Ali seorang mantan tentara bayaran harus menyembunyikan identitasnya setelah memutuskan pensiun dan memilih hidup sebagai warga sipil. Namun siapa sangka kecelakaan yang menimpa putranya membuat ia terpaksa kembali menjadi jagoan dan meninggalkan kehidupannya yang membosankan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Azar terkejut melihat Ali menghabisi anak buah Max.
"Bukan hanya kami yang harus pergi dari sini, tapi kau juga," ucap Azar
"Benar, kau sudah menghabisi anggota gengster terkuat di kota ini, jadi bersiaplah untuk mati, karena mereka pasti akan memburu mu sampai mati!"
"Sial, bagaimana kita bisa berurusan dengan gengster!" seru yang lainnya
Ali mengambil sebuah dokumen yang terjatuh di lantai.
"Apa ini dokumen terakhir yang kalian palsukan?" tanya Ali
Azar mengangguk.
"Jika dilihat dari pemiliknya, rumah ini hanya milik warga biasa lalu Kenapa bisa ada gengster menyerang kalian?" tanya Ali
"Sebenarnya kalau dilihat dari harga properti dan latar belakang pemilik rumah itu, sepertinya rumah itu bukan milik si penghuni,"
"Maksudnya??" Ali tampak terkejut mendengar ucapan Red seorang accounting handal Azar.
"Pemilik rumah itu hanya seorang karyawan BUMN biasa, meskipun ia melakukan korupsi mustahil ia bisa membeli rumah mewah dengan harga fantastis hanya dalam waktu singkat. Jadi menurut perhitungan ku, rumah itu adalah titipan seseorang atau bisa disebut sebagai money laundering," jawab Red
Ali mulai memahami ucapan Red, ia kemudian meminta Nav yang seorang hacker untuk mencari tahu asal-usul pembelian rumah tersebut.
"Tidak usah di cari lewat google pun aku sudah tahu jika pemilik rumah tersebut adalah pentolan geng tersebut." jawab Azar
Namun Ali membantah ucapan Azar. Ia mengatakan jika tidak ada gengster yang melakukan Money Laundry. Hal itu hanya bisa dilakukan oleh para pengusaha atau politisi yang sengaja menyembunyikan uang haram mereka agar tidak dideteksi oleh pemerintah.
"Lalu apa hubungannya dengan kita?" tanya Azar
"Karena Om sudah mengambil uang haram mereka maka ini akan menjadi perkara bagi Om. Tidak ada gunanya Om kabur apalagi mereka sudah menyewa jasa gengster, karena kemanapun kita pergi mereka akan menemukan kita," jawab Ali
"Lalu kita harus gimana, aku masih belum mau mati," ucap Red
"Kembalikan saja uang mereka?" jawab Ali
"Tadi Bos sudah memberikan uangnya kepada pimpinan gengster tapi mereka menolak, mereka malah meminta semua aset kita," jawab Nav
"Apa kalian tahu dimana markas mereka?" tanya Ali
"Aku tahu," jawab Nav
"Kalau begitu bantu aku bertemu dengan mereka,"
"Apa yang akan kau lakukan Al?"
"Membantai mereka," jawab Ali
"Jangan gila, meskipun kau sangat kuat tapi mustahil kau bisa mengalahkan mereka," jawab Azar
Ali tersenyum simpul mendengar ucapan Azar. Ia kemudian mengambil sebuah kertas dan menulis sesuatu.
Azar mengernyit saat membaca tulisan Ali.
Ia kemudian menyuruh Nav untuk menemani Ali ke markas geng yang menyerangnya.
Sebelum mendatangi geng tersebut Ali sengaja menghubungi Baron dan memintanya untuk mengirimkan senjata api untuknya.
Ali Tiba di markas Geng Joker.
Setibanya di sana, Nav tampak gemetar melihat puluhan anak buah Geng Joker menghampirinya.
Saat para gengster itu akan menyerang Ali seorang pria keluar dan menghentikan mereka.
"Jadi ini jagoan yang sudah menghabisi anggota geng Joker?" ucap Seorang pria menghampiri Ali
Ali membalikkan badannya dan tertegun melihat pria dihadapannya. Masih teringat jelas bagaimana sakitnya saat pria itu menusuknya di penjara.
"Oh!" bukan hanya Ali yang terkejut namun pria itu lebih terkejut saat melihat Ali didepannya
"Sudah tak diragukan lagi jika kau yang membuat anak buahku babak belur. Jadi apa tujuanmu datang ke sini?" tanya pria itu
"Aku ingin meminta pertanggung jawaban mu karena sudah memporak-porandakan kediaman bos kami," jawab Ali
Pria itu menyeringai mendengar ucapan Ali. Ia menatap lekat sosok Ali dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ia tak menyangka jika mantan pembunuh bayaran seperti dirinya akan bekerja kepada seorang penipu seperti Azar.
"Memangnya apa yang kau inginkan dari kami?"
Ali kemudian memberikan rincian ganti rugi yang harus dibayar oleh Geng Joker atas penyerangan yang mereka lakukan.
"Baiklah, aku akan membayar kerugian kalian. Tapi kalian juga harus mengembalikan uang klien kami yang sudah kalian tipu beserta ganti ruginya,"
Ali memberikan isyarat kepada Nav untuk membawakan uang hasil penjualan rumah mewah itu dan memberikannya kepada ketua Geng Joker.
"Apa kau yakin hanya ini?" tanya pria itu
"Karena rumah itu dicurigai sebagai hasil money laundering maka pihak pembeli hanya membayar sejumlah itu, jika kalian ingin memastikannya silakan temui agent property itu," jawab Ali
Lelaki itu setuju dan menerima uang pemberian Ali. Ali segera meninggalkan tempat itu setelah menerima uang kompensasi rumah Azar.
Namun seolah sudah diperhitungkan, anak buah Joker seketika menjegal Ali dan Nav.
Dengan bersenjatakan pemukul bisbol puluhan anak buah Geng Joker mengepung Ali.
Ali meminta meminta Nav membuka koper satunya. Ia yang sudah memesan bom gas air mata dari Baron segera melemparkan bom tersebut hingga membuat ruangan itu dipenuhi asap.
Ali segera memakai masker dan menghajar satu persatu anak buah Geng Joker.
"Tangkap dia, jangan biarkan dia lolos!"
Ali dengan cepat menghabisi para anggota geng dan berhasil keluar dari ruangan itu.
Nav segera melompat ke mobil dan melesat meninggalkan markas Geng Joker.
"Gila, kau benar-benar gila Al!" seru pemuda itu
"Untuk bertahan hidup kadang kita harus berubah menjadi gila," jawab Ali
Ia menghitung jumlah uang yang dibayarkan oleh geng Joker dan memberikannya kepada Red.
"Anj*r uangnya asli Bos!" seru Red
"Kau benar-benar seorang gengster sejati Al, tapi karena kau sudah mengalahkan Joker maka bersiaplah untuk menghadapi geng yang lebih besar yang melindungi mereka," ucap Azar
"Kalau boleh bisakah kau memberikan informasi tentang Geng Joker?" tanya Ali
Nav segera menyambar laptopnya dan memberikannya kepada Ali.
Ali tak terkejut saat mengetahui Geng Joker ada di bawah naungan Ares Group. Hanya saja ia terkejut saat tahu pemimpin Perusahaan Jasa pembunuh bayaran terbesar itu dipegang oleh Hera.
*Ares Tower
Hera tampak memukuli seorang pria menggunakan baton. Seorang Pria tampak menahan sakit saat wanita itu tak berhenti memukulinya.
"Bagaimana bisa sebuah geng besar dikalahkan oleh satu orang saja. Bahkan yang lebih memalukan kalian ditipu di markas kalian sendiri!" seru Hera menghamburkan uang palsu yang ada di dalam koper
"Maafkan saya ketua, beri satu kesempatan kepada ku untuk membalas kekalahan ku ini kepada Ali,"
"Ali??" Hera tampak tak percaya mendengar Green menyebut nama Ali.
"Jangan bilang kalau pelakunya adalah Ali si Black Kaiser?"
Green membenarkan bahwa yang menyerangnya adalah Ali si penipu yang sudah ia eksekusi di sel tahanan.
"Bagaimana bisa kau gagal mengeksekusi dia di tahanan, dasar pecundang!" kembali Hera menghajar Green habis-habisan
"Itu adalah kesalahan ku dan aku janji tidak akan melakukan kesalahan yang sama jika kau memberiku satu kesempatan lagi,"
"Kau pikir kau bisa menang melawan Black Kaiser, jangan bermimpi!" seru Hera
Wanita itu kemudian menghubungi Max dan memberitahukan jika Ali yang sudah menjual rumah miliknya.
"Aku tidak mau tahu, yang jelas kau harus menghabisinya. Karena berbahaya jika ia tahu semuanya!"
Saat Hera mengumpulkan semua agent terbaiknya, tiba-tiba Ali muncul ke markasnya.
season 2 donk thooorrrrrrr
di tunggu Looh
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
eman2. bagus lho. sayang kan.
untuk hera kyak e sudah saatnya dia terpojok. tinggal masukin karung saja terus dibuang ke laut.. kira2 kalau hera dibuang ke laut, mak hiu doyan g sih? 🤣🤣🤣
ini adalah sebuah cerita yang mengajari kita tentang semangat hidup.
hidup itu ber putar, kadang hidup terasa nyaman, namun kadang hidup juga terasa susah. belajar lah dari kisah ali dalam cerita ini. jatuh bangun penuh kesialan. namun tetep semgat bertahan .
kata bang Haji sih berakit rakit kehulu. berenang renang ketepian. 🏃♂️