Alana Dhira Lesham telah berpacaran selama 2 tahun dengan Devano Arlots, calon ceo muda di perusahaan papanya.
hingga mereka memutuskan ke jenjang pernikahan.
namun sehari sebelum pernikahan. Devan membatalkan pernikahan dengan alasan Dia telah menghamili wanita lain, yang tak lain adalah Karina. rivalnya saat sma serta kuliah.
saat itu pula alana mengetahui jika dirinya tengah mengandung anak dari devan.
dengan perasaan kecewa Alana pergi keluar negeri tanpa memberitahu kebenarannya pada devan. Dan membesarkan anaknya sendiri.
bagaimana kelanjutannya?
novel by IZANANTEROS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DnieY_ls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pelakor
" Aku masih mencintaimu".
Seketika pikiran Alana blank. Dia tak dapat mencerna apa yang devan ucapkan. Otaknya seakan berhenti saat devan mengeluarkan kata itu.
Lamunannya terbuyarkan saat seseorang datang dan menyiramnya dengan minuman yang ia pesan.
Byurrr
Coklat dingin pesanannya seketika tumpah pada kemeja yang digunakannya. Alana menatap tak percaya pada pelaku yang menyiramnya.
Karina, wanita itu yang berani melakukan nya.
Plak
Tamparan renyah mendarat di pipi kanan Alana membuat nya tertoleh ke samping.
" Apa yang kau lakukan?" Tanya alana.
Dia mengusap pipi nya yang terkena tamparan.
Dia membersihkan bajunya yang terkena oleh noda. Membersihkan sisa sisa bubuk coklat yang menempel.
" Kau. Kenapa kau mendekati suamiku. Dasar wanita murahan pelakor!" Teriak Karina mengundang orang untuk menonton mereka.
Tadi Karina sedang makan bersama teman temannya. Namun ia tak sengaja melihat devan yang bersama alana.
Karina yang sudah terbakar emosi seketika menghampirinya dan menyiram Alana dengan minuman yang ada di depannya.
" Kalian semua lihatlah! Dia wanita murahan, pelakor yang telah mendekati suamiku."
Devan yabg melihat Karina menyakiti Alana pun bangkit dan berusaha mencegahnya.
" Karina apa yang kau lakukan?". Geram devan.
" Apa yang aku lakukan?". Karina terkekeh. " Tentu saja memberi pelajaran pada wanita ini yang sudah merebutmu dariku!". Teriak Karina. Berakting seolah olah dia wanita paling tersakiti.
" Siapa yang kau bicarakan? Alana tidak melakukan apapun kenapa kau seperti ini padanya?". Sarkas devan.
Dia membantu menutupi baju kotor Alana agar tidak di lihat orang banyak.
" Apa? Kenapa kau malah membela dia dari pada aku istrimu dev". Marah Karina.
" Lihatlah! SUAMIKU SENDIRI LEBIH MEMILIH OELKOR DI BANDING ISTRINYA SENDIRI DEV. KAU LEBIH MEMBELA PELAKOR ****** INI DI BANDING AKU ISTRIMU?!" Teriakan Karina menggema.
" Cukup Karina!" Tanpa sadar suara Devan meninggi.
" Kau membentakku?" Lirih Karina.
" Aku tidak peduli. Kau sudah keterlaluan Karina. Alana tidak melakukan apapun. Kami hanya makan siang dan aku yang mengajaknya bukan dia yang mengajakku". Tegas devan.
Dia menahan diri untuk tidak menampar balik Karina saat itu juga. Devan berbalik dan hendak menarik Alana keluar.
" Ayo Al kita pulang". Ajaknya.
" Sebentar Dev aku ada urusan". Ucap alana datar.
Dia maju menghadap Karina. Menatap Karina yang juga tengah menatapnya marah.
Plak
Suara tamparan terdengar begitu renyah saat tangan alana mendarat di pipi mulus karina.
" Dengarkan aku baik baik nyonya Karina yang terhormat. aku tidak pernah merebut suami mu dari mu. Kami hanya makan siang sebatas rekan kerja tidak lebih. Jadi jika kau merasa suamimu telah di rebut. Kau tinggal mengikatnya supaya kau bisa memakannya dengan puas". Nada datar Alana membuat Karina sedikit was was.
" Dan yah. Saya bukan wanita seperti yang anda bilang. Jika memang anda wanita baik, seornag wanita baik tidak akan mengatakan ****** pada wanita lain. Mengerti?!"
Setelah mengatakan itu alana keluar dengan devan. Dia tak merasa bersalah karena dia hanya membela dirinya saja dari tuduhan yang Karina berikan. Dia yakin citranya besok akan sedikit tercoret.
Karina yang awalnya berniat mempermalukan Alana kini berbalik. Dirinya lah yang di permalukan oleh wanita itu. Karian menggeram kesal sambil mengepalkan tangannya melihat kepergian devan yang memilih bersama alana.
Teman teman Karina menghampirinya. " Kau tidak apa apa Karin?".
Karina menggeram." Aku tidak akan membiarkan wanita sialan itu merebut devan dariku".
Di sisi lain alana serta devan baru saja masuk ke dalam mobil. Alana tengah membersihkan bajunya dengan tisu yang ada di mobil devan.
" Aku minta maaf soal Karina" ujar devan tiba tiba.
" Aku tidak papa. Aku yang harusnya minta maaf karena menampar istrimu. Tapi jika dia tidak memulai nya duluan aku tak mungkin membalasnya". Jelas Alana.
" Kau tak perlu meminta maaf. Karina memang pantas mendapatkan itu". Tukas devan.
" Mungkin Karina cemburu karena suaminya bersama wanita lain. Aku juga bila berada di posisi dia akan cemburu. Namun dia melakukan hal yang salah dengan mempermalukan ku. Aku tidak akan meladeninya jika dia tak memulai."
" Mungkin aku pantas di sebut pelakor karena makan berdua bersama suami orang yang ternyata masih mencintaiku. Aku benar benar minta maaf Dev telah membuat keretakan di rumah tangga kalian. Aku harap setelah ini kita berteman biasa dan jangan terlalu sering makan bersama". Tukas alana.
" Tidak Al!" Sanggah devan.
" Kamu nggak salah. Karina yang salah karena nggak bisa mengartikan kita. Aku minta maaf tapi aku mohon. Kita seprti biasa saja jangan berubah. Soal perkataan tadi aku memang bersungguh sungguh. Namun kau tak perlu memikirkannya. Aku sudah ikhlas jika kau memilih yang lain". Sergah devan.
Setelahnya mereka tak mengobrol lagi. Rasa canggung itu kembali muncul akibat pertikaian Karina tadi.
Setelah sampai Alana turun tak lupa dia mengatakan terimakasih serta maaf atas kejadian tadi. Namun dia sedikit membubuinya.
" Terimakasih telah mengantarkanku. Dan minta maaf atas kejadian tadi."
" Dev bolehkah aku meminta sesuatu?" Tanya alana.
Devan mengerut. " Apa?".
" Bisakah kau berhenti bersikap berlebihan. Kau telah memiliki istri dan aku telah memiliki anak. Tidak pantas jika kau mengatakan cinta saat kau sudah menikah."
Devan terdiam. " Sekali lagi terimakasih tumpangannya. Aku permisi". Ujar alana dan meninggalkan mobil devna yang belum beranjak.
Devan terdiam. Ucapan alana seperti sebuah tikam yang menusuk hatinya. Kata kata Alana yang seolah mencoba menolak kehadirannya dan menyadarkannya pada jarak.
Devan benar benar tak tahu harus apa. Sudha bertahun tahun dia menunggu Alana. Berharap wanita itu bisa menerimanya kembali. .
Mendengar kalau Alana menjaga batasannya dirinya benar benar terhuyung mundur berkilo kilo meter.
Devan melajukan mobilnya dengan menahan amarah serta sakit pada hatinya.
dev kan bisa minta cctv di hotel tempat kejadian