Iblis berwajah tampan. Memiliki sifat kejam namun bisa juga membuat wanita terlena dengannya. Dia Al Deventer Stevenson, orang mengenalnya dengan sebutan Venter.
Pria yang mampu membuat banyak wanita mabuk kepayang namun takut untuk mendekat. Bukan karena mereka pengecut namun mendekati Venter, mereka harus siap menerima resiko.
Baik di permainkan, di perjual belikan bahkan di bunuh jika mereka mengganggu Venter.
Sampai di suatu malam, Venter melakukan hubungan dengan wanita asing namun dapat membuatnya terlena. Sentuhan wanita itu, wajahnya bahkan tubuhnya. Venter jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Sialnya, setelah malam itu ia tidak melihat wanita yang sudah ia renggut barang berharga nya. Wanita itu seperti hilang tidak pernah hidup di sekitarnya.
Nama yang terngiang di telinganya yang ia ingat saat malam itu adalah Vee. Entahlah, mungkin nama samaran. Yang pasti Venter akan mendapatkan wanita itu kembali ke pelukannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27.
Venter duduk sembari meminum minuman yang di buat oleh Vee. Ia menatap Alvaro dan Alano yang saling mengejar satu sama lain. Benar benar anak yang sangat aktif. Ia acungi jempol untuk Vee karena bisa mengasuh putranya sedari kecil.
Sebentar lagi pernikahan mereka akan di laksanakan. Sebentar lagi Vee akan menjadi miliknya seutuhnya.
"Yuhuu... Everybody!" teriak Adam mendapat tatapan tajam dari Venter.
Adam tersenyum lebar saat Venter menatapnya dengan tajam sedangkan Nick hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudah tidak ada yang di kerjakan lagi kan? Aku ingin liburan," ucap Nick sambil bermain bersama Alvaro dan Alano.
Venter menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, untuk sekarang," ucapnya.
"Apa yang di kerjakan?" tanya Vee penasaran, Venter menyunggingkan senyumnya.
"Bisnis pria," balas Venter membuat Vee mendelik kesal.
"Nah lihat apa yang aku bawa untuk keponakanku," ucap Adam sambil membongkar isi tas nya di depan Alvaro dan Alano.
Vee melongo saat melihat isi tas Adam, isinya batu permata dan perhiasan. Dia bawa untuk Alvaro dan Alano? Really? Hey si kembar bahkan tidak tau cara untuk membeli makanan kenapa malah? Astaga!
"Apa yang kau bawa?" tanya Venter datar.
"Ini permata, ini seperti mata anakmu. Lalu ini Vee untukmu sangat pas," ucap Adam sambil menunjukan kalung berlian mewah kepada Vee.
"Kau gila? Memberikan barang curian untuk keluargaku?!"
...∆∆∆...
Vee menunjuk kearah permata yang begitu banyak jumlahnya, tanpa berbicara dan menatap dengan shock, Venter menganggukkan kepalanya. Itu? Barang curian? What the--
Nick memukul kepala Adam. "Jangan gila! Kau ingin keponakanku dalam bahaya bodoh?!" ucapnya frustasi.
Adam mengangkat bahunya acuh. "Apa salahnya. Kalau aku yang menggunakan semua nya sayang sekali. Ini terlalu banyak untukku," ucapnya.
"Lalu? Untuk apa kau ambil semuanya kalau terlalu banyak bodoh?" Nick menatap kesal kearah Adam.
"Sangat di sayangkan. Kalau aku tidak ambil. Permata ini begitu mahal. Aku bisa untung banyak." balas Adam dengan begitu santai sambil menghitung harta bendanya.
Venter menggelengkan kepalanya sambil memijat pelipisnya dengan lelah. "Keluar!" usirnya.
Adam mencibir. "Kau ini serius sekali," ucapnya.
"Rubah itu sementara waktu tidak akan mengganggumu," ucap Nick pada Venter.
Venter mengangguk. "Yah untuk selamanya juga tidak masalah," balasnya.
"Rubah siapa?" tanya Vee penasaran.
Venter tersenyum tipis, ia mengusap rambut Vee dengan lembut. "Bukan siapa siapa yang harus kau tau," balasnya.
Vee mendelik, ia pun menyingkirkan tangan Venter yang ada di kepalanya. "Terserah," balasnya ketus.
Nick terkekeh. "Hanya musuh Venter Vee. Tidak perlu kau khawatirkan," ucapnya.
"Musuh Venter berarti musuhku juga?" tanya Vee lagi.
Adam menggeleng. "Tidak sepenuhnya begitu. Itu hanya lawan main Venter. Kau akan tau nanti," ucapnya.
"Daddy! Ayo kita berenang!" teriak Alvaro.
Venter tersenyum. "Kau mau?" tanyanya, Alvaro dan Alano mengangguk serentak.
"Ayo," Venter menggendong keduanya lalu membawa mereka menuju ruang belakang dimana kolam renang lebar miliknya ada disana.
"Vee," panggil Nick. Wanita itu menatap Nick
"Jangan curiga pada Venter. Ia melakukan ini untuk melindungi mu dan kedua anakmu. Karena hanya kau dan mereka yang dia punya sekarang. Jadi jangan heran jika kau bertemu dengan musuh Venter. Yang terpenting kau percaya padanya Vee,"
...∆∆∆...
Venter berenang bersama Alvaro dan Alano. Mereka tampak menikmati waktu bersamanya. Venter tersenyum senang saat mendengar gelak tawa kedua putranya.
"Jangan berenang terlalu jauh," ucap Venter kepada kedua putranya. Walau pun mereka berdua menggunakan pelampung namun tetap saja berbahaya.
"Aye aye captain!" teriak Alvaro dan Alano hanya mengacungkan kedua jempolnya.
Vee menatap Venter dari kejauhan. Ia membawakan makanan ringan untuk Venter dan kedua putranya.
"Mommy!" panggil Alano. Venter menoleh, ia menatap Vee yang sedang membawakan makanan untuknya.
"Iya sayang," balas Vee.
Vee meletakkan nampan berisi makanan di meja dan ia duduk di pinggir kolam dengan menenggelamkan kakinya sedikit di kolam renang.
Vee tersenyum manis saat melihat Alvaro dan Alano bermain dengan begitu semangatnya. Venter menatap Vee, ia pun tersenyum jahil.
"Sini!" Venter menarik tangan Vee membuat wanita itu terjatuh ke dalam kolam.
"Apa yang---uhuk!" wajah Vee terkena air kolam, ia pun berpegangan pada pundak Venter.
Venter memeluk pinggang Vee dengan erat. Namun pandangannya malah jatuh pada lekuk tubuh Vee yang tembus pandang karena Vee menggunakan kaus bewarna putih polos.
Venter menelan saliva nya, ia tadinya ingin menjahili Vee namun malah dirinya yang di buat gelisah.
"Kau lihat apa?" Vee menatap objek yang di tatap Venter, ia pun melotot.
"Kau seksi," bisik Venter.
"Tutup matamu bodoh! Venter! Arghh! Mesum!"
...∆∆∆...
...TBC...
favorite
👍❤