk² aja 😄😄
Noona Han
weh weh weh demit🤣
ken darsihk
Alhamdulillah mereka bisa berkumpul lagi Fiona Arga ❤❤
Arsyad Algifari.
baru tau ada karya baru ka sept👍👍👍
Sept September: heheheh 🤭
total 1 replies
Arsyad Algifari.
baru tau ada karya baru ka sept👍👍👍
Sekti Ibue'BilFa
lanjut Mak sep😍
Sept September: siap grakkk 💪
total 1 replies
Dien Elvina
Fiona diam membeku dan bersambung 😂 cie yg dpt pelukan dari yg terkasih ..pasti deg² ser 😅
Sept September: semriwingggggggg🤭🤭🤭🤭🤭🤣
total 1 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Sept September: siapp👍👍👍👍💪
total 1 replies
Attaya Zahro
Fiona seketika diam karena digantung Kak Sept 😂😂😂
Attaya Zahro: Lanjuut kak 😍😍
total 2 replies
Ila Lee
Alhamdulillah akhirnya Arga ingat siapa dirinya semoga segera ketemu keluarga kecil sekarang sudah ada baby bia🥰🥰🥰🥰
ɴᴏᴠɪ
yes akhirnya om Arga inget lagi sama istri dan anaknya ♡♡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!