NovelToon NovelToon
Dimana Waktuku?

Dimana Waktuku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Wanita
Popularitas:114
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.

buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

"apa yang kau lakukan disini? tanya Arsene,mereka berdua saat ini sedang berada di balkon di saat pesta penyambutan sangat meriah di ruang utama.

" aku sedang menghirup udara segar" balas Athena tersenyum.

"itu adalah alasan basi yang selalu di gunakan oleh semua orang" Arsene menatap datar rembulan.

"Jelek! batin pemuda itu.

" bagaimana hari hari mu di Akademi kak? tanya gadis itu menoleh ke samping.

"Hari-hari ku?

" tidak ada yang spesial, tapi ada yang unik di hari pertama " ucap nya tersenyum tipis.

"apa?

" aku tidak sengaja menghancurkan kristal sihir pengukur kapasitas mana"

"saat mengingat ekspresi semua orang waktu itu aku sangat ingin tertawa"

"ahahaha

"bukan kah kau saat ini sudah tertawa?

" tapi wajar saja sih, mana mu sangat besar bahkan sebelum segel mu terbuka "

"mungkin kristal yang mereka gunakan adalah kristal seukuran murid akademi pada umum nya"

"kau benar" Arsene mengangguk sambil mengusap air mata nya yang keluar karena terlalu banyak tertawa.

"aku baru mengeluarkan sekitar 2% mana ku tapi kristal itu sudah hancur"

"mungkin itu adalah kasus yang berbeda" Athena menatap datar.

"sekarang adalah giliran ku yang bertanya"

"bagaimana hari hari mu? Arsene menatap Athena.

" aku hanya menjalani aktivitas biasa, aku akan menerima perintah dan menjalankan apa yang di perintahkan " ucap gadis itu datar dan tenang.

"sekarang siapa saja yang memiliki wewenang untuk memerintah mu? tanya Arsene penasaran.

dulu adik nya tidak memiliki jabatan apapun, tapi sekarang dia adalah seorang Penyihir penting yang melindungi Kekaisaran.

" Ayah kaisar dan komandan pasukan " ucap gadis itu.

"pasti sulit menjalani hari hari dengan julukan jenius 2000 tahun" ucap Arsene dengan suara lemah dan tatapan sendu.

"kau benar" Athena tersenyum tipis mengangguk kan kepala.

"aku hanya menjalani hari hari ku dengan bertarung dan terus bertarung" lanjut gadis itu menatap mata Arsene.

"kau tahu kan di luar Arbeloa dunia sedang tidak baik-baik saja?

" aku tahu,, para monster merajalela entah itu yang manusia atau mahluk paling menjijikkan di dunia" pemuda itu mendecakkan lidah.

"misi ku adalah menjaga Kekaisaran ini tetap aman dan terkendali"

"menjauh kan nya dari dunia luar adalah tantangan hidup yang harus ku jalani" ucap Athena tersenyum.

"apa kau tidak pernah bertemu dengan mereka berdua saat sedang menjalankan misi?

" tidak" gadis itu menggeleng kan kepala.

"bahkan sekalipun aku tidak pernah" lanjut nya dengan tatapan sendu.

"meskipun wilayah kami berdekatan aku tidak pernah melihat mereka,, selain itu aku hanya pergi menjalankan misi yang penting saja"

"jika itu gerbang maka aku akan pergi ke sana"

"setidaknya itu lebih baik" Arsene menarik nafas panjang.

"waktu di Akademi aku beberapa kali di suruh menjaga anak kecil sebagai pelatihan sebelum menjadi orang tua" ucap pemuda itu mengerucut kan bibir.

"aku paling benci itu, mereka merepotkan menjengkelkan dan menyebalkan! gerutunya kesal.

" meskipun begitu di masa depan jadilah ayah yang baik" ucap Athena memperhatikan sikap Arsene, memangnya ada yang mau menikah dengan nya di masa depan?

"apa penting nya anak sih?!

" hufffttt" gadis itu hanya bisa menarik nafas panjang sambil memutar bola matanya malas.

apa yang berubah dari kakak nya ini setelah 4 tahun lama nya.....

"aku akan pergi lebih dulu" ucap Athena berbalik hendak meninggalkan Arsene.

"kau mau kemana?

" aku akan menemui ayah"

"untuk apa?

" aku ingin membuka ruang dimensi "

Arsene lalu mengikuti langkah Athena.

"kenapa kau ingin membuka ruang dimensi?

" aku membutuhkan para pendamping ku"

"sekarang kau punya berapa?

" 4

"jumlah yang cukup banyak untuk seorang gadis berusia 18 tahun"

"dimana ayah? tanya Athena pada Alan.

" tuan berada di ruangan nya" ucap pria itu tersenyum.

Athena dan Arsene lalu berjalan pergi ke lantai dua untuk menemui Perez.

"tok tok tok"

"Ceklek"

"Ayah" panggil gadis itu, Arsene masih setia berjalan di belakang nya karena pemuda itu ingin melihat lagi hamparan bunga bercahaya yang di buat Athena.

Perez melirik Athena, pria itu lalu menutup berkas nya.

"ikut aku, aku akan membukakan ruang dimensi" Perez bangkit dari duduknya, ia lalu berjalan pergi yang kemudian diikuti oleh Athena dan Arsene.

"suara apa itu?

" bukankah itu suara kunci?

"apakah ini adalah hari itu?!!

" benarkah kah?!!

"jika ada yang membuka nya maka pasti itu dia!!

Athena memandangi hamparan luas bunga tulip warna warni di hadapan nya.

jika dulu yang ia lihat adalah air terjun sekarang adalah hamparan berbagai macam bunga.

"Athena!! teriak seseorang dari penghujung.

gadis itu melihat ke arah sana, 4 orang pemuda sedang berdiri sambil melambaikan tangan pada nya.

gadis itu tersenyum cerah, ia lalu berjalan menghampiri 4 orang itu.

" bukan kah sudah 6 tahun berlalu? ucap nya.

"kau benar"

"sudah 6 tahun berlalu"

"kau jadi tambah tinggi ya?

" bukan kah aku yang seharusnya mengatakan itu?

mereka berempat bercengkrama ria sebelum akhirnya mengikuti langkah Athena keluar dari dimensi.

"ayah! panggil Arsene.

" apa?

"apakah saat ruang dimensi ku di buka aku juga membuat bunga-bunga ini? tanya nya penasaran sambil terus memetik bunga bercahaya itu.

" tidak"

"apa???? raut wajah pemuda itu terlihat jelas sedang kecewa.

" kau tidak membuat apapun selain mata buta"

Athena perlahan lahan membuka mata nya, tanda di tangan kanan dan kiri nya terlihat jelas setelah gadis itu membawa Valeo dan si kembar keluar dari dimensi asal mereka.

"bagaimana perasaan mu? tanya Perez setelah putri nya kembali membuka mata.

" aku baik-baik saja" ucap gadis itu kembali berdiri.

"terimakasih ayah" ucap nya membungkuk kan badan.

"iya" Perez lalu berjalan pergi meninggalkan diri nya dan Arsene.

"masih tidak berubah" ucap Arsene saat Perez menghilang dari pandangan nya.

"kenapa ibu mau menikah dengan nya sih?!! kesal pemuda itu.

" kata nya awal nya mereka di paksa bertunangan oleh kakek dan Duke karsa? ucap Athena memberikan sihir pada bunga di pelukan Arsene agar cahaya dan kilau nya tidak sirna.

"terimakasih" ucap Arsene senang.

"selama sihir ku masih ada bunga itu akan tetap bersinar" ucap Athena tersenyum.

"bukan kah ini artinya jika kau mati bunga nya juga akan mati? ucap Arsene dengan raut wajah kecewa.

" jika dilihat dari segi umur bukan kah kau yang akan mati lebih dulu?

Arsene menatap Athena datar.

"apa kau sungguh mengatakan nya pada kakak mu tersayang ini??

" hehehe"

"maaf,,, aku hanya iseng saja"

"apa kau mau ikut dengan ku besok kak?

" kemana?

"ke wilayah utara"

"untuk apa kau pergi ke sana?

" apa kau lupa kalau adik mu masih ada satu lagi di sana?? Athena memicingkan mata tajam.

"aku akan ikut" ucap Arsene mengalihkan pandangan menghindari Athena.

mereka berdua lalu berjalan bersama kembali ke dalam rumah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!