NovelToon NovelToon
Istri Kecil Kesayanganku

Istri Kecil Kesayanganku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:374.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Siska Dewi Annisa

Dosenku istriku season 2
(Sebelum membaca kisah ini diharapkan membaca karyaku yang berjudul DOSENKU ISTRIKU)
Kisah ini dimulai ketika Nicholas Allendra, atau pria periang yang akrab dipanggil Nico dihadapkan pada sebuah pilihan antara mengejar cinta pertamanya atau menuruti kemauan sang Mama yaitu menikahi Diana, gadis lugu yang masih berusia sembilan belas tahun.
Tak ingin semakin menyakiti perasaan Mamanya akhirnya Nico menerima pernikahan tersebut. Dia harus siap menerima setiap tingkah kekanakan dan manjanya Diana. Juga menerima berbagai olokan dari teman-temannya.
"Kita memang menikah, kita suami istri tapi tetap saja aku menganggap mu seperti adik kecilku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska Dewi Annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 ada yang ketahuan

Diana masih setia menatap wajah suaminya yang tertidur pulas. Begitu dekat karena Nico sedang memeluknya.

Akhirnya dia kini kembali tidur satu tempat dengan pria itu setelah berhari-hari mereka pisah ranjang.

Tak dipungkiri rasa rindu itu akhirnya terobati. Kini mereka benar-benar sudah berbaikan. Dan Diana tak ingin lagi ada kejadian pertengkaran yang membuatnya berjauhan dengan Nico.

"Pasti kakak capek, nggak tidur dengan benar beberapa hari ini." gumam Diana sambil mengusap lembut wajah suaminya.

Dia melihat Nico lebih kurus dari biasanya. Bahkan terdapat lingkaran hitam dibawah matanya menandakan bahwa suaminya itu kurang istirahat.

Mengingat kejadian semalam Diana sempat terkejut dan takut akan tindakan suaminya yang tiba-tiba berubah sedikit kasar.

Dia pikir Nico sedang stress dan syok karena duka yang mendalam kehilangan Mama Vania. Beruntung dengan segala kelembutannya Diana mampu menenangkan suaminya hingga malam itu berubah menjadi malam yang manis untuk keduanya.

Diana pun beranjak dari ranjangnya dan hendak pergi ke kamar mandi karena mumpung Nico belum bangun. Dia pasti akan sangat malu jika suaminya itu sudah bangun lebih dulu.

Namun saat dia mulai bergerak sebuah lengan kokoh langsung menahan perutnya.

"Mau kemana hm? Kakak masih kangen loh." gumam Nico dengan suara berat khas bangun tidur.

Diana yang menyadari suaminya sudah terjaga cepat-cepat menarik selimut dan menutupi tubuh polosnya.

"Nggak usah ditutup kan aku udah lihat semuanya sayang." goda Nico sambil menarik lagi selimut tersebut.

Alhasil Diana hanya menutupi tubuhnya dengan tangan seadanya. Meski sudah pernah melakukannya dengan Nico namun dia masih malu dan canggung.

"Kalau kakak masih ngantuk tidur aja dulu. Aku mau siapin sarapan dulu sayang." jawab Diana.

"Kan ada Bibi, tante Maya dan Tante Mila juga. Mereka pasti udah nyiapin semuanya kok." jawab Nico dengan entengnya.

"Nggak bisa gitu, justru aku harus jadi menantu yang baik kak. Masak iya menantu bangun kesiangan, apa kata mereka dan kalau di kampungku pasti digunjing orang-orang tuh." Diana ingat betul nasehat ibunya untuk selalu menjaga sikap di rumah mertuanya.

"Tenang disini nggak ada yang nyinyir sayang. Coba kalau ada yang berani nyinyirin kamu biar berhadapan denganku." Nico kembali menarik tubuh Diana ke dalam pelukannya.

"Kak, boleh aku tanya sesuatu?" Diana akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.

"Mau tanya apa?" ucap Nico sambil mengusap-usap punggung Diana.

"Kemarin setelah ngobrol sama tante Mila kenapa kakak kelihatan marah?" ucap Diana.

Nico yang tadinya terpejam sambil menikmati hangat tubuh Diana langsung membuka mata. Dia menegakkan tubuhnya dan menatap Diana.

"Memang kakak kelihatan marah?" tanya Nico balik.

"Hmm.. Mata kakak kelihatan merah, terus bibirnya cemberut sama... " Diana menjeda kalimatnya sambil mengingat-ingat sesuatu.

"Sama apa?" Nico penasaran.

Diana tidak meneruskan ucapannya namun dia justru tertawa tapi kedua mulutnya cepat dia tutup dengan telapak tangannya.

"Kenapa? Pasti mikir yang jelek-jelek ya." selidik Nico.

Diana menggeleng tapi masih menahan tawanya membuat Nico yang gemas menjadi ingin menggelitikinya.

Diana pun hanya bisa meronta sambil teriak kegelian saat suaminya itu terus menggelitikinya.

"Aduhh.. Udah.. Ampun kak ahh.. Geliii..." Diana memohon agar Nico menghentikan kejahilannya.

Melihat air mata yang keluar dari sudut mata istrinya membuat Nico langsung menghentikan aksinya lalu memeluk tubuh Diana.

"Maaf.. Maaf.. Sakit ya. Maaf." wajah Nico berubah panik saat mengusap air mata disudut mata Diana.

"Nggak.. Cuma reflek kegelian aja sayang. Beneran nggak apa-apa." Diana tahu saat ini Nico masih sensitif perasaannya. Sebisa mungkin Diana harus menghiburnya agar tak terus larut dalam kesedihan.

"Kalau kakak keterlaluan maaf ya, kadang suka nggak bisa mengontrol diri. Diomongin aja kalau kakak bikin kesel." ujar Nico yang tadinya ceria kembali sedikit murung.

"Iya.. Tapi kakak nggak keterlaluan kok. Kak, nggak penasaran apa sama lanjutan ucapan aku tadi?" kini Diana kembali berusaha mengembalikan keceriaan Nico.

"Apa emangnya?"

"Kakak kayak Badak, mau keluar culanya." diana mencubit hidung Nico.

Tentu setelah itu Nico langsung tersenyum lalu mengecup kening Diana. Tak marah sekalipun istrinya mengatai dirinya seperti Badak. Baginya kehadiran Diana disaat dirinya sedih begini seperti menemukan sumber air ditengah gurun pasir.

"Kak.. Udah yuk aku lapar ini. Mau sampai kapan kita begini terus?" keluh Diana.

"Maunya sampe siang nanti sih. Apa mau panggil bibi aja biar anterin makanannya kesini." goda Nico.

Diana tak menjawab namun terlihat dari wajah cemberutnya memang dia keberatan.

"yaudah.. Ayo mandi terus keluar." jawab Nico akhirnya.

"aku mandi duluan ya."

"Bareng.."

"Enggak.. Nanti pasti mau aneh-aneh. Mandi sendiri-sendiri." Diana langsung melotot membuat Nico tertawa gemas.

Setelah keduanya selesai mandi barulah kini mereka turun ke bawah untuk bergabung dengan keluarga lainnya. Rambut Diana yang masih setengah basah begitupun dengan Nico serta keluar paling akhir membuat yang lain senyum-senyum sendiri terutama tante Maya.

"Tidurnya nyenyak ya sayang?" tanya tante Maya.

Diana mengangguk sungkan sementara Nico menjawabnya dengan senyuman.

Saat melihat ujung bibir Diana yang sedikit luka karena ciuman Nico yang sempat kasar kemarin membuat tante Maya mengernyit. Kemudian dia mendekat pada Nico dan berbisik sesuatu.

"Gasspoll boleh tapi jangan kasar-kasar itu kasian bibirnya sampai jontor." bisik Tante Maya sedikit frontal.

Tante Maya memang paling dekat dengan Nico sehingga tak canggung lagi untuk mengutarakan apapun yang ada di pikirannya.

Sementara Nico sendiri hanya menanggapinya dengan senyum canggung sambil menggaruk kepalanya. Rona wajahnya yang tampak memerah membuat semua orang penasaran dengan apa yang dikatakan oleh tante Maya.

"Diana sayang, kalau Nico nakal jangan sungkan-sungkan buat hukum dia ya. Seperti ini nih.. Anak orang dibikin jontor." Tante Maya langsung menjewer telinga Nico.

"Awwh.. Kok tante jewer aku sih." protes Nico.

"Tante.. Jangan dijewer. Kasian kakak Nico nanti kesakitan." Diana langsung mendekat pada Nico dan mengusap lembut telinganya.

"Aduh.. Iya-iya maaf ya sayang. Tante cuma gemes aja." tante Maya langsung menjauh dari Nico.

Namun hal itu membuat yang lainnya tersenyum. Apalagi melihat bucinnya pasangan pengantin baru itu.

Papa Nathan yang sejak tadi murung pun ikut tersenyum. Dia senang melihat putra dan menantunya saling menyayangi. Dia teringat akan Vania, seperti yang dikatakan mendiang istrinya bahwa Diana adalah sosok yang akan menggantikan Vania yang selalu melindungi dan perhatian pada Nico.

"pilihanmu memang selalu tepat Vania. Aku melihat Diana seperti kamu saat muda dulu yang selalu melindungiku saat orang lain ingin menyentuhku. Aku janji akan menyayanginya seperti putri kandungku, sama seperti caramu menyayanginya." batin Papa Nathan.

******

Tante Mila mondar-mandir di kamarnya dengan perasaan gelisah. Dia merasa kesal karena Nico sudah mulai mencintai Diana.

"Bagaimana ini memisahkan mereka?" gumam Tante Mila kesal.

Tak berselang lama ponselnya berdering. Dia langsung melihat siapa yang meneleponnya dan saat menatap layar ponselnya dia langsung panik sendiri.

"Ha-halo, ya Jeng?" ucap Tante Mila terbata.

[Halo, Mila jelaskan padaku apa maksudnya keponakanmu itu sudah menikah? Jadi benar berita yang beredar itu? Lalu bagaimana dengan janjimu yang akan menjodohkan Nico dengan Monica putriku?] ucap seorang wanita dari ponsel tersebut.

"Jeng.. Aku minta maaf ya, sebenarnya aku pun nggak setuju Nico menikah dengan gadis itu. Taulah jeng dia nggak selevel sama ponakanku. Dimana-mana masih jauh sama Monica." tante Mila mencoba membela diri.

[tapi mereka sudah menikah gimana dong? Aku terlanjur menjanjikan pada Monica kalau bakal nikahin dia sama Nico. Kamu tau kan perjanjian ini kalau sampai batal maka kamu harus lunasi segera utang-utangmu." ujar wanita itu kesal.

Mendengar ucapan dari wanita itu membuat Tante Mila kalang kabut. Dia jelas bingung jika harua melunasi hutang-hutangnya pada salah seorang temannya arisan yang jumlahnya tak sedikit.

"Gini jeng.. Sabar dulu dong. Aku punya rencana lagi kok. Mereka itu nikah karena dijodohkan sama mbak iparku yang baru mati itu. Nico pasti nggak cinta sama istrinya. Aku udah rencana buat misahin mereka. Aku pun udah bicara sama ponakanku mau aku kenalkan Monica. Siapa tahu dengan bertemu Monica dia bisa meninggalkan istri sialannya itu. Aku janji akan pastikan mereka pisah." Ucap Tante Mila.

"Tante..." Diana yang awalnya ingin menemui tante Mila agar bergabung untuk makan bersama langsung terkejut mendengar ucapan adik dari papa mertuanya itu.

Jelas dada Diana terasa begitu sesak apalagi saat tante Mila mengatakan ingin memisahkan dirinya dengan Nico.

"Diana. Ngapain kamu disitu?" Tante Mila sangat terkejut dan langsung mematikan teleponnya.

"Jadi itu maksud tante? Kenapa tante tega mau pisahin aku sama kak Nico? Apa salahku tante?" Diana sudah menangis terisak.

"Diana. Apaan sih kamu?" tante Mila mencoba mengelak.

"Aku dengar semua tante. Aku nggak mungkin salah dengar kan?"

"Ya, aku memang ingin kalian pisah." Jawab tante Mila dengan bersungut-sungut.

"Ada apa ini? Siapa yang pisah?" tanpa diduga Papa Nathan datang menghampiri keduanya.

"Diana? Kenapa kamu menangis?" Papa Nathan semakin penasaran saat melihat menantunya menangis.

...****************...

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
orhor knp cerita y jd mbuler pwrasaan ga da hbs² y mslh nico mlkkn kslh trs, hrs y org kl udh b²rp x punya pengalaman kslhn kn justru berusaha utk ga teledor lg lah inh masa trs²an kn aneh orhor... jd crta y d situ² aja ga maju² alur y. mf kl komen ku kurang brknan tp cm ngutarain aja ganjalan cerita y orhor.🙏
Syaefulhidayat Jomblo selalu
/Rose/bsgus novelnya aku sukaa aku suka/Rose/
Renesme
Bagus kak Author. Semangat berkarya terus 👍
Maliq Ebrahim
yah ka ko udahan ceritain donk anak anak Nico sama Dion donk
Naya En-lish
Very Gooooooooodddddd
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
alhamdulillah.. akhir yang bahagia untuk keluarga nico dan diana...

makasih thor sudah memberikan karya yang sangat menarik..semangat terus berkarya thor
mifta churohmah
oh akhirnyq selamat bahagia nico and diana, makasih thor.
dewi rofiqoh
Selamat nico diana,
Rizky Tria
selamat Nico & Diana atas kelahiran bayi kembarnya.. jd bisa sama Hana ngerawat anak"nya ya biar ga repot Diana nya 😊
Esther
selamat NicoDiana dapat baby kembar🥰😍.

terimakasih untuk ceritanya thor
NAJ L
luar biasa
Aisyah farhana
happy selalu yahh kalian selamat
dewi rofiqoh
Taqdir kita hanya Alloh yang tahu. Kedepannya bagaimana dan akan ada apa? Kita hanya mampu berusaha sebaik mungkin
.
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅢🅦🅔🅔🅣ᵃⁿᵍᵍᶦ
selamat untuk nico dan diana yang sukses membangun usaha kulinernya..
turut berduka cita dan berbela sungkawa juga buat Bianca
Wiyanti Yanti
selalu bahagia nico dan diana
Aisyah farhana
semakin mantap meniti masa depan yah Nico n Diana selangkah lagi menuju halal bahagia selalu
LANY SUSANA
oo... Shaka ga bs punya ank ya, kasihan juga ya
kenapa ga mau adopsi???
Eno Rusmawati
bisa ga seh sehari up nya 2 kali
LANY SUSANA
kan ada CCTV kenapa ga di liat ya mlh percaya Bianca
🥀
buat novel tntng hana dan shaka dong ka biar mereka ada cerita novel sendiri, karena hubungan mereka tuh menarik
LANY SUSANA: setuju kisah Shaka Hana
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!