Demi mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan Adiknya, Savana rela menerima pekerjaannya sebagai bodyguardnya untuk menjaga seorang putri kerajaan di sebuah negara.
Bukan hanya menjadi bodyguardnya putrinya kerajaan itu, ia juga dipinta oleh nenek dari cucunya itu untuk menikah kontrak selama satu tahun dengan putranya yang bernama princes Malik yang sudah berstatus duda itu. Savana harus bertahan menjadi istri princes Malik hingga princes Malik bisa menemukan wanita yang akan menjadi ibu dari putrinya untuk selamanya.
Bagaimana kisah hidup perawan dan duda itu saat hidup bersama dalam membesarkan dan menjaga putrinya Raniah? adakah cinta tumbuh diantara mereka atau pernikahan itu berakhir sesuai masa kontraknya? simak cerita ini sampai selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Menikahlah Denganku..!
Sekitar 20 menit lagi pesawat Savana akan berangkat. Savana bergegas ke toilet dengan beberapa wanita yang berpakaian sama dengannya dan juga beberapa wanita yang berpakaian tanpa hijab.
Savana menanggalkan pakaian syar'i dari tubuhnya. Saat ini ia tampil lagi Savana dengan gaya Amerika. Mengenakan topi, kaca mata dengan rambut tergerai menutupi sebagian wajah cantiknya. Tidak lupa ia juga mengenakan mantel hitam yang sama dengan perempuan lain.
Tidak ada yang memperhatikan dirinya sehingga ia bebas keluar dari toilet itu dan berjalan menuju maskapai penerbangan lain dengan menenteng koper miliknya.
Ada dua orang suruhan ibu suri yang menyimpan keperluan Savana agar memudahkan istri dari Prince Malik ini bisa bebas dari incaran musuh yang sudah mereka prediksi.
Kebodohan musuh yang memang tidak bisa mengenali wajah Savana membawa keberuntungan tersendiri bagi ibu sambungnya Baby Rania ini.
Savana berlari dengan cepat menuju pesawat miliknya di mana antrian terakhir sudah nampak sepi di tempat pemeriksaan tiket.
"New York...?" tanya Savana memastikan lagi tujuannya.
"Ya. Silahkan nona...!" ucap salah satu petugas maskapai penerbangan itu.
Savana tidak ingin menengok lagi ke belakang. Dia mencari tempat duduknya dan merebahkan bokongnya sambil menarik nafas lega. Savana meletakkan tas tangannya di bangku sebelah karena dua kursi itu sengaja disiapkan untuk dirinya sendiri.
"Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya aku bebas dari para penjahat itu. Ternyata menikahi orang terkenal itu tidak seenak yang disangka," gumam Savana menarik nafas lega.
Savana mengirim pesan ke suaminya kalau semuanya lancar sesuai yang direncanakan.
"Aku sudah di pesawat. Salam cintaku yang banyak untuk putriku lady Rania," tulis Savana.
"Aku mencintaimu baby. Bersenang-senanglah di sana. Setelah itu kembali lagi ke dalam pelukanku. Aku sudah mulai merasakan kerinduan padamu. Jangan bicara dengan siapapun terutama orang yang tidak kamu kenal!" ucap Prince Malik mengingatkan istrinya.
"Insya Allah. Doakan aku hubby..!" pesawatnya siap take-off. Sudah dulu ya sayang, sampai jumpa...!" balas Savana.
"Hati-hati sayang...! Jaga dirimu untuk kami," balas Prince Malik merasa berat melepaskan kepergian Savana kali ini.
Sementara di luar sana, para penjahat kalang kabut mencari Savana. Mereka juga tidak ingin bisa memeriksa satu persatu wanita bercadar.
Para penumpang khususnya wanita bercadar sudah duduk di antara para penumpang first class termasuk orang yang menyamar jadi Savana. Salah satu anak buahnya musuh melaporkan lagi pada bosnya karena ia percaya salah satu wanita berpakaian syar'i adalah Savana.
"Wanita itu sudah duduk dibangku penumpang, tuan. Apa tugas selanjutnya?" tanya anak buahnya itu.
"Sekarang kamu turun dan tinggalkan pesawat itu sebelum pesawat itu melakukan take-off!" titah sang bos.
"Tapi bos, di sini banyak sekali anak-anak. Apakah bos benar-benar menjalankan rencana ke dua?"
"Mereka bukan urusanku..! Yang penting tujuan kita tercapai."
"Baiklah."
Sang anak buah kembali turun lagi dari pesawat. Tidak lama pesawat itu berangkat. Selang 10 menit pesawat milik Savana berangkat.
Namun satu jam kemudian, pesawat pertama itu mulai kehilangan kontak dengan ATC bandara.
Sementara pesawat ke dua yang ditumpangi Savana bebas terbang membelah angkasa. Berita pesawat yang menuju New York yang kehilangan kontak itu disaksikan juga oleh Prince Malik dan ibunya yang langsung syok.
"Innalilahi wa innailaihi rojiuuun. Ya Allah. Untungnya kita memiliki rencana ke dua. Jika tidak, kita sudah kehilangan Savana. Apakah ini permainan oknum pejabat istana kita? Ataukah peran yang lainnya juga ikut melenyapkan Savana?" tanya ibu suri.
"Saya tidak bisa berpikir saat ini ummi. Sepertinya Savana masih dalam bahaya. Jika mereka mengetahui Savana tiba di tujuan dengan selamat, bukan tidak mungkin mereka akan memburu lagi istriku di Amerika, ummi. Aku tidak bisa duduk diam di sini sementara istriku mengatasi sendiri masalahnya di luar sana," ucap Prince Malik cemas.
"Kabari Savana agar tidak memperlihatkan dirinya di tempat umum! Jangan sampai dia menginap di apartemen Alma karena gadis itu akan mendapatkan kekerasan dari anak buahnya ayahmu!" pinta ibu suri.
"Baik ummi."
...----------------...
Tiba di bandara setempat, Savana menghidupkan lagi ponselnya dan mengabari lagi suaminya. Namun, matanya terbelalak ketika membaca informasi yang dikirimkan suaminya jika pesawat sebelumnya hilang kontak dan masih dalam masa pencarian.
"Savana. Kamu bisa selamat dari pesawat naas yang diduga melakukan human eror oleh oknum tertentu demi melancarkan rencana busuk mereka. Tapi, saat ini jangan sampai kamu tampil bersama dengan Alma karena nyawa kamu maupun Alma terancam saat ini," tulis Prince Malik.
"Baiklah. Kita ikut skenario yang mereka buat. Mungkin aku dianggap hilang dalam pesawat naas itu. Aku akan menjaga diriku agar aku dan Alma selamat bisa selamat dalam buruan mereka. Terimakasih sudah mengabari aku, hubby...! Jangan kuatir, aku sudah menghubungi sahabatku Sharon yang menjemput aku," ucap Savana.
"Kalau mau bertemu lagi dengannya, kamu harus mengenakan hijab!" titah Prince Malik.
"Iya sayang," balas Savana memutar mata jengah.
Setengah jam kemudian, mobil Sharon sudah datang menjemput Savana. Tanpa banyak basa-basi, Savana meminta Sharon untuk segera meninggalkan bandara sebelum ada penjahat yang melacak jejak Savana.
"Saat ini aku sedang tidak aman. Dan tolong bawa aku ke hotel. Aku tidak bisa tinggal di unit apartemen Alma," ucap Savana.
"Tapi Alma sudah menyiapkan makan malam untuk menyambut kedatanganmu," bantah Sharon.
"Bilang saja kalau pesawat aku delay atau apapun. Saat ini kami berdua sedang diincar oleh penjahat dan aku tidak tahu siapa mereka," ucap Savana.
"Kenapa kehidupanmu menjadi rumit setelah menikah? Aku mengira kamu bahagia menjadi istri dari seorang pangeran, tapi hidupmu malah makin parah," gerutu Sharon.
"Sudahlah..! Jangan membuatku makin pusing. Hanya kamu yang bisa aku andalkan saat ini. Bagaimana kabarmu! Apakah kamu betah di tempat pekerjaanmu yang baru?" tanya Savana.
"Sekarang aku sudah bekerja di badan intelijen Amerika. Aku sudah tidak jadi bodyguard lagi. Tapi, hanya kamu yang tahu tentang profesi baruku. Kapan kamu mengakhiri masa pernikahan kontrakmu itu?" tanya Sharon.
"Sekitar enam bulan lagi. Itupun kalau aku tidak hamil. Kalau aku hamil sebelum waktunya, maka aku akan tetap tinggal di istana dan status pernikahan kontrak diubah pernikahan selamanya," ucap Savana berharap ia bisa hamil secepatnya.
"Apakah kamu sangat mencintai pangeran itu?" tanya Sharon.
Savana terdiam. Selama ini dia tidak pernah menyatakan cintanya secara langsung pada suaminya. Antara cinta dan obsesi beda tipis.
"Apakah aku mencintai Malik?" batinnya bertanya sendiri karena ia belum tahu makna cinta yang besar untuk suaminya itu.
"Kenapa diam? Kamu mencintainya atau tidak?" ulang Sharon merasa penasaran dengan perasaan Savana pada Prince Malik.
"Kenapa aku harus menjawab pertanyaan kamu? itu bukan urusanmu," ketus Savana yang tidak suka ada orang lain yang begitu ingin tahu kehidupan pribadinya walaupun ia sudah menganggap Sharon seperti saudara baginya.
"Jika kamu tidak mencintainya karena terpaksa menikah dengan Prince Malik agar tujuanmu menyelamatkan Alma, maka menikahlah denganku setelah dia menceraikan dirimu," ucap Sharon begitu frontal.
Deggggg....
semoga Mak Mak rempong itu sholat tarawih nya khusuk,,GK kepikiran ma pangeran Malik 😂🤭