Bunga adalah gadis cantik berusia 21 tahun yang sudah menceburkan dirinya kedunia hitam selama 1tahun terakhir dia melakukan ini karena ibunya yang tengah berbaring koma karena kecelakaan, dia tidak punya pilihan lain selain menjadi seorang kupu-kupu malam dia harus membiayai ibunya yang sakit dan juga adiknya yang masih duduk di bangku sekolah Dasar. Semua ini dia lakukan demi keluarga nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Marcel melajukan mobilnya di atas kecepatan rata-rata dia takut akan terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan saat Dikta mabuk berat. Marcel akhirnya sampai dan segera ke tempat di mana Dikta mabuk benar saja kekacauan terjadi karena Dikta mabuk untung saja Kenny berhasil meminimalisir kekacauan yang Dikta perbuat "Kenny kau tidak apa-apa" Tanya Marcel yang melihat darah.
"Aku baik baik saja tidak masalah " Ucap Kenny yang bahkan tidak perduli dengan luka di tangannya.
"Kak Dikta apa yang terjadi padamu" Ucap Mika yang ingin mendekat dan memeluk Dikta tapi Marcel sudah mengangkat tangannya mengingatkan Mika bahwa Dikta tidak bisa di sentuh wanita lain kecuali istrinya.
Mika mengeratkan tangannya dan menatap Dikta dengan tatapan penuh arti 'Kenapa harus wanita itu yang bisa menyentuhmu! ' Gerutu Mika kesal tentang kenyataan yang dia tau itu.
"Dikta sadarlah, ayo kita pulang" Ucapan Marcel berusaha membawa Dikta pergi dari bar namun Dikta menolak dan mendorong Marcel untung saja Marcel sudah bersiap untuk bertahan. "Kenny kau bisa membantu ku" Tanya Marcel yang khawatir dengan tangan Kenny yang seperti nya luka tusuknya lumayan dalam.
"Tentu tidak masalah" Kenny bergegas mengikat lukanya dengan dasi yang dia kenakan dan berusaha membantu Marcel yang ingin membawa paksa Dikta yang sudah mabuk berat itu.
"Apa yang sebenarnya membuatnya seperti ini" Ucapan Marcel yang berusaha mendekati Dikta namun Dikta terus mundur bahkan dia menemukan botol di atas meja dia meminumnya tiba-tiba dia melempar ke arah Marcel namun Marcel berhasil menghindar.
Kenny dan Marcel segera mendekat ke arah Dikta yang sedang lengah mencari botol alkohol lagi "Bos tenanglah! " Ucapan Kenny yang berhasil meraih tangan Dikta.
Marcel juga membantu Dikta untuk meraih satu tangan Dikta yang lain "Dikta ada apa denganmu! aku Marcel tenanglah" Ucap Marcel berusaha menenangkan sahabat nya itu.
"Lepaskan! " Dikta berusaha untuk menampik tangan Marcel dan Kenny namun itu tidak berhasil Marcel dan Kenny sekuat tenaga menahan Dikta, Dikta tidak menyerah dan melepaskan tangan Marcel kali ini Marcel sengaja melepaskan tangannya saat Dikta ingin menyerang Kenny Marcel bergerak dulu.
Marcel segera memukul tengkuk Dikta sebelum Dikta menyerang Kenny "Sorry" Ucap Marcel setelah membuat Dikta tak sadarkan diri Marcel bahkan harus mengeluarkan tenaga kuat untuk membuat sahabatnya itu tumbang. "Kenny Dikta biar aku yang urus, bisakah kau menolong ku antar adik ku pulang" Ucap Marcel yang membuat Mika menatapnya.
"Tidak kak aku ingin membantu mu menjaga kak Dikta" Ucap Mika yang membuat kakaknya menatapnya.
Marcel menghela nafasnya dan menatap adiknya dengan serius "Mika meskipun kau ada kau sama sekali tidak bisa membantu ku kau hanya akan membuat Dikta alergi ketika kau menyentuhnya" Ucap Marcel yang mengatakan hal yang membuat Mika merasa sakit.
Mika tau dia tidak bisa menyentuh Dikta tapi dia benar-benar ingin menjaga Dikta. "Kak aku mohon".
" Kenny antar Mika" Ucap tegas Marcel membuat Mika tidak bisa membantah lagi dan melenggang pergi namun sebelum Kenny mengikuti Mika, Marcel menghentikan Kenny "Kenny jangan berani menyentuh adik ku, hanya kali ini saja aku mengizinkan mu berdua dengan adik ku! " Ucap Marcel dengan tatapan serius.
"Ck! dasar siscon" Ucap Kenny yang melenggang pergi mengikuti Mika.
Mika kini sudah ada di mobil yang di kemudikan Kenny, Mika melihat dasi yang telah basah oleh darah itu "Kak Kenny pendarahan nya sama sekali tidak berhenti" Ucap Mika yang kemudian mengambil roknya dan merobeknya dan mengganti dasi dan membalut luka Kenny.
"Terimakasih" Ucap Kenny setelah Mika membantu mengganti ikatan pada lukanya.
Mika mengangguk "Kau harus ke rumah sakit terlebih dahulu " Ucapan Mika.
"Tidak perlu aku akan mengantarkan mu pulang, luka ini sudah cukup mendapatkan perawatan mu terimakasih"
Mika hanya mengangguk 'Seandainya terimakasih yang aku dapatkan dari kak Dikta' Ucap Mika dalam hati.
****
Bunga masih berada di kamar Rose untuk malam ini Rose berbicara cukup banyak dengan Rose mereka membicarakan banyak hal sampai Rose terlihat sudah menguap "Kau sudah mengantuk sayang, bagaimana jika kakak tidur bersama kakak" Ucap Bunga.
Rose tersenyum sangat manis dia tentu saja sangat senang dengan perkataan kakaknya itu "Aku mau" Ucap Rose memeluk kakaknya yang telah berbaring di sampingnya. "Kak bisakah kakak besok mengantarku bertemu dengan ibu" Tanya Rose dengan tatapan memohon pada kakaknya.
"Tentu saja, sepulang sekolah kita akan ke sana kita juga harus memberitahu kalau kita sudah memiliki tempat tinggal baru" Ucap Bunga memeluk adiknya.
"Baiklah aku tidak sabar untuk besok" Ucap Rose.
"Kalau begitu kau harus segera tidur" Ucap Bunga sembari mengecup kening adiknya dan mengusap ujung kepalanya dengan lembut "Selamat tidur Rose sayang"
"Selamat tidur kakak" Ucap Rose yang mencium pipi kakaknya dan perlahan-lahan mereka berdua menutup matanya dan tertidur.
Pagi menyapa Marcel tidur di sofa kamar Dikti sedangkan Kenny memilih berjaga di ruang tamu meski pada akhirnya dia ketiduran.
Dikta mengerjapkan matanya kepalanya terasa pusing dia melihat sekeliling dan menemukan Marcel yang tidur di sofa kamarnya membuatnya mengingat kejadian semalam Dikta menyenderkan tubuhnya setelah duduk dan menghela nafasnya "Apa yang aku lakukan ck! benar-benar bodoh" Dikta menggenggam tangannya begitu kuat dia terlihat begitu menyesali apa yang dia lakukan.
Marcel seperti nya terbangun karena mendengar suara, baru saja membuka mata dia langsung duduk ketika matanya melihat Dikta sudah bangun dia segera berdiri dan menghampiri Dikta Buuuu yuukk kkkk kkkk satu pukulan keras mendarat ke arah Dikta "Brengs*k apa yang kau lakukan semalam! apa kau ingin membunuh Kenny" Ucapan Marcel membuat Dikta mengingat kejadian tadi malam namun kepalanya masih sangat pusing.
"Kau ini bisa apa tanpa aku, ingat untuk memberiku gaji tambahan karena sudah merawat mu" Marcel memberikan obat pereda mabuk pada Dikta, Dikta pun meminumnya.
Setelah Dikta terlihat tenang Marcel mulai mengorek apa yang terjadi "Hei tuan Dikta sebenarnya apa yang terjadi dengan mu" Ucap Marcel membuat Dikta menghela nafas panjang.
"Aku juga tidak tau" Ucap Dikta yang melihat Marcel dengan tatapan yang terlihat Bingung.
"Kau apa sudah gila bagaimana kau tidak kau, semalam kau melukai tangan Kenny dengan pisau apa kau mengingat nya" Tanya Marcel.
Dikta menggelengkan kepalanya "Tidak ingat aku hanya berfikir tentang laki-laki itu dan tidak menyadari itu Kenny" Ucapan Dikta itu membuat Marcel terdiam.
"Dikta sebenarnya kau belum melupakan kesalahan Karina bukan, tapi kenapa kau masih mau menjaganya" Pertanyaan itu bagaikan dejavu oleh Dikta.
"Aku masih mencintai nya, mungkin"
"Mungkin apa maksud mu dengan mungkin" Marcel baru pertama kali melihat sikap ragu-ragu Dikta, Dikta biasanya bersikap yakin dan keras bahkan dengan dirinya sendiri.
karena semakin mereka bersama udah di pastikan dikta ngk kan lepasin
bunga... harusnya kau paham tuan mu
tepat sekali willl 😂
Masa lalu cukup untuk di kenang.
masa depan harus di jalani..
Sabarr bungaa
semprot pake Baygon.. kelarr🤣🤣
dan yg bucin yg yg udah merengut kesucian muu.. lihat aja ntarr🤣
Nikahin sekalian bunga jgn cuma kau jadikan ibu kontrak.. apa LG kau tak sembarangan bisa menyentuh wanita
tepat sekali mikk km nebakk
sekarang aja dia udah kelihatan posesif pada mu
Bisa jd km jadi miliknya selamanya
ehh selama othorr mauu🤣🤣🤣
anak siapa sihh Dikta nihhh sbnernyaa... kok galaknya keturunan Aditama pemaksaan pula🤣🤣🤣🤣
bekas itu tak kan hilang
Takdir kadang memang kejam.. tp pasti ada hal yg akan but km bahagia meski dg cara ygtak kau duga bungaa
wahh tepat sekali wanita itu adalah diaa.. dan jangan berani megusikk dia dan Dikta..
kau bisa aja membunuhh bunga dengan amarahmu.. dan yg ada km ngk kan dapat keturunan... Kau harus kuat bungaa.. 🥺
Semoga km bisa menjaga bunga walau awalnya dengan paksaaann dik.. jika km dah tau seluk beluk nasip bungaa🙁
minta di nikahin dulu bungaa.. jd km sah jadi istri.. jadi km ngk ternoda di luar pernikahan..
Mugkin ini jalan yg harus km lalui untuk kebahagiaan yg tertunda.. sabarrr bungaa
bukan tandingan mu bara dia nihhh
Betull tuhhh bucinn.. akutt pasti nantii
🤣
mugkin kahh itu Dikta 🤔