NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:421.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasna_Ramarta

Cladi terpaksa menerima perjodohan antara dirinya dan kakak iparnya, setelah sang kakak meninggal dunia akibat sakit. Karena kedua orang tua mereka tidak ingin cucu-cucu mereka tidak kehilangan kasih sayang seorang Ibu. Akhirnya perjodohan itu dilakukan demi menjaga mental anak-anak yang baru saja ditinggalkan ibunya. Terlebih kedua keponakan Cladi begitu dekat dengan Cladi.

Sementara kakak ipar yang akan dijodohkannya merupakan orang yang dingin dan datar sejak istrinya meninggal. Tidak jarang perlakuan tidak ramah sering Karan berikan pada Cladi karena menganggap Cladi menerima begitu saja perjodohan mereka.

Mampukah Cladi bertahan dalam hubungan pernikahan naik ranjang ini dengan sikap suami yang dingin dan datar serta tidak ramah. Yuk nantikan kisah naik ranjang antara Cladi dan Karan si kutub utara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Karan Bertemu Syamsir

  Syamsir menggeleng, dia tidak setuju dengan ungkapan Cladi barusan. "Jangan katakan itu lagi, tidak baik. Meskipun pernikahan kalian adalah sebuah perjodohan, tapi pernikahan kalian direstui oleh orang tua kedua belah pihak."

  "Tapi aku tidak mencintainya, Mas," sergah Cladi meninggi.

  "Bukan tidak, tapi belum." Syamsir menyanggah. Cladi tersenyum sinis tidak setuju dengan sanggahan Syamsir yang seolah-olah sudah tidak mencintainya lagi.

  "Mas Syamsir berubah. Kenapa baru saja hubungan kita kandas, tapi Mas Syamsir tidak sedih malah pasrah dan sama sekali tidak menunjukkan sikap yang kecewa." Cladi protes dengan muka yang berubah muram.

  "Cla, posisi kita sudah berbeda. Jikapun aku berjuang mempertahankan cinta kita dan merebut kembali kamu dari tangan suami kamu, itu tidak akan menguntungkan bagi aku atau kamu. Aku akan dianggap pebinor dan kamu akan dituding sebagai istri pengkhianat, dan yang lebih parah adalah dianggap sebagai istri yang nusyus atau pembangkang. Aku tidak mau kamu dipandang negatif oleh orang-orang. Kamu harus tetap baik di mata mereka terutama keluarga kamu." Syamsir berkata penuh keteguhan, sorot matanya menyiratkan sebuah ketulusan.

  "Mas Syamsir bisa berbicara setenang itu, apakah sudah ada pengganti aku? Begitu mudahnya kamu melupakan aku. Kamu ternyata tidak mencintai aku," sergah Cladi memperlihatkan rasa marahnya. Syamsir melohok, dia tidak menduga Cladi akan bicara seperti itu.

  "Kamu harus mengerti posisi aku, Cla, Cantik. Aku bukanlah lelaki yang diharapkan keluarga kamu. Kalau aku merebut kamu dari suami kamu, maka tudingan buruk akan melekat pada diriku maupun pada dirimu. Saat ini mungkin kamu akan berpikir sesempit itu tidak memikirkan resiko ke depannya. Tapi jika kamu kelak paham, kamu akan mengerti dengan posisi aku dan keputusanku. Sekarang saatnya kamu harus bisa melupakan aku. Lagipula aku seminggu lagi akan ke Singapura dan meniti karir di sana. Jadi, dengan aku menjauh, aku harap kamu bisa melupakan aku. Kamu harus bahagia bersama suami kamu, supaya aku lega," pungkas Syamsir seraya menatap Cladi yang sedih.

  "Permisi, ini pesanannya. Silahkan dinikmati." Kedatangan seorang pelayan cafe yang mengantar pesanan Cladi dan Syamsir, sejenak mengurai ketegangan diantara mereka berdua.

  "Makanlah selagi hangat," ucap Syamsir mempersilahkan Cladi segera menikmati hidangan yang dipesannya. Cladi hanya menoleh makanan yang sudah di meja makan sejenak, dia lebih fokus pada minumannya. Mempermainkan sedotan yang ada dalam gelas.

  Tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke WA Cladi mengagetkan Cladi yang kecewa dengan keputusan Syamsir. Cladi begitu malas mengangkatnya setelah dilihat ternyata Karan yang menghubunginya.

  "Halo."

  Cladi mengangkat telpon itu dengan malas, sementara Syamsir menoleh sejenak dengan ujung mata. Dia menyimpulkan kalau Cladi sedang menerima panggilan dari suaminya. Terdengar seorang pria berkata di sana meski tidak diloudspeaker. Cladi membalikkan badan dan memberi kode pada Syamsir untuk berbicara dulu dengan orang yang menghubunginya. Syamsir mengangguk.

  "Cla, kamu di mana, apakah masih belum keluar mall?" tanya Karan di ujung telpon.

  "I~iya. Aku sedang lembur, Mas. Jam enam aku keluar." (Cladi)

  "Benaran? Kenapa lembur, biasanya Supervisor tidak ada lembur, bukan?" (Karan seakan tidak yakin)

  "Benaran, aku sedang lembur. Dan ini lembur juga dadakan karena urgent." (Cladi memberi alasan)

  "Ok, sebentar ya aku tutup dulu, aku akan mengirimkan sebuah foto penampakan." (Karan)

  Sambungan telpon itu berakhir. Karan yang sengaja memutusnya, lalu tidak lama dari itu sebuah foto kebersamaan Cladi dan Syamsir terkirim di WA Cladi. Cladi segera membukanya, dan betapa terkejutnya dia melihat foto yang dikirimkan Karan padanya. Sepertinya kebohongannya ketahuan.

  "Kenapa Cla, Cantik?" tanya Syamsir penasaran. Cladi menggeleng dengan muka yang pias. Lalu dia segera memasukkan HPnya dan kini matanya mulai menjelajah mencari sosok Karan.

  Syamsir tersenyum getir ketika dia mendengar pembicaraan Cladi bersama Karan. Dia merasa bersalah telah membuat Cladi berbohong pada suaminya gara-gara pertemuan ini.

  "Aku ikhlas Cla jika kamu dibahagiakan Karan. Aku bukan tidak mencintai kamu, tapi aku lebih menghargai diri kamu. Dengan tidak bersama bukan berarti tidak mencintai, tapi aku harus mengalah. Kamu sangat berharga buatku, jika aku merebut kamu dan membiarkan kami kembali padaku, itu artinya aku akan membuatmu terhina di mata semua orang," batin Syamsir sedih, dia mengalah demi kebaikan dirinya juga Cladi.

  "Cla," tegur Syamsir. Cladi terhenyak lalu mendongakkan kepala menatap Syamsir.

  "Jadi, kita tidak bisa bersama lagi, Mas?" tanya Cladi menatap Syamsir penuh harap.

  "Tidak, Cla. Kamu harus bisa melupakan aku, sebab kamu sudah milik orang lain. Dan aku tidak mau merebut milik orang lain yang sudah terikat oleh kekuatan hukum."

  Mendengar semua pernyataan Syamsir yang seolah sudah tidak ada harapan bersama lagi, Cladi sangat sedih. Sudut matanya kini timbul butir-butir kaca yang siap jatuh.

  "Ayo, pulang," pekik seseorang yang tidak lain Karan, menarik tangan Cladi kasar. Syamsir terkejut dengan kedatangan Karan yang tiba-tiba, dia berdiri dan bermaksud mencegah Karan supaya jangan kasar. Karan melambaikan tangannya supaya Syamsir tidak ikut campur.

  "Jangan sakiti dia, kalau kamu bisa bahagiakan dia, maka aku ikhlas. Tapi, jika kamu menyia-nyiakannya, maka tunggu saatnya aku akan mengambil dia dari sisimu," dengus Syamsir sungguh-sungguh menatap khawatir ke arah Cladi yang ditarik tangannya oleh Karan.

  "Mas Syamsir, Massss," panggil Cladi seakan meminta tolong supaya Syamsir merebut dirinya dari Karan.

  "Jangan khawatir Bung, aku bukan lelaki pengecut. Aku akan bertanggung jawab pada istriku. Pergilah jauh jangan memperlihatkan dirimu di hadapan kami," peringat Karan.

  "Tanpa Anda suruhpun saya akan pergi. Ingat, ya. Saya akan kembali jika Cladi tidak bahagia." Syamsir mendengus memperingatkan Karan.

  Karan tidak menggubris lagi Syamsir yang memberinya peringatan. Dia membawa Cladi keluar cafe yang mulai ramai.

  Tiba di parkiran, Karan segera menyeret tubuh Cladi ke dalam mobil. Cladi protes karena motornya di parkiran juga.

  "Mas Karan, motor aku," ucap Cladi seraya berontak ingin keluar tapi tidak bisa sebab pintu mobil sudah terkunci.

  "Biarkan motormu, bahkan kalaupun hilang, aku bisa menggantinya dengan yang lebih bagus," tukas Karan seraya menyalakan mesin mobil. Mobil Karan pun melesat meninggalkan halaman cafe dengan deritan yang kencang. Karan menjalankan mobil dengan suasana hati yang marah.

  Tidak berapa lama, mobil Karan tiba di depan rumah. Karan segera keluar mobil begitupun Cladi. Mereka masuk ke dalam susul menyusul. Tiba di tangga, Karan meraih tangan Cladi lalu menariknya ke atas menuju kamar.

  Tiba di dalam kamar, tubuh Cladi dihempas ke atas ranjang dengan perasaan marah. Cladi nampak ketakutan, dia menggeser tubuhnya ke sudut ranjang menghindari kemungkinan fatal terjadi.

  Namun yang ditakutkan Cladi tidak terjadi. Karan justru tersungkur di lantai menyesali semua yang terjadi seraya meremas rambutnya kasar. Perlahan Karan berdiri lalu menatap Cladi dengan tatapan yang dalam dan tajam.

  "Aku, Karan Pratama, tidak akan pernah melepaskanmu. Bahkan sekalipun kamu sudah terjamah olehku, aku tidak sudi memberikan kamu pada laki-laki manapun termasuk kekasihmu itu," tekan Karan membuat Cladi semakin takut.

1
amilia indriyanti
jelas sayang ekonomi aman
Perempuan
koq lemah banget sih Cla. Lemah dan agak² gimana gitu...
Nasir: Heheheh... gimana ya...?
total 1 replies
Perempuan
Laki paling egois. Gak suka banget sama tokohnya ini. Si Cla juga koq cepat banget tergoda, dah dihinakan kayak gitu.
Hera sasuwe
👍
nissa
hadeh
nissa
lanjut
nissa
gak usah datang cla
nissa
nyesal kan kamu cladi
nissa
seru nih
nissa
gantian aja nih karan lagi yang marah
nissa
emang bisa kan cladi pakai kb
Nasir: Mampir di karya saya yg lain ya Kak...
total 1 replies
nissa
nah. lho cladi
nissa
lanjut
nissa
mangka nya cinta sendiri sama syamsir sih pd amat mo ngejar syamsir lagi
nissa
lanjut
nissa
tambah cemburu si karan
nissa
modus teruuuus
nissa
haha,padahal cuman modus tapi berhasil juga pintar juga ya si karan
Nasir: Makasih Kak sudaah mampir ya. Sehat sllu.
total 1 replies
nissa
bagus karan
nissa
hadeh si karan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!