Daniella Liontin B.A.Y , terlahir nama seperti itu dan dia tidak tahu arti dari BAY itu , ia dirawat oleh pengasuh ibunya bernama Aisyah dan Parta , sementara ibunya Ella meninggal tak berselang lama setelah bertemu dengan pengasuhnya itu, keduanya sudah dianggap nenek dan engkongnya sendiri.
Engkong Parta meninggal saat Ella masih kecil.
hingga Nenek Aisyah meninggal ia diberi wasiat nenek Aisyah suruh mengambil liontin yg berada di tas milik nenek yg disimpannya di lemari . Di tas tersebut ia juga menemukan kartu nama dan ponsel jadul , dan Ella juga diminta untu mencari orang bernama Budiman sesuai kartu nama yg ditemukan, Fakta mengatakan Budiman adalah seorang pengacara saat diketahui lewat kartu nama di tas nenek Aisyah. namun semuanya buntu , karena nomor ponsel dan alamat yg tertera tidak dapat menemukan orang yg dicarinya . hingga Ella menelpon orang yg sering dihubungi lewat ponsel itu , sedikit demi sedikit terkuak .
dgn kemampuannya meretas , Ella pun mencari tahu semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ella Ketemu Dika
Waktu menunjukkan pukul 3 sore hari , di hari Jumat . Rencana Ella ke rumah nenek Aisyah pun sudah siap . Ella sendirian karena Sheila sudah pulang kerumahnya . Ella juga sengaja tidak memberitahu Alex jika akan pergi ke rumah neneknya . Ponsel Ella ada 2 yg dipakai , terutama khusus untuk kerja dan orang penting , yg satunya lagi buat iseng iseng . Alex sendiri dikasih nomor yg iseng iseng dan itu sering di non aktifkan . Ponsel yg satunya hanya silent tanpa getar , karena tidak mau diganggu dan di atur oleh orang. Ella lebih baik menghubunginya daripada mereka yg menghubungi.
Ella melajukan bebek bututnya menuju rumah nenek Aisyah . Ella tak melupakan tas ransel kesayangannya dan berisi beberapa cemilan buat mpok Odah nanti. Ella sesekali lirik kanan kiri , jalanan begitu padat sore ini "mungkin pada mau liburan kali ya" batin Ella yg melihat rombongan mobil menuju arah luar kota.
Sebelum sampai rumahnya , motor butut engkong Parta tiba tiba mati . Motor tidak bisa di starter dan tidak bisa di engkol . Ella mencoba beberapa kali namun juga tidak bisa nyala.
" Kanapa mbak motornya..." Kata seorang anak muda seusia anak SMA , yg sedang berjalan kaki melewati Ella
" Tahu nih kaga bisa nyala mas...tiba tiba mati gitu aja..... "
" Padahal dah dekat ke rumah...." Jawab Ella yg masih mengecek kendaraannya . Ella sebenarnya tidak tahu tentang kendaraan bermotor.
" Boleh saya coba mbak ...?" Kata anak muda itu , kemudian mencoba meng engkol kendaraan butut milik Ella.
" Wah kayaknya businya mbak harus ganti , ada stok cadangan ngga mbak ..?" Tanya anak muda itu sambil memerhatikan busi yg ada di bawahnya , kemudian berjongkok dan mengeceknya .
" Ada sih kayaknya di rumah , gue kaga paham yg mana malah ..." Cengir Ella karena memang tidak memahami . Bang Rozak suami dari mpok Odah biasanya yg memperbaikinya .
" Rumahnya jauh mbak....?" Tanyanya pemuda itu , sambil menelisik Ella dari wajah sampai kaki .
" Tuh disitu ,belok kanan sampe..." Jawab Ella sambil menunjuk arah rumah nenek Ais yg berada di ujung sana.
" Oh ya udah dorong aja mbak , saya bantuin ganti..." Kata anak muda itu , kemudian berdiri dan siap mendorong motor Ella.
" Em , eh mas namanya siapa..?" Tanya Ella yg memperhatikan wajah dan penampilan pemuda itu sedikit berbeda dengan anak muda disini.
" Nama saya Dika mbak...baru beberapa minggu disini tinggal di daerah sini .."Jawab Dika sambil melangkah mengikuti Ella.
" Kerja...?"
Dika hanya geleng geleng kepala sambil menunduk dan mendorong motor butut Ella . Dika memang baru lulus dan belum mendapatkan pekerjaan di tempat ini .
" Belum dapet kerja atau bagaimana...?" Tanya Ella antusias dan penasaran , dengan pemuda itu . Menurut penilaian Ella sepertinya orang ini begitu polos .
" Sudah nyari kemana mana belum dapat mbak , ayah juga..." Jawab Dika
" Lha emang lulusan apa mas...?" Tanya Ella
" STM otomotif ..."
Ella mengangguk angguk dan paham akan hal itu. Memang tidak mudah cari pekerjaan kalau tidak ada relasi menurut Ella.
" Nah tuh mas rumah saya , eh rumah nenek saya..." Kata Ella nyengir , Dika mengangguk angguk kepala dan masih mengikuti Ella
Ella melangkah menuju rumahnya kemudian membuka pintu pakai kunci cadangan. Ella kemudian masuk dan mengambil yg dikatakan oleh Dika . Dika berada di luar menunggu. Ella pun keluar lagi tapi tidak bawa apa apa.
" Maaf mas bisa tolong ambilkan , soalnya saya ngga kuat dan barang mana yg dibutuhkan . Biasanya saya bawa bengkel soalnya . Bengkel juga jauh, kalau ngga paman saya yg perbaiki.... " Kata Ella meminta tolong , dan Dika masuk mengikuti Ella untuk mengambil barang yg di butuhkan.
" Yg itu ya mas , kalau bukan berarti di rak itu...!" Tunjuk Ella kesebuah rak peralatan kunci dan peralatan lainnya. Ella kemudian kebelakang mengambil minuman dan cemilan yg biasanya mpok Odah sediakan di kulkas.
Dika masuk , sedikit mengedarkan pandangannya ke dalam rumah sederhana itu . Dika mengamati mulai dari rak sepatu , bufet dan beberapa gambar pahlawan di dinding sana . Tampak di sebelah bufet ada tiga buah foto ,. Dika mengamat amati foto itu . Dika sejenak tertegun dengan salah satu foto yg berada di paling atas . Sosok foto ibu ibu mirip yg ada dirumahnya dulu . Foto itu juga dibawa dan saat ini belum dipasang dirumahnya yg baru . Satu foto lagi seorang ibu ibu lebih tua dari foto diatas . Foto itu juga pernah lihat entah dimana ia lupa , sesaat Dika tertegun . Kemudian Dika ingat ketika mau ambil peralatan dan lainnya , kemudian keluar membawa beberapa alat itu.
Ella keluar membawa 2 kaleng minuman , dan kemudian berjalan ke arah motor nya mengambil cemilan yg nyantol di motor bututnya. Ella membawa ke dekat minuman kaleng yg dia bawa dan ditaruh dimeja dekat pintu rumah.
" Dah ketemu mas alatnya ,...? "
" Minum dulu gih..!" Kata Ella sambil membuka minuman yg buat nya sendiri , dan menawari Dika .
" Ya mbak , makasih " Dika
" Masnya ngga kuliah aja sih mas..?" Tanya Ella sambil memperhatikan Dika yg benerin kendaraannya.
" Belum mbak , kasihan ayah sama bunda , sekarang bunda yg jadi tulang punggung keluarga dibantu kakak saya mbak..." Jawab Dika sambil memperbaiki sepada motor Ella.
" Lho emang ayahnya ngga kerja ...? " Tanya Ella , sambil menikmati minuman dan cemilan di meja.
" Belum mbak , kami baru pindah seminggu ini . Apalagi ayah udah berumur dan cari kerja susah...." Dika
" Bunda kerja apa...?" Ella
" Bunda dagang baju muslim , dulu sih butik lumayan , tapi banyak yg ditutup kalah saing.... "
Ella hanya mangut manggut akan jawaban dari Dika itu . Ella tampak berfikir dengan keluarga Dika.
Dika selesai benerin kendaraannya mencoba dinyalakan dan sudah nyala dengan lancar.
" Businya kotor mbak, jadi ngga usah ganti..."Kata Dika , sambil mengumpulkan kembali alat alat yg ia pakai.
" Makasih ya, duh bebeknya engkong nyala lagi, minum dulu gih ......"
Ella senang karena bututnya sudah bener . Ella kemudian mendatangi Dika dan mengamati motornya yg sudah jadi itu.
" Nih mas buat jajan......"
Ella memberikan uang warna merah 3 lembar ke Dika " anaknya enak diajak ngobrol dan sopan" batin Ella.
" Ngga usah mbak..."
" Bisa bantu aja Alhamdulillah mbak..." Dika menolak uang yg diberikan Ella , sambil membersihkan tangannya yg tampak kotor.
" Eis...kagak boleh nolak rejeki , siapa tahu kapan kapan kita ketemu lagi , kan bisa akrab.." Kata Ella tetap memberikan uang kepada Dika dan memaksanya.
" Kalau boleh ketemu lagi , boleh ngga besok atau kapan saya kesini lagi sama ayah..?" Tanya Dika sebenarnya ingin memastikan foto itu sama atau tidak dengan yg ada dirumah. Ella mengerutkan keningnya mendengar perkataan Dika.
" Besok aja sekalian mas , sekalian selamatan 1 tahun meninggalnya nenek sama ayah , dibarengin soalnya.. .." Jawab Ella dan bermaksud mengundang Dika dan ayahnya , agar berkenan hadir.
" Baik mbak , besok saya pasti kesini , nggak jauh kok rumah saya . Ya udah mbak saya pamit dan terima kasih nih..." Kata Dika kemudian mengantongi uang yg diberikan Ella. Dika berlalu untuk pulang kerumahnya.
Ella masuk ke rumah dan beres beres . Mpok Odah sudah ada di dalem rumah lewat pintu belakang.
" Lho neng sudah dateng...?" Tanya mpok Odah yg membawa beberapa keperluan untuk acara besok .
" Udah bi , dari tadi malah , benerin motor engkong dulu , tadi ada yg benerin didepan rumah....." Ella
" Oh ya udah, mau makan , kalau mau bibi ambil in dirumah ...?!" Mpok Odah menawari makan Ella dan ingin mengambilkan dari rumah
" Ga usah bi , ntar aja , pingin masak ...hihihi.." Ella nyengir lagaknya pingin masak paling ujung ujungnya ketiduran nyampe pagi.
*****
Sementara Dika sudah sampai rumah . Dika berlari kecil menuju rumahnya agar sampai rumah sebelum Maghrib.
" Assalamualaikum.." Dika mengucap salam ketika melewati pintu rumah . Didalam rumah sudah ada ayah Deni , bunda Susi dan kakak Aura.
"Wa alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh...." Jawab ayah Deni dan bunda Susi serta kak Aura , yg melihat Dika masuk rumah dan mengucapakan salam.
" Dari mana saja , baru pulang dek ....." Tanya Aura yg baru keluar kamar mandi , sambil menelisik tangan kotor Dika
" Tadi ketemu cewek cakep pake kacamata ..."Belum selesai bicara Dika sudah terputus karena balasan dari ayahnya .
" Jangan cewek dulu, kerja yg bener , sekolah yg bener...." Kata Ayah Deni yg langsung sewot mendengar Dika membicarakan seorang wanita .
" Ntar dulu yah , Dika mau cerita dulu jangan dipotong .." Kata Dika yg mau melanjutkan ceritanya , lalu duduk disalah satu bangku diruangan itu.
" Yah , Bun , kak , tadi Dika ketemu cewek pake motor jadul. Motornya mogok pas pertigaan itu..." Kata Dika sambil menunjuk arah dimana Dika bertemu dengan Ella.
" Terus Dika tanyain , dan bla bla bla..." Lanjut cerita Dika panjang lebar , dari awal sampai akhir
" Lha terus ....." Bunda kali ini yg menimpali karena penasaran dengan cerita Dika.
" Kerumahnya Bun, Dika dorongin tuh motor. Pas sampe rumahnya , mbaknya ngga tahu alat alatnya . Dika disuruh masuk ke dalam rumahnya ambil alat buat benerin tuh motor . Mbak nya bablas ke dapur . Tadi Dika melihat isi didalam rumahnya, coba tebak ada apa ....?" Tanya Dika sambil mengingat foto foto yg terpajang diruang tamu milik Ella
" Is....cepat kasih tahu....!!" Aura tidak sabar dengan cerita Dika kali ini , ia juga penasaran dengan cerita Dika adiknya.
" Ada foto itu ayah, duh..kak pinjam ponselnya di galeri...lupa Dika....." Kata Dika yg meminta ponsel milik kakaknya , Aura memberikan ponselnya ke Dika. Tangan Dika sedikit gemetar menerima ponsel itu.
" Ada foto ini ya , Bun , kak di dinding ruangannya...!" Dika berkata dengan suaranya bergetar dan menunjuk foto bibinya yg sudah tiada .
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Surprise banget😄