NovelToon NovelToon
Pacarku Seorang Gengster

Pacarku Seorang Gengster

Status: tamat
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:64.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Cerita ini berkisah tentang tiga sahabat cowo ganteng yang bersumpah untuk selalu bersama dan saling melindungi yaitu Arka, Kenzi dan Nino. Mereka berandalan yang berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan sehingga terjerumus ke dalam dunia hitam.

Pemimpin mereka Arka jatuh cinta pada Sania, yang merupakan kebalikan dari segalanya. Dia berasal dari keluarga dengan latar belakang yang sangat baik dan memiliki masa depan yang cerah sebagai pianis pemula.

Penyerangan terhadap Arka oleh sekelompok preman mempertemukan mereka ketika Sania menyelamatkan Arka.

Penasaran tentang bagaimana mereka jatuh cinta dan bagaimana Arka, dalam upaya untuk melindungi Sania?

Ikuti ceritanya di karya author yang berjudul
"Pacarku seorang gengster"

Jangan lupa kasih like, vote, favorit, hadiah juga, komentar terbaik nya ya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Arka, Kenzi, dan Nino sedang dalam keadaan terburu-buru karena di kejar kendaraan anak buahnya Jack yang mencoba menyerang Arka setelah merobohkan bos nya. Mereka terus berlari di jalan-jalan kota yang ramai dan sempit.

Arka memimpin di depan, sementara Kenzi dan Nino mengikuti di belakang. Mereka terus berlari dan menghindari kendaraan-kendaraan yang melintas di depan mereka. Anak buah Jack terus mengejar mereka dengan motor-motor mereka.

Saat melintasi jalan yang sepi, mereka tiba-tiba dihadang oleh kendaraan Jack yang berhenti di tengah jalan. Anak buah Jack keluar dari kendaraan dan mulai menyerang mereka dengan pukulan dan tendangan.

Arka dan kawan-kawannya berusaha bertahan dan membalas serangan, namun mereka kalah jumlah. Anak buah Jack mulai menyerang dengan semakin keras dan brutal karena mereka membawa senjata tajam. Akhirnya Arka Kenzi dan Nino bersembunyi di suatu tempat yang tidak terlihat oleh para preman yang mengejarnya.

"Aaaaaaaaaa...!."

Sania terbangun dengan napas terengah-engah dan tubuh berkeringat. Ia melihat sekeliling dan menyadari bahwa dia hanya mengalami mimpi buruk. Namun, perasaan cemas masih terus menghantui dirinya. Sania kemudian mengambil nafas dalam-dalam dan mencoba menenangkan diri.

"Kenapa aku bermimpi begitu?," kata Sania pada dirinya sendiri.

Sania mengambil segelas air di dapur, tetapi saat ia mengambilnya, tangannya gemetar dan gelas itu jatuh dari tangannya dan pecah di lantai. Sania merasa khawatir karena Arka belum pulang padahal sudah larut malam.

Sania mencoba menghubungi Arka, tetapi tidak ada jawaban dari teleponnya. Sania semakin gelisah dan merasa tidak bisa tidur tanpa tahu di mana Arka berada. Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke luar dan menunggu Arka, tetapi tidak kunjung pulang. Sania kembali ke dalam rumah dan menangis sambil berdoa agar Arka selamat dan segera kembali.

"Arka sebenarnya kemana? Kenapa dia belum pulang? Dan kenapa handphone-nya mati?."

Tok! Tok! Tok! Tok! Tok!

Saat Sania dalam pikiran yang macam-macam tentang Arka, tiba-tiba pintu rumahnya di ketuk seseorang dengan sangat keras. Sania menyangka jika itu Arka, lalu segera membukakan pintu. Namun, Sania merasa kecewa dan kebingungan ketika melihat bahwa yang datang bukanlah Arka, melainkan Keyla.

"Sania, cepat kemasi barangmu dan aku akan segera mengantarmu ke rumahmu," kata Keyla dengan panik sembari membantu Sania mengemas barang Sania.

"Ada apa Keyla? Apa yang terjadi? Dimana Arka?," Sania tambah panik saat Keyla datang dan menyuruhnya untuk segera pindah.

"Sania, dengarkan aku, aku juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, tapi, tadi Nino menghubungiku dan menyuruhku untuk segera mengantarmu pulang ke rumah orang tuamu."

"Pulang? Keyla, aku tidak mau pulang, jika aku pulang maka aku tidak akan bertemu Arka lagi."

"Sania, sepertinya Arka bermasalah dengan Jack."

"Apa? Tidak mungkin, Arka sudah berjanji kepadaku untuk tidak berkelahi lagi."

"Sania, tapi mereka mengatakan ~...."

"Keyla, dengar, aku tidak akan kemana-mana, aku akan tetap tinggal disini dan menunggu Arka, jika Arka baik-baik saja maka dia akan kembali kesini." Jelas Sania bersikukuh.

Di kantor polisi...

Tedi sangat terkejut saat menerima telepon dari seseorang yang mengabarinya bahwa Arka dan dua sahabatnya sedang di buru oleh geng Elang. Dia mendumel karena Arka sudah berani berurusan dengan mafia. Tedi mencoba menghubungi seseorang untuk membantunya, namun telponnya tidak di angkat.

"Berani sekali dia tidak menerima panggillanku!," kata Tedi.

Kemudian, Tedi mengerahkan beberapa anggota polisi yang lain untuk bergerak dan akan menangkap beberapa orang, lalu segera pergi dari sana.

Di tempat persembunyian Arka, Kenzi dan Nino, terlihat Arka yang sudah merasa lemah dan kelelahan karena terus di kejar-kejar, di tambah luka di tubuhnya yang di sebabkan jatuh dari motor tadi.

Kenzi mengatakan jika ia akan pergi untuk mengecoh para gengster itu agar Nino bisa membawa Arka pergi dari sana. Awalnya Arka menolak tapi Kenzi tidak mendengar dan langsung melancarkan aksinya.

Gerakan Kenzi yang segera terlihat oleh musuh menjadi target para preman, ia segera di kepung dan langsung berkelahi hingga akhirnya tangan Kenzi terkena sabetan pisau, namun masih bisa mengalahkan orang jahat yang berjumlah 3 orang itu.

Setelah mengalahkan beberapa preman tadi, Kenzi kembali mencari keberadaan Arka dan Nino, setelah beberapa saat akhirnya mereka bertemu kembali.

"Kenzi, tanganmu terluka?," kata Arka saat melihat tangan Kenzi yang berdarah.

"Aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil dan aku tidak akan mati," jawab Kenzi.

Arka berpikir sejenak lalu berkata, "Kita tidak bisa terus sembunyi seperti ini, lambat laun mereka akan menemukan kita."

Lalu Nino menyarankan agar mereka menghubungi Tedi saja agar bisa melindungi mereka, namun Kenzi berkata, saat terakhir kali Tedi membereskan masalah Arka, dia sudah terlihat emosi, apalagi sekarang, Tedi mungkin akan menangkap mereka.

Kemudian Nino berkata lagi, jika lebih baik di marahi dan di tangkap oleh Tedi, daripada di temukan Jack dan gengnya yang pasti akan membunuh mereka. Kemudian Arka mengatakan jika hal itu benar, dia mengatakan lebih baik Kenzi dan Nino pergi ke kantor polisi saja tanpanya. Karena Arka pikir, jika dia ikut ke kantor polisi maka orang tua Sania pun akan menemuinya di sana.

"Tidak Arka, kami tidak akan meninggalkanmu sendirian, kita adalah saudara yang akan selalu bersama dalam suka maupun duka, kita akan hadapi mereka bersama-sama," jelas Kenzi dan di setujui oleh Nino.

"Sebenarnya aku memiliki satu cara, tapi ada kemungkinan berhasil dan mungkin juga gagal," kata Arka.

Beberapa saat kemudian...

Arka dan dua temannya, Kenzi dan Nino, memutuskan untuk pergi ke markas geng Elang, geng rival mereka, untuk berbicara dengan pemimpin geng mafia tersebut, yaitu Remon. Mereka berangkat saat fajar, untuk menghindari pertemuan dengan anggota geng Elang yang lebih banyak di siang hari.

Setelah tiba di markas geng Elang, Arka dan teman-temannya dihadang oleh beberapa anggota geng yang mencurigakan. Namun, setelah mereka menjelaskan tujuan kedatangan mereka, mereka tetap tidak diperbolehkan masuk ke dalam markas dan akhirnya terjadi baku hantam namun di menangkan oleh Arka, Kenzi dan Nino, dan akhirnya mereka di izinkan masuk oleh orang kepercayaan Remon.

Di dalam markas, Arka dan kedua temannya bertemu dengan Remon yang sedang melakukan rutinitas paginya yaitu menyembah leluhurnya. Setelah selesai, Remon menghadap mereka yang di giring oleh anak buahnya yang sudah dalam keadaan babak belur karena bogeman dari Arka.

"Siapa yang memulai perkelahian disini?," tanya Remon.

"Aku, mereka tidak mengizinkan kami masuk," jawab Arka sambil melangkahkan kakinya beberapa langkah ke depan.

"Kalian pergilah," perintah Remon kepada anak buahnya yang sedang meringis kesakitan, dan segera di patuhi.

Remon menelisik penampilan Arka dari atas hingga ke bawah, "Kamu pasti Arka, kan?," tanya Remon sambil melangkah mendekati Arka dan kini mereka saling berhadapan namun tidak seimbang karena Arka lebih tinggi daripada Remon, "Anak kecil, kamu benar-benar luar biasa," lanjut Remon.

"Jika kamu tidak melibatkan anak buahmu yang mengunakan senjata, maka salah satu diantara kami tidak akan ada yang kalah dalam duel satu lawan satu," jawab Arka.

"Anak kecil, kami mafia dan bukan atlit," kata Remon dengan menatap Arka lekat.

"Lalu kenapa? Apakah mafia tidak memiliki aturan!," bentak Nino yang berada di belakang Arka dan tersulut emosi. Lalu Nino di bentak kembali oleh orang kepercayaan Remon sehingga hampir terjadi keributan, namun Remon menghentikannya.

Remon melanjutkan kembali perkataannya, bahwa bagi seorang mafia, peraturan itu berlaku jika ia membunuh seseorang. Dan dia mengatakan bahwa dia tidak perlu berkelahi secara duel satu lawan satu karena Arka sudah menabrak Jack, dengan begitu itu sudah berarti mengajaknya perang.

1
Ayano
Cih...
Bisa gak jack dimatiin lebih cepat?
Aku siap bawa pentung
Ayano: Pentungannya ada pakunya pasti mempan
total 2 replies
Ayano
Tidak semua yang bisa membuatmu bahagia. Kalau lu jahat ya jahat aja
Ayano
Apakah mulai ada tanda perselingkuhan?
Ayano
Waduh.. dateng gak pernah bayar
Ayano
Gyaaaa... semangka wak
Ayano
Bagian akhir tuh kayak sebuah awal drama dan kesalahanpahaman lain deh pasti
Ayano
Keinget sifat bebeb yang dulu yak 😅😅
Ayano
Keknya perlu dilestarikan juga sih orang-orang yang bisa Setia kawan. Soalnya udah hampir punah di jaman sekarang
Ayano
Jan macem-macem. Nanti ada aja masalahny. Cuma kali ini aku mesti dukung dan doain sih

Jan ampe sial kalian ya
Ayano
Aku sedikit tegang dan nungguin bagian ini
Ayano
Aku boleh ganti pasangan aja gak wak?
Kenzi sania aja boleh 🤣🤣🤣
Udah capek ama Arka dan tempramen labilnya nih
Ayano
Penasaran kapan kenzi akan kasih tau semua ke arka
Ayano
Sakit banget ngeliat sania habis seperti ini. Dia udah banyak makan pil pahit
Ayano
Jan gitu
Akan ada masa dimana kamu akan berubah jadi dirimu yang dulu

Arka belum tau kenyataan aja. Dia mesti digampar ama masalah baru bisa sadar kalau ada hal yang diabaikan selama ini
Ayano
Kau harus Setia ya nak 🤣🤣🤣
Nanti digantung ama Keyla kalau ketauan playboy lagi
Ayano
Berat cuy
Hubungan kalian juga mencurigakan sudah

Aku agak was was
Ayano
Mampus. Rasain
Jack harus mati kalau menurutku

Jan ampe Kenzi mokad plis
Ayano
AKU MAU JACK MAMPUS
Seriusan dah 😏
Ayano
Biar gak jadi bobrok
Ayano
Kenzi beruntung banget asli. Temennya pada care yak
Sayang kebenaran selama ini cuma kamu yang tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!