Bunga Qisyal wanita cantik, diusianya yang masih muda 22 tahun sudah menjadi CEO ternama di perusahaan papanya.
Mencintai teman kecilnya yang bernama Jasson Anggara Utama, keduanya begitu dekat. Suatu hari, keluarga Jasson mengalami kebangkrutan.
Bunga ingin menolongnya dengan catatan Jasson harus menikah dengannya. Tentu saja pria itu menolak dan marah besar namun keluarga Jasson memaksanya hingga membuat Jasson tidak memiliki pilihan.
Kejadian itu membuat Jasson membenci Bunga, karena Jasson sudah memiliki kekasih hati pilihannya dan berencana akan menikah.
Jasson menganggap jika Bunga adalah wanita egois yang hanya bisa mengandalkan kekuasaannya untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Rasa sayangnya kepada Bunga sebagai teman berubah menjadi sebuah kebencian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lihat Aku, Jasson! Bab 28
Jasson yang tertawa, mengira jika dirinya akan menang. Namun ia salah, Bunga bukan lah wanita lemah seperti dulu lagi.
Bahkan, ia jauh lebih cerdik dari yang Jasson bayangkan. Wajah polos yang Bunga miliki membuat Jasson tertipu
Mereka memasuki ruang meeting, Tuan Joeyce juga menghadiri meeting untuk membahas kerja sama yang akan mereka lakukan. Pria tampan itu memberikan sapaan yang lembut kepada Bunga, Bunga membalasnya dengan baik.
"Baik, meeting akan segera kita mulai!"
Bunga menjelaskan dengan detail dan begitu membuat tuan Joeyce terkesima "Seperti yang sudah saya jelaskan, apakah ada yang merasa keberatan? Besok kita akan mengerjakan ini di lapangan dan saya yang akan turun tangan langsung!" Mendengar ucapan itu, membuat Jasson kaget!
Bagaimana tidak? Jika Bunga ikut turun di lapangan, Jasson tidak akan bisa bebas. Dan ia tahu, jika Bunga sudah turun tangan langsung dalam segala hal tentang perusahaan. Maka posisinya tidak akan ada arti, namun ia tidak bisa protes di saat meeting.
Itu akan menjatuhkan harga dirinya, sebagai seorang suami. "Saya setuju dengan anda, Nona! Sebaiknya, sebagai CEO di perusahaan ini. Anda harus turun tangan langsung dalam mengerjakan proyek. Dan kami, sebagai rekan kerja sama anda, tidak perlu khawatir!" Joeyce seakan menyindir Jasson.
Jasson mengepalkan tangannya dengan geram, ia merasa terhina dengan sindiran itu namun Bunga bersikap santai dan tidak membela dirinya sama sekali.
Bunga melirik sedikit kearah Jasson, terlihat senyuman tipis di wajahnya "Aku hanya ingin kau menyadarinya, Jasson! Jika bukan karena aku, kau bukan lah apa-apa! Aku sudah mengorbankan segalanya untukmu, namun kau selalu mencurangi diriku!" Bunga membatin di hatinya, dirinya merasa kecewa dan hancur mengetahui jika Jasson telah membohonginya.
Jika Jasson tidak berbohong, dan terus berhubungan dengan kekasihnya itu, maka Bunga akan mengerti. Namun Jasson sekarang begitu keterlaluan! Perbuatannya tidak bisa di maafkan lagi..
Bunga seperti tidak mengenal sahabat kecilnya, Jasson hanya bisa diam namun terlihat kegelisahan di hatinya!
Bunga benar-benar membiarkan harga dirinya hancur, jika saja Bunga tidak kembali ke kantor maka Jasson yang akan berkuasa!
Meeting pun selesai, Bunga yang malas bertemu dengan Jasson langsung memutuskan untuk keruang kerjanya. Gerry selalu menjaga Bunga, Jasson menarik tangan istrinya.
"Lepaskan tangan anda, Tuan!" Gerry langsung menepis tangan Jasson, Jasson menatap Gerry dengan kesal "Siapa kau? Beraninya kau melarang ku memegang tangan istri ku sendiri!"
Terlihat Jasson yang begitu emosi, namun Bunga hanya diam dan tersenyum saja, menikmati pemandangan di depannya.
"Saya adalah asisten pribadi Nona Bunga! Tolong jaga sikap anda Tuan! Mungkin, di rumah anda adalah suaminya dari nona Bunga. Namun di kantor ini, anda adalah karyawan biasa, di bawah nona Bunga. Jaga sikap anda kepada atasan anda!" ucapan Gerry berhasil membuat Jasson merasa terhina, ia menatap Bunga seakan meminta perlindungan namun Bunga hanya diam saja, bahkan memalingkan wajahnya dari Jasson.
"Apa-apaan ini Bunga?" Jasson bertanya kepada istrinya namun Bunga tidak menjawab. Bunga segera pergi meninggalkan Jasson sendirian, Jasson ingin mengejarnya namun Gerry menghalanginya.
Itu semua memang perintah dari Bunga sebelumnya, tugas terpenting Gerry adalah membuat Jasson menjauh dari Bunga selama di kantor.
"Anda bisa berbicara kepada nona Bunga jika dirumah kalian. Namun jika di kantor, anda harus tau batasan anda, Tuan!" Jasson bungkam, Gerry pergi meninggalkan Jasson..
Di dalam ruangan, Bunga berterimakasih kepada Gerry "Terimakasih, Ya!" Gerry mengangguk, itu adalah tugasnya. Dan sebagai anak buah Bunga, Gerry harus mengikuti permintaan dari bosnya.
****
Di sisi lain, Jasson membanting semua barang yang ada di ruangannya! Ia tidak mengerti mengapa Bunga melakukan itu kepadanya, bahkan Bunga tidak menganggap kehadiran dirinya itu ada.
Jasson terlihat sangat kesal dan dilema, ia memahami bagaimana sifat Bunga. Istrinya tidak seperti itu, namun mengapa sekarang sifatnya berubah? Apa yang sudah membuat Bunga berubah seperti itu?
Jasson yang tidak tahu diri, melupakan kesalahan dan kejahatannya. Ia hanya memikirkan perlakuan Bunga yang sudah menghina harga dirinya itu!
"Aku tidak bisa memaafkan mu, Bunga! Aku harus lebih banyak menaruh benih di rahim mu agar kita bisa memiliki anak, setelah itu aku akan bisa segera menceraikan mu!"
Jasson akan membalas semua perbuatan dan hinaan yang Bunga berikan kepadanya.
Sedangkan Bunga, setelah mengetahui semua kebusukan suaminya. Ia pun banyak membeli pil KB. Bukannya ia tidak mau memiliki anak, namun ia tidak Sudi memiliki anak dari orang licik dan jahat seperti Jasson!
Bunga tahu, jika ia mengandung dan melahirkan anak Jasson. Anak itu akan menderita, karena ayahnya tidak menyayanginya. Bahkan mungkin, Jasson tidak akan menganggap anak itu, Jasson hanya akan menyayangi anak yang di kandung oleh Ade saja.
Cukup Bunga saja yang menderita, ia tidak anaknya merasakan penderitaan yang ia alami
Gerry melihat bosnya yang meminum pil penunda hamil, ia bingung melihat kelakuan Bunga. Bahkan, ia menyimpulkan jika Bunga adalah istri sekaligus ibu yang buruk. Bagaimana bisa seorang istri mampu mempermalukan suaminya sendiri. Bahkan menunda untuk memiliki anak?
Gerry mulai salah paham dengan bosnya, namun ia hanya akan menjalankan tugasnya sebagai seorang assisten pribadi saja.
"Jika bukan karena pengobatan Ibu ku, aku tidak akan Sudi bekerja dengan wanita kejam seperti dirimu!" batinnya, tanpa Gerry sadari jika sebenarnya yang paling menderita dan terluka adalah Bunga.
Walau Bunga merasa kesal dan kecewa dengan suaminya, ia tidak pernah menjelekkan tentang Jasson. Bahkan ia tidak perduli jika orang lain menilainya buruk sekali pun..
"Gerry, jika suamiku masuk. Kau usir dia!"
Ucapan Bunga berhasil membuat pikiran buruk Gerry tentangnya semakin kuat, "Mengapa ada istri yang begitu kejam sepertinya?" Gerry tidak habis pikir, dibalik wajah cantik dan polos bosnya itu. Memiliki sifat yang begitu sombong dan jahat..