Sebuah tembok besar menghalangi kehidupan dua insan yang saling jatuh cinta satu sama lain.
Mereka dihadapkan oleh keadaan yang hampir tidak mungkin bisa dilewati.
Mereka hanya memiliki dua pilihan, terus melangkah maju tapi menghancurkan semua orang, atau bergerak mundur namun mereka sendiri yang akan hancur.
Akankah kebahagiaan dan cinta akan berpihak pada mereka yang berjuang, ataukah perpisahan yang akan mereka dapatkan?
Dan mungkinkan ruang dan waktu dapan mempersatukan mereka?
Terus ikuti kisahnya di novel "Ruang dan Waktu" sebuah novel terusan dari novel "Keluarga Yang Tak Dirindukan" karya author Weka Hatake~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WK Rowling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelamat
"Kamu kenapa nak? Kok diem aja dari tadi mama perhatiin." Tanya Anika kepada Kaisar keduanya sudah dalam perjalanan pulang setelah sebelumnya Kaisar menjelaskan ada sesuatu yang mau dia lakukan.
"Nggak ada apa-apa ma." Jawab pemuda itu dengan datar.
"Hm ya udah kalau begitu, kita mampir yuk ke tempat makan, perut mama agaknya udah minta di kasih makan." Ucap Anika sambil mengusap perutnya sendiri.
"Mau ke tempat makan pak Andi?" Tanya Kaisar tanpa menoleh karena fokus menyetir.
"Jangan, kalau kesana puter balik dong jadinya. Kita cari rumah makan yang ada disekitar sini aja."
"Oke boss!"
Kaisar langsung memarkirkan mobilnya setelah menemukan tempat makan yang cocok, keduanya langsung turun dari dalam mobil setelah mobil sudah terparkir dengan aman.
"Hmm sepertinya ini tempat makan yang cukup enak, terbukti dari banyak orang yang ada di dalam sini." Ucap Anika sembari memperhatikan keadaan sekitar yang memang dalam keadaan ramai pelanggan.
"Kayaknya ini bakal lama deh ma, kita cari tempat lain aja gimana?" Kaisar ikut berkomentar.
Sebelum Anika menjawab, seorang pelayan restoran menghampiri keduanya.
"Nggak usah nak, kita makan disini aja." Jawab Anika kepada Kaisar, kemudian melihat-lihat buku menu yang diberikan oleh pelayan tadi.
Anika kemudian mulai menyebutkan pesanannya, begitu juga Kaisar.
"Baik bu, mohon tunggu sebentar ya bu." Ucap pelayan tersebut kemudian berlalu pergi.
"Kalau nggak becus jangan kerja lah! Dasar bocah kurang ajar!" Tiba-tiba terdengar suara keributan dari meja pelanggan yang lain, membuat Anika dan Kaisar serta orang-orang yang ada disana menoleh ke arah sumber suara.
"M-maaf pak, saya tidak sengaja." Ucap seorang gadis sembari membersihkan celana seorang pria yang meneriakinya tersebut.
"Saya ini mau ketemu orang penting! Penampilan saya jadi kacau gara-gara kamu!" Pria tersebut berteriak keras.
"Maaf pak, saya benar-benar tidak sengaja, mohon maafkan saya."
"Maaf, maaf, memangnya dengan kata maaf kamu bisa bikin celana saya jadi bersih seperti sebelumnya hah!" Pria itu menoyor dahi gadis tersebut dengan cukup keras, sehingga gadis yang tengah berlutut itu terdorong.
"Maaf pak, saya manager di restoran ini, sebelumnya ini ada keributan apa ya?" Seorang wanita datang menengahi keduanya.
"Lihat apa yang sudah pelayan Anda lakukan, dia menumpahkan minuman ke celana saya. Ini hari yang penting untuk saya, mana mungkin saya akan berpenampilan seperti ini!" Pria itu menjelaskan dengan menggebu-gebu.
Sedangkan wanita itu memberikan tatapan tajam ke arah gadis yang masih duduk tersungkur dengan kepala yang menunduk.
"Saya benar-benar tidak sengaja Bu, kaki saya tersandung sampai akhirnya saya hampir jatuh dan menumpahkan minuman itu ke bapak ini." Gadis itu berusaha membela diri.
"Alasan saja kamu!" Pria itu melayangkan tangannya bersiap memukul gadis tersebut, namun ada seseorang yang dengan cepat menahan tangan itu.
"Sepenting apa kau sampai membuat mulut kotormu tak berhenti mencela?" Pemuda tampan dengan perawakan tinggi berkaos hitam itu bicara dengan nada dingin.
Pria itu menoleh ke arah orang yang menahan tangannya, "Lepaskan!" Ucapnya.
Kaisar mengibaskan tangan itu dengan cukup kasar sehingga membuat pria tersebut melotot ke arahnya.
"Jangan ikut campur!"
Kaisar tak memperdulikan teriakan pria tersebut, Kaisar mendekatkan mulutnya ke telinga pria itu kemudian berbisik kepadanya.
"Perkenalkan, saya Kaisar Alexander Granada, kau pasti mengenal nama itu bukan? Karena kau sudah membuat keributan disini, mari bertemu di kantor polisi setelah ini." Kaisar memberikan senyuman sinis yang membuat pria itu merinding ketakutan.
Kaisar lalu menghampiri gadis itu dan menarik tangannya, "Angkat kepalamu dan bangunlah!" Ucap Kaisar, meskipun dengan ragu pelayan itu akhirnya menuruti perkataan Kaisar.
Semua orang yang ada disana bertanya-tanya apa yang sudah Kaisar katakan sampai membuat pria arogan itu diam seribu kata.
Kaisar hendak melangkah pergi namun perkataan pria arogan itu menghentikannya, "S-sebentar pak, izinkan saya meminta maaf pada gadis ini." Sekarang gantian pria itu yang ketakutan.
"Oh tentu." Jawab Kaisar.
"T-tolong maafkan kesalahpahaman ini, saya benar-benar menyesali perbuatan saya." Ucap pria itu.
"T-tapi pak semua ini-" Gadis itu belum sempat menyelesaikan perkataannya karena pria itu buru-buru berlutut ke arahnya.
"Tolong maafkan saya! Saya benar-benar menyesal."
Gadis itu bingung harus bereaksi seperti apa, dia merasa aneh atas perubahan sikap pria itu yang begitu tiba-tiba.
"Baik pak, saya juga minta maaf. Tolong bapak berdiri." Ucap gadis itu.
"Bagus, karena kau sudah meminta maaf, maka aku akan anggap masalah ini selesai disini. Lain kali jangan bersikap seperti itu atau kau akan merasakan sendiri akibatnya." Kaisar memberi peringatan.
"B-baik pak, tolong maafkan saya." Ucap pria itu dengan membungkukkan badannya.
"Oh ya Bu manager, saya akan ajak gadis ini makan siang bersama saya, tolong siapkan makanan yang paling lezat yang ada di restoran ini." Ucap Kaisar yang setengah berteriak, dia melambaikan tangan kemudian berlalu pergi bersama sang gadis.
lanjut thor..
thank ya thor 😁 😁
perang dunia anak dan emak
dasar Rani, waktu sehat nyakitin perasaan Anika dan nipu Rendra... sekarang sakit pun nyusahin Satya dan Adel... 😡