NovelToon NovelToon
CANDRASA [MENCARI PEDANG PUSAKA]

CANDRASA [MENCARI PEDANG PUSAKA]

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kerajaan / Sihir / Raja Tentara/Dewa Perang / Akademi Sihir / Petualangan Fantasi-Pedang dan Sihir / Demon Slayer / Barat / Tamat
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aida Anggraeni

Kisah petualangan para penyihir di Madriga.

Sebuah benua sihir yang hidup berdampingan dengan berbagai makhluk mitologi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida Anggraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Merebut Takhta.

Setelah penyerangan iblis-iblis itu, Air dibawa ke Jaroga. Candrasa pun menemani Air yang dibopong oleh temannya yang lain.

Sebenarnya Air hanya luka ringan, tapi karena Guru Wija khawatir mengenai Air jadi dia dipaksa dibawa ke Jaroga. Candrasa melihat sahabatnya yang ada didepannya, Air berjalan sambil menoleh ke arah Candrasa yang ada dibelakangnya, lalu memberikan ibu jari tangannya pada Candrasa, pertanda 'Kau luar biasa' .

Candrasa hanya menyeringai pelan, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Memang, ada-ada saja sahabatnya itu. Candrasa merasa energi didalam perutnya mulai perlahan memutar menyesuaikan tubuhnya. Kini dia mulai lebih bisa mengendalikan energi itu.

Saat Air sedang di obati didalam Jaroga, Candrasa duduk di luar rumah panggung itu. Dia dengan diam-diam mencoba mengeluarkan api dari telunjuknya, terakhir dia hanya bisa mengeluarkan api dari telunjuk saja, tapi kini betapa terkejutnya Candrasa karena dia sekarang bisa mengeluarkan api dari semua jarinya.

Candrasa langsung mengepal tangannya saat Guru Wija muncul secara tiba-tiba ke Jaroga. Tapi terlambat, Guru Wija sudah melihatnya lebih dulu. Guru Wija tertawa kecil sambil menghampiri Candrasa.

Dia duduk disebelah pria itu, sambil menempuk pundak Candrasa.

"Kerja bagus nak!! Luar biasa, Ilmu mu sudah semakin bertambah. Sebelum menemui Hanada, bolehkah aku memintamu untuk mengawasi anak-anak yang baru saja masuk ke Akademi?" Tanya Guru Wija sambil menunggu jawaban Candrasa.

Candrasa mengangguk lalu dengan cepat menjawab tawaran Gurunya itu.

"Tentu, Guru. Aku akan kesana untuk mengawasi mereka." Kata Candrasa.

"Bukan hanya mengawasi, tapi berikan juga mereka sedikit ilmu untuk awal mereka di Akademi." Kata Guru Wija sambil berdiri dari duduknya. Candrasa mengangguk tanda mengerti.

Sedangkan, Guru Wija masuk kedalam Jaroga untuk memeriksa keadaan Air.

Candrasa pun kembali ke Akademi untuk menemui para murid baru disana, dia berjalan memasuki kawasan asrama pria dan tempat latihan.

Dia melihat anak berusia 6 tahunan sedang berlatih ilmu dasar bela diri. Candrasa tertawa kecil melihat tingkah para bocah itu. Dilihatnya Guru Tera sedang serius mengajarkan ilmu bela diri pada anak-anak.

Guru Tera yang melihat Candrasa kemudian menyambutnya, dia mngulurkan tangannya ke arah Candrasa untuk memperkenalkan pria itu pada anak-anak.

"Kalian tahu pria tampan disampingku ini siapa???" Tanya Guru Tera pada anak-anak.

"Tidak," kata sebagian besar anak-anak.

"Aku tahu!!!" Unjuk salah satu anak, Guru Tera pun membiarkan anak itu menjawab.

"Siapa?" Tanya nya lagi, anak itu dengan malu-malu kucing menjawab.

"Putra Mahkota Candrasa." Katanya sambil menyeringai lucu.

"Yep Benar, Apa Putra Mahkota kita punya hadiah???" Pertanyaan Guru Tera membuat Candrasa membelalak. Dia tidak menyiapkan hadiah apapun untuk anak-anak jadi dia kebingungan.

"Yahh sayang sekali, tapi kurasa Putra Mahkota akan mengajari kalian ilmu bela diri secara langsung. Siapa yang mau?" Tanya pria itu lagi.

"Aku mau, aku mau." Kata anak-anak.

Candrasa hanya menyeringai tanpa suara, kemudian dia dipersilahkan oleh Guru Tera untuk maju ketengah anak-anak yang sednag berkumpul. Candrasa agak grogi dan ragu, ini pertama kalinya dia menjadi guru untuk anak baru.

"Hmmm, Selamat pagi anak-anak !!" Sapa Candrasa sambil menunduk.

"Pagiiiii." Anak-anak kompak menjawab.

"Kali ini, aku akan memberikan cara agar kalian bisa lebih cepat dalam mempelajari ilmu bela diri." Candrasa menyeringai kecil.

"Yaitu, dengan fokus dan sabar." Candrasa mulai berjalan ke tengah-tengah murid. Candrasa meminta anak-anak dalam posisi siap.

Mereka pun melakukan kuda-kuda, dan mendengarkan Candrasa dengan seksama.

"Kalian harus fokus saat melakukan setiap gerakan yang kalian keluarkan, tubuh kalian adalah milik kalian jadi usahakanlah kalian mengendalikan itu dengan baik!!" Candrasa menoleh ke kanan kiri, dimana para murid berada.

"Baik Pangeran," kata semua anak yang ada disana.

Candrasa tersneyum bangga, dia merasa senang karena seolah dia sudah menjadi seorang guru sungguhan.

*

*

DI KERAJAAN NAHDARA.....

Hanada terbangun dengan lunglai, dia merasa badannya masih menggigil. Dayang yang menjaganya segera memanggil tabib istana.

Bersamaan dengan datangnya Tabib, Raja Nahda pun datang ke kamar Hanada. Dia melihat kondisi putrinya yang masih lemas. Dia merasa sedih karena sudah berbuat seperti itu pada anaknya.

Sebelum Hanada sadar, Raja Nahda sudah melakukan rapat dengan para petinggi kerajaan. Mereka dengan tegas menolak bahkan mengecam aksi Hanada yang berkelana ke Hutan Terlarang.

Belum lagi, masalah penolakan perjodohan itu, mereka khawatir Kerajaan Brahma akan menyimpan dendam kepada Nahdara. Mengingat Brahma terkenal dengan penyihir-penyihir sakti yang juga mendalami ilmu hitam.

Konon katanya, Kerajaan itu menyimpan Buku Ilmu Hitam yang berisikan talisman-talisman kuat. Salah satunya yang digunakan Ratu Naira pada Hanada.

Tapi, tidak ada yang tahu pasti letak Buku berisikan ajaran ilmu hitam itu. Semua para petinggi menolak Hanada menjadi pewaris Takhta di Nahdara, mereka takut jika Kerajaan dipimpin seorang perempuan, Kerajaan akan banyak mengalami kekalahan.

Raja Nahda, menatap Hanada dengan sendu. Wanita itu sedang duduk bersandar di dipam kayu kokoh dikamarnya. Dayangnya memberikannya segelas air putih untuk dia minum.

"Kau sudah membaik nak?" Tanya Raja Nahda pada Hanada.

Hanada mengangguk pelan, "sudah ayah" katanya dengan lirih.

Raja Nahdara mendekat kearah putrinya lalu duduk disamping wanita itu. Dia menggenggam tangan Hanada.

"Maafkan ayah." Kata Raja Nahda.

Hanada menggeleng, dia tidak mau ayahnya merasa bersalah atas apa yang terjadi padanya. Ini semua karena ulahnya, karena keegoisannya, mungkin Kerajaan Nahdara akan semakin kacau balau setelah ini.

Tapi, Hanada juga tidak bisa menerima perjodohan itu. Dia tidak mencintai Isa. Dia hanya menganggap Isa sebagai saudaranya dan tidak lebih.

Terlebih lagi, Hanada muak dengan aturan kerajaan yang mempersulit kehidupannya selama ini. Aturan mengenai seorang wanita dilarang menjadi seorang kesatria adalah hal yang paling Hanada benci. Bukankah para wanita juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki? Lalu, kenapa tidak boleh.

"Ini bukan salah ayah, ini kesalahanku. Maafkan aku, karena sudah membuat nama ayah buruk dihadapan para petinggi kita." Hanada jelas tahu, bahwa para petinggi dikerajaannya sangat tidak menyukai wanita itu.

Dia tahu, mereka anti dengan seorang wanita kesatria, mereka bilang penyihir wanita akan menjadi yang terkejam dan bisa kehilangan kendali. Apalagi jika penyihir wanita mulai mempelajari ilmu hitam.

Emosi wanita yang dianggap tidak stabil selalu menjadi alasan untuk dilarang menjadi pemimpin. Hanada akan membuktikan kepada semua orang dan rakyatnya bahwa dia layak menjadi Ratu di Nahdara tanpa bantuan siapapun disampingnya.

Disisi lain, Di Kerajaan Brahma. Mereka sudah mengumpulkan pasukan untuk menyerang Nahdara secara tiba-tiba dimalam hari nanti. Mereka akan merebut paksa takhta Nahdara.

Menurut Brahma, mereka berhak mengambil alih kerajaan itu. Terlebih Ratu Naira masih memiliki bagian didalamnya. Apalagi mereka yakin, mereka akan mendapat dukungan penuh dari petinggi kerajaan Nahdara.

...****************...

...****************...

1
Rianoir⏳⃟⃝㉉
semangat kak opti. nulisnya dibuat santai kak😁
kalau g nyantai ntar banyak Typo.😁
buat penyemangat, aku kasih sekuntum🌷 untk kakak opti yang cantik nan indah bagaikan burung camar😀
Optimuscrime 🦊: kok kamu baik banget bang makasih banyak yah, sy emg buru2
total 1 replies
Rizky Maulana
ilustrasinya bagus
Rizky Maulana
keren
Rizky Maulana
MC lahir , kira2 bakal op tida nih
Optimuscrime 🦊: baca kelanjutannya kak
total 1 replies
Rizky Maulana
Petanya menarik
Rizky Maulana: ya ka
total 2 replies
Desya Tipasnuari
lawan aja biar k. o
Desya Tipasnuari
cantik
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐
Lanjut bsk,,, semangat,,, 💪💪💪
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐: Sama2,,,
total 2 replies
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐
Lanjut,,, 💪💪💪
Optimuscrime 🦊
ada aja idenya dalam mencari cuan
Sang
bisa nyambil jual es serut juga deh simbah @Andini Andana 🤔🤔
Sang
kak @optimuscrime🦊 dipanggil nih, ajak Simbah @Andini Andana juga ya
Optimuscrime 🦊: hahahahahahhahahaha nnti saya pikirkan ya buat mantra ilmu hitam hahahah
total 3 replies
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐
Done...
Kangee
done👍
Kangee
🥀 empat
Kangee
🥀 tiga
Kangee
🥀 dua
Kangee
🥀satu
Optimuscrime 🦊: makasih bang, semoga semakin sukses🤩
total 1 replies
Optimuscrime 🦊
terimakasih ciel
※⋆«▹Ran◃»⋆※
saya tandain dulu disini, baru baca segini, 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!