NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Pariban?!

Kenapa Harus Pariban?!

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:59.6k
Nilai: 5
Nama Author: R.angela

Dean harus menerima perjodohan yang ditentukan oleh orang tuanya dengan sepupunya sendiri! Hanya karena ingin melestarikan adat, pernikahan paksa itu harus terjadi. Apakah pernikahan yang didasari kebencian itu akan menghadirkan rasa cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fitting Gaun

Semua keluarga Pak Hotman diajak untuk berbelanja oleh Namboru Uli, memilih pakaian untuk hari pernikahan Dean dan juga Sea yang akan digelar minggu depan.

Kesepakatan sudah ditentukan, bahwa Dean setuju untuk menikah dengan Sea, dengan catatan dia harus menyelesaikan kuliahnya. Tidak boleh dilarang untuk melanjutkan kuliah hingga selesai menjadi seorang dokter.

Tentu saja hal itu didukung oleh Namboru Uli. Dia justru bangga memiliki menantu seorang dokter. Tapi ternyata maksud Namboru Uli adalah Dean pindah kampus, melanjutkan kuliahnya di Jakarta agar tetap bisa tinggal bersama dengan Sea.

Sontak hal itu tentu saja langsung ditolak mentah-mentah oleh Dean, mana mungkin dia mau pindah kuliah, dia sudah beradaptasi dengan teman-temannya, bahkan kampusnya juga kampus favorit yang tidak gampang untuk dimasuki.

"Aku akan tetap di Medan sampai selesai kuliahku, Namboru," ucap Dean ketika makan malam bersama usai digelar.

"Jangan dong, Dean. Tante udah urus, kau pindah saja kuliah ke Jakarta," jawab adik bapaknya itu tetap ngotot.

"Kalau begitu, batalkan saja pernikahan ini. Lebih baik aku pergi dari rumah ini, biarlah namaku dicoret dari kartu keluarga," ancamnya yang sudah kalut akan amarah.

Tidak ada lagi yang dipikirkan gadis itu, saat ini amarah lebih mengambil alih akal sehatnya. Dia sudah benar-benar berpisah dengan Ferdi. Bukankah katanya, seseorang yang sedang patah hati dan kecewa memiliki keberanian layaknya singa?

Akhirnya setelah berembuk antara keluarga, mereka mengabulkan permintaan Dean. Dia akan tetap kuliah di Medan walaupun suaminya ada di Jakarta. Tidak tinggal bersama merupakan keinginan keduanya.

Hal itu tentu saja disambut gembira oleh Sea, dia mendukung rencana Dean yang ingin pisah ranjang untuk sementara waktu demi menyelesaikan kuliahnya.

***

"Nggak nyangka aku, bentar lagi kalau jadi istri orang. Padahal baru kemarin kita main, mandi di sungai bersama'kan?" ucap Rini yang kaget, ketika Dean menyerahkan undangan pernikahannya kepada ketiga sahabatnya itu.

Dia tidak berniat untuk menanggapi candaan temannya. Hati Dean begitu suram, semendung langit saat ini.

Saat di kantin, dia tadi bertemu dengan Ferdi, pria itu berusaha untuk mengajaknya bicara tapi Dean segera memutus kontak dengan meninggalkan tempat itu, membatalkan niatnya untuk makan siang di sana.

"Jadi Ferdi gimana?" sambar Juli yang ikut prihatin dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.

"Ya pisah'lah, kek (gimana) lagi? Orang dia mau kawin pun," jawab Astrid yang sejak tadi menyimak dengan serius.

"Udah deh daripada kau cemberut aja, lebih baik kita jalan-jalan ke mall. Ada film baru yang bagus, ayok kak woi," ajak Astri yang setelah membujuk Dean, akhirnya gadis itu setuju.

Lagi pula untuk apa dia bersedih? Tidak ada lagi yang perlu disesalinya. Mungkin sampai mati cintanya kepada Ferdi tidak akan berubah tapi seiring besarnya cintanya begitu pula besarnya rasa bencinya kepada pria itu.

Dia membenci sikap Ferdi yang pengecut, yang tidak mementingkan dirinya dan tidak mau memperjuangkan cinta mereka hanya dengan alasan dia memikirkan perasaan keluarganya.

Lantas, apa dia pikir dengan Dean memilih mengajaknya kabur karena gadis itu tidak memikirkan perasaan keluarganya? Semua ada harganya! Dia rela mengorbankan perasaan keluarganya, asal dia bisa bersama dengan Ferdi. Nyatanya pria itu tidak setangguh Dean.

Keempatnya menaiki angkot menuju tujuan mereka. Jalanan siang itu begitu macet karena memang jam makan siang dan juga jam pulang anak sekolah. Banyak angkot yang berhenti dengan seenaknya demi mengangkut sewa yang berdiri di pinggir jalan.

Hal yang paling membuat kesal adalah banyaknya sopir angkot yang dengan seenaknya berhenti di pinggir jalan, memaksa orang yang sedang menunggu angkot dengan nomor yang lain untuk naik ke angkotnya, yang nyata-nyata berbeda jurusan.

"Minggir, Bang," ucap Rini dengan suara lantang. Jangan heran, di kota itu begitu lah cara penumpang menghentikan laju angkot.

"Di depan sikit dek, ada polisi, kena tilang pulak nanti Abang, gak kemana limpul (Lima puluh ribu)," jawab sopir angkot dengan logat bataknya.

"Suka ati (Hati) Abang lah," jawab Rini kemudian. Sedangkan Astri sejak tadi sibuk memandangi seorang pria yang juga menjadi penumpang di dalam angkot itu. Dari warna almamater yang dia pakai, mahasiswa itu kuliah di kampus negeri yang lainnya.

Angkot pun berhenti, keempatnya turun, dan Juli yang menjadi bendahara, perwakilan membayar ongkos mereka.

"Dek, mau kemana kalian, sini lah sama abang," goda seorang pria paruh baya yang memang biasa berkeliaran di sekitaran kawasan mall itu untuk mencari mangsa.

"Apa sih, Kek, pulang lah, udah bangkotan pun," sambar Rini yang paling berani diantara mereka kalau urusan meladeni orang-orang yang gak jelas seperti itu.

"Kakek kau bilang? Matamu lah kakek! Enak kali kau panggil aku kakek, kapan pula aku kawin sama nenekmu!" balas pria itu marah, tidak terima dia dianggap sangat tua.

Mendengar hal itu keempatnya sontak tertawa bersama terbahak-bahak hingga sampai ke dalam kawasan mall lantai satu.

"Yakin aku, Om itu tadi nyari mangsa itu, abg-abg anak SMP, SMA yang mau dibayar cuman limpul aja," ucap Astri.

Tidak bisa disangkal, memang banyak ditemui di seputaran jantung kota itu hal prostitusi seperti itu.

Banyak yang terjerat, tapi tidak sedikit juga yang mampu bertahan. Kebanyakan anak-anak muda sekarang ini jatuh ke lembah hitam hanya karena silau dengan barang-barang branded dan pergaulan kekinian yang mengatakan kampungan pada seseorang yang tidak mengikuti trend gila itu.

1
SicantikKinyisKinyis
Semangat Kak, jangan lupa mampir di karya aku yang berjudul takdir Cinta Twins D
Silvira Aulia
waduh sea.. main sosor aja 😁
Khalilla
ow ow....
ada apa tuh ferdi dengan santi
Khalilla
duh sea, kok nyebelin amat sih jadi cowok
Khalilla
jelaslah sakit banget
Nay Nay
perlahan tapi pasti ya sea akan jatuh cinta ke dean
ela aditya
cieee manja nih yeee
Bilqis Adinda Ulya
lah lah lah ferdi kok gitu katanya cinta kok menyakiti perempuan, main tangan pula!
Bilqis Adinda Ulya
ini yg ditunggu2 😅
Silvira Aulia
sea ya bener2 buat emosi 🤣
Bilqis Adinda Ulya
lama bgt sih kalian saling mencintainya dean sea 😑
Khalilla
bagus dean 😄
sea tuh cocoknya digituin emang
ela aditya
penasaran kado dari ferdi apa ya?
soalnya di bab sebelumnya ga dikasih tau author, aku pikir bakal dibahas di bab ini, eh ternyata ga ada juga 😅
Nenk NOER
Aku suka ceritanya.. semangat berkarya Thor..💪💪💪
Annisa Rahma
dean ya bener2 lah... aku juga perempuan, tapi kalo d tampar ya gak gt juga kelesss
Bilqis Adinda Ulya
janji sekali 3 bulan mau datang ga ditepati tapi akhirnya datang pas sudah setahun 🤣🤣🤣🤣
kocak 🤣🤣🤣🤣🤣
Bilqis Adinda Ulya
gadis itu?
Annisa Rahma
makin seru nih ceritanya, tapi typonya thor banyak banget
GeL: iya kak, maaf atas ketidaknyamanan ini
total 1 replies
Neng Ati
akhirnya...
Neng Ati
kasian banget kamu sea,jd agak kesel jg SM Dean apa yg dicari dr di ferdi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!