NovelToon NovelToon
Wife Is Not A Virgin

Wife Is Not A Virgin

Status: tamat
Genre:Romantis
Popularitas:534.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dea Sismala

Niat awal menolong pria paruh baya dari pencopet justru membuatku berakhir di dalam pernikahan. Aku di lamar oleh anak pria yang kutolong, calon suamiku hampir mendekati sempurna. Namun pria keturunan Jerman- Solo itu bertolak belakang dengan kepribadian aslinya yang beku. Pernikahan ini aku kira indah seperti kelopak bunga di taman. Namun semua ini hanya kepalsuan, hidupku seperti di dalam penjara sangkar emas, aku memiliki rumah mewah tapi tidak di beri uang. Aku memiliki suami yang hampir sempurna tapi tidak pernah di anggap ada.

Akankah aku dapat melewati bahtera rumah tangga yang pelik ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Sismala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke Mall

Keesokkan paginya aku bangun lebih awal, menyiapkan sarapan untuk suami tercintaku Mas Adam. Aku tersenyum kecil membayangkan sikap manisnya terhadapku. Mas Adam adalah segalanya untukku.Dulu aku kira hubungan kami tidak dapat semanis ini, sekeras apapun es pasti ia akan mencair. Sedingin apapun hati pasti ia akan menghangat.

Karna merasa bosan aku menatap makanan di meja sambil bernyanyi. Menyanyi adalah langkah awal menghilangkan rasa bosan

"Aku hanya minta satu sedikit waktumu luangkan untukku ... tunjukkan wujudmu ada di depanku sekarang....!"

"Sayang kenapa kamu butuh saya?" tanya mas Adam dengan senyuman hangat memeluk pinggangku. Suamiku ini memang paling bisa membuat jantungku berdebar- debar.

"Kamu PD banget sih mas," ucapku dengan tawa kecil. Mas Adam tersenyum kini duduk sambil memakan sandwich dan telur gulung buatanku.

"Yang penting saya suamimu," ucap Mas Adam dengan kekehan.

"Yauda mas buruan di makan sarapannya, sebentar lagi juga aku mau berangkat sama Mama Luna ke mall." mendengar ucapanku Mas Adam langsung menghentikan acara makannya.

"Mau pergi kemana?" tanya Mas Adam m ngerutkan keningnya.

"Ke mall mas, ada apa Mas mau aku beliin sesuatu?" tanyaku dengan nada bicara penuh tanya.

"Gak, gak boleh...." larang Mas Adam yang semakin membuatku heran, padahal ke mall bersama Mamah Luna.

"Kan sama Mama Luna mas," ucapku yang sedikit kesal dengan sikap posesifnya.

"Ya tapi gak boleh, saya gak mau pria lain melihat bentuk tubuh kamu!" larang Mas Adam yang terdengar aneh di telingaku Pria mana juga yang Mandang wanita hamil dengan mata penuh cinta.

"Ya ampun mas, perut buncit gini hamil anak kamu siapa juga yang melihat penuh cinta. Sementara di luaran sana banyak anak gadis, " ucapku sambil tertawa geli.

"Saya ikut," Mendengar itu aku semakin menatap jengah suamiku.

"Mas ingatkan akhir- akhir ini jarang masuk kantor, pokoknya hari ini harus masuk." ancamku. "Mas gak lupa sama janji mas semalamkan?" tanyaku dengan nada mengejek. Wajah mas Adam langsung memerah, berpura- pura tidak ingat.

"Saya tidak ingat pernah membuat janji," Mas Adam berpura- pura tidak tahu.

"Dasar," umpatku kesal.

"Sayang, kamu berbicara mengumpat di depan bayi kita." peringat Mas Adam. Aku hanya diam membisu kembali melanjutkan acara makanku.

__

Dengan berbagai macam nasihat akhirnya aku dan Mamah Luna berhasil pergi ke Mall. Mas Adam memang sulit untuk di bujuk, tentu saja Mamah Luna mengeluarkan berbagai jurus untuk membujuk Mas Adam agar memperbolehkanku pergi ke Mall bersama Mamah.

"Vinnie lihat tasnya, bagus buat kamu kalau menghadiri acara formal bersama Adam." Ucap Mamah dengan tatapan penuh minat. Aku mengangguk mengiyakan ucapan Mamah. Kami sudha banyak berbelanja perlengkapan bayi, tas, pakaian dan sendal rumahan. Sebenarnya Mamah meminta di temani belanja tapi kenapa yang di belanjakan justru aku. Pelayan pribadi Mamah sampai kesusahan membawa paper bag yang begitu banyak.

"Mah, apa gak berlebihan sekali?" tanyaku dengan nada meringis. Mamah langsung menggeleng.

"Ini belum lengkap sayang, Mamah mau kesana dulu beliin kamu pakaian ibu hamil." ucap Mamah, aku hanya mengangguk tidak dapat berbuat apapun.

"Maaf ya Clara sudah membuat kamu kerepotan," ucapku dengan nada tidak enak.

"Tidak apa- apa Nyonya muda, saya sennag bertemu nyonya dan membantu." aku mengangguk mendengar itu.

Kini aku duduk di caferia bersama Mamah dan Clara memesan beberapa minuman dingin dan cemilan.

"Bagaimana dengan sikap Adam terhadap kamu? apa dia ada macam- macam?" tanya Mamah dengan tatapan penuh tanya.

Aku menggeleng, justru sebaliknya mas Adam begitu baik. Sehingga begitu sangat posesif terhadapku. "Mas Adam sudah banyak berubah Mah, bahkan ia begitu baik terhadapku." ucapku dnegan senyuman malu- malu.

"Wah pipi menantu Mamah merona," aku menunduk sambil memakan cemilan.

"Vinnie Mamah senang sekali akhirnya kalian bisa hidup bahagia." Ucap Mamah dengan senyuman hangat.

"Iya Mah semua ini berkat restu Mamah," Mamah menggeleng mendengar jawabanku.

"Tidak, semua ini karena kesabaran kamu dengan sikap angkuh Adam. Mamah bersyukur Adam menikahi kamu."

"Terima kasih Mamah," ucapku. Kami melanjutkan makan, hingga waktu menjelang sore kami memutuskan untuk pulang.

Setelah sampai di rumah dan supir meletakan belanjaan di rumah kami, aku pamit pada Mamah mas Adam sudah menunggu di depan rumah dengan gelisah. Sikapnya benar- benar manis.

"Mah lain kali jangan bawa istriku," ucap Mas Adam dengan nada kesal. Aku langsung mencubit perut Mas Adam.

"Shhhh! ... sakit sayang, " ucap mas Adam meringis menahan sakit akibat cubitanku. Mamah mengabaikan Mas Adam, kini melambaikan tangan padaku.

"Mamah pulang dulu Vinnie, kalau Adam macam- macam lapor saja sama Mamah!" aku mengangguk.

"Iya mah," jawabku dengan senyuman.

_

Setelah kepergian Mamah kembali ke rumahnya mas Adam langsung merudungku dengan berbagai pertanyaan yang membuat aku menggeleng.

"Sayang kamu di mall gak ada pria genitkan?"

"Sayang kamu gak di suruh Mamah berrdiri dan bawa belanjaan berjam- jamkan?"

"Sayang kamu sudah makan? gak ada bahan pengawet atau air yang tidak sterilkan yang makan dan minum?"

"Sayang__" baru saaja Mas Adam ingin menanyakan berbagai hal aku langsung menutup mulutnya dengan tanganku.

"Tidak sayang," jawabku kini mengisi bath up dengan air hangat.

"Sayang kamu perlu bantuan?" tanya Mas Adam dengan senyuman mesumnya. mendengar itu mataku langsung membulat mengisyaratkan mas Adam agar segera keluar.

"Mas aku bisa sendiri," Mas Adam langsung keluar dnegan raut wajah lesu.

"Mas! " panggilku, mas Adam langsung menoleh.

" Kamu perlu bantuankan sayang, mas tahu kamu susah buat mandi hehe....," aku hanya menatapnya heran.

"mas sekalian keluar jangan lupa tutup pintu kamar mandinya ya," mendengar ucapanku Mas Adam langsung berjalan lesu.

_

Malam ini aku tidur dengan pelukan hangat mas Adam. Mas Adam bercerita mengenai pekerjaan kantornya.

"Mas pasti lelah banget ya," ucapku sambil mencium lehernya yang harum. Benar- benar harum dan menyegarkan.

"Saya hanya kesal dengan beberapa pegawai yang mencoba menggoda saya," ucap Mas Adam dengan nada kesal.

"Kok mas kesal?" tanyaku heran, bukan pria senang di goda wanita cantik.

"Ya mereka merusak pemandangan mata saya pada setumpuk berkas yang lebih berarti. Untuk apa saya memandang wanita lain sementara saya sudha punya istri yang membuat saya selalu berdebar." ucapan mas Adam membuat pipiku bersemu merah. Suamiku terkadang perkataan sederhananya begitu romantis.

"Sayang kamu kenapa?" tanya Mas kini menatap mataku dengan tatapan lembutnya.

"Hanya bahagia, bahwa rumah tangga kita sekarang begitu harmonis." Mas Adam tersenyum kini mencium keningku dengan penuh kasih sayang.

"Maaf karna dulu pernah membuat kesalahan besar, saya benar- benar menyesali itu seumur hidup sayam" ucap Mas Adam dengan nada sedih.

Aku mengecup singkat bibirnya kemudian menggeleng, Aku tidak berharap ia hidup dnegan penuh penyesalan seumur hidupnya.

"Sekarang semua sudah berakhir, lupakan penyesalan itu mas. Yang penting keluarga kita sekarang bahagia dan baik- baik saja." Mas Adam tersenyum mengusap lembut rambutku.

"Terima kasih," ucap mas Adam memelukku dengan lembut. Juga mengelus perutku yang di dalamnya terdapat bayi lucu kami.

"Mas kita tidur, besok mas ada rapat." peringatku. Kami memutuskan untuk tidur karna aku juga merasa lelah tadi berbelanja bersama Mamah.

1
Elly Rusmina
Thor jgn rendahkan martabat wanita yg baca jdi ilfil
re
Mulai
Shellia
Mencoba memahami,karena sejauh ini aku belum paham. Maaf ya thor kok berantakan ya ceritanya.
Mohon maaf ya thor sampai disini aja,susah dipahami. 🙏🙏🙏
Nani Rosmiati: ini novel,, apa ceramah
total 1 replies
Shellia
ada cerita yg gak nyambung deh,coba dibaca lagi bukin bingung
Shellia
jd siapa yg udh bikin Vinnie gak virgin?
Shellia
ini ceritanya si cewek udh gak virgin gitu to?
Krisvi- ldr: iyaa Kak
total 1 replies
Abcd Efgh
elitscaat nanti aku tak pernah ada yang telah berpartisipasi dalam kayu yang telah berpartisipasi dalam kayu
Lalas Nuraida Nuraids
si Adam yg angkuh ,sombong dan arogan udah jd bucin akut sampai hampir kaya orang gila ...
Lalas Nuraida Nuraids
katanya vinie mau ngelamar jd cleaning service kok malah jd pegawai kantor
Lalas Nuraida Nuraids
cowok dingin kalo udah jatuh cinta bisa berubah jd bucin dan fosesif banget
Sari Yok'l
ini cewek dimana saat pembagian otak?
Priskha
terlalu banuak kata2nya dan diulang2 trs bikin bosan bacanya dan bingung
Priskha
thor maaf hanya masukan aja tlg kata2nya jgn terlalu puanjang ya biar yg baca tdk bosan makasih 🙏🙏🙏🙏
StrawCakes🍰
semangat kakak Author 🤗
Dea: makasih kk
total 1 replies
StrawCakes🍰
wew sudah tamat.. ditunggu karya selanjutnya 👍🏻
StrawCakes🍰
lanjut
StrawCakes🍰
lanjut
StrawCakes🍰
bagus, awalnya sudah menarik.. lanjut thor semangat 💪🏻

salam dari Jodoh Takkan Kemana dan Bahasa Kalbu 🤗
🌻Ruby Kejora
like mendarat...mari qt slg dkg thor sampai eps.terakhir. semoga sukses selalu

di tunggu feedback nya di novelku
》▪Angeli Justin▪《
bingung bat....
tiba" dah disini dan tiba" dah disana
capek deh ak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!