NovelToon NovelToon
Unloved Wife

Unloved Wife

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:88.3k
Nilai: 5
Nama Author: nurselah

Meyra Anatasya harus kehilangan kesuciannya, saat dirinya melakukan One night stand bersama Devano Martadinata. Seorang CEO di perusahaan Colarfas group yang tidak ia kenal sama sekali, dan di saat Meyra kehilangan kesuciannya. Ia juga kehilangan ibunya yang meninggal dunia.

Dua bulan pasca kejadian itu, Meyra mengandung anaknya Devano. Ia pun menyembunyikan kehamilannya dari Bibi dan pamannya yang akan menjodohkannya.

Akankah Meyra menerima perjodohan itu, dan bisa bertemu lagi dengan Devano?

Dari pada penasaran, yuk kita simak kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurselah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Pergi ke rumah sakit

"Yang kamu katakan benar, dan aku setuju dengan itu," ucap Meyra yang menanggapi ucapan Devano, yang ingin memulai hubungan yang baik dengannya.

"Ini sudah malam, sebaiknya kita tidur. Kamu mau tidur di kamarku, apa di kamarmu?" tanya Devano.

"Kita tidur di kamar masing-masing saja," jawabnya.

"Baru saja kamu bilang setuju dengan ajakanku, yang mau memulai hubungan ini dengan baik. Tapi kenapa malah memilih tidur di kamar masing-masing?" tanya Devano sambil menggelengkan kepalanya.

"Kita mulai hubungan ini dengan berteman baik, seperti ajakanku saat kita resmi menikah. Tapi untuk tidur satu kamar lagi, maaf aku tidak mau," sahut Meyra yang menolak tidur satu kamar dengan Devano.

"Ya sudahlah, terserah kamu saja." Devano segera bangun dari tempat duduknya, dan pergi meninggalkan Meyra yang masih duduk di ruang televisi.

"Maaf Devano, bukannya aku tidak mau tidur satu kamar denganmu. Aku hanya ingin, di saat kita tidur satu kamar lagi. Kamu dan aku sudah saling jatuh cinta," lirih Meyra. Ketika Devano sudah masuk ke dalam kamarnya.

"Semoga kamu bisa membuat Bunda dan Papamu saling jatuh cinta," sambung Meyra sambil mengusap perutnya, yang belum terlihat membesar seperti orang hamil. Setelah mengatakan itu, Meyra pun memutuskan masuk ke dalam kamarnya.

___________

Sementara itu.

Di dalam kamar Devano.

Devano masih sulit untuk memejamkan matanya. Karena di dalam pikirannya, ia masih tidak menyangka dengan apa yang ia perbuat kepada Meyra. Sehingga membuat Meyra hamil.

"Apakah dengan satu kali berhubungan di malam itu, bisa membuat Meyra bisa cepat hamil?" lirih Devano yang bertanya pada dirinya sendiri. Karena ia belum yakin dengan hasil perbuatannya, yang membuat Meyra bisa cepat hamil.

"Sebaiknya aku browsing di internet tentang masalah itu, dan kondisi wanita hamil," sambung Devano yang segera membuka Mbah Google. Agar ia bisa mengetahui tentang semua yang ingin ia ketahui.

"Aaah, aku tidak mengerti dengan semua ini. Lebih baik aku browsing tentang kondisi wanita hamil saja," ucap Devano yang tidak mengerti dengan hasil browsing di internet, tentang melakukan hubungan suami istri yang cepat hamil.

Devano yang sudah menemukan gejala wanita hamil, yang ia baca di Mbah Google. Ia mulai teringat dengan kejadian, di saat Meyra mual dan mau muntah di dalam mobilnya.  

"Pantas saja, saat itu Meyra mual dan mau muntah di dalam mobilku. Apa jangan-jangan! Waktu itu Meyra sudah hamil? Dan kemarin malam juga dia pun seperti itu. Jadi itu berarti...! Tandanya Meyra itu beneran hamil anakku?" lirih Devano yang mengingat semua kejadian, di saat kondisi Meyra sedang Morning Sickness.

"Apakah Meyra itu beneran hamil anakku?" Devano bermonolog pada dirinya sendiri. Karena ia tidak mengerti dengan kondisi Meyra, yang begitu cepat hamil. Meski ia dan Meyra melakukan itu cuman sekali, dan kejadiannya sudah dua bulan yang lalu.

"Sebaiknya, besok pagi aku akan menanyakan tentang ini semua pada Meyra. Dan untuk memastikan lebih akurat lagi, aku akan mengajak Meyra pergi ke dokter," sambungnya. Sebelum ia tidur.

________

Keesokan paginya.

"Mey, ada yang mau aku bicarakan lagi denganmu," ucap Devano. Ketika ia dan Meyra sudah selesai sarapan pagi bersama.

"Silahkan saja," balasnya.

"Hmmmz, maaf yah Mey, jika pertanyaanku ini akan menyinggung perasaanmu. Tapi aku hanya ingin memastikan saja. Apakah bayi yang ada di dalam kandunganmu itu adalah anakku?" tanya Devano hati-hati.

"Kamu pikir aku ini wanita panggilan, yang mau melayani orang yang tidak aku kenal dan tidak aku cintai. Aku benar-benar menyesal, mengantar kamu pulang ke apartemen ini dua bulan yang lalu. Sehingga kamu menuduhku seperti itu," geram Meyra dengan pertanyaan Devano.

"Baru saja semalam ingin memulai hubungan ini dengan baik, tapi pertanyaanmu barusan membuatku sakit hati," sambung Meyra yang kecewa dengan sikap Devano, yang meragukan dirinya yang sedang hamil anak Devano.

"Maaf Mey, sebelum aku bertanya tentang itu. Aku meminta maaf terlebih dahulu, maafkan aku Mey." Devano berusaha meminta maaf kepada Meyra, dan ia menyesali pertanyaannya yang membuat Meyra sakit hati.

Meyra memutar bola matanya, mendengar ucapan Devano yang berusaha meminta maaf kepadanya.

"Mengucapkan kata maaf dan memaafkan itu mudah diucapkannya. Tapi ucapanmu yang meragukan ku, itu semua akan teringat dalam ..."

"Meyra, aku hanya ingin memastikan saja. Jadi tolong maafkan ucapanku barusan, yang membuatmu sakit hati." Devano segera menyela ucapan Meyra yang belum selesai berbicara, ia terus berusaha membuat Meyra memaafkannya.

Meyra menarik nafas, dan membuangnya secara pelan-pelan. Sebelum ia menimpali ucapan Devano, yang terus meminta maaf kepadanya.

"Aku akan berusaha memaafkanmu. Apakah ada pertanyaan lain lagi? Yang ingin kamu tanyakan kepadaku?"

"Iya, masih ada yang ingin aku tanyakan padamu. Apakah kamu sudah pernah mengecek kandunganmu ke dokter?" tanya Devano.

"Aku belum pernah sama sekali mengecek kandunganku ke dokter apalagi ke bidan, aku menutupi kehamilan ini dari keluargaku. Karena aku tidak mau sampai Bibi dan Paman mengetahui kondisiku, yang hamil di luar nikah," jawab Meyra berterus terang.

"Kalau kamu belum pernah mengecek kandunganmu ke dokter atau bidan, dari mana kamu bisa tahu! Kalau sekarang ini kamu sedang hamil?" tanyanya lagi.

"Aku menggunakan testpack milik Mbak Dewi putri sulung Paman dan Bibiku, yang saat itu tertinggal di dalam kamar mandi. Dan hasil testpack itu sama persis dengan milik Mbak Dewi, yaitu muncul dua garis. Apalagi saat itu, aku sudah dua bulan tidak datang bulan." Meyra pun menjelaskan kejadian, di saat ia menggunakan testpack milik Dewi. Untuk mengetahui kondisinya, yang sedang hamil.

"Untuk memastikan kebenarannya, hari ini aku mau mengajak kamu pergi ke dokter. Agar aku bisa yakin dengan kondisimu, yang sedang hamil," ujar Devano yang mau mengajak Meyra pergi ke rumah sakit. Untuk mengecek kandungannya ke dokter.

"Baiklah, aku sama sekali tidak keberatan. Karena aku juga ingin memastikan kebenarannya. Apakah gejala yang sering aku rasakan itu adalah kondisi wanita hamil?" sahutnya sambil bangun dari tempat duduknya. Karena ia mau membersihkan piring dan gelas yang kotor, sebelum ia dan Devano pergi ke rumah sakit.

"Kamu tidak perlu membersihkan itu, ada orang yang biasa membersihkan apartemenku. Jadi lebih baik sekarang ini, kita segera pergi ke rumah sakit." Devano melarang Meyra yang akan mencuci piring dan gelas yang kotor.

"Ini cuman sedikit Devano, aku mau mencuci piring dulu. Setelah selesai semuanya, barulah kita pergi ke rumah sakit," timpal Meyra yang bersikeras ingin tetap mencuci piring terlebih dahulu.

"Terserah kamu sajalah," ujar Devano.

Meyra pun segera membersihkan piring dan gelas yang kotor, dan beberapa menit kemudian. Meyra sudah selesai mencuci piringnya, dan ia segera menghampiri Devano yang menunggunya di ruang televisi.

"Yuk kita pergi sekarang," ajak Meyra pada Devano.

"Iya," balas Devano singkat.

Devano dan Meyra pun segera pergi meninggalkan apartemen, dan pergi menuju mobil Devano yang terparkir di gedung apartemen. Karena mereka berdua akan pergi ke rumah sakit, untuk mengecek kandungan Meyra.

1
falea sezi
mnding cerai aja mey
Qilla
kurang nyaman baca pov
Marni Wibisono
mantap dahhh
Dewi Melow
pesta party ? party artinya pesta jga pesta party brarti pesta pesta
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Dewi Khanza
lanjut thor
Dewi Khanza
lanjut thor, buat mayra pergi thor biar si devano memyesal
Dewi Khanza
buat mayra pergi thor
Ririn Nursisminingsih: devano jdi laki jg bodoh
total 1 replies
Lytapkp
lanjut
Dewi Khanza
masa devano lupa sama mayra thor,,
Sela sahla: epek dari minum obat perangsang membuat Devano sedikit lupa dengan wajah Meyra, yang dia ingat hanya tanda lahir yang ada di lehernya Meyra
total 1 replies
Mom La - La
itu namanya jodoh Mey.
Mom La - La
hadir lgi kk..
Sela sahla: Terima kasih kak 😊
total 1 replies
Mom La - La
sampai dsni dulu ya kk...
ditunggu feed backnya...
Mom La - La
ku jdi ingat waktu itu. sediihhhh bngt
Mom La - La
untukmu thorr... biar tmbh smangat...
Mom La - La: masama..
total 2 replies
Mom La - La
salken kk... saling dukung yuk salam dari Menuju Bahagia
Sela sahla: salken juga kak🤗
total 1 replies
Mitt²🍒⃞⃟🦅
Ayo kak, semangatt!
cepet updatenya, biar dapet reward. 🙏🤭☺️
Sela sahla: iya kak😊💪
total 1 replies
in_JUMI
Devano .. jahat...
jangan lupa mampir di cerita aku y k
in_JUMI
Meyra yang malang ...
semangat k
di tunggu mampiranya di cerita aku y
in_JUMI
Kasian Meyra ...
di tunggu mampiranya di cerita aku y k
Mitt²🍒⃞⃟🦅
Im coming kak,
aku lanjut baca nanti lagi yaa 🙏
jaga kesehatannya kak, biar lancar terus update nya 🤭 And good luck 🙏☺️
Sela sahla: Terima kasih kak Mitta sudah mampir 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!