Kanaya Syifa Pratama, seorang gadis cantik berasal dari desa. Bercita-cita ingin menjadi seorang bidan, merantau ke kota untuk kuliah mewujudkan mimpi.
Tapi takdir berkata lain, ia di jebak oleh pacarnya sendiri sampai dirinya hamil. Semua mimpi yang sudah ia bangun hancur begitu saja, bahkan bukan hanya itu Syifa juga harus menerima perlakuan kasar dari ibu mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Setelah siap dengan pakaian kerjanya, Varo keluar kamar. Pandangannya mengedar ke setiap penjuru ruangan, mencari sosok Syifa yang semalam tidur di ruang tamu.
"Dia sudah pergi" gumam Varo saat tak menemukan Syifa di ruang tamu.
Varo berjalan mendekat, lalu duduk tepat di sofa yang semalam Syifa tiduri. Hingga beberapa saat kemudian pintu apartemen terbuka, di susul dengan kehadiran Rio.
"Selamat pagi tuan" sapa Rio. Tapi tidak sedikitpun di balas oleh Varo.
"Ada apa dengan tuan Varo ?" Batin Rio.
"Rio" panggil Varo.
"Iya Tuan"
"Hari ini aku mau kau membawa seluruh pakaian istriku, bawa dia kemari dan aku tidak mau dia kembali ke kosan"
Rio terdiam, entah kenapa kata istri yang Varo ucapkan terasa sangat asing bagi Rio.
"Kau dengar kan apa yang aku katakan ?" Varo berdiri lalu menatap Rio tanpa ekspresi.
"Dengar Tuan, baik saya akan menyuruh anak buah saya untuk melakukan tugas nya"
"Hemmm, dan kau cari informasi tentang Syifa, serta penyebab dia bercerai dengan suaminya dulu"
Kembali di buat terkejut, Rio tidak menyangka kalau Syifa sudah pernah menikah. Apalagi menurut penilaian Rio kalau Syifa masih sangat mudah.
"Nona Syifa sudah pernah menikah tuan ?" Tanya Rio.
"Saya tak mengizinkan mu bertanya, lakukan saja tugas yang saya berikan"
"Ba-baik tuan"
*
*
*
Syifa baru saja memasuki kosannya, dan ia sudah di buru dengan banyaknya pertanyaan dari Dita. Sahabatnya terlihat begitu sangat khawatir karena semalaman Syifa tidak pulang.
"Semalam kamu tidur dimana Fa ?, kami semua khawatir, bahkan kak Redi sampai nyusulin kamu ke restoran tapi kamu udah gak ada"
Syifa terdiam entah jawaban apa yang harus ia ucapkan. Dirinya pun tidak menyangka kalau Redi akan menyusulnya ke tempat bekerja.
"Fa..." mata Dita memicing, melihat diam nya Syifa ia merasa sudah terjadi sesuatu.
"Kamu gak papa kan ?"
"Enggak Dit, aku baik-baik saja" Syifa menjawab dengan cepat.
"Kamu belum jawab pertanyaan ku, semalam kamu kemana ?"
"Aku.... aku tidur di masjid Dit. Iya aku tidur di sana semalam" entah kenapa itulah yang ada di pikiran Syifa saat ini. menatap wajah Dita yang masih menampakan keraguan.
"Oh, aku yakin semalam kamu pasti takut banget karena hujan yang cukup lebat. Mana mati lampu lagi. Syukurlah kalau kamu baik-baik saja" Dita menepuk bahu Syifa dengan lembut.
Menghembuskan napas lega, Syifa akhirnya bisa membuat Dita percaya dengan kebohongannya. Ia tidak mungkin mengatakan kalau semalam ia di nikahkan secara paksa oleh warga. Syifa juga yakin laki-laki yang menikahinya semalam akan segera menalaknya.
Setelah Dita kembali ke kosan miliknya, Syifa langsung masuk dan menutup pintu. Wanita itu menyandarkan tubuhnya hingga air mata kembali menetes.
"Kenapa ini harus terjadi padaku lagi Ya Allah" batin Syifa lirih.
Ingatannya kembali pada saat menikah dengan Alfin dulu, bagaimana ia harus merasakan penderitaan setiap hari. Harus melihat suami sendiri bertemu dengan wanita lain.
"Aku harus menyuruh mas Varo menalak aku, karena aku tidak ingin di sakiti lagi"
*
*
*
"Tuan saya sudah mendapatkan informasi tentang Nona Syifa" ucap Rio setelah berada di ruang kerja Varo.
Varo yang saat itu sedang menatap layar komputer seketika mendongak.
"Jelaskan apa yang kau dapatkan !" pinta Varo dengan tegas.
"Baik tuan" Rio membuka map berwarna hijau yang ada di tangannya.
"Menurut informasi yang saya dapat, Nona Syifa adalah seorang janda. Dan memiliki satu orang anak laki-laki"
"Kenapa dia bisa bercerai dengan suaminya dulu ?" tanya Varo penuh keingin tahuan.
Rio terlihat ragu untuk mengatakan kalau pernikahan Syifa dengan Alfin dulu gagal karena perbuatan Mama nya Alfin.
"Katakan Rio !"
"Itu semua karena mertuanya nona Syifa tuan. Dia tidak setuju anaknya menikah dengan nona Syifa karena nona Syifa hanya berasal dari keluarga sederhana"
Varo menarik napas panjang, dulu istrinya juga mengalami hal serupa sampai sang istri meninggal secara tragis.
"Apa tuan yakin akan membawa nona Syifa tinggal di apartemen ?" Rio bertanya, ia menatap Varo.
"Yakin, saat ini dia istri saya. Jadi saya punya hak untuk menjaganya" balas Varo mantap. Walau ia belum ada rasa cinta untuk Syifa, tapi entah kenapa dorongan untuk menjaga wanita itu begitu kuat.
Varo ingin menjalani semuanya dulu, biarkan semuanya berjalan dengan seadanya.
"Jangan sampai mama ku bertemu dengan Syifa, aku tidak ingin wanita itu melakukan hal yang sama seperti dulu"
"Baik tuan"