NovelToon NovelToon
Kutukan Cinta Pertama

Kutukan Cinta Pertama

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Kutukan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]

Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏

Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.

Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.

Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?

Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Kediaman rumah Rodiah terlihat sepi, wanita paru baya itu sudah sering tidak berjualan lagi, ia terlihat kalah bersaing dengan warung yang terletak persis di depan rumah mereka. Warung yang jauh lebih bagus dari warung milik Rodiah. Hal itu diperkuat dengan kondisi fisiknya yang terus menurun, sejak Dery berhasil mengetahui dimana lokasi tempat tinggal Rodiah juga Bella. Ia terus kepikiran, ketakutan dan selalu merasa dihantui dengan tingkah jahat sang suami.

Malam itu Rodiah tampak duduk dengan raut wajah yang murung, penuh kesedihan, ia masih terbayang dengan ucapan Dery yang beberapa hari lalu datang menghampiri dirinya.

*****

Flash back beberapa hari yang lalu.

Pukul 22.30 Malam.

Ketika Rodiah sedang sibuk menutup warungnya, Jantung Rodiah serasa ingin jatuh saat melihat sosok Dery hadir di hadapannya.

Dalam tatapan lesu dan sedih, Dery langsung menundukkan kepalanya.

"Diah, aku kesini hanya ingin minta maaf kepadamu atas segalanya, aku menyesal Diah!"

Rodiah tidak ingin bicara kepada pria itu, ia justru semakin buru-buru mempercepat dan menutup warungnya dalam jantung masih berdebar ketakutan, untungnya disana masih ada Yuna yang membantu dirinya.

"Diah... dengarkan aku dulu, sebentar saja!" pinta Dery.

"Pergi atau aku akan teriak maling dan kau bisa mati dikeroyok massa disini!" ucap tegas Diah dengan mata melotot.

Derry hanya menunduk.

"Pergi kau bajingan, kau bukan suamiku lagi, kita sudah bercerai!"

"Aku tidak pernah menceraikan mu, Diah!"

"Yah, karena kau sedang membunuhku pelan-pelan!"

"Diah, dimana Bella!"

"Bella sudah pergi ke luar negeri, untuk apa kau mencarinya, apa kau ingin menjualnya?"

Dengan perasaan benci yang luar biasa, Rodiah melemparkan sebuah timun ke tubuh Dery.

"Pergi kau..."

"Pergiiiiiiiii!" Jerit setengah mati Rodiah.

Dery langsung bergegas meninggalkan kediaman Rodiah.

"Akak, siapa tuh kak!"

"Orang gila!" ucap Rodiah.

"Orang gila???"

"Jika dia datang lagi, siram pakai minyak panas itu!"

"Aih, melepuh lah kak!"

Rodiah langsung pergi dengan wajah ketakutan masuk kedalam kamarnya, keesokan siangnya ia bergegas menelpon Bella.

*****

Setelah teringat tentang Dery, penyakit Asma Rodiah yang sudah lama tidak kambuh, kini terlihat langsung semakin parah, hari demi hari pikiran tajam itu memperburuk kondisi kesehatannya.

Malam tepat keberadaan Bella masih di perkotaan.

Rodiah terlihat sesak yang teramat sakit, ia berjuang keras meraih ponselnya untuk menelpon Yuna, walau harus tersungkur dan merayap-rayap diatas lantai.

"Tuhan...biarkan aku hidup sebentar lagi, kasihan Bella?" Doa dan harapan Rodiah pada saat itu yang terus memikirkan nasib Bella.

Untungnya tidak berapa lama Yuna datang tepat waktu.

"Kak Diah!" teriak histeris Yuna bergegas membantu Rodiah bangkit pada posisi yang benar lalu mengambil obat pertolongan pertama untuk penyakit Asma.

"Kak, kite telpon Bella yah, agar akak dibawa langsung ke rumah sakit!" pinta Yuna yang melihat penyakit Asma Rodiah harus ditangani pihak dokter.

"Jangan Yun, jangan telpon Bella!" jawab Rodiah dengan kondisi sesak nafas.

"Tapi kak!"

"Yuna, kakak tidak apa-apa, jangan khawatir yah!" ucap Rodiah langsung pingsan.

"Kak Diah...kak Diah...Akak...bangun lah kak...bangun laaaaah!" Yuna begitu histeris dan gugup, ia bingung apa yang harus dia lakukan.

*

Di dalam Mobil, Bella terus memikirkan tentang Rodiah.

"Kenapa yah, perasaanku semakin tidak tenang terhadap Tante!"

"Apa aku lihat sebentar saja?

"Tapi!"

Kontak batin itu terasa begitu kuat, akhirnya Bella mencoba untuk menelpon Rodiah sebelum keluar dari kota.

*

"Tlililit!"

"Bella, itu pasti Bella lah!" Histeris Yuna langsung meraih ponsel Rodiah.

"Bella...Bella... pulang lah, akak Diah pingsan nih, asmanya kumat, parah sangat Bella!"

"Ba...baiklah kak Yun, kak Yuna jangan kemana-mana dulu, Bella akan tiba disana sebentar lagi!"

Atas desakan Bella. Akhirnya supir Kavindra putar balik ke arah rumah Rodiah, meskipun sang supir sudah menolak sesuai janjinya kepada Neo.

*

Dalam kondisi antara sadar dan tidak sadar, Rodiah masih bisa merasakan sayup-sayup suara kehebohan dan kepanikan orang-orang disekitarnya membawa dirinya masuk keruangan ICU. Ingatan alam bawah sadar Rodiah mengantarkannya flashback di kehidupan masa lalu yang menyenangkan. Saat Rodiah dan ibunya bermain-main, berlarian di tepi pantai bersama Bella yang kala itu usianya beranjak 8 tahun, mereka begitu kompak dan sangat bahagia.

"Aku masih ingin hidup untuk Bella!" Rodiah.

***

21.03 malam hari.

Detik-detik waktu itu terus bergerak, lebih dari satu jam Bella dan Yuna masih setia menunggu pemeriksaan pihak dokter.

Wajah Bella tampak murung dan sangat sedih, hatinya terasa sakit seperti sedang tercabik-cabik. Rodiah merupakan satu-satunya keluarga inti Bella yang begitu sayang dan perduli pada dirinya.

Tidak terasa airmata Bella terus mengalir, hatinya belum siap jika harus kehilangan tantenya.

"Hiks😭😭!"

"Sabarlah Bella!" ucap lembut Yuna mengusap-usap punggung Bella.

(Rodiah sudah menceritakan kepada Yuna, Jika Bella bekerja masih di daerah mereka namun jauh dari kota)

"Terima kasih yah, kak Yuna masih sangat perduli kepada kami!"

"Iye...same-same...Bella dan akak Diah pun begitu, baik snagat sama kak Yuna!"

Tidak berapa lama dokter pun keluar.

Reflek Bella dan Yuna bergegas mendapatkan sang Dokter.

"Bagaiman kondisi Tante saya Dokter?" tanya Bella yang begitu sangat khawatir.

"Kondisi Asma saudari Rodiah cukup sangat memperhatikan, ia harus segera mendapatkan perawatan intensif dari pihak kedokteran spesialis namun kami belum bisa melakukan apapun karena pasien masih dalam tidak sadarkan diri!"

"Sampai berapa lama Tante saya akan siuman Dok!"

"Kita tunggu saja yah!" ucap sang Dokter pergi begitu saja.

Seperti biasa di rumah sakit besar, Bella harus memberikan jaminan sejumlah uang sebagai si penanggung jawab pasien.

Sedihnya, Bella tidak mendapatkan sambutan dan pelayanan terbaik disana karena ia tergolong rakyat jelata.

*

"Bella, kembali lah ke tempat pekerjaanmu dulu, kak Yuna pasti akan kasih kabar pada mu!"

Dalam tangan bergetar, Bella bergegas membuka dompetnya dan memberikan sejumlah uang kepada Yuna.

"Buat apa nih?" tanya terkejut Yuna.

"Tak palah lah Bel!" Yuna langsung mengembalikan sejumlah uang itu kepada Bella.

"Ambillah kak!" ucap Bella mendorong kembali tangan Yuna.

"Banyak betul nih Bel, kalian kan sedang butuh uang?"

"Untuk buat ongkos kak Yuna, Bella minta tolong kepada kakak, agar besok datang kesini untuk melihat kondisi Tante, jika dia sudah siuman tolong kabarin Bella yah kak!"

Yuna pun mengangguk paham.

"Baiklah Bella!"

"Bella kembali dulu yah kak!"

"Hati-hati yah!"

Kedua wanita itu pun akhirnya berpisah.

*

Di dalam mobil Bella masih terus kepikiran kepada Rodiah, langkah kakinya yang ingin berpisah terasa begitu berat, hati gadis itu tidak ingin kembali ke istana Kavindra ia serasa ingin menjaga dan menemani Rodiah di rumah sakit sampai sembuh.

"Asma Tante bisa kambuh lagi apa jangan-jangan karena memikirkan si brengsek itu?"

"kapan masalah ini berakhir!" lamunan lesu Bella.

"Huuuft, baru saja dua minggu gajian, tapi uangnya sudah menipis. Haduuuuh, apalagi yang bisa ku jual, bisa tidak yah? kasbon dengan si Bos!"

Bella mulai kasak-kusuk.

*

Pukul 22.07 Waktu semakin malam, mobil Kavindra masih berjalan dengan aman.

Saat mobil yang ditumpangi Bella melintasi gerbang keluar masuk area pusat perkotaan,

3 motor gede dan satu mobil sedan hitam, terlihat sedang mengikuti dari belakang.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉ💘 ¢ᖱ'D⃤⒋ⷨ͢⚤
wah jadinya mereka tetap jadi kucing yaa
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉ💘 ¢ᖱ'D⃤⒋ⷨ͢⚤
🤔🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘDᵉᵉ💘 ¢ᖱ'D⃤⒋ⷨ͢⚤
eehhh semoga beneran Jay bisa kembali
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🅐🅨🅐 💘𝐙⃝🦜
ga ada notif ketinggalan baca deh
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
æ⃝᷍𝖒𖣤​᭄℃æͣ͢𝖒ᷘ𝅘 ͤ⸙ᵍᵏ
seminggu lagi ya bang Jay 😅
Fitria Ningsih
bisa aj kak sarah nambahin part extra bonus,,, keren
🍁 ¢ᖱ'D⃤ ̐༄⃞⃟⚡Nuyy ☕
Nasib mu Jay 🤣🤣,dah di puncak ubun2 eh malah PMI....
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
🍁 ¢ᖱ'D⃤ ̐༄⃞⃟⚡Nuyy ☕
Hadeuh Jay lawak aja nih,dah siap cetak lagi aja ya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
udah selesai puasanya ya udah lewat 40 hari 😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
5 hari lagi menuju HPL
icetea🍻
wah akhirnya happy ending 🤩🤩selamat ya Bella dan Jay secepatnya bikinkan ganesh adik biar ada kawan geludnya 🙊🙊🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
icetea🍻
😂😂😂kasihan ganesh masih kecil. dah mau mencetak lagi
icetea🍻
aku juga berharap Jay kembali dan hidup bersamamu Bella
Free Palestine 🇵🇸
Makasih extra partnyaa kk othor🥰🥰
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Free Palestine 🇵🇸
gagal malam peetama yg ke2 nyaa🤣🤣🤣🤣
Free Palestine 🇵🇸
wkwkwkwkwk...ngadon sana dan bikin kesebelasan🙊🙊🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Free Palestine 🇵🇸
Alhamdulillah Jay Junior akhirnya launching jugaa🥰
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
Free Palestine 🇵🇸
harapan yg sama dgnku Bella...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘJU💘ᵇᵃˢᵉ
happy ending jay dan bella 😍😍

terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Muzie✰͜͡v᭄
Neo paling setia menunggu Jay pulang kembali, akhirnya Jay yang di tunggu kembali pulang demi sang buah hati dan Bella.
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!