Cinta sejati merupakan cinta yang tumbuh bukan karena harta, rupa atau kebahagiaan semata. Namun, cinta sejati muncul karena rasa ingin menjaga dan melindungi serta ingin bersama sehidup semati di dunia dan di akhirat.
Akan tetapi, bagaimana dengan cinta bagi gadis seperti Adelia Embun Chalandra?
Sejak sang ibu meninggal dunia karena tidak ada biaya untuk operasi, gadis itu berubah menjadi seorang yang gila harta dan ambisius. Kali ini targetnya adalah seorang CEO tampan bernama Daniel Alexandro Lewis.
Mampukah Adelia menaklukan hati Daniel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Berpisah Saja
Dengan langkah yang gontai Daniel membuka pintu apartemen. Baru saja dia akan melangkah lebih dalam, dia melihat Sindy yang duduk di ruang televisi.
"Kita harus bicara, Daniel. Kamu tidak bisa menghindari aku terus," ucap Sindy begitu Daniel muncul.
Daniel menarik napas dalam. Dia mengepalkan tangan menahan emosi. Saat ini hati dan pikirannya sedang tidak baik, di tambah lagi dengan kehadiran Sindy.
"Sebaiknya kamu pulang! Besok saja kita bicara. Aku capek, mau istirahat," jawab Daniel.
Dalam hatinya pria itu ingin merubah kode masuk apartemen setelah kepergian Sindy. Wanita itu selalu saja sesukanya masuk tanpa izin. Walaupun tahu kode masuk, Daniel ingin dia mengatakan terlebih dahulu jika ingin berkunjung.
"Kamu selalu mengatakan ini. Tapi besok menghindari aku lagi. Sebenarnya mau kamu apa, Daniel?" tanya Sindy dengan penuh penekanan.
"Maunya aku? Maunya aku, kamu tidak sesuka hati masuk ke apartemen ini. Maunya aku mengakhiri saja pertunangan kita. Aku lelah berpura-pura selama ini. Jujur aku belum memiliki perasaan apa pun denganmu hingga saat ini," ucap Daniel dengan penuh emosi.
Sindy tampak terkejut mendengar ucapan pria itu. Dia berdiri dari duduknya. Memandangi Daniel dengan mata tajam. Dia tahu selama ini pria itu belum mencintainya, tapi bukan begini cara mengakhiri pertunangan mereka.
Dari empat tahun yang lalu dia selalu berusaha menjadi wanita yang bisa dicintai Daniel, tapi pria itu masih saja sama. Apa pun katanya selalu Sindy ikuti. Dia tidak pernah menuntut selalu menerima semua yang Daniel lakukan.
"Kenapa kamu ingin mengakhiri pertunangan kita?" tanya Sindy. Walau dia tahu pertanyaan itu tidak harus dia lontarkan, karena akan menyakiti hati jika Daniel menjawab. Namun, entah mengapa dia tetap saja bertanya.
"Maaf, Sindy. Aku harus jujur. Karena aku tidak pernah mencintai kamu. Mari kita akhiri semua ini. Kamu bisa mencari pria lain yang menerima kamu apa adanya dan juga yang mencintai kamu," jawab Daniel.
Pria itu memilih duduk diikuti oleh Sindy. Air mata sudah mulai jatuh membasahi pipinya. Dia tahu cinta sendiri itu begitu sakit dan menyedihkan. Namun, untuk melepaskan Daniel juga bukan pilihan yang telat. Bersama sakit, melepaskan jauh lebih sakit.
Tak semua perjalanan cinta bisa selalu terbalas dan membahagiakan. Ada kalanya perasaan yang kita punya tak dibalas oleh orang yang kita cintai.
Tentu saja pasti memilukan, tetapi pada akhirnya kita tidak bisa memaksa perasaan orang lain. Manusiawi jika kamu tidak terima, manusiawi juga kamu merasa payah dan tak berarti di matanya. Tapi bukankah tak semua cinta bisa saling memiliki.
Tentu saja pasti memilukan, tetapi pada akhirnya kita tidak bisa memaksa perasaan orang lain. Manusiawi jika kamu tidak terima, manusiawi juga kamu merasa payah dan tak berarti di matanya. Tapi bukankah tak semua cinta bisa saling memiliki.
"Marah percuma, dia tak akan lihat ekspresimu. Menangis sia-sia, dia takkan menghapus air matamu," gumam Sindy dalam hatinya. Dia menghapus air mata yang menetes di kedua pipinya.
"Tidakkah kau bisa berbohong sedikit saja. Kenapa kau begitu jujur mengatakan jika tak pernah mencintaiku? Apa yang harus aku lakukan agar kau bisa sedikit saja memiliki perasaan padaku? Selama ini aku bertahan, walau tahu cintaku ini hanya bertepuk sebelah tangan. Aku berharap suatu saat hatimu akan terbuka untukku. Katakan Daniel, wanita seperti apa yang kamu cintai itu?" tanya Sindy dengan terbata.
"Maaf Sindy. Aku juga telah berusaha mencintai kamu. Tapi bukankah kamu tau, jika cinta itu tidak bisa dipaksakan. Jika aku masih mempertahankan hubungan ini sama saja aku memenjarakan kamu. Padahal kamu juga berhak bahagia dengan pria lain. Mari kita saling mengikhlaskan. Besok aku akan bicara dengan kedua orang tuamu. Sekali lagi maafkan aku karena harus mengakhiri semua ini."
"Perlu kau ingat Daniel, ORANG JAHAT TERBENTUK DARI ORANG BAIK YANG TERSAKITI. Ingat kata-kataku ini," ucap Sindy dengan penuh penekanan.
Sindy berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Daniel seorang diri. Mungkin memang semua harus diakhiri tapi bukan begini caranya, ucap Sindy dalam hatinya.
"Meninggalkan sosok yang kita cintai itu sulit, meskipun sudah tahu kalau dia tidak punya rasa cinta kepada kita. Tapi, kesan sulit itu sebenarnya hanya ada karena kita belum melaluinya."
...----------------...
akhirnya Adel sama Ryan..
Buat Daniel tetap semangat ya, mungkin di luar negeri nanti kmu akan menemukan tambatan hatimu.. 💗💗💗
oke, lanjut next novel.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
untuk Daniel semoga menemukan pasangan yang sesuai.baik untuk Daniel maupun orang tuanya
sakinah mawadah warahma 💝
untuk daniel semoga segera menemukan kebahagiaan pengganti adel..
Untuk Daniel dengan keikhlasan melepas Adel , hidup mu akan lebih tenang dan semoga kamu mendapat kan kebahagiaan lain walau tidak bersama Adel 💪💪