Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak dan saling menyayang bila ada ruang? Jangan menjadi pelangi dimata orang yang buta warna.
Kisah ini menceritakan tentang kehidupan Keluarga Setelah menikah.
Qisandra dan Qiara adalah dua orang kakak beradik yang memiliki masalah
pernikahan yang berbeda,
Qiara harus menahan pahitnya perselingkuhan suaminya setelah dia keguguran dan tidak kunjung mengandung lagi, ditambah sikap Mertuanya yang galak menbuat dia sangat terpuruk.
Sedangkan Qisandra merupakan adik bungsunya yang menikah pada saat adiknya masih duduk dibangku sekolah kelas 3 SMA karena hamil diluar nikah.
Keduanya menikah dengan pilihan hidup mereka, tapi kenapa bisa tidak bahagi? Dan bagaimana kebahagiaan mereka akan tiba?
Terkadang kebahagian tidak bisa diukur dengan dia pilihan kita atau bukan, terkadang justru yang kita pilihlah yang membuat kita hancur.
Baca Kisahnya, dan Follow aku, jgn lupa Like dan komentanya yah, makasih 🌺🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartinA Felicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecelakaan.....
Apa yang akan terjadi dibab ini? terus ikutin ya kelanjutannya
Qiara melangkah menelusuri Rumah Sakit tempat suaminya sedang dirawat akibat kecelakaan saat mengantarkan selingkuhannya pulang. Qiara lebih dulu menemui gadis kecil yang selalu dia sayangi yaitu Melody.
"Tante.." Melody berada diatas tempat tidur dan memeluk wanita yang mengenakan pakaian putih dengan tas hitam itu.
"Iya sayang... tante disini. gimana keadaanmu sayang? apa yang sakit ?" Tanya qiara. Suster yang mendampingi melody menyahut dan menjawab pertanyaan wanita bersenyum manis itu.
"Ibu tantenya Melody ya? dari tadi Melody nyariin ibu? Melody gak perlu bermalam dirumah sakit kita hanya memerlukan eaktu observasi selama 4 jam , tapi selama 8 jam Melody diharuskan istrahat dulu. kalau ada gejala muntah atau pusing ibu boleh bawa melody lagi ke dokter terdekat ya" Seorang suster menjelaskan keadaan Melody dan melangkah pergi keluar ruangan.
"Sus... gimana keadaan Mas Trian dan Cecilia ibu Melody?" Tanya Qiara mencegah langkah terakhir suster , Suster menoleh kebelakang dan memberikan sedikit penjelasan
"Sekarang Pak Trian berada di icu dan Bu cecilia berada diruangan , Mereka mengalami Luka yang lumayan berat. Pak Trian sedikit mengalami trauma dan cedera di kepalanya jadi harus dirawat lebih intensif. sedangkan bu cecilia dia dirawat diruangan mawar . ada yang bisa saya bantu lagi bu?" Tanya suster diakhir penjelasan
"Makasi sus.. "
Qiara memeluk Melody dengan penuh kasih sayang, Sedangkan Widya menelpon Qiara
"Kamu dimana sih? " Tanya widya
"Ya bu.. Qiara lagi diruangan Melody. Tapi ini mau keruangan Mas trian kok. Ibu dimana?"
"Kamu ini gmna sih , harusnya kamu duluan lihat keadaan suamimu, bukan malah lihat anak yang bukan anak kandungmu, buruan kesini" Widya sedikit emosi mengakhiri telpon tanpa sambutan dan penutup.
Qiara sangat sayang kepada Trian namun kekecewaan membuat Qiara sangat sakit hati. Qiara mencemaskan Melody karna dia takut Melody kenapa kenapa. Qiara menggendong Melody dan membawanya menuju Ruangan Icu tempat suaminya dirawat .
"Kenapa kamu bawa dia?" Tanya widya yang langsung beranjak dari tempat duduknya saat melihat menantunya muncul.
"Kasihan melody bu.. dia gak punya teman diruangan lagipula dia juga tidak diinfus jadi aku bisa bawanya. Mas trian gimana bu?" Tanya Qiara berada diluar Icu .
"Hanya bisa satu orang yang masuk kedalam itupun waktunya terbatas sekali. Yauda kamu masuk aja kedalam. Biarin Melody duduk dikursi ini"
Qiara meninggalkan Melody duduk dikursi ruang tunggu. Qiara masuk kedalam Icu setelah mendapay izin dari suster.
Qiara melihat suaminya, Suami yang sudah menduakan dia. Tubuh yang kemarin memeluk wanita lain, tubuh yang kemarin bercinta dengan wanita lain, sekarang tubuh itu melemah dan tak berdaya diatas tempat tidur sempit. Beberapa alat medis terpasang membantu perawatan Trian.
"Apa ini hukuman buatmu mas? aku gak pernah sekalipun mengutuk atau meminta Tuhan menyakitimu walaupun kamu sudah mengingkari janjimu menyanyangi aku" Gumam Qiara dalam hati.
Qiara sedih saat melihat laki laki yang masih berstatus suaminya sedang terkapar tak berdaya namun saat ingatannya mengingatkan kemesraan yang cecilia dan trian lakukan, sedikit dendam terlintas dalam hatinya. Walaupun energi cinta masih lebih kuat dibandingkan kecemberuan dan dendamnya.
Waktu yang diberikan suster menjenguk suaminya sudah habis dan boleh dilakukan nanti, Qiara keluar dari ruangan Icu . Qiara menghampiri Cecilia melihat Cecilia.
Melody tertidur dipangkuan Widya, Qiara izin melihat cecilia. Widya senang karna dia berpikir Qiara bisa menerima kehadiran cecilia sebagai madunya.
Qiara mengetuk pintu dan masuk tanpa dibukakan, Qiara menyapa wanita yang gelah menbuat suaminya berubah.
"Kamu gmna keadaanya? " Tanya Qiara sesikit tersenyum kecewa.
"Kamu kesini mau ngetawain aku? kamu kesini mau ngejek aku karna aku kecelakaan? Sebaiknya kamu pergi aja dari sini"
Cecilia menaikkan nada suaranya .
"Aku gak bermaksud menyakitimu Cecil... aku tau kamu dan suamiku sudah menghianati ku. Tapi sekarang ini kamu sedang sakit. aku gak mungkin menyakiti kamu. Aku mau nanya sama kamu, apakah kamu menyanyangi suamiku? apa kamu sudah tidur dengan suamiku?" Tanya Qiara , Air mata qiara mulai menetes pelan pelan.
"Aku dan Mas Trian saling mencintai. kami sudah tidur bersama, bahkan kami sudah tidak bisa dipisahkan lagi" Ujar Cecilia tanpa sedikit perasaan bersalah kepada wanita yang sudah dirusak rumah tangganya.
Mendengar Perkataan dan pengakuan Cecilia, Qiara tidak memberikan jawaban lagi. Qiara hanya memberikan air mata kesekian kalinya .
"Kamu minta cerai saja sebelum kamu di ceraikan!" Seru Cecilia sedikit angkuh.
"Kamu cantik, kamu punya anak tapi kenapa kamu sanggup menyakiti hati wanita lain? kamu juga wanita kan? dan kamu..." Terputus karna tiba tiba cecilia menjerit minta tolong. sehingga dua orang suster menghampiri cecilia diruangannya.
"Ada apa bu?" seorang suster bertanya
"Perempuan ini ingin menyakiti aku, dia gak terima karna dia akan diceraikan suaminya. Tolong usir dia sus.. tolong selamatkan aku" Ujar Cecilia membuat sebuah drama
Melihat drama yang dimainkan wanita itu, Qiara terkejut ." Kamu sakit masih bisa berbohong? kamu sanggup berbohong hanya untuk membuat org simpati sama kamu" Ujar Qiara.
"Sus tolong usir dia!" Cecilia berpura pura ketakutan dan akhirnya usahanya itu berhasil. Suster meminta Qiara tidak mendekati ruangan Cecilia lagi.
Qiara melangkah pergi dari Lantai dua tempat ruangan Cecilia dirawat, Qiara menyeka air matanya ."Begitu piciknya wanita yang dicintai suamiku, didepanku saja dia berani berbuat curang apalagi dibelakangku. pasti dia sudah bersandiwara untuk merebut hati suamiku" Ujar Qiara berbisik pada angin berhembus.
Tidak sampai situ sandiwara yang diperankan Cecilia, Cecilia tidak hanya mengelabui suster yang ada dirumah sakit namun juga mengelabui ibu Trian. Cecilia mengarang cerita bahwa Qiara datang ingin membuat kondisinya semakin drop. Cecilia pura pura menangis saat bertelepon dengan widya. widya semakin membenci menantunya.
Sesampainya didepan ruang tunggu Icu, Qiara menghampiri mertuanya
"Bu.. apakah gak sebaiknya kita memberitahukan pada ayah tentang keadaan mas trian?" Ungkap Qiara mengawali percakapan.
Widya menujukkan expresi wajah kebencian " Kamu keatas bukan mau besuk Cecil, tapi kamu mau buat kondisinya drop kan? kamu ini gimana sih? kamu ga pernah berhenti mengganggu cecilia. kamu tahu kan dia wanita spesial dimata anak saya" Widya mendengus kesal
"Bu.. Qiara tidak membuat kondisi cecil buruk malah sebaliknya Cecil sudah membohongi ibu. Dia tidak menyukai Qia, itu sebabnya dia membuat ibu membenci qiara"
"sudahlah... pokoknya ibu pastikan kamu akan dicerai setelah Trian sembuh"
Trian masih lemah, namun dia sudah sadarkan diri. Dia mendapat pelayanan dan perawatan dari dokter dan suster yang profesional. Bahkan itu juga merupakan doa tulus dari istrinya yang tidak berhenti mendoakan dia. Qiara berpuasa untuk kesembuahan suaminya walaupun dia tahu suaminya sudah tidak mencintainya lagi.
Tepat Pukul 23:40 Malam hari, Diruang doa Rumah sakit Qiara berdoa untuk suaminya , Ruang doa itu sepi dan sunyi. Belum ada orang yang datang untuk berdoa pada malam itu.
Qiara menghidupkan sebuah lilin dan berlutut ,
"Ya Tuhan.. Hamba Tahu kalau suami Hamba sudah menduakan hamba, namun hamba memohon berikanlah kesembuhan kepadanya. Hamba sangat berserah kepada Mu ya Tuhan, Tolong bantu dan urapi tangan para dokter dan suster me gobati suami hamba..... Ya Tuhan... maafkanlah kesalahan suami hamba" Doa Qiara.
Setelah Berdoa, Qiara keluar dari ruang doa kemudian dia menyuruh ibu mertuanya pulang
"Bu.. ini kan sudah hampir jam 12 malam.. sebaiknya ibu pulang saja ya .. ibu tidur dirumah saja dengan melody. Kasihan melody kalau dia tidur diatas kursi. Biar Qiara yang menungguin mas Trian" Qiara meminta Mertuanya pulang.
Qiara menunggui suaminya dengan izin suster seorang bisa masuk dan menemani pasien dengan waktu yang tidak lama. Qiara menungguinya dari luar menatap dari layar kaca yang transparan. Qiara hanya bisa melihat seorang laki laki yang sedang tertidur di bed rumah sakit.
Keesokan harinya, Ibu widya datang kerumah sakit . Dia melihat menantunya sedang berdiri memandangi suaminya dari balik kaca transparan.
"Gimana keadaan Trian? Sudah ada perkembangan?" Tanya widya
" Tekanan darah dan Jantung normal bu, tadi diperiksa suster tapi untuk perkembangannya mas Trian masih belum bisa pindah dari ruangan. Dia masih harus pakai alat alat ini bu... ibu gak ketoko hari ini?" Tanya Qiara.
Terlihat Mata Qiara mata panda, Dia tidak tidur semalaman dan bola matanya memerah. Sedikit lelah namun Semangat Qiara membuatnya bertahan menungggui suaminya.
"Ibu gak ketoko hari ini.. ibu mau jaga Trian" Ujar Ibu widya melangkah ke ruangan cecilia setelah melihat Trian anak tunggalnya.
Widya membawa Rantang berisi makanan untuk cecilia namun dia tidak membawakan untuk menantunya bahkan dia tidak menyuruh menantunya untuk pulang dan istirahat.
Widya menemani cecilia karna untuk menjenguk cecilia bebas dan tidak ada limit waktu, Cecilia sudah akrab dengan ibu Widya, beberapa kali mereka tertawa bersama saat berbincang bincang. Banyak hal yang mereka bahas mulai dari hal kecil hingga hal besar. Mereka memiliki beberapa persamaan dan membuat semakin akrab.
"Ibu senang kalau kamu kelak jadi menantu ibu" Ujar Widya
Mereka berpelukan .
Qiara yang sedang duduk dikursi tunggu tidak memberitahukan keadaan Trian kepada keluarganya karna Qiara takut keluarganya akan datang menjenguk Trian dan tahu kalau Trian kecelakaan karna mengantarkan Selingkuhannya. Qiara berusaha menutupi hal itu saat ibunya tiba tiba menelponnya.
"Halo nak.. gimana keadaanmu? "
"Baik kok mah... mama dan papa sehat kan?" Tanya Qiara kembali
"Ya sayang kami baik baik saja kok..mama sedang menikmati teh dan kue bolu buatan bibi bersama papa mu, kamu lagi dimana nak? kok sepertinya ada suara manggil suster gitu? Trian sehat kan nak?"
"Se....se...sehat ma" Jawab Qiara gugup.
"Nak.. ada apa ? kenapa kamu terlihat seperti sedang gugup? kamu ada masalah? apakah mertua kamu marah sama kamu?" Tanya mama
"Gak mah.. gak kok... mertua Qiara sudah gak pernah marah sama Qiara, cuma ...."
"Cuma apa nak???" Tanya ibu Qiara
"Mas Trian sedikit kurang sehat. Flu biasa" Ujar Qiara berbohong.
Sore Pukul 4 Sore,Qiara merasa sangat kelelahan. Dia pengen pulang kerumah untuk mandi dan istirahat sekejap . Dia pamit kepada mertuanya namun mertuanya hanya menjawab sepatah kata saja yaitu ya.
Bersambung dipage ini juga
Qiara pergi dari rumah sakit , badannya terasa sangat kaku dan lemas mungkin karna dia tidak tidur semalam tadi ataupun dia terlalu lelah menunggui suaminya yang sedang sakit. Alasan untuk pulang juga adalah Melody, anak kecil yang ingin dia dekap dalam pelukannya. Entah mengapa sejak bertemu dengan Melody ada rasa sayang seperti rasa seorang ibu dengan anaknya. Qiara sudah jatuh hati pada gadis kecil itu, Qiara ingin sekali menganggap Melody anak nya sendiri walaupun sebentar lagi Melody akan menjadi anak suaminya dan Qiara akan segera diceraikan.
Cecilia dan Widya melihat fhoto kebersamaan cecilia saat dibali dengan Trian
“Cakep banget viewnya, kalian berdua juga sangat serasi” Widya tak henti hentinya memberikan Pujian setiap melihat fhoto yang ditunjukkan ibu Melody itu.
“Bu... apakah aku pantes jadi menantu ibu? ibu kan tahu kalau cecil itu seorang janda anak satu? lagi pula mas trian juga masih punya istri” Cecilia membuka sedikit pembicaraan mengenai statusnya .
“Sstttt... kamu gak perlu bicara seperti itu nak... anak saya Trian tidak mungkin salah memilih calon pendampingnya seumur hidup. Dia sudah memilih kamu disaat usiannya matang sedangkan saat dia masih labil dia memilih Qiara yang hanya berada pada masa masa pubertas seorang dewasa tanggung” Ujar Widya memeluk Cecilia penuh sayang.
Cecilia tersenyum licik, sepertinya gelarnya akan berubah menjadi Nyonya Trian menggeser gelar wanita yang sangat menyanyangi anaknya sendiri yaitu Qiara.
Suster masuk kedalam ruangan Cecilia
“Maaf bu cecilia ... saya mau melakukan pemeriksaan Vital Sign dulu ya, Untuk mengetahui perkembangan keadaan ibu”
Ujar seorang suster berpakaian putih .
“Iya sus silahkan”
Widya sedikit menyingkir dari tempat tidur Cecilia, Widya duduk setengah meter dari suster yang sedang memeriksa keadaan cecilia.
“Gimana sus ? kapan cecilia bisa keluar dari ruangan ini?” Tanya widya setelah melihat suster selesai mengukur tekanan darah, pernafasan cecilia dan tekanan nadi.
“Baik bu... Untuk suhu, tekanan darah dan detak nadi juga pernafasan normal dan teratur ya.. untuk masalah pulang dari rumah sakit nanti saya konfrmasi dulu sama dokter yang menangani ibu cecilia ya”
Suster mberikan senyuman indah dan pergi meninggalkan ruangan. Cecilia berharap segera keluar dari rumah sakit. Dia ingin melihat keadaan kekasihnya yang masih diruangan Icu. Cecilia tidak ingin Qiara mencuri hati dan perhatian Widya ataupun Trian pada saat Trian sakit.
“Kalau Gw lama lama disini bisa bisa Qiara berhasil membuat mas Trian jatuh hati lagi pdanya atau bu widya bisa bisa suka lagi sama dia.... padahal mas trian kan da janji akan nikahi aku” Ujar cecilia dalam hati.
Trian sudah sadarkan diri namun dia masih terbaring lemas, Tepat pukul 22:00 malam terlihat Qiara sudah berada di rumah sakit lagi.
“Mas... Mas cepat sembuh ya...” Qiara mencium tangan kanan suaminya. Tak terasa secara tiba tiba air matanya menetes.
“Sudah lama aku tidak menggenggam tanganmu mas... sampai aku lupa bentuk kulit tanganmu dan kehangatan saat menggemgam jemarimu, Mungkin kamu tidak akan pernah lagi mencintai aku mas.... hatimu sudah dimiliki wanita lain... wanita yang lebih sempurna..tapi aku menikahimu saat kamu sehat, dan aku ingin kita berpisah pun saat kamu sehat” Qiara menyeka isak tangisnya yang tidak dapat dibendungnya.
Trian mendengar semua ucapan istriny, Trian melihat air mata itu jatuh, namun Trian tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat itu karna disisi lain dia gak tahu apakah masih ada cinta untuk istrinya.
“Maafkan aku Qi... aku sudah melukai kamu.... aku gak bisa mencegah perasaanku pada cecilia, bersamamu hidupku hampa dan tidak bergairah.... setiap hari hidupku monoton, tidak ada kebahagian saat pulang kerumah... namun saat aku bertemu dengan Cecilia dan Melody ada sesuatu yang membuatku bergairah dan seperti hidup kembali dengan semangat, kamu gak perlu menungguin aku Qi... Pergilah cari kebahagiaanmu... kelak akan ada seorang pria yang bisa menerimamu apa adanya” Trian berkata lembut dan sangat perlahan.
Kata kata itu sangat menyakiti perasaan Qiara,
“Aku tahu mas kalau kita gak akan bisa bersama lagi... namun aku mau kamu tahu kalau sampai saat ini aku masih menunggu hatimu terbuka lagi untukku, andaikan kamu khilaf bersama cecilia akan aku maafkan... kasih aku kesempatan sekali lagi membuat kamu jatuh cinta padaku”
Tiba Tiba Widya masuk dan meminta izin untuk berbicara dengan Trian
“Nak.... kamu gimana keadaanya?”
“Sudah mulai baikan kok bu... gimana cecil bu? dia gak luka parah kan? aku merindukan dia... aku ingin melihat dia” Ujar Trian
Hati Qiara semakin teriris mendengar suaminya mengatakan rindu pada wanita lain “Mas... saat kamu berjauhan denganku , kamu bahkan tidak pernah membalas pesan dariku” Gumamnya dalam hati
“Cecil baik kok nak, Lusa dia sudah biasa keluar dari rumah sakit. Tadi ibu sudah telepon dokter yang menangani dia.. kamu mau video call dengan dia?” Tanya widya.
Beberapa saat kemudian seorang suster meminta seorang keluar dari ruangan Trian
“Maaf bu... hanya diperbolehkan seorang saja ya didalam, tolong seorang keluar nunggu diluar demi kenyamanan pasien apalagi ini sudah jam
istirahat” Ujar suster.
Tanpa disuruh Qiara tahu diri, dia keluar dari ruangan suaminya dirawat. Sedikit kecewa dan kesal karna suaminya tidak memberikan dia kesempatan membuat Trian jatuh cinta lagi, Seperti biasa dimalam malam yang kemarin Qiara melangkah keruang doa rumah sakit. Dia kembali berlutut memuji nama Tuhan dan mendoakan kesembuahan suaminya. Beberapa tetesan air mata keluar membasahi pipinya. Seorang Berbaju Putih keluar dari ruangan yang ada didalam ruang doa. Dia memakai Pakaian tertutup.
“Nak... sudah beberapa malam bapak lihat kamu nangis sambil berdoa, tadi kebetulan bapak sedang mengganti lilin diruang doa dan melihatmu berdoa.. kamu sedang mendoakan kelurgamu yang sedang sakit y? kalau boleh tahu sakit apa? Tanya laki laki yang memakai kacamata polos itu.
Qiara sudah selesai berdoa saat pria itu menyapa dia, Qiara tersenyum dan menunduk menberikan tanda penghormatan kepada orang yang lebih tua
“Perkenalkan pak nama saya Qiara.... sebenarnya saya sedang menunggui suami saya sedang sakit disini. Beberapa hari lalu dia kecelakaan” Ujar Qiara terbata bata.
“Bapak bantu doakan suami kamu ya, Kita besok sama sama berdoa ya untuk kesembuhan suami kamu.... kamu gak perlu menangis jika kamu yakin suami kamu akan sembuh. Tuhan maha Pemberi kesembuhan nak... kamu harus semangat agar suamimu semangat menjalani pengobatan”
“Iya pak.... Terimah kasih...”
Trian Dan Cecilia bertemu dalam layar Video Call , Widya menyambungkan kedua insan itu untuk saling melepas rindu. Bahagia rasanya melihat yang mereka sayangi. Tanpa memikirkan air mata yang keluar dari seorang istri yang telah dihianati.
Qiara hanya bisa diam melihat suaminya yang sedang berbahagia. Qiara melihat dengan matanya sendiri dibalik kaca ruangan Icu saat suaminya tersenyum pada cecilia, wanita yang sudah memfitnahnya kemarin.
Beberapa menit kemudian Widya berpamitan dan akan tidur dirumah
“Nak... ibu mau pulang dulu ya, ibu tidur dirumah saja. Kalau kamu butuh apa ap bilang sama Qiara ya nak. dia ada disini kok nungguin kamu” Ujar widya
Widya pergi meninggalkan Rumah sakit, Malam itu Qiara telah mendapat izin dari suster untuk mendampingi suaminya didalam Ruangan.
“Mas.. kamu minum susu dulu ya mas. biar aku buatkan” Ujar Qiara menyeduh segelas susu untuk menbuat Trian semakin Fit dan tertidur pulas.
Trian hanya diam dan meminum susu yang sudah dibuatkan wanita yang masih berstatus istrinya itu. Wanita yang sudah tidak memiliki kecantikan dimata Trian, Ibaratkan Bunga sudah layu dan harus dibuang. Begitulah dalam hati Trian.
Qiara tidak tahu harus membicarakan apa lagi sejak Trian menolak untuk memberikan dia kesempatan, walaupun trian tidak menjawab saat Qiara meminta kesempatan itu namun Qiara membaca bahasa tubuh Trian yang tidak nyaman saat Qiara berada disampingnya.
“Seharusnya sebagai istri yang bersama suami, banyak hal yang ingin kuungkapkan kepadamu mas, namun saat aku tahu pandanganmu sudah mengarah kepada wanita lain, aku sadar semuanya menjadi basi” Gumam Qiara.
Trian memaksa memejamkan matanya karna dia tidak ingin ngobrol dan menbahas apapun dengan istrinya lagi.
Melihat Trian sudah memejamkan mata, Qiara mengulurkan tangannya sebagai sandaran kepalanya. Dia tidur menunduk diatas tangannya. Kebayang kan guys sakitnya gimana saat kita tidur diats kedua tangan kita dengan posisi duduk? Pasti kram dan sakit.
Qiara tertidur, walaupun tidak begitu nyenyak dan harus menahan kram sakit namun matanya tidak dapat tertahankan lagi. Trian membuka matanya saat dia tahu kalau istrinya sudah tertidur. Trian melihat Qiara tertidur disisi tempat tidurnya. Seketika Trian mengingat kenangan mereka saat baru menikah.
Dulu saat Trian masih mencintai Istrinya, malam malam istrinya tertidur dikursi sofa Trian sudah sangat khawatir apabila badan istrinya sakit dan gak nyaman karna tidur disofa, Trian psti langsung menggendong istrinya kelantai dua kamar mereka. Bibi akan tersenyum melihat majikan mudanya romantis pada istrinya. Namun itu tidak lama terjadi setelah mereka pindah kerumah orangtua Trian. Kelabu segera menghampiri mereka.
Keesokan Harinya ******
Widya Datang Pagi Pagi sekali sekitar pukul 6:00 Wib membawakan Rantang berisi makanan pada cecilia dan anaknya Trian
“Kamu ini bisa bisanya tidur pulas jam segini, kamu tahu kan ini jam 6.... pantesan saja anak saya gak nyaman dengan kamu.. bangun aja kesiangan terus” Widya coba menyalakan api dan sengaja membentak Qiara didepan Trian.
“Maaf bu..” Qiara menggerakkan tangannya yang sangat kaku dan badannya seperti kram. Bahkan saat berdiri kakinya seperti lemah tak berdaya. Ada rasa kebas dan seperti kesemutan karna lama menahan diposisi yang tidak nyaman.
Widya Meletakkan makanan untuk Trian
“Nak ... ini makanan dimakan ya .. ibu akan ketoko pagi ini karna ada barang masuk jadi ibu harus cek langsung, dan ibu mau keatas dulu anterin rantang makanan cecil.. kasihan cecil makan menu rumah sakit pasti kurang enak” Ujar widya.
Trian memperhatikan rantang yang tidak ada buat istrinya “Ibu tidak membawakan buat Qiara sekalian bu? Dia kan sudah jaga Trian semalaman” Ujar Trian
“Gak nak.. biar aja dia makan diluar, kan dia anak orang kaya... biar aja orangtua nya mengirim duit untuk dia kalau emang dia butuh”
Qiara meninggalkan ruangan itu, Dia tidak begitu sedih karna kata kata hinaan sudah biasa dia dengarkan. Qiara membasuh dan mebersihkan wajahnya dengan air mengalir di westafle toilet umum rumah sakit, Qiara melihat wajah yang sudah terlihat kurang segar
“Pantesan saja mas Trian berpaling” Gumamnya dalam hati.
Berbeda dengan Cecilia yang masih segar dan cantik , Wajar saja Trian berpaling.
🌿🌿🌿🌿
Qiara memandang Suaminya dari Kaca Ruangan , Qiara mengingat semua kenangan sebelum mereka menikah.
Dulu Qiara dan Trian adalah teman Sekolah yang sama, Trian Adalah siswa pindahan dari Bandung, Trian Pindah sekolah karna Dulu Orangtuanya sedang sibuk merintis usaha mereka sehingga tidak ada yang memperhatikan Trian akhirny Trian ikut Neneknya dijakarta. Trian dan Qiara dulu Adalah orang asing yang tidak saling mencintai, namun karna melihat Qiara adalah wanita yang istimewa dan baik hati, Trian jatuh hati. Trian mengejar Cinta Qiara namum Qiaara tidak mudah memberikan tempat dihatinya.
Dulu Qiara selalu menolak untuk ajakan makan ataupun ajakan jalan bareng Trian, Sampai mereka lulus Dari bangku SMa, Trian terus mencoba mendekati Qiara. Trian adalah laki laki yang tidak gampang jatuh cinta pada wanita. Qiara adalah cinta pertamanya yang sekarang sudah dia lupakan.
Dulu Trian dengan beraninya datang melamar Qiara didepan orangtua Qiara dan berjanji akan menjaga putri sulung keluarga Alex dengan baik.
“Kalian masih sangat mudah untuk menikah.... Sebaiknya kalian jangan langsung menikah” Itulah kata kata yang terucap dari mulut ayah Qiara saat Qiara membawa Laki laki yang tak pernah menyerah mengejar cintanya kerumah.
Mengingat kegigihan dan usaha Trian yang tak pernah kalah dan menyerah mengejar cintanya, Qiara membela pria pilihannya itu didepan orangtuanya dan keluarganya.
“Kami saling mencintai pah.... lagi pula dari pada kami berbuat yang terlarang, apa salahnya kalau papa izinkan kami menikah . Tua muda gak jadi patokan pah pa untuk matangnya pernikahan? toh juga banyak kok yang masih mudah tapi langgeng sampe maut memisahkan? dan banyak yang menikah saat sudah tua tapi mereka memutuskan bercerai setelah dua tahun menikah” Qiara terang terangan membela kekasihnya.
Qiara meneteskan air mata “Maafin aku pah... laki laki yang sudah aku pilih telah menyakiti aku, sebentar lagi aku akan berpisah dengannya”
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Malam hari, Qiara siap siap akan kerumah sakit. Malam itu dia akan menemani dan menungguin Trian yang masih sakit. Trian sedang istrahat dikamarnya , Dia sudah dipindahkan keruangan Vip. Cecilia juga masih dirawat namun mereka tidak satu ruangan.
Qiara masuk kedalam ruangan kamar Trian. Trian melihat “ Kamu gak perlu datang menjenguk aku” Ujar Pria itu.
Qiara diam dan dia duduk dikursi disamping tempat tidur suaminya dirumah sakit.
“Kamu bisu? Kamu pulang saja” Ujar Trian mengusir istrinya terang terangan
“Aku datang tidak untuk menjengukmu mas...... aku hanya melaksanakan tugasku sebagai seorang istri, aku menungguimu sampai kamu sehat”
“Tapi aku tidak menbutuhkan kamu, aku tidak mencintaimu lagi”
“Dulu kamu begitu menginginkan aku, kamu berjanji didepan ayahku akan menjagaku dan menyanyangiku sampai ajal menjemput, tapi sekarang semuanya berubah..... setelah kamu mengenal dia kamu melupakan aku, apa kamu mencintai dia?” Tanya Qiara mencoba tidak meneteskan air mata meskipun matanya ingin menunpahkan air mata yang sudah dia tahan.
“Iyah aku mencintai cecilia dan aku akan menikahinya, kita sudah tidak cocok lagi” Ujar Trian
Qiara hanya menunduk tanpa berkata sepata katapun, kini air matanya tak mampu ditahan saat bibir tertutup tak mampu berkata apapun. Trian melihat istrinya menangis.
beberapa menit kemudian seorang suster masuk kedalam ruangan Trian. Suster memeriksa tekanan darah, denyut nadi dan pernapasan Trian dilanjutkan memberikan suntikan obat melalu selang infus.
“Sedikit perih ya pak.... “ Ujar suster memberikan suntikan
“Suster bagaimana dengan Cecilia? apakah tidak ada kamar Vip yang bisa menampung dua orang pasien?” Tanya Trian
Trian ingin dia dan cecilia dirawat diruangan yang sama, dengan begitu dia bisa melihat dan menatap kekasihnya sepanjang hari.
Qiara menatap mata suaminya, ada harapan cinta buat cecilia bukan dirinya.
“Untuk saat ini gak ada Vip yang kosong lagi pak, hanya ada ini saja dan ini hanya buat satu orang psien saja” ungkap suster mejawab pertanyaan Trian.
“Oh begitu sust... Baiklah”
Suster meninggalkan ruangan dan berjalan menuju ruangan pasien lainnya lagi. Sedangkan Qiara diam mematung duduk dikursi, Pandangannya kosong.
“Apa yang kamu harapkan lagi dari aku? semua yang kupunya juga kamu miliki. Orangtuamu adalah pengusaha yang kaya, dia mampu membuatmu berhasil bahkan kamu bisa mencari pria lain. Kenapa kamu masih memaksakan dirimu untuk bertahan?” Trian mengeluarkan kata kata yang semakin melukai perasaan wanita yang duduk disampingnya.
Qiara tetap diam seribu bahasa sedangkan suaminya terus berbicara
“Kenapa kamu diam? kalau kamu terus bertahan kamu akan terluka. Aku sudah memilih Cecilia” Sambung Trian lagi menguatkan perkataanya .
“Silahkan memilih jika kamu mencintai dia, Aku tak akan memaksamu untuk mencintai aku namun berikan aku waktu bersamamu... keluargaku baru saja menikahkan adikku, dan kamu tahu kan pernikahan sandra karna apa? saat aku dipulangkan kerumah orangtuaku, orangtuaku akan semakin sedih dan terluka. aku mohon berikan aku sedikit waktu tapi apabila kamu akan segera menikahi wanita itu, aku siap dipulangkan” Qiara akhirnya membuka mulut berbicara.
Trian memandang istrinya yang sedang meneteskan air mata, Trian mengingat ucapan peramal tua itu
“Tidak mungkin......” Gumamnya dalam hati.
Bersambung, Terimah kasih ya telah membaca Novel karya aku yang pertama, tolong bantu Love favoritkan diberanda teman teman, dan tolong berikan like dan tanggapan kepada ceritaku yah dan terimahkasi.
mgkin kamu sibuk tp coba kamu rajin up psti ga kalah sama karya lainnya yg lbh terkenal
aku suka smua cerita dr padamu
asal kamu rajin up
tlg percepat up nya thor
dr smua ceritamu aku suka krn ceritanya sperti nyata
thor baca pesanku plis