NovelToon NovelToon
Ajari Aku Apa Itu Cinta

Ajari Aku Apa Itu Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Cerita bermula dari seorang gadis penulis yang mendapatkan permintaan dari pembaca untuk membuat cerita tentang percintaan. Gadis itu bernama Larasati seorang penulis amatir yang tak mendapatkan banyak pembaca. Tiba-tiba di beri permintaan untuk membuat kisah percintaan. Apa yang akan ia lakukan? Terlebih lagi ia tak pernah mempunyai kisah percintaan di masa hidupnya. Suatu ide gila muncul dari pikirannya untuk menghubungi teman laki-laki yang bisa dianggap dulu pernah ditaksirnya sewaktu di bangku SMK ia adalah Dika. Larasati sudah mengikuti akun instagramnya dari dulu dan ia pun berniat mengirim pesan bantuan lewat media tersebut. Butuh banyak keberanian untuk mengirim pesan yang terbilang baru pertama kali itu. Jawaban apa yang akan diterimanya? Akankah lelaki tersebut akan membantunya hingga sebuah cinta hadir diantara keduanya. Semua akan terjawab di dalam kisah yang ku tulis ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Di Hari Sial

Entah kenapa dengan hari ini, Larasati bahkan telat bangun untuk bekerja. Jam sudah menunjukkan pukul 8 tapi tak ada yang membangunkan dirinya. Ia bahkan melewatkan kewajiban sholat subuhnya. Larasati dengan mata yang masih terpejam meraba seisi kasur untuk mencari ponselnya. Ponsel berhasil diraih Larasati dan ia dengan samar melihat jam di layar.

"Astagfirullah jam 8." Larasati terperanjat seketika dan langsung bergegas mandi untuk berangkat. Herannya di rumah tampak sepi tak ada siapa pun. Salma sepertinya sudah berangkat sekolah sedangkan ibunya ia mengira sudah pergi ke pasar untuk belanja.

Dengan kilat khusus Larasati membersihkan badannya dan langsung pergi menuju cafe tanpa sarapan. Karena belum ada apa-apa di meja makannya hanya ada sisa sarapan Salma yang belum di taruh ke wastafel.

Larasati mulai menjalankan motornya, Namun di tengah jalan insiden malah datang padanya. Bensin motor nya tiba-tiba habis dan alhasil terpaksa ia dorong agar sampai ke pom bensin. Syukur Larasati memiliki uang di tasnya walau ternyata cuma isi 25 ribu saja. Ia lupa untuk membawa uang lebih tadi karena buru-buru.

Sesampainya di Pom Bensin ia langsung mengantre. Antrean panjang tentu saja akan memakan waktu. Larasati sudah sangat gelisah lantaran waktu sudah jam 9 nan. Walaupun cafe milik teman sendiri untuk masalah karyawan telat tetap saja harus di hukum. 15 menit mengantre akhirnya gilirannya juga. Bensin pun kembali penuh dan siap melanjutkan perjalanannya.

Larasati menghela nafasnya lega karena akhirnya sampai juga. Ia turun dari motor tapi herannya sangat sepi di sana.

"Ini aku yang telat atau aku melewatkan sesuatu," pikir Larasati sambil melihat ke sekitar.

Ia turun dari motornya dan berjalan ke pintu masuk dan ternyata cafe sedang tutup. "Hah tutup perasaan ini bukan hari libur," gumamnya penuh kebingungan.

Larasati pun memutuskan untuk menghubungi Bagas dan Dika. Tapi ternyata dua-duanya tak bisa dihubungi membuat Larasati kesal sendiri.

"Mereka berdua ke mana sih, cafe libur kok aku gak di kasih tahu. Mana tak ada yang nyambung lagi. Gak Dika gak Bagas susah semua. Pulang ah." Akhirnya Larasati kembali memakai helmnya dan memutar balik motornya.

"Sungguh menguras tenaga," keluhnya kesal.

Karena sudah telanjur keluar, ia memilih tak pulang. Mencoba menghubungi Elang sahabatnya untuk mengajaknya keluar. Baru mau minta menemaninya karena sendiri. Elang langsung beralasan jika hari ini sedang sibuk. Larasati pun menghela nafasnya kasar dan memilih pulang kembali.

Di Cafe Bagas sebenarnya tak benar-benar tutup. Di dalam Dika dan lainnya sedang mempersiapkan sesuatu di sana. Salma yang dikira sekolah ternyata juga di sana. Ia bukannya membolos tapi memang sekolah meliburkan siswanya karena ada rapat para guru. Ia dihubungi oleh Bagas untuk mengunjungi cafe nya. Di situ juga bukan hanya Salma, Elang dan Lukman juga di sana turut membantu.

"Sal, kau tak beritahu kakakmu jika cafe libur kan?" tanya Dika memastikan.

"Gak lah Mas, aku malah sengaja mematikan alarm ponselnya biar dia kaget pas bangun," jawabnya sambil mengeluarkan barang-barang yang habis dibelinya. Salma sebelumnya telah disuruh Dika untuk membeli beberapa makanan dan minuman serta berbagai macam hiasan ulang tahun.

"Larasati nelepon lagi, aku angkat atau tidak?" tanya Elang kebingungan.

"Angkat saja Kak," saran Salma padanya. Elang menurut dan mengangkatnya segera.

"Halo Ras, ada apalagi?" tanya Elang langsung padanya.

"Elang, kau benar-benar sibuk hari ini," ucap Larasati sedikit mengeluh

"Iya Laras, maaf nya," kata Elang terpaksa berbohong

"Sudahlah aku benar-benar akan pulang kembali," ucap Larasati hendak menutup telponnya.

"Tunggu Ras, pulang? Emang kamu habis dari mana?" Elang langsung mencegatnya dan bertanya

"Huh aku berangkat ke cafe ternyata tutup, tak tuhu lah Dika dan Bagas tak ada satu pun yang memberitahu ku," jawab Larasati sedikit kesal.

"Ya pulang lah istirahat saja di rumah," ujar Elang padanya.

"Huh baiklah maaf mengganggumu," ucap Larasati yang benar-benar kesal sekarang. Pembicaraan mereka pun berakhir diantara keduanya.

Larasati yang sudah sampai depan rumah akhirnya memilih masuk, percuma menghubungi teman-temannya tak ada satu pun yang bisa menemaninya. Hari sial apa yang terjadi di hari ulang tahunnya. Dengan malas, ia masuk ke kamar dan membengkuk di sana.

Sementara di cafe, mereka mulai menghias bagian sisi ruangan dengan balon-balon dan berbagai hiasan lainnya. Mereka semua berencana mengadakan pesta kejutan untuk Larasati. Bagas dan Dika sepakat untuk tak memberi tahu jika cafe libur hari ini. Salma dan Lukman walaupun baru ketemu mereka sudah sangat akrab dan bekerja sama dengan baik. Yang lainya sedang sibuk di depan sedangkan satu orang masih sibuk di dapur. Dika masih mengerjakan kue untuk Larasati. Beberapa hari ini ia sudah berhasil membuat Bagas untuk mengajarinya. Tapi ia merasa bersalah karena sudah 4 hari tak bertemu dengan Larasati. Setiap Larasati memintanya untuk pulang bersama, pasti Dika selalu menolaknya. Larasati pun menyerah dan tak meminta Dika lagi untuk pulang bersamanya.

...--------❤️--------...

Sore harinya tiba, cafe sudah berhasil di dekorasi ulang. Kue yang di buat Dika juga sudah siap. Sekarang tinggal Bagas yang bertugas menghubungi Larasati untuk ke cafe nya.

Larasati yang baru bangun dari tidurnya langsung mengangkat telepon tersebut.

"Halo Gas! Akhirnya kami menelepon juga, cafe tutup kok tak ada pemberitahuan Gas?" tanya Larasati langsung.

"Cafe tak tutup Laras, cafe buka sore, sekarang kamu cepat ke sini," jawab Bagas memberitahu dan menyuruhnya untuk cepat datang kembali ke sana.

"Hah?" Larasati tak percaya. "Ya sudah aku akan segera ke sana," ucapnya segera.

Larasati bergegas untuk menuju cafe. Tapi saat keluar kamar, ia kembali heran dengan penampakan rumah yang masih sepi saja. Ke mana ibunya dan Salma masa sedari tadi pergi belum pulang-pulang juga. Larasati berhenti berpikir karena melihat waktu, ia pergi tanpa peduli pada mereka yang menghilang.

Larasati telah sampai di depan cafe. Namun suasananya tetap saja sepi seperti pagi tadi. Larasati masuk secara perlahan ke dalam. Saat berjalan mendadak lampu di sekelilingnya menyala membuat Larasati terkejut.

"Ya ampun mengejutkan saja." Larasati melihat ke sekitar dan menjadi takjub dengan perubahan cafe yang begitu indah.

"Wah bagusnya ada acara apa ini," celetuknya sambil terus berjalan masuk dan melihat ke sekeliling.

Larasati masuk lebih dalam lagi dan....

Dor.... petasan kertas di lepaskan mengejutkan Larasati yang masuk.

"Selamat ulang tahun Kak," ucap Salma padanya

Larasati menutup mulutnya yang terkejut ketika melihat ke sekeliling, ia tak menyangka ternyata semua orang mengingat hari ulang tahunnya.

"Laras, selamat ulang tahun," ucap Elang sambil memeluk dirinya.

"Salma, Elang kalian ternyata disini," kaget Larasati tak menyangka.

"Hehe maaf ya Ras," kekeh Elang sambil mengangguk rambutnya.

"Maaf ya Kak." Salma juga ikut terkekeh.

"Dika mana, di sini juga kah?" tanya Larasati pada mereka. Matanya terus mencari keberadaan sang pacar disana.

Dari arah dapur seseorang keluar membawa kue ulang tahun untuknya sambil bernyanyi. Senyum Larasati melebar melihat siapa yang datang.

"Happy Birthday.... Happy Birthday.... Happy Birthday Laras...." Dika bernyanyi untuk Larasati sambil berjalan menghampirinya. Semua mata tertuju pada Dika dan Larasati sekarang.

Dika tersenyum dan menyuruh Laras untuk meniup lilinnya dan berdoa. Larasati mengangguk dan langsung memejamkan matanya untuk berdoa. Harapan untuk Larasati agar semuanya baik-baik saja, orang-orang terdekatnya selalu bahagia. Hubungannya dengan Dika dilancarkan dan masih banyak harapan yang ia bacakan di dalam hatinya. Larasati membuka matanya setelah selesai berdoa dan langsung meniup lilin di atas kue tersebut.

"Yeee selamat ulang tahun," teriak semuanya.

Mereka semua sangat senang tak terkecuali Larasati. Semua orang memberikan hadiah pada Larasati di tengah acara makan. Larasati dengan senang menerimanya dan mengucapkan banyak terima kasih pada mereka.

"Terima kasih semuanya, ini kejutan yang paling mengesankan bagi ku," ucap Larasati pada teman-temannya.

"Mas Dika, mana hadiah mu untuk Kak Laras?" tanya Salma yang penasaran.

"Ini kue aku yang buat Ras cantik kan," ucap Dika menunjukkan kue buatannya yang sudah ditaruh di tengah meja.

"Kue doang Mas, gak ada yang lain," sindir Salma padanya.

"Ah aku lupa belum mempersiapkannya, sibuk belajar bikin kue sih, maaf ya Ras," ucap Dika sedikit malu pada Larasati.

"Hem tak apa Dika, ini juga aku sudah senang," kata Larasati sambil tersenyum padanya. Salma dan Elang kompak bergidik ngeri melihat mereka berdua.

"Mari kita berfoto!" ajak Bagas ke semuanya.

"Boleh Gas," ucap Larasati setuju. Semuanya siap bergaya menghadap kamera. "Satu, dua tiga cheese." Bagas beberapa kali mengambil foto bersama menggunakan ponsel miliknya dengan penuh gaya.

Setelah selesai mengambil beberapa foto bersama, mereka semua kembali melanjutkan acara makan-makan nya. Sore telah berganti malam, semuanya pamit untuk pulang. Salma sengaja menolak ajakan kakaknya untuk pulang bareng dan menyuruh Lukman untuk mengantarkannya. Salma berbisik jika ia naksir pada teman Dika itu. Larasati mengangguk mengerti.

"Ya sudah hati-hati ya Sal, Lukman tolong antarkan adek ku ya," pesan Larasati pada Lukman.

"Iya Ras," jawab Lukman mengangguk.

"Ayo Mas Lukman," tarik Salma membuat Lukman terkejut.

"Laras, aku juga pamit, suami ku sudah di depan," pamit Elang padanya. Mereka berdua kembali berpelukan.

"Ya Lang, makasih banyak ya," ucap Larasati padanya.

"Hem, bye semuanya." Elang keluar sambil melambaikan tangan ke semuanya.

Kini hanya menyisakan Dika, Larasati dan Bagas di cafe. Bagas yang merasa canggung memilih untuk pergi ke dapur untuk beres-beres.

"Aku bantu ya Gas," tawar Larasati padanya.

"Tak usah Laras, kau pulanglah," tolaknya.

"Laras, ayo kita pulang. Bagas bisa sendiri kok, ajak Dika padanya." Larasati sebenarnya tak enak karena telah membuat cafenya menjadi berantakan.

"Baiklah, makasih ya Gas maaf merepotkan mu," ucap Larasati padanya.

"Tak apa Ras, hati-hati di jalan," pesannya sambil tersenyum.

Dika dan Larasati terus bergandengan tangan tak mau lepas sejak keluar dari cafe. Mereka berdua memilih jalan kaki menikmati suasana malam yang cerah.Secerah hati Larasati yang sedang berbahagia.

"Dika terima kasih, aku sungguh tak menyangka nya," ucap senang Larasati padanya.

"Sama-sama sayang," balas Dika tersenyum padanya.

"Hem tapi siapa yang membuat ide itu ya," pikir Larasati sambil berjalan.

"Tentu saja aku lah Laras, kau masa tak tahu itu," jawab Dika menatap Larasati.

"Jadi, kejutan itu memang kamu yang rencanakan Dik," ucapnya sedikit tak menyangka.

"Hem kau menyukainya?" tanya Dika padanya.

"Tentu saja ini kejutan yang sungguh tak terduga. Ku pikir aku akan sial di hari ulang tahunku," jawab Larasati jujur.

"Maaf ya Ras, aku sudah mengabaikan mu beberapa hari ini," ucap Dika yang merasa bersalah padanya.

"Tak Dik, aku justru berterimakasih kepada mu karena telah membuat kejutan yang meriah untuk ku," tukas Larasati sambil menggenggam erat tangan Dika.

"Laras, kita duduk sebentar yuk," ajak Dika padanya.

"Hem." Larasati setuju dan mereka duduk bersama di bangku taman.

"Aku memiliki sesuatu untuk mu," ucapnya.

"Apa? Hadiah untuk ku kah?" tanya Larasati penasaran.

"Hem." Dika mengangguk.

"Ku pikir benar-benar kue saja ternyata ada yang lain," batinnya senang. Dika mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan memperhatikan sebuah gelang yang sama persis dengan yang Dika kenakan.

"Gelang pasangan kah, itu mirip seperti yang kamu pakai," tebak Larasati sambil memperhatikan gelang yang masih di tangan Dika.

"Iya sayang, sini ku pakai kan," ucapnya lalu memakaikan gelang itu ke pergelangan tangannya.

"Wah gelang yang cantik, terima kasih," ucap Larasati senang.

"Ada lagi," kata Dika sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya kembali.

"Hah ada lagi, kau punya beberapa hadiah untuk ku?" kaget Larasati benar-benar tak menyangkanya. Harinya yang sial ternyata banyak kejutan yang menantinya.

Dika tersenyum lebar dan kembali menunjukkan satu hadiah lagi.

Ta-da....

"Casing pasangan, itu juga," ucap Larasati lagi.

"Ya sini ponselmu," pinta Dika padanya. Larasati menurut dan mengeluarkan ponsel miliknya lalu memasangkannya.

"Bagus kan," ucap Dika sambil menunjukkan kedua ponsel yanga sudah dipasang casing kembaran.

"Hem." Larasati mengangguk senang.

Mereka berdua beralih memandang langit bersama. Hari ini benar-benar hari spesial untuknya. Momen ini ia akan kenang selamanya. Ia sangat bersyukur bisa mendapatkan Dika yang sangat romantis padanya.

Bersambung....❤️❤️❤️

1
Maldini
aku hadirrr di cerita Larasati🙏🤗
Ney
dika selangkah lebih maju🤭🤭💪💪
Ney
saingan🤭🤭
Ney
💪💪💪💪laras
🏡⃟ªʸ❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
waah kisah yang bagus ini
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
pokok ya selamat buat Dika & Laras semoga menjadi keluarga SAMAWA ya🎉🎂👏👏👏
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
akhirnya selesai jg ijab kabul ya Laras & Dika walaupun ada drama Fitria yg mengacau
Ney Maniez
mksh bnyk author🙏🙏🙏🙏
cerita ny snggt menghibur👍👍 🙏🙏🤗🤗🥰🥰
Ney Maniez
ktnya udh punya🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ney Maniez
waduhh serem,,, c fitria pe gilaa gt😲😲🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ney Maniez
udah kyk artis c Dika😎🤭🤭😄😄
Ney Maniez
dikaaaa lagi ka jind🤭🤭🤭
🟢𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎: haduh nyasar lagi kayaknya 🤦🤣
total 1 replies
Ney
Dika bnyk modusnya 🤭🤭😄😄💪💪
Ney
ktmu di tmpt kerja🤭🤭
Ney
cemburunya 🤭🤭😄😄
Ney Maniez
💪💪💪💪dika larass🥰🤗🤗
lancarrrr ya
Ney Maniez
kok sm dika sihhh...
terngiang-ngiang nama dika,,, jadi mangil bagas jadi dika🤭🤭😄
🟢𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎: wkwk ada lagi wah ngantuk aku 🙈
total 1 replies
Ney Maniez
ahh romantis nyaaa ❤🥰😘🤗🥳
Ney Maniez
ayoo dika greceppp💪💪🥰😘❤🤗
Ney Maniez
ciee bagas lili🤭🤭🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!