IG @suliani_cucu
Karena kesalahan satu malam yang dilakukan oleh Aruna, hal itu membuat dia harus menikah dengan pria yang tidak dia cintai. Awalnya pernikahan itu terasa baik-baik saja, hingga 5 tahun kemudian Aruna melihat sang suami pergi bersama dengan wanita lain.
Hal itu membuat Aruna selalu membuntuti suaminya, hatinya begitu sakit ketika mengetahui kenyataan bahwa suaminya telah berselingkuh. Bahkan, suaminya sudah memiliki putri dari wanita itu. Melihat akan hal itu, Aruna bertekad untuk membalas dendam kepada sang suami.
"Jangan pernah kamu kira aku akan diam saja, Sam. Aku akan membalaskan semua rasa sakit hatiku kepada kamu!" tekad Aruna.
Cara apa yang akan Aruna lakukan untuk membalaskan dendamnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Namun, rasanya dia akan sangat malu jika mengatakan hal tersebut. Dia takut jika sahabatnya itu akan mengetahui putranya tukang selingkuh, dia takut reputasi keluarganya akan hancur.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya kelelahan saja. Ayo kita pulang," ajak Almira kepada sang sahabat.
Padahal, sebelumnya Almira terlihat begitu bahagia. Wanita itu bahkan bercerita bahwa dirinya sudah seperti burung yang terlepas dari sangkarnya, karena selama beberapa hari ini dia tidak bisa pergi dari rumah.
Bukan karena sibuk mengurusi cucunya, atau sibuk mengurusi rumahnya. Namun, dia merasakan jika perutnya sering sakit. Dia tidak bisa makan enak dan tidak bisa pergi karena takut kenapa-kenapa.
"Oke!" jawab sang sahabat tanpa berani menanyakan hal apa pun lagi.
Setelah itu mereka segera pergi dari sana, tentunya sang sahabat mengantarkan Almira terlebih dahulu. Karena wanita paruh baya itu memang tidak membawa mobil.
"Terima kasih," ucap Almira setelah dia sampai di kediaman Rahardi.
Almira masuk ke dalam rumahnya dengan begitu tergesa, lalu dengan cepat dia menyimpan makanan yang disukai oleh Ayana di atas meja makan.
Hatinya merasakan kekesalan yang luar biasa, yang ingin dia lakukan saat ini adalah berbicara dengan cepat bersama Sam. Dia bahkan sampai tidak menyadari jika Aruna dan Ayana tidak ada di rumah tersebut.
Saat tiba di dalam kamarnya, Almira langsung menelpon Sam. Karena sungguh dia tidak sabar untuk bertanya kepada putranya tersebut tentang apa yang sudah terjadi.
"Ada apa, Mom?" tanya Sam ketika panggilan telepon dari Almira sudah tersambung.
Sam mengira jika ibunya tersebut masih di puncak, ibunya pasti menelepon hanya untuk menanyakan ingin dibawakan oleh-oleh apa, pikirnya.
"Pulang sekarang juga! Mom tunggu lima belas menit! Jika tidak sampai dalam waktu yang sudah ditentukan, jangan salahkan Mom jika nantinya Mom akan nekat!"
Setelah mengatakan hal itu, Almira langsung mematikan sambungan teleponnya. Dia benar-benar kesal terhadap putarannya, dia ingin segera berbicara secara langsung bukan di telpon.
Sam merasa kaget dengan apa yang baru saja dia dengar, dia langsung menolehkan wajahnya ke arah Angel dan juga Ayaka secara bergantian, dia menghembuskan napas dengan berat dan berkata.
"Aya, Ayah minta maaf karena ada keperluan mendesak. Besok kita bertemu lagi, oke?" ucap Sam dengan lembut.
Raut kekecewaan terlihat jelas di wajah Ayaka, gadis kecil itu seolah mengharapkan kebersamaan yang lebih lama bersama dengan sang ayah. Namun, itu adalah suatu hal yang tidak mungkin.
Ayaka selalu diberitahukan jika ayahnya bekerja di luar kota, tentunya mereka hanya bisa bertemu di dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Jika Sam terus-terusan mendampingi Ayaka, itu artinya Sam tidak bisa bekerja kembali dan tidak bisa memberikan uang ataupun mainan untuk Ayaka.
"Tapi, Yah. Aya--"
Sam langsung mengusap puncak kepala putrinya, dia tatap mata putrinya dengan lekat seraya mengusap-usap kedua lengan kecil putrinya.
"Ayah janji, sebelum berangkat kerja besok Ayah akan datang," bujuk Sam.
Ayaka menolehkan wajahnya ke arah Angel, dia seolah meminta pertolongan kepada ibunya untuk membujuk ayahnya agar tetap tinggal di sana. Namun, Angel malah tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.
Ayaka menghela napas berat, dia masih ingin bersama dengan ayahnya. Namun, dia juga tidak bisa menahan ayahnya tersebut.
"Pergilah! Tapi ingat, Yah. Besok pagi aku mau Ayah ajak aku sarapan bubur ayam," ujar Ayaka.
"Boleh, Sayang. Besok pagi-pagi sekali Ayah akan datang untuk nemui Aya lagi," sanggup Sam.
Setelah berhasil membujuk putrinya, Sam pulang ke kediaman Rahardi dengan tergesa. Tentu saja karena dia takut jika ibunya akan marah, karena Sam mendengar nada lain dari cara bicara ibunya.
"Mom!" panggil Sam ketika dia tiba di kediaman Rahardi.
Tidak ada sahutan dari ibunya, Sam dengan cepat berlari ke dalam kamar ibunya. Karena pastinya Almira kini berada di dalam kamarnya, pikir Sam.
Benar dugaan Sam, ketika dia masuk ke dalam kamar ibunya, Almira sedang duduk di atas sofa. Sam langsung menghampiri ibunya dan duduk tepat di samping ibunya tersebut.
"Mom, ad--"
Belum selesai Sam mengutarakan isi hatinya, tetapi Almira langsung menolehkan wajahnya ke arah putranya dengan tatapan yang begitu tajam.
"Kamu menikah dengan Angel?" pungkas Almira.
Setelah Almira mengingat-ingat siapa wanita yang bersama dengan Sam, dia jadi teringat akan wanita yang selalu Sam bawa pulang ke rumah ketika masa kuliah dulu.
Wanita yang sangat Sam sukai, tetapi Sam tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada wanita tersebut. Nyali Sam terlalu ciut kala itu, dia takut ditolak setelah dia mengutarakan isi hatinya.
Wajah Sam terlihat terkejut sekali mendengar pertanyaan dari Ibunya, dia meremat kedua tangannya secara bergantian. Dia berusaha untuk mencari jawaban yang terbaik yang akan dikatakan kepada Ibunya.
"Ehm! Kata siapa, Mom? Aku hanya memiliki satu istri, Aruna. Aku tidak menikah dengan wanita mana pun selain Aruna," jawab Sam dengan gugup.
Almira merasa geram sekali mendengar jawaban dari Sam, jika Sam tidak menikahi Angel, lalu apa hubungannya dengan Angel yang terlihat begitu mesra. Bahkan, Sam terlihat menggendong anak kecil dengan penuh kasih.
"Oh! Seperti itu, lalu... apa hubungan kamu dengan Angel dan gadis kecil yang kamu gendong saat di resto tadi? Apakah selama ini kalian berselingkuh? Apakah selama ini kalian menjadi pasangan kumpul kebo?" tanya Almira dengan kasar.