Aku seorang wanita yang harus memikul beban kehidupan yang amat sangat pahit, hanya demi gengsi dan ambisi untuk menguasi anak laki-lakinya untuk harta dan tahta karena ingin dipandang oleh semua orang.
Awalnya kusangat bahagia karena dipersunting seorang calon imam yang mumpuni dalam segala hal, namun dengan berjalannya waktu semuanya terbuka dengan sengaja yang mengakibatkan buta mata buta hati, jangankan untuk mengerti pedulipun sudah tiada arti lagi.
Hidupku dihiasi dengan rasa penuh pana dan derita, hatinyapun sudah tak sanggup menerima karena duka yang mendalam. Padahal kuhanya pengakuan saja bukan ingin dimanja dan dipuja, pengakuan itu sudah luar biasa. Harta ku punya keluarga ku punya tapi pengakuan sebagai menantu buatnya kini tinggal kenangan semata.
Walau kelihatanya bahagia padahal kami sangat menderita karena perlakuan yang berbeda dan perhatian yang penuh dengan kebencian semata. Hilanglah semua harapan kini tinggal kenangan batu nisan jadi saksi kebencian seorang mert
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PASKUD Official Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Kake
“Gapercaya, lagian buat apa mereka nabung, buat apa merek mau umrohin kami. Pengen diakui ya? Basi bilang ya sama sitri dan anakmu.”
Ayah
“Astagfirullah, bukan begitu pah, mereka sayang sama papah sama umi. Ga mungkin kalau ga sayangmah mereka nabung, mereka tlp mereka selalu mencari keberadaan papah dan umi , ya itumah terserah papah, coba dari hati kecil papah tanya. Kalau anak perempuan papah diperlakukan seperti ini padahal mereka sangat sayang sama mertuanya? bagaimana pah?.”
Kake
“Ga terima lah dan mungkin disuruh pulang kerumah orang tuanya. Ngapain harus menerima keadaan seperti itu. Aku tak sudi berkeluarga dengan keluarga yang tak mau mengakui anak kita sebagai anak menantunya.”
Ayah
“Nah merekapun sama posisinya sekarang seperti apa yang dibayangkan oleh papah. Jadi bagaimana pah? “.
Kake
“Apanya yang bagaimana?.”
Ayah
“Nasib mereka sudah puluhan tahun, bahkan anak pertama kami sekarang sudah 21 tahun apa seperti ini terus ga diakui. Sedangkan mereka mau berlindung kesiapa lagi pah kan orang tuanya sudah meninggal dua duanya.”
Kake
“Kamu jangan membela mereka, tetep mereka posisinya salah?.”
Ayah
“Salah yang sebelah mananya pah.”
Kake
“Papah minta kembalikan gaji kamu yang 50% lagi yang hilang yang dimakan oleh mereka, baru aku mau menerima mereka.”
Ayah
“Demi Allah pah mereka tidak pernah makan gajih aku, bahkan mereka kelaparan pun papah dan umi ga tahu dang a pernah peduli.”
Kake
“Emang mereka siapa?.”
Ayah
“Istri saya pah, mantu papah.”
Kake
“Yang begitu dibilang istri, udah ngabdi belum sama kamu, udah ngabdi belun sama kami, ko yang begitu dibilang Istri.”
Ayah
“Aku nerima semua kebaikan dan kejelekan dia kekurangan dan kelebihan dia karena sudah takdir Yang Maha Kuasa.”
Kake
“Terserah kamu. Sambil berlalu dengan muka setengah hati.”
Ayah
“Lah bagimana ini, papah mau kemana? Aku kan tetap berusaha dan mencari tahu akar permasalahannya biar klear.”
Kake
“Kesawah. Ngapain ngobrol sama kamu yang dibahas itu lagi itu lagi ga bosen?.”
Ayah
“Sambil menahan nangis dan berlalu dari tempat duduk menuju kamar dan merenung dengan kejadian tadi tak menyangka sebegitu bencinya, padahal mereka sebegitu sayangnya sama papah dan umi . Istrinyapun tlpn ga dihiraukan karena masih sock dan bingung harus bagaimana. Apakah aku pulang saja, disana aku tentram damai dan bahagia bersama istriku.”
Disaat lagi sedih dan merenung, adik kedua sebutlah Anita tiba datang kekamarku dan dia peluk aku.
Anita
“Sabar ya kak, aku tau siapa yang sudah membuat kake seperti itu.”
Ayah
“Kamu tahu darimana de, aku tak mau bersuudzon takut salah dalam berbuat yang ada nanti aku yang diusir beneran dari sini.”
Anita
“Serius ka, kamu mau tau?
Ayah
“Kalau kamu serius aku juga serius, ya udah sekarang dede cerita ya.”
Anita
“Maaf ya kak, uang yang ada ditabungan kaka yang diambiil paksa dari istri kaka, itu dari dulu dipegang sama adiknya papah, bukan sama papah, papah ga tau berapa gaji yang diterima, bahkan bonus dari perusahaanpun ga tau bentuknya. Gajipun hanya dikasihkan 50% aja, bilangnya buat penelitian. Buat kuliah, ternyata uang dipakai oleh kaka tertua dan dipakai untuk memperkaya dia sendiri tanpa mau bekerja, begitu kak.”
Ayah
“Ade tahu betul, apakah ini bukan rekayasa dan apakah ini ada bukti, takut kalau kaka membuka ini menjadi aib buat kaka dan keluarga.”
Anita
“Tidak ka, buktinya banyak, hasil transaksi dan pengambilan dari buku tabungan gaji kaka dan semua pembelian udah ade photo, jadi kaka tertua ga tau.”
Ayah
“Terus sekarang kaka, harus bagaimana sudah bingung dan jalan buntu untuk menyelesaikan masalah ini. Kaka ga mau ribut terus dengan papah dan umi takut dosa sama mereka.”
Adiku
”Kalau begitu ade bantuin kak. Biar cepet selesai permasalahannya.”
semangat terus berkarya 👍👍
itu apa ya 🤔🤔
Sahur
sahuuuurrr
Terpaksa menikahi kepsek kejam hadir memberi like...
di tunggu ke hadirannya di karya ku ya...