NovelToon NovelToon
Se Anting

Se Anting

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dosen / CEO / Tamat
Popularitas:96.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kh_fytha

" Nona tunggu, nona jangan lari " teriak salah satu bodyguard yang bertugas menjaga dan mengikuti kemanapun sang nona pergi.

" Kalau tidak lari, mana mungkin aku bisa kabur " jawab sang nona dengan gaya tengilnya tanpa menghentikan kakinya untuk berlari menjauh dari kejaran para bodyguard sang daddy.

" Nona fyth, jika nda kabur lagi tuan besar akan marah nona " lanjut sang bodyguard mencoba membujuk song nona agar mau berhenti berlari. namun sayang, nonanya itu tetap berlari menjauh menuju kerumuman orang yang hendak menyeberang jalan untuk mengecoh pandangan para bodyguardnya.

Gadis yang bernama lengkap Aurora Fythania Pratama putri bungsu Barack Pratama dan Nathalie Pratama ini, rela pergi meninggalkan rumahnya karena sang Daddy yang bersikeras menjodohkannya dengan putra teman bisnisnya. gadis cantik yang sudah menginjak usia 20 tahun itu tak mau menuruti keinginan sang Daddy yang memaksanya untuk menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kh_fytha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Selepas kembalinya dari cafe, Raffa bergegas menyelesaikan semua pekerjaannya. Setidaknya saat kembali dari Bali nanti pekerjaannya tinggal sedikit. Raffa yang berkutat serius pada berkas-berkas di atas mejanya tak menyadari jika ponselnya bergetar mendapat pesan dari Tante Feni.

Workaholic itulah sebutan yang tepat bagi Raffa, karena prinsipnya jika pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dan prioritas belum terselesaikan maka pantang baginya untuk memperhatikan lainnya, kecuali kelurganya dan orang tersayang.

"Hmm, lumayan banyak ternyata," gumam Raffa.

Raffa mengambil telfon di sampingnya, menyuruh Dimas ke dalam ruangannya. Dimas yang masih mengerjakan hasil meeting tadi pagi sontak menggerutu. Dengan sedikit cemberut Dimas mengetuk pintu ruangan Raffa.

Tok... Tok...

"Masuk" sahut Raffa dari dalam.

Dimas membuka pintu ruangan Raffa dan melihat banyak tumpukan berkas di atas meja Raffa berusaha menelan salivanya susah payah. Sudah di pastikan dirinya akan berakhir lembur kali ini, sungguh miris.

"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Dimas dengan memanjatkan doa dalam hati.

"Em, kosongkan jadwal saya minggu depan." Singkat Raffa.

"Oh.. baik pak... Minggu depa... Apa?!" Dimas membulatkan matanya saat tahu sang boss akan meminta pengosongan jadwal Minggu depan.

"Ada apa?" tanya Raffa dengan raut wajah datarnya.

"Ti... Tidak pak, eh ada pak, anu itu pak... Emm itu anu... " Dimas bingung bagaimana ia akan mengatakan jika minggu depan ada jadwal dinas ke negara A.

Dengan kening mengkerut Raffa melempar asisten sekaligus sahabatnya itu dengan bolpoin.

"Ana, anu, ana, anu... Cepat katakan!" Tegas Raffa.

"Aduh, anu pak.. minggu depan jadwal bapak ke negara A untuk dinas tahunan pak." Jelas Dimas sembari membungkukkan tubuhnya karena gugup.

Raffa menepuk keningnya, bukan karena lupa, namun dongkol dengan Dimas. Bukankah ia bilang untuk mengosongkan jadwal tadi, lagipula dinas seperti itu bisa ia lakukan pada bulan berikutnya.

"Dim?" Panggil Raffa.

"Iya pak," Jawab Dimas gugup.

"Kemari." Dimas sontak mendekat ke arah Raffa.

Raffa menarik nafas panjang, begitu Dimas mendekat, "Sudah ku katakan untuk kosongkan jadwal bukan? Setelah itu jangan banyak tanya." Kata Raffa dengan menaikkan sedikit intonasi dalam bicaranya.

Sontak Dimas berjingkat karena terkejut, dengan mengelus dadanya. Gawat pak boss marah, alamat bonus lembur kandas kalo begini. Nggak, nggak bisa, pikir Dimas.

"Ba... Baik pak, saya akan mengatur ulang jadwal bapak. Ada lagi pak?" tanya Dimas berhati-hati.

"Emm, tidak ada." Seraya mengibaskan tangannya menyuruh Raffa pergi dari ruangannya.

"Permisi pak." Dimas membungkukkan badannya lalu keluar dari ruangan Raffa menuju ruangannya. Begitu sampai dalam ruangan, Dimas seperti orang cacingan yang menggerutu kesal akibat tingkahnya yang hampir membuat bonus didepan mata lenyap.

"Untung segera ku iyakan, coba kalau tidak? Buahaya," Dimas menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan kembali pekerjaannya.

Waktu terus berjalan tak terasa sudah masuk waktu senja. Fyth yang masih anteng dalam pelukan Davin menikmati setiap waktu yang mereka lewati.

Seolah tak ingin melepas satu sama lain, ingin tetap berada dalam hangat dekapan pelukan. Fyth mendongakkan kepalanya menatap Davin dari bawah. Mengagumi ciptaan tuhan yang maha sempurna.

"Dav,".panggil Fyth.

"Emm, apa sayang?" Davin mengarahkan pandangannya ke bawah menatap kedua mata calon istrinya.

"Apa yang membuatmu mencintaiku?" tanya Fyth sembari mengusap rahang Davin.

"Karena itu kamu, bukan karena siapa kamu dan darimana kamu. Namun karena apa adanya kamu sayang," jawab Davin seraya mengusap pipi Fyth dengan sebelah tangannya, dengan satunya memeluk pinggang Fyth erat.

"Jangan kecewakan aku Dav," pinta Fyth manja dengan menyandarkan kepalanya di dada Davin.

"Never, dan itu tak akan terjadi dear." Tegas Davin.

"Aku pegang ucapanmu." Ujar Fyth.

"I love you my future wife." Davin mendongakkan kepala Fyth dan menenggelamkan bibirnya pada bibir mungil yang membuatnya candu.

Ditemani senja semakin menambah suasana romantis bagi dua insan yang saling mencinta.

Namun hal berbeda terjadi pada Tama, semenjak dari cafe mulutnya tidak bisa berhenti menggerutu. Bagaimana tidak, jika telepon darinya diabaikan oleh Indri. Sudah hampir 30 kali dirinya menghubungi calon masa depannya itu, tak urung jua di angkat oleh pemiliknya.

" Kemana gadis cerewet satu ini?" Karena kesal Rama melempar ponselnya di atas meja.

"Aku tampan, body oke, dompet tebal, dan juga aku sangat... Mempesona. Lalu yang jadi masalah disini apa ya?" Monolognya pada diri sendiri.

"Apa tingkat ketampananku mulai merosot?" Tama sontak berdiri dari duduknya. "Iya itu pasti, makanya Indri tak mau denganku. Tidak bisa aku harus perawatan ini," imbuhnya.

Tama mengambil kunci mobilnya segera keluar dari ruangan menuju tempat Raffa untuk meminta ijin setengah hari. Tama tak habis pikir susah sekali menaklukkan hati seorang Indri.

Melihat lorong ruangan kakaknya sepi, Tama mengerutkan keningnya. Kemana semua orang? Tak mungkin hilang karena di culik oleh hantu kan ?, Tanya Tama pada dirinya sendiri.

"Halo!" Teriak Tama. "Kagak ada sahutan, jangan-jangan bener lagi kalo si Rappa di culik mekmekdik." Ucap Tama lirih.

"Tapi mana mungkin lah", Tama bergidik ngeri.

Hingga...

1
𝐇⃟⃝ᵧꕥTɑ˪ˡʈʜΑ
pasti si davin udah jatuh cinta sama fyth makanya pas fyth Deket cowok lain dia gak suka 🤧
𝐇⃟⃝ᵧꕥTɑ˪ˡʈʜΑ
wkwk padahal kukira mau diguyur air loh pas si fyth bangun 😹
𝐇⃟⃝ᵧꕥTɑ˪ˡʈʜΑ
curiga jangan² ini tunangan nya fyth 😛
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
duh kacau dah dapurnya 😄😄
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
eh jangan dibuka loh Tama
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
duh yang jomblo wajib melipir /Smile//Smile/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
bisa² bonus lembur melayang sudah
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
sabar aja dim ikutin kata bosmu takutnya kena amukan sama bonus lembur melayang /Chuckle//Chuckle/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
belepotan banget sih dim kalau ngomong /Facepalm//Facepalm/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
ih Tante Feni jangan gitu dong kan udah ditungguin malah masang muka galak /Chuckle//Chuckle/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
Weh jangan sampai ketahuan loh dav kalo ada jejak petualang di leher fyth/Proud//Proud/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
tembak lah Sam jangan sampai si ciez² diambil orang
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
ini ini apa Thor bikin penasaran aja sih /Shame/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
diliatin dulu gih takutnya ngeces si fyth /Chuckle/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
wkwkwkwk udah sempurna dapat semua ejekan /Chuckle//Chuckle/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
dah lengkap penderitaan si Timi kurang Indri doang yang belum ngejek /Facepalm/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
syukurin dilempar tisu kan lu Timi /Facepalm//Facepalm/
ƙԋαɳʂαᶯᶥᶫᵅ🤎
tama terlalu banyak modusnya,awas loh nanti gak sesuai harapan
Ufiyyyy
prsaan nginep d rumh indri... knp jd makan sm ortu anila, q yg galfok ap gmn y
여보❥⃝•ꨄ︎࿐: gimana y kak ? 🤔 aku juga lupa jalan ceritanya ini kak /Joyful//Facepalm/
total 1 replies
Dewi Agustin
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!