NovelToon NovelToon
Mencintai Atau Dicintai?

Mencintai Atau Dicintai?

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:142.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ina az-Zahra

Berkisah tentang seorang gadis yang tak lagi muda, karena peristiwa di masa SMAnya membuat gadis ini berbeda dengan gadis pada umumnya. Menjadi mandiri dan dewasa, namun selalu merasa insecure masalah jodoh. Karena masa lalu saat putih abu-abunya memberikan kesan yang tak kunjung usai, tentangnya dan kakak beradik yang mengusik masa yang seharusnya indah. Apa yang bakal dipilih yaa, memilih salah satu dari masa lalunya atau orang baru yang hadir dengan sejuta pesonanya?
Penasaran?
yuk ikuti cerita lengkapnya

Mohon dukungannya, ya buat cerita pertama author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina az-Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Buku Sampul Coklat

Qiana terduduk lesu setelah mendengar cerita Tyo. Entahlah, dia terlalu pusing memikirkan benang merah atas kehidupannya ini.

Qiana POV

Air mataku terus saja membasahi pipiku, terbesit rasa bersalah di hati ini. Ternyata Setya berpura-pura baik-baik saja di depanku dengan memendam perasaannya untukku sedangkan aku? Aku, setelah kejadian itu merasa paling tersakiti, aku baru sadar yang dilakukan Setya dulu hanya bentuk pelampiasannya karena dia mengetahui bahwa wanita yang dicintanya memiliki rasa pada Kakak kembarnya sendiri. Andai emosinya dan emosiku sudah stabil, mungkin akhirnya tidak seperti ini. Ya Allah, aku benar-benar merasa bersalah. Seharusnya ini bisa dibicarakan baik-baik 8 setengah tahun yang lalu.

Aku kini tengah berada dalam perjalanan menuju rumah Mama Dewi bersama dengan Dafa yang terus memelukku erat dan menghapus air mata di pipiku, Bang Reza setelah mengantarkanku menjenguk Tyo di RS dia langsung pergi menjemput istri dan anaknya di rumah mertuanya.

“Nda, angan angis-angis agi, Dafa adi cedih,” Kata Dafa sambil mengusap air mataku.

“Iya sayang, maafin bunda ya hari ini buat Dafa sedih karena bunda nangis terus,” Kataku mencoba tersenyum di depan Dafa. Ku peluk tubuh mungil itu mencoba menguatkan diri untuk anakku ini, agar tak ikut bersedih karenaku.

“Anji ya nda, nda Dafa mau telpon ayah boleh?” Tanya Dafa padaku dengan mendongakan kepalanya ke arahku. Ku angguki dan ku keluarkan Hpku lalu menelpon Mas Akbar.

“Assalamualaikum Qiana ada apa?”Tanya Mas Akbar di sebrang sana.

“Wa’alaitumtalam Ayah, ini Dafa,” Kata Dafa dengan senyum mengembang di bibir mungilnya itu.

“Oh.. jagoan Ayah yang telepon. Ada apa Son, apa kau merindukan Ayahmu ini?” Kata Mas Akbar aku hanya mengerutkan dahiku, tak biasanya Mas Akbar menjadi sesantai ini. Biasanya sikapnya itu selalu saja formal atau seperti kaku-kaku gimana gitu.

“Ayah, Dafa lindu. Tapi Dafa ndak bica ketemu Ayah, Nda di cini agi cedih, angis teyus,” Kata Dafa mengadu pada Ayahnya.

“Ayah juga udah rindu banget sama Dafa. Kenapa Bunda nangis terus Nak, apa Dafa nakal pada Bunda?” Tanya Mas Akbar.

“Ndak ayah, Dafa ndak natal. Kata Nenek Dewi nda angisin Om Tetya yang udah pelgi jauuuuhhh angettt, Dafa jadi cuman bica main tama Om Tyo.”Celoteh Dafa yang membuatku kembali teringat akan Setya.

“Maksudnya apa Nak? Om Setya pergi jauh kemana?. Qi…Qiana apa yang terjadi pada Setya?” Tanya Mas Akbar yang sudah bingung dengan celotehan Dafa.

Aku teringat belum memberi kabar pada Mas Akbar sama sekali setelah tiba di Surabaya, apalagi semenjak kecelakaan si kembar. Aku menarik nafas panjang sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Mas Akbar.

“Sebetulnya kemarin si kembar kecelakaan Mas, sepulang dari rumah Qiana. Tyo sekarang masih dirawat di Rumah Sakit, sedangkan Setya….em..hiks..hiks..dia..hiks…sudah meninggal Mas,” Ucapku dengan tangisan yang kembali lolos begitu saja, tangan mungil itu kembali menghapus air mata di pipiku lalu memelukku erat.

“Innalillahi wa’innaillaihiroji’un, aku turut berduka dengan kabar ini. Semoga Setya mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan di lapangkan kubur serta diterima segala amal ibadahnya aamiin. Kamu baik-baik saja kan Qia?” Tanya Mas Akbar dengan nada khawatirnya.

“Aamiin…Qia, baik-baik saja Mas. Hanya saja ada sesuatu yang baru Qiana tau setelah kepergian Setya yang membuat Qia merasa bersalah pada Setya,” Ucapku entah mengapa aku ingin bercerita lebih pada Mas Akbar. Ku lihat ternyata aku sudah memasuki perumahan Mama Dewi.

“Mas, maaf ini aku sudah akan turun dari taxi. Aku tutup dulu ya?”Tanyaku, tapi tiba-tiba tangan mungil mengambil Hp yang sedang kugenggam.

“Ayah tini ya, temani atu tama Nda ditini,” Ucap Dafa, mungkin Dafa sudah merindukan Mas Akbar.

“Iya, sayang nanti Ayah kesana kalau kerjaan Ayah sudah beres ya. Sekarang Ayah matikan teleponnya dulu ya. Assalamualaikum,” Ucap Mas Akbar mengakhiri panggilannya.

Ku pijakan kakiku di halaman rumah Mama Dewi, rumah yang dulu aku sering kunjungi sewaktu SMA. Disana sudah ada Papa Gito yang menunggu di pintu utama, lalu mengantarkanku ke kamar yang di tempati Setya selama hidupnya. Beruntung Dafa kini tengah tidur, kurebahkan tubuh mungil itu di atas kasur milik Setya. Ku amati setiap sudut kamarnya, mataku tertuju pada foto-foto kami sewaktu SMA dulu. Aku teringat tentang tujuanku kesini yaitu buku sampul coklat yang dikatakan Tyo pagi tadi.

“Lacinya terkunci, dimana Setya menyimpn kuncinya ya?” gumamku seraya mencari-cari kunci laci dihadapanku ini. Lalu tak sengaja aku melihat kunci dibalik tumpukan buku-buku.

Krek..krek…krekk..

“Alhamdulillah bisa dibuka,” ucapku lirih.

Ku tatap lekat buku itu, hatiku berdesir tak karuan. Banyak sekali rahasia yang disembunyikan Setya dariku,dari Tyo dan mungkin dari yang lain juga demi menjaga perasaan kami, pikirku.

***

25 Juli 2009

Hari ini, hari pertama aku dan Tyo masuk SMA. Banyak hal baru yang aku temui, termasuk rasa kagum terhadap perempuan yang satu kelas denganku. Dia begitu baik, dewasa, dan terlihat sangat ramah. Tapi tak mudah berbaur dengan laki-laki seolah menjaga jarak. Namanya tadi sewaktu perkenalan kalau tidak salah, Qiana Az-Zahra. Aku akan berjuang untuk membuatnya melihatku!!!~~

***

Ternyata betul kata Tyo bahwa Setya mengincarku sejak lama. Curahan-curahan Setya terus aku baca hingga aku tertegun ketika membaca penyesalannya atas sikapnya kepadaku di hari itu, perjuangannya untuk bertemu denganku, menungguku setiap waktu. Sampai curahan hatinya yang ditulisnya terakhir kali sebelum dia berangkat ke rumahku malam kemarin. Hatiku hancur membacanya, aku merasa menjadi seorang pengecut yang 8 tahun menghilang tanpa kabar kepada orang-orang yang menyayangiku.

***

Jumat,26 Februari 2020

Hari ini entah mengapa seperti sangat berat aku lalui. Seperti ingin memberikan kesan baik kepada orang-orang yang aku temui. Kebetulan Qiana hari ini juga datang ke Kota yang sudah lama dia tinggalkan karnaku. Aku masih saja merasa bersalah atas kejadian itu, sekalipun aku tahu Qiana telah memaafkan aku. Rencananya nanti aku akan ke rumah Qiana bersama Tyo dan Mama. Aku ingin meluruskan niatku untuk menikahinya, aku ingin jujur kalau bukan atas perintah mama atau kemauan mama aku mengatakan kepada Qiana untuk membuka hatinya untukku. Tapi karena aku sendiri, karena hatiku menginginkannya.

Aku ingin melihatnya bahagia, sekalipun aku tahu yang dia cintai Tyo bukan aku. Bahkan dengan bodohnya kau pernah bilang kepadanya untuk mencintaiku dan mengangapku Tyo. Aku mungkin telah menyakiti hatinya kembali. Tapi jujur bukan itu niatku. Aku bahkan tetap menunggunya selama 8 tahun tanpa membuka hati kepada siapapun, aku hanya mencintainya meski dia tidak mencintaiku.

Kadang aku jengah dengan perkataan Kakak kembarku, untuk melupakan Qiana dan mencoba membuka hati untuk orang yang menyukai atau mencintaiku. Andai itu mudah sudah aku lakukan sejak dulu. Aku tahu mencintai itu bukan perkara mudah, tapi aku selalu berdo’a padaNya agar aku bisa mencintai Qiana sampai ujung waktuku di dunia ini. Mencintai dengan tulus tanpa meminta balasan, tak apa asal dia bahagia!!!.

***

Aku terisak sejadi-jadinya membaca guratan pena diatas kertas itu, terhitung 11 tahun dia memendam rasanya untukku. Tapi kenapa, kenapa aku yang kamu cintai Set?.

Entah apa yang aku rasa saat ini, menyesal?, kecewa?, marah?, sedih?, entahlah semua rasa tiba-tiba berbaur di benak dan hatiku. Satu yang aku harapkan, semoga kau bahagia di sana Set, di tempat barumu. Dan satu hal yang jadi pertanyaanku,mengapa malam saat kau datang tak jadi meluruskan hal yang ingin kau luruskan? Apa kau sudah berfirasat akan meninggalkanku secepat ini? Agar aku tak merasa bersalah jika aku menolakmu dan atau agar aku tak merasa bersedih hati ketika aku menerima pernyataanmu itu lalu kau pergi jauh seperti ini?.

1
Siti Lestari
aku mampir ikut nimbrung ya kak
Whiteyellow
semangat ya thor🤗😍
Whiteyellow
like
Whiteyellow
maaf baru komen lagi thor🤗😍
Whiteyellow
boomlike untukmu
Whiteyellow
semangat🤗😍
Whiteyellow
like
Whiteyellow
hadir ya thor
Little Peony
Semangat selalu thor 🌸🌸🌸
Little Peony
Like like like Thor 🌸
Little Peony
Lanjut Thor 🌸🌸🌸
Laura hussein
gak sabar nunggu Up-nya 👌
selalu like favorit karya terbaik mu kak 👌
Laura hussein
gak sabar nunggu Up-nya
selalu like favorit karya terbaik mu kak 👌
BELVA
mampir kembali di novel
#gadis imut diantara dua raja

mksh ya ka
BELVA
💕💕💕💕💕👍
BELVA
slm kenal ya ka
BELVA
hallo author kece aku datang nih
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk kenovelku.Judulnya "Ray Stardust."

Kutunggu kedatanganmu.

Terima kasih
Siru
awal yg bgs thor...👍👍
Zahra: terimakasih kak
total 1 replies
BELVA
mampir kembali di novel
#gadis imut diantara dua raja rimba
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!