NovelToon NovelToon
Raelynn, Wanita Malang Tuan Logan!

Raelynn, Wanita Malang Tuan Logan!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.

Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?

Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.

Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Strategi Logan Membalaskan Dendam Raelynn

Namun, Logan masih memilih diam dan hanya menatapnya sekilas dan kembali menatap lurus kelayar Macbook nya. Gavin menghembuskan nafas sembari mengelus dadanya, menghadapi Tuannya yang sangat keras kepala dan tidak mudah di bujuk memang tantangan terbesarnya selama ini. Hingga dia terpaksa harus mengeluarkan jurus terakhirnya untuk membujuk Tuannya.

“Apakah karena perasaan anda terhadap Nona Viola, sehingga anda memperlakukan Nona Raelynn dengan begitu kejam seperti ini?” Akhirnya Gavin harus menggunakan nama Viola untuk memancing Logan agar mau menanggapi perkataannya.

“Kenapa kau harus membawa nama Viola dalam pembicaraan ini, Gavino Hudson!” seru Logan menekankan, bahkan tatapan matanya juga membuat Gavin hampir tidak bisa bernafas dengan benar.

“Karena hanya dengan cara ini anda mau berbicara dengan saya mengenai Nona Raelynn,” balas Gavin semakin memberanikan diri.

“Apalagi yang harus dibicarakan? Raelynn sendiri sudah memutuskan untuk melupakan semuanya yang terjadi pada malam itu. Dan satu hal yang pasti, kau ‘lah penyebab dari kekacauan ini, seharusnya kau yang bertanggung jawab. Lalu dimana tanggung jawabmu sekarang?” Logan kembali menegaskan bahwa semua itu adalah kesalahan Gavin.

“Namun, pada akhirnya anda yang melakukannya dan bukan saya!”

Gavin pun ikut menegaskan bahwa itu juga bukan karena kesalahannya seorang. Logan saja yang tidak bisa menahan diri dengan godaan seorang Raelynn. Jika saja Logan tidak terbawa suasana dan memilih membawanya ke rumah sakit atau memanggil dokter lain mungkin Gavin terima disalahkan terus seperti ini.

“Aish … Kau ini benar-benar ….”

“Tuan, kita sudah sampai pada tempat tujuan.”

Belum sempat Logan menyelesaikan ucapannya, supirnya sudah lebih dulu mengingatkan bahwa mereka sudah tiba di tempat pertemuan dengan Jhon Hotman. Akhirnya perdebatan mereka terhenti dengan Logan yang harus menahan amarahnya lagi atas sikap kurang ajar Asisten laknatnya itu.

Lagi pula, Logan juga sudah kehabisan kata untuk membela dirinya sendiri. Sebab semua yang di katakan oleh Gavin memang benar adanya bahwa dia yang melakukannya dan Gavin hanya merencanakannya saja tanpa sengaja. Gavin pun kembali bersikap professional, dia segera turun untuk membukakan pintu mobil untuk Tuannya.

“Silakan, Boss!” kata Gavin disertai senyuman penuh arti.

“Gavin, mulai bulan ini dan enam bulan kedepannya kau tidak akan mendapatkan gaji sepersen pun. Itulah hukuman dariku untukmu,” ujar Logan begitu turun dari mobilnya.

“Baiklah, aku akan menerima dengan senang hati. Akan tetapi, anda juga harus bertanggung jawab terhadap Nona Raelynn.”

Gavin tidak masalah akan hal itu, tetapi dia tetap menuntut Logan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Raelynn.

“Tidak akan, Gavin!” Logan menolaknya dengan tegas.

“Kalau begitu jangan harap anda bisa memotong gajiku seenaknya!” balas Gavin sama tegasnya.

“Silakan ikuti saya, Tuan! Tuan Jhon sudah menunggu anda di dalam.”

Lagi-lagi Logan tak bisa membalas ucapan Gavin, karena ada seorang pelayan yang menyambut kedatangan mereka. Alhasil, Logan hanya bisa menatap kesal pada Gavin yang bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apapun. Gavin memang selalu bisa diandalkan daam segala hal sebagai seorang asisten, tapi sikapnya yang satu ini selalu berhasil membuat Logan terus mengelus dada.

“Maaf, Tuan Jhon! Tuan Logan dan Asistennya sudah tiba di sini,” ujar pelayan itu.

“Biarkan mereka untuk masuk.” Tuan Jhon mempersilakan keduanya untuk langsung masuk kedalam ruangan yang sudah dia persiapkan itu.

“Silakan masuk, Tuan!” Kata pelayan itu kepada Logan dan juga Gavin.

Sang pelayan segera membukakan pintu, hingga dua wajah yang bisa langsung Logan kenali tengah duduk dengan penuh percaya dirinya. Selebihnya Logan rasa hanya pebisnis biasa yang ingin menawarkan beberapa kerjasama mengingat dia baru saja mendirikan cabang perusahaan di Kota tersebut. Perhatian Logan terus tertuju pada Tuan Jhon dan juga Frans yang rupanya benar-benar ikut hadir dalam pertemuan itu.

Melihat dari gestur tubuhnya dan juga tatapan matanya, Logan sepertinya harus berhati-hati untuk tidak berhadapan secara langsung dengan pria bernama Frans Antonio itu. Jadi, kali ini dia hanya akan menargetkan Tuan Jhon untuk dia hancurkan di depan semua orang.

“Aah, jadi mereka?” Logan berkata dalam hatinya.

“*Ck, pria tua seperti babi ini ingin menyentuh Nona Raelynn? Dasar tidak tahu diri … dan lihatlah bajingan yang satu itu. Kau tunggu saja dengan tenang apa yang aku lakukan untukmu, Frans sampah*!” Gavin hanya bisa mencaci maki kedua orang itu dalam hatinya.

“Selamat datang, Tuan Logan! Selamat juga atas peresmian cabang perusahaan anda di Kota ini.”

Kedatangan Logan sebagai pebisnis nomor satu di Kota itu, bahkan salah satu pebisnis terbaik di dunia jelas disambut hangat oleh Tuan Jhon dan yang lainnya. Bahkan dia sudah disediakan tempat tersendiri, mengingat statusnya yang tidak bisa dibandingkan dengan pebisnis lainnya di dalam ruangan itu. Logan menerima begitu saja sambutan hangat itu, dia lalu menatap Frans yang menatapnya penuh rasa iri.

Tuan Jhon begitu menjaga sikapnya dihadapan Logan, pria tua yang rambutnya hampir dipenuhi uban dan perut buncitnya itu membuat Logan merasa muak melihatnya.

Apalagi saat dia membayangkan Raelynn harus membayangkan pria itu, jika tidak berhasil kabur. Darahnya mendidih karena marah, tapi Logan tetap berusaha bersikap setenang mungkin. Sebab ada waktu untuk dirinya membalaskan semua penderitaan Raelynn dan itu tidak akan lama lagi.

“Silahkan duduk, Tuan Logan!”

Tuan Jhon dengan wajah berbisnisnya dengan ramah mempersilakan Logan tepat disebelahnya, sedangkan Gavin di duduk cukup jauh dari Tuannya mengingat dirinya hanya seorang asisten pribadi. Logan mengikuti apapun yang di arahkan oleh Tuan Jhon. Sikap tenang dan wajah dinginnnya membuat Tuan Jhon dan yang lainnya merasa sedikit sungkan untuk memulai pembicaraan lebih dulu.

“Saya telah memesan beberapa menu makan terbaik di Restaurant ini. Saya harap ini sesuai dengan selera anda, Tuan Logan!” ujar Jhon sembari menunjukan beberapa menu makanan mewah yang sudah tersaji rapi dihadapan mereka.

“Mari, silakan dinikmati,” sambungnya yang ingin mengajak Logan untuk makan bersama terlebih dahulu sebelum membahas bisnis mereka.

“Lupakan saja, aku sedang tidak selera untuk makan saat ini. Singkirkan ini semua dan kita langsung saja pada inti pertemuan ini.”

Sekalinya berkata Logan langsung membuat Jhon tidak bisa berkutik. Ya, Logan menolak tawaran itu dengan tegas, sebab dia tidak sudi makan satu meja dengan orang yang akan dia targetkan untuk dihancurkan.

“Ouh, Baiklah! Akan segera saya perintahkan pelayan untuk menyingkirkan semua ini. Hehehee …”

Di hati Tuan Jhon sudah pasti sedang mengutuki sikap Logan, tetapi di wajahnya terus tersenyum ramah seolah itu bukan masalah besar. Lain halnya dengan Frans yang langsung menunjukkan ketidak sukaannya itu akan sikap yang baru saja Logan tunjukan.

“Apakah seperti ini cara anda berbisnis dengan yang lainnya, Tuan Logan?” tanya Frans menekankan setiap katanya.

“Kenapa? Apa kau merasa terganggu dengan caraku?” balas Logan dengan santainya.

Bersambung ….

1
Mbak Rin
☕☕☕meluncur
Yena
The Best
Mbak Rin
wah Suho knp kamu JD salah paham awas Bae keno semprot tuan Gavin 😁
Mbak Rin
dah Vin sabar biarkanlah tuanmu dngn pemikirannya sendiri
Mbak Rin
dah Vin ngikut rencana bosmu az drpd kena marah
Mbak Rin
ku tunggu bucinnya logan dngn rael nih
eny agustina
❤❤❤❤
Desyi Alawiyah
Lah... Suho malah salah paham deh...

Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...

Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
Desyi Alawiyah
Bener-bener deh si Gavin ini...🤭
Desyi Alawiyah
Aku padamu Logan... Ayo desak terus si Frans dan babi tua itu...☺
nyaks 💜
bantu jawab Suho: Bukan..tpi kakak dari wanita itu 😅😅
nyaks 💜
gavinn 😅😅😅
nyaks 💜
dan kedepannya kau akan sangat menyesali keputusanmu ini Logan...
nyaks 💜
ngegas si Abang 🤣🤣🤣
nyaks 💜
gavin d lawan 🤣🤣🤣
nyaks 💜
mulaiii,,mulai gavin 😅
nyaks 💜
bingung ya Vin 🤭🤣🤣
Dwi Rustiana
Gavin jawab dong jangan diem2 bae ntar suho salah paham kan bisa berabe urusannya. apalagi kalo sampe kedengaran keluarga dajal bisa PD gila mereka
Dwi Rustiana
wes pokoke kamu diem2 bae ya Gavin jangan bkin bosmu tambah emosi jiwa terima beres ae kamu 🤭🤭🤭
@pry😛
bukn suho... ni setan..
next kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!