Karena sebuah kesalahan satu malam, Ayaneru terjebak bersama seorang pria asing yang membuatnya hamil.
Namun Ayaneru yang sebenarnya sudah dijodohkan dengan seorang pria terhormat, memutuskan untuk pergi ke luar negeri karena merasa kotor dan tak pantas. Hingga dia ingin menggagalkan perjodohan itu dan malah berniat untuk merawat bayinya seorang diri.
Namun, 5 tahun kemudian Ayaneru kembali ke Tokyo dengan membawa kedua buah hatinya yang sangat jenius.
Apakah takdir akan mempertemukan mereka dengan sang ayah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terkuak ...
Seorang pria berpakaian rapi terlihat sedang menghadap tuannya di dalam ruangan kerjanya dan segera memberikan beberapa berkas kepada tuannya.
"Tuan, ini adalah beberapa rekaman dan berkas yang tuan inginkan. Mengenai rekaman CCTV di St. Luke's International hospital bagian labolatorium dan juga rekaman si Pacifik hotel 5 tahun yang lalu." ucap pria yang tak lain adalah Gavin, sang asistennya.
Sebenarnya Gavin sudah mendapatkan semua yang diinginkan oleh tuannya 2 hari yang lalu. Namun baru sekarang Gavin bisa menghadap Reo, karena selama beberapa hari yang lalu, Reo berada di Osaka untuk mengunjungi mamanya.
"Putar rekaman itu!" titah Reo tanpa merubah posisi duduknya saat ini.
Wajah datar dan dingin itu juga masih saja terlihat seperti biasanya.
"Baik, Tuan." sahut Gavin dengan patuh dan segera menjalankan perintah dari tuannya.
Kini salah satu rekaman mulai diputar oleh Gavin, dan Reo melihatnya melaui oled transparent raksasa yang berada di sisi samping meja kerja Reo. Rekaman CCTV pertama yang diputar oleh Gavin rupanya adalah rekaman saat di St. Luke's International hospital bagian labolatorium dan sekitarnya.
Dan pada rekaman itu terlihat seorang wanita dengan memakai jas almamater putih memasuki ruang labolatorium itu tepat setelah Reo meninggalkan tempat itu.
Wanita yang menyandang pakaian seorang dokter itu memakai masker, jadi wajahnya tak terlalu terlihat oleh mereka. Namun untuk menemukan identitasnya, itu adalah hal yang sangat mudah dilakukan untuk Reo.
"Ada kemungkinan sample milik tuan Reo telah ditukar oleh dokter wanita itu, Tuan. Karena hanya dia yang memasuki ruangan itu selain dokter yang bertugas saat itu." ucap Gavin menyimpulkan.
Namun seketika sorotan mata yang begitu tajam dengan aura yang sangat mencekam itu mulai beralih menatap Gavin.
"Mengapa kerjamu setengah-setengah, Gavin?!! Sangat buruk!! Mengapa memberikan laporan padaku saja tidak merasa yakin dan tidak akurat?!!" geram Reo kesal dan sesekali melirik kembali oled transparent dan asisten pribadinya dengan sangat tatapan menusuk.
"Ma-maaf, Tuan. Mak-maksudku adalah ..."
"Apa kamu sudah mencari tau siapa dokter wanita itu?!" potong Reo tak sabaran.
"Sudah, Tuan. Dia adalah seorang dokter spesialis bedah di dalam rumah sakit itu. Dan dia adalah salah satu teman dekat dari Maria." ucap Gavin menjelaskan.
"Maria?" geram Gavin mengeraskan rahangnya. "Awas saja jika sampai dia yang melakukan semua ini!"
Reo mulai menatap tajam Gavin lagi seolah mengintrogasi Gavin. Dan Gavin juga segera menyadarinya, karena tatapan membunuh itu begitu berbahaya dan mengancam jiwanya.
"Ba-baik, Tuan. Saya akan segera mengurus dokter itu dengan baik setelah ini." sahut Gavin yang tanggap akan tatapan tajam dari tuannya itu, sambil mengusap peluh yang mulai keluar melalui pelipisnya.
"Waktumu hanya 24 jam dari sekarang. Jika lewat dari itu, habislah kamu, Gavin!!" tandas Reo penuh dengan ancaman.
Tentu saja Reo merasa kesal karena menurutnya Gavin tidak tuntas saat melakukan tugas yang telah diberikan untuknya. Dan malah membuat Reo menunggunya lagi untuk mengetahui siapa dalang dibalik sabotase sample miliknya itu.
"Ba-baik, Tuan ..." sahut Gavin terbata dan kembali mengusap peluh sebiji jagung yang membasahi pelipisnya.
"Sekarang putar CCTV di dalam Pacific hotel!! "
"Baik, Tuan!" Gavin menyauti dan mulai memutar video rekaman CCTV itu sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh tuannya.
Dan rekaman CCTV itu sungguh membuat Reo tercengang selama beberapa saat, karena menyadari siapa sosok gadis yang membersamainya 5 tahun yang lalu itu.
Dan bukan hanya Reo saja yang terkejut bukan main, namun Gavin juga sangat terkejut saat mengetahui jika wanita yang pernah menemani bosnya saat itu rupanya adalah salah satu anak buahnya di perusahaan F Group.
Malam itu terlihat seorang gadis yang sangat tidak asing memasuki kamar hotel Reo setelah melihat layar ponselnya. Gadis itu terlihat sangat cantik dan masih cukup muda dengan balutan pakaian bergaya kasual namun tetap stylish dan fashionable.
Gadis itu mulai melakukan beberapa kegiatan di dalam kamar hotel Reo, seperti menonton dan membaca. Namun setelah beberapa saat, gadis itu memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan malah melakukan ritual mandi disana. Dan disaat itulah ucapan sang gadis 5 tahun yang lalu mulai terngiang kembali pada indra pendengaran Reo.
Tak lama setelah itu, terlihat Reo mulai memasuki kamarnya. Hingga akhirnya Reo mulai memaksa Ayaneru untuk menjadi penawarnya saat itu. Namun Reo segera memberikan titah untuk Gavin disaat Reo mulai berusaha untuk melakukan sesuatu dengan Ayaneru.
"STOP!! Sudah cukup!!" titah Reo dengan suara lantang dan mulai memijit keningnya sendiri karena merasa sedikit pusing.
Dengan patuh Gavin segera memberhentikan rekaman CCTV itu.
"Apa tuan tidak ingin melihat kelanjutannya, Tuan?" pertanyaan Gavin yang terlihat cukup konyol dan bodoh itu tentu saja membuat Reo menjadi semakin kesal.
Bagaimana mungkin Reo akan membiarkan asisten pribadinya untuk menyaksikan malam panasnya bersama dengan seorang gadis yang saat ini menjadi karyawannya sendiri?
"Lakukan tugas yang sudah aku berikan padamu dan segera berikan laporan yang berguna untukkku sebelum 24 jam!!" tandas Reo dengan suara menggelegar seisi ruangan.
"Ba-baik, Tuan ... dimengerti!" sahut Gavin membungkukkan badannya, lalu segera bergegas meninggalkan ruangan kerja bosnya.
"Neru ... jadi gadis 5 tahun yang lalu adalah benar-benar Neru?!" gumam Reo pelan dengan sepasang alis tegasnya yang berkerut saling berdekatan.
"Ohh ... bodohnya aku!! Jadi setelah itu dia hamil dan menghindariku? Bahkan dia meninggalkan Jepang karena merasa tak pantas untuk pria pilihan kedua orang tuanya? Dan dia pergi ke London untuk menghindari pernikahannya denganku? Dan kini dia malah diusir oleh ayahnya karena telah dianggap melakukan hal berdosa itu dan membuat nama keluarganya tercemar? Dia bahkan berjuang seorang diri selama di London. Kau sungguh membuatku terlihat begitu buruk, Neru! Aku akan menebus semua itu ..."
Reo mulai menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan kembali menatap oled tranparent raksasa itu lagi. Tak sengaja jemarinya malah menekan sebuah tombol hingga membuat rekaman CCTV itu kembali terputar kembali.
Tuan ... aku mohon jangan lakukan ini ...
Suara lembut dan sudah tak berdaya Ayaneru mulai terdengar disaat Reo menatap dirinya sedang berusaha untuk menyibak jubah mandi Ayaneru saat itu.
Jangan takut ... aku akan melakukannya pelan-pelan untuk menjadi penawarku malam ini ...
Balas Reo kembali berusaha untuk menyibak jubah mandi Ayaneru saat itu.
Reo yang menyaksikan rekaman itu tak terasa malah membeku dengan wajah yang mulai memanas karena kembali mengingat semua itu.
Namun tiba-tiba saja ada seseorang mulai memasuki ruangan kerjanya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, dan semua itu membuat Reo menjadi salah tingkah sendiri.
CEKLEKK ...