Romeo terpaksa menikahi guru yang paling ia benci karena suatu hal. Bukan seperti kisah Romeo dan Juliet yang saling mencintai terpisahkan karena tidak mendapatkan restu.
Kisah mereka adalah kisah Romeo dan Juliet yang berusaha untuk terpisah dari pernikahan paksa ini.
Bagaimana akhir kisah pernikahan mereka? Akan mereka berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda FK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu Cinta
Sesampainya di Paviliun, Regan dan Felix membantu Romeo berjalan masuk ke dalam kamarnya. Juliet bergegas mencari kotak obat untuk mengobati luka-luka Romeo.
Tak lama kemudian Juliet datang menghampiri membawa kotak obat. Ia sangat sedih melihat Romeo babak belur seperti ini, Juliet duduk berhadapan dengan Romeo di pinggir ranjang.
"Apa perlu gue panggil nyokap gue buat memeriksa lo?" tanya Regan menawarkan.
"Enggak perlu, ini hanya luka kecil Re!" tolak Romeo tidak ingin merepotkan siapapun.
"Lo yakin? Kadar ketampanan lo saat ini berkurang," celetuk Felix asal.
"Iya, udah kalian pulang aja. Nanti kalian kena omelan Oma gue kalau lihat gue kayak gini," ucap Romeo.
"Bener juga Bro, nanti kita direbus sama Oma lho," Felix bergidik ngeri membayangkannya.
"Kalau gitu kami pamit undur diri," pamit Regan sedikit sungkan.
"Iya, terima kasih ya," balas Juliet sambil membersihkan luka pada wajah Romeo.
Regan dan Felix pun pergi meninggalkan Paviliun sebelum kejadian ini diketahui oleh Oma Alexa.
Romeo memperhatikan istrinya yang sejak tadi berusaha menahan airmata yang hendak jatuh membasahi pipinya. Ia terkekeh melihat tingkah guru galaknya kini hampir menangis karena melihat ia terluka seperti ini.
"Sepertinya aku harus terluka dulu agar aku dapat melihat sisi lemahmu Buju," goda Romeo.
Juliet kesal lalu menekan luka pada wajah suaminya.
"Awww sakit!" pekik Romeo meringis kesakitan.
"Abisnya kamu becanda terus, enggak tahu kenapa aku enggak suka liat kamu kayak gini," ucap Juliet sambil mengusap air mata yang tiba-tiba saja terjatuh membasahi pipinya.
"Ish, manis banget sih. Itu tandanya Buju sayang sama aku, tadi juga kirim-kirim lope lope di udara ke aku, ya kan?".
Romeo tak hentinya menggoda sang istri sambil menaik turunkan kedua alisnya. Juliet menjadi salah tingkah mengingat apa yang ia lakukan di arena balap tadi. Oh astaga ia tidak menyangka akan mencintai berondong satu ini.
"Jangan terluka lagi, aku enggak sanggup liat kamu seperti ini," tutur Juliet sambil menangkup wajah Romeo dengan kedua tangannya.
Jarak mereka saat ini begitu dekat, Romeo mengangguk sambil tersenyum kepada sang istri. Ia lalu mencium lembut bibir manis Juliet, kali ini Juliet dengan senang hati membalas ciuman suami berondongnya itu.
Keduanya kini semakin bergairah, Romeo seolah mendapatkan sumber kekuatan baru ketika ia menikmati milkshake melon favoritnya. Ia seolah melupakan luka-luka yang saat ini ia rasakan.
Entah siapa yang memulai keduanya saat ini sudah tidak memakai apapun. Tubuh Juliet menggeliat ketika Romeo bukan lagi menikmati melon kesukaannya. Namun kini ia menikmati makanan pembuka yang selama ini Juliet jaga.
"Tahan ya sayang," bisik Romeo ketika cacing Alaska mencoba untuk memasuki rumahnya. Romeo kembali mencium bibir istrinya untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakan istrinya saat ini.
Blesh!
Akhirnya cacing Alaska berhasil memasuki rumahnya setelah melewati jalan yang berliku-liku. Romeo tersenyum ketika ia melihat darah yang menandakan bahwa ia orang pertama yang menyentuh istrinya.
Ia berulang kali menghujani banyak ciuman di wajah istrinya. Juliet yang merasakan sakit diawal kini merasa kenikmatan seakan ia ikut terbang menuju nirwana bersama Romeo.
"Aaahhhhhh!!" racau Juliet.
Pertama kali bagi keduanya melakukan ini, membuat mereka penasaran melakukannya lagi dan lagi dengan berbagai posisi. Tiba-tiba saja Juliet menghentikan permainan mereka karena ia mengingat sesuatu.
"Kenapa?" tanya Romeo merasa frustasi karena tiba-tiba saja Juliet meminta mereka berhenti.
"Joycelin, dia masih di arena balap!" pekik Juliet histeris.
"Dia udah gede sayang, dia bisa pulang sendiri. Kalau ini enggak bisa sendirian," jawab Romeo kembali melanjutkan permainan mereka.
Juliet tidak menyangka Romeo akan terus menggempurnya meskipun dalam keadaan sedang terluka seperti ini.
Sementara di sisi lain, Joy saat ini sedang mengumpat karena ia ditinggalkan di arena balap sendirian. Joy mendengus kesal ketika melihat ban mobilnya kempes, komplit sudah penderitaan yang ia alami saat ini.
Joy kesal, ia menendang kaleng kosong yang tergeletak di jalan. Tanpa sengaja kaleng kosong itu mengenai pelipis Marvel yang sedang mengobati lukanya sendiri di sebuah bangku taman.
Bugh!
Marvel bangkit dari duduknya, ia mencari orang yang melemparkannya kaleng tersebut. Marvel menghampiri wanita yang sedang menendangi ban mobilnya.
"Hey, Lo yang disana!" panggil Marvel dengan tatapan menyorot.
Joy menoleh kearah sumber suara, ia mendelik menatap pria yang saat ini menghampirinya sambil membawa kaleng kosong.
"Lo lempar kaleng ini sengaja sama gue?" tanya Marvel geram.
"Gue nendang asal, mana gue tahu lo ada disana. Gue kan enggak nyuruh lo untuk diam disana tuan pemarah," jawab Joy santai seolah tidak bersalah.
"Lo? Bukannya meminta maaf lo malah nyalahin gue?" protes Marvel semakin geram dengan gadis arogan di depannya ini.
"Maaf? Untuk apa? Hey, Tuan pemarah gue kan dah bilang kalau gue enggak tahu ada lo disana. Lain kali jangan diem di tempat yang gelap jadi enggak kelihatan kan," cerocos Joy terus menyalahkan Marvel.
"Masih belum mau ngaku salah? Oke!" ucap Marvel lalu hendak membalas perbuatan Joy kepadanya, namun terhenti ketika mendengar ocehan Joy yang menyebalkan ditelinga Marvel.
"Dih! Beraninya ngelawan cewek, cemen banget" ejek Joy.
Marvel pun memilih untuk pergi saja daripada ia harus membuang-buang waktu meladeni gadis aneh sepertinya.
"Hey! Mau kemana?" panggil Joy, namun Marvel tidak peduli dengan suara teriakan gadis itu.
Marvel menaiki motor sportnya, ketika ia mengenakan helm full facenya tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh Joy. Joy duduk di jok belakang Marvel tanpa permisi membuat Marvel menoleh kebelakang.
"Ngapain lo ikut gue?" tanya Marvel mendelik.
"Anterin gue lah, udah malem nanti gue diculik sendirian disini," rengek Joy sambil memegang jaket Marvel.
"Enak aja! Setelah lo buat luka di kening gue, dengan enggak tahu dirinya lo ikut nebeng?" sewot Marvel tidak habis pikir dengan gadis ini.
"Cepetan ih! Nanti gue kena omel Oma. Ini semua karena sepupu sama bini nya ninggalin gue tadi," protes Joy mendengus kesal.
"Udah nebeng banyak protes lagi lo!" Marvel menggerutu sambil menyalakan mesin motornya.
Karena merasa tidak tega, Marvel pun mengantarkan Joy menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan Marvel dan Joy terus saling bertengkar saling mengejek satu sama lain.
Joy tidak tahu saat ini dua insan yang sudah tega meninggalkannya sedang asyik memadu kasih untuk pertama kalinya. Entah berapa kali mereka melakukannya, yang pasti saat ini keduanya sudah terlelap karena aktivitas penjelajahan yang mereka lalui bersama begitu menyenangkan.
Romeo dan Juliet tertidur sambil berpelukan seolah mereka benar-benar melupakan Joy yang masih berada diluar.
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗 gomawo