NovelToon NovelToon
I Love You, Sis!

I Love You, Sis!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / CEO / Romansa / Beda Usia / Angst / Tamat
Popularitas:200.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: EYN

"Seorang Kakak nggak akan menciummu seperti ini, dia nggak akan cemburu kalau kamu bersama dengan yang lain. Dan, seorang adik nggak akan membuat jantungku berdegup sekencang ini." ucap Tristan.

Mereka tumbuh bersama, hanya berdua tanpa perhatian dari orang tua. Berbagi dan selalu ada satu untuk yang lainnya.

Tanpa disadari, Crystal tumbuh di hati Tristan dan Tristan adalah dunia bagi Crystal, satu - satunya tempat untuk kembali.


Lalu, apa yang salah dengan hubungan Tristan dan Crystal? Perbedaan usia? Karena Crystal adalah adiknya? Atau karena perbedaan status mereka? Bolehkah perasaan sayang Kakak Beradik berubah menjadi cinta seorang pria dan wanita?



IG Author : Kbeaute20

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EYN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 -- Mencari Crystal

Salah seorang pelayan melaporkan pada Tristan kalau Nyonya Harrison datang ke rumah hari ini. Dia bilang Suster Anna, Crystal dan Nyonya Harrison tadi mengobrol bersama di ruang tengah.

Tapi, kabar berikutnya sungguh tak menyenangkan. Katanya Suster Anna dan Crystal sedang menangis berpelukan di ruang tengah. Sedangkan Nyonya Harrison sudah pergi lagi, dia keluar rumah dan entah kemana.

Tristan mencoba menelepon Crystal tapi tidak dijawab oleh gadis itu. Begitu pun dengan Suster Anna. Menurut pelayan yang melapor, Suster Anna masih diruang tengah, dia sedang menghibur Crystal. Mungkin saja panggilan Tristan tak dijawab karena Suster Anna sedang tak membawa ponsel.

Tristan : Katanya kamu menangis. Ada apa?

Tristan : Crystal?

Tristan : Ayo ngobrol, kamu kenapa?

Tristan : Please, answer me...

Crystal merenungi pesan-pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Biar bagaimana pun, perhatian Tristan tak berubah sama sekali padanya.

***

"Sus, Crystal kenapa? Aku coba telepon tapi nggak dijawab?" tanya Tristan saat dia berhasil menghubungi Suster Anna.

Suster Anna menghela napas, bimbang antara bercerita atau tidak pada Tristan.

"Tuan dimana?"

"Saya lagi diluar kota, nanti malam aku pulang Sus."

"Nona nggak apa-apa, Tuan. Hanya sedikit ngambek." Suster Anna memutuskan lebih baik tidak mengatakan apa pun sekarang dari pada masalah semakin membesar. Dia akan menunggu sampai Tristan pulang saja.

"Titip Crystal ya, Sus. Begitu selesai, aku langsung pulang."

Perjalanan dari luar kota yang biasa ditempuh dalam satu jam terasa memakan waktu berjam-jam. Demi cepat pulang, Tristan memangkas banyak jadwal hari ini. Beberapa meeting ditunda dan janji temu dialihkan kepada David dan Santy. Seandainya dia bisa mempercepat laju pesawat seperti memacu mobil, pasti sudah dilakukannya.

Akhirnya Tristan hanya duduk sambil menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi. Crystal menangis karena Mamanya adalah hal yang biasa, tapi Suster Anna ikut menangis? Pasti Mamanya mengatakan hal yang luar biasa.

Begitu sampai dirumah, Tristan malah kelimpungan karena ternyata Crystal tak ada dimana pun.

Informasi dari Suster Anna kalau Crystal sudah tahu mengenai statusnya yang anak angkat membuat Tristan semakin stress, kuatir kalau-kalau Crystal beneran kabur dan tak mau kembali.

"Tadi saya antar Nona ke cafe, Tuan. Setelah itu saya nggak tau lagi Nona kemana." Pak Supri bercerita sambil menunduk, dia tak berani menatap wajah Tristan yang marah.

Tristan mondar mandir sambil mencoba menghubungi Crystal.

"Pak Supri! Kenapa nggak tungguin Crystal sampai selesai?" suara Tristan meninggi.

"Saya sudah tungguin, tapi Nona nggak keluar-keluar. Waktu Suster Anna suruh cek, baru saya tau kalau Nona sudah nggak ada di cafe."

Duh! Kemana perginya anak itu.

Tristan semakin uring-uringan saat Crystal tak juga pulang padahal hari sudah menjelang malam. Kali ini kekesalannya beralih ke Suster Anna.

"Kenapa Suster Anna nggak ngelarang Crystal pergi sih?"

Suster Anna tidak berani menjawab karena Crystal pergi tidak pamitan saat dia menyiapkan makan untuk Nona kecil itu.

"Suster yakin nggak tau kemana Crystal? Dia nggak ngomong apa-apa sebelum pergi?" Tristan menyipitkan mata seolah-olah mencurigai Suster Anna.

Suster Anna menggeleng pelan, tangannya gemetar bukan hanya karena takut pada kemarahan Tristan tapi dia juga kuatir Crystal kenapa-napa.

"Tapi tuan barang-barangnya masih ada semua dirumah." Suster Anna mencoba positif thinking.

Kepala Tristan rasanya mendidih, berulang kali dia mengecek ponselnya. Tak ada satu pun notifikasi transaksi kartu kredit yang muncul.

"David! Cari Crystal sekarang juga!" perintah Tristan.

"Ha? Ada apa memangnya?" tanya David.

Tristan memejamkan mata menahan emosi, tangannya mengepal di atas meja makan. Makan malamnya sama sekali belum tersentuh.

"Anak seusia Crystal memang lagi seneng-senengnya keluyuran. Paling dia ke rumah temennya."

Temannya! Kenapa dia tak kepikiran sampai situ ya? Tristan memutar otak, mencoba mengingat siapa teman dekat Crystal. Setaunya teman dekat Crystal hanyalah anak cowok sok ganteng dan menyebalkan itu. Tristan semakin bersungut-sungut memikirkan kemungkinan Crystal sedang pergi berdua dengan Sky.

Suster Anna melipir keluar dari ruang makan dan mencari Pak Supri di pos satpam dia biasa nongkrong.

"Heh!" Suster Anna memukul punggung Pak Supri keras-keras.

"Kamu ya, lain kali kalau bawa Nona bilang ke aku! Kalau sampai ada apa-apa sama Nona, kamu bakal -- " Suster Anna menggerakkan tangannya ke kanan kiri di leher Pak Supri, seolah-olah mau memotong.

"Ampun, Sus! Mana tau kalau Nona lagi ngambek. Tadi dia baik-baik saja kayanya tuh, sambil telponan sama temennya. Sepertinya mereka janjian deh."

HAH!

"Serius, sampeyan! Kenapa dari tadi nggak ngomong! Hiiiih... " Suster Anna mencubit tangan Pak Supri.

"Ampun Sus! Ampun! Tapi aku nggak tau dia telponan sama siapa."

"Pak Supri tau rumahnya Sky apa nggak?" tanya Suster Anna penasaran.

"Sekai?" Pak Supri menggeleng.

"Nona kan nggak pernah main ke rumah temennya, Sus. Palingan ketemu di mall atau cafe gitu Sus." lanjut Pak Supri sambil mengingat-ingat lagi.

"Kasihan Tuan sampai stress mikirin Nona."

"Eh, Sus. Sebenernya kenapa Nona ngambek? Apa karena dimarah sama Nyonya tadi siang?" tanya Pak Supri kepo.

Suster Anna sedikit mundur,dia tidak berani menceritakan kejadian sebenarnya kenapa Crystal sampai ngambek.

"Sudah! Nggak usah ikut campur kalau mau gajimu utuh. Awas kalau sampai Nona kenapa-napa." Suster Anna menyodorkan kepalan tangannya ke wajah Pak Supri.

Sementara Tristan sedang berkutat dengan list nomer telepon dan alamat rumah yang berhasil dimintanya dari kepala sekolah.

Dalam sekejap gossip tentang Crystal yang menghilang merebak di kalangan teman-teman Crystal.

Bersambung ya....

Segini dulu, Man Teman.

Besok lagi ya.

Thank you for reading. 😇

1
fien
Biasa
Nuryati Yati
Kecewa
Nuryati Yati
Buruk
Siti Nina
padahal bagus banget ceritanya tapi yg like nya sedikit,,,🤔
EYN: Hehe... terima kasih, Kak...
total 1 replies
Siti Nina
oke 👍
Mmh Astri
👍novel toon ia the best👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
EYN: Terima kasih jempolnya, Kak...
total 1 replies
Mmh Astri
💪💪💪👍👍🥰
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍👍🥰🥰
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍💪🥰
kimraina
Ya ampun ni nyonya nyonya mulutnya tajem bener mpe saringannya robek ya 😭 begitu bgt ke crystal 😭
kimraina: Iya ka betul
total 4 replies
kimraina
Ntar dicariin nya sampai ke Koreyah 😹
kimraina: Siap ka . .👍😹
total 4 replies
kimraina
Aku dr td bacanya pak supir baru ngeuh kalau namanya juga Pak Supri 😹
EYN: hahaha
total 3 replies
neni onet
dasar bocah,
HP dimatiin tapi CC dipake 🤪
EYN: Namanya juga bocah 😝😜
total 1 replies
neni onet
Kerennn...
maaf karena terlambat menemukan cerita keren ini 😁
EYN: Terima kasih atas waktunya.
Terima kasih bersedia mampir.
Terima kasih ulasannya.

Komen anda membuatku semangat untuk berkarya lagi 😇

Semoga kakak dan keluarga bahagia selalu.
total 1 replies
neni onet
love you too babang tristan . . . 😘
neni onet
tristan ga mau klo jodoh yang sudah dia jagain dari orok, dirusak orang 😁
EYN: Tristan is sweet brother 😍
total 1 replies
neni onet
minta kuota paling 🤣🤣
Melda indah
semangat outhor 💪🫰🥰
EYN: Hai, Kak... kita ketemu lagi. Terima kasih dukungannya. 🙏
total 1 replies
Tini Laesabtini
Seandainya jariku jempol semua ku kasih sepuluh jempolku untukmu thor... Cerita novelmu baguuuuussss pake banget...!!!!
EYN: Thanks before 🙏
total 2 replies
Tini Laesabtini
Aku udh mendaptkn tristanku 30 thn yg lalu...
Walau tak seganteng dn sekaya tristanmu thor...
Baiknya... Sayangnya dn cara melindungiku dn anak2 tiada duanya, tristanmu sprt tristanku....
Tini Laesabtini: Aamiin trimakasih.... D'oa untk ka author dn keluatga jg semoga sehat selalu🤲🤲🤲
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!