NovelToon NovelToon
Mafia And The Princess Of Wands

Mafia And The Princess Of Wands

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Mafia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:138.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Lea adalah seorang putri dari kerajaan Magic of Wands, dimana kerajaan itu berada di atas awan. Lea ingin sekali turun ke bumi dan melihat apa saja yang ada di bumi. Hingga pada suatu hari, Lea dan kawan-kawannya berhasil turun ke bumi. Namun begitu sampai di bumi, Lea dan teman-temannya malah di culik oleh kawanan mafia. Bagaimana kelanjutan cerita Lea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meet The Mermaids

Lea POV

"Max, sadarlah. Bangunlah Max!" Aku berseru seraya menepuk-nepuk pipi Max.

"Apa yang terjadi kepadanya?" Tanya ayahku.

"Rue menggunakan mantra melupakan permanen, dan aku rasa alam bawah sadarnya membuat perlindungan untuk hal-hal yang tidak masuk akal seperti ini, jadi ketika dia berhadapan dengan sesuatu yang bertentangan dengan alam bawah sadarnya tubuh Max akan otomatis menolak, pingsanlah dia, ayah." Jawabku sekaligus menjelaskan apa yang terjadi.

Ayahku mengangguk-angguk, "Rue!"

Rue segera menghampiri ayahku dan berlutut, "Saya, Yang Mulia." Kata Rue.

"Apa alasanmu memakaikan Max mantra melupakan permanen?" Tanya ayah dengan suara menggelegar.

"Ampun Yang Mulia. Itu karena Max menyukai Nona Lea, Yang Mulia." Jawab Rue.

Wajah ayah tampak murka, "Apa! Darimana kamu tau itu? Kamu ingat bukan, apa hukum untuk mereka yang memfitnah tanpa melihat kebenaran?" Tanya Ayah tegas.

"Saya ingat Yang Mulia." Jawab Rue tertunduk kemudian Rue mengeluarkan bola kristal ajaib milik Nyonya Lily. Dan dengan satu sentuhan tangan bola kristal itu menyambarkan petir-petir kecil di sekeliling dindingnya.

Dan kemudian tampaklah aku dan Max yang sedang berciuman dengan panas. Aku memalingkan wajahku dari bola kristal dan pandangan mematikan ayahku.

"LEA!" Seru ayah.

Aku menghampiri ayahku dan berlutut di depannya, "Ampun Yang Mulia, maafkan aku yang sudah terjerat nafsu duniawi dan kenikmatan sesaat." Sahutku tertunduk.

"Kamu tau tentang itu tapi kenapa kamu melakukan hal itu, Lea? Apa yang terjadi kalau Max menuntutmu lebih dari sekedar ciuman?" Tanya Ayah.

"Aku berbicara sebagai ayahmu bukan seorang raja. Pergilah dan berbicaralah dengan ibumu." Kata ayah lagi.

Aku mengangguk, "Terimakasih Yang Mulia." Sahutku kemudian dengan setengah cemberut aku menghampiri ibuku.

"Aku sudah tau." Kata Ibu.

Aku terperangah, "Maaf." Ucapku lirih.

Ibu membelai rambut panjangku yang tergerai panjang hingga ke bawah sayapku, "Dan aku tau bagaimana perasaanmu saat Max mendekatimu." Kata ibu lembut.

"Bagaimana perasaanku? Aku sendiri tidak paham rasa apa yang aku rasakan di dalam hatiku." Jawabku.

"Kamu belum paham, aku hanya akan mengingatkanmu. Jika kamu sudah siap untuk jatuh cinta kepada seorang manusia bumi, maka aku anggap kamu sudah siap untuk sakit." Kata ibu.

Aku merenungkan kata-kata ibu barusan. Sejauh ini aku belum menemukan sakit yang dimaksudkan oleh ibu. Hanya sesaat sewaktu aku melihat Max dan Eleanor saling bergelut dengan dahsyat. Setelah itu pun Rue melindungiku dari rasa sakit itu jadi aku belum pernah merasakan sakit yang sesungguhnya.

"Bagaimana? Sudah siap sakit? Aku tidak akan meminta Rue untuk menjagamu lagi, kuanggap Max sebagai pengawalmu. Tapi saat kemarin kamu melepaskan emosimu, ayahmu sudah siap tempur melawan Max hanya aku yang bisa menenangkannya." Sahut ibu.

"Max dianggap gagal oleh ayahmu dan seharusnya Max sudah mati. Namun aku merasa ada sesuatu yang aneh, aku melihat kamu ingin sekali menemuinya dan aku mengambil kesimpulan kamu menyukai Max. Benar bukan?" Tanya ibu.

Aku tidak menyahut, aku hanya sedang berpikir apa benar aku menyukai Max? Apa itu cinta yang kurasakan kepada Max? Kenapa bisa secepat itu aku jatuh cinta kepadanya?

Aku meninggalkan ibu dengan segudang tanya di hatiku. Kemudian aku menghampiri Max lagi, oh dia sudah sadar. Max sedang duduk di pembaringan dekat singgasana ayah dengan di temani oleh peri-peri kecil yang beterbangan di sekitarnya, mereka penasaran karena baru kali ini ada manusia yang berkunjung ke tempat kami, dan manusia itu belum mati.

Biasanya manusia yang sudah mati suka salah tempat, mereka mengira ini surga dan kami adalah malaikat. Padahal wajah malaikat tidak cantik atau tampan seperti kami, dan surga masih berada jauh di atas sana.

Aku kembali kepada Max,

"Max. Kamu sudah sadar?" Tanyaku.

Max tampak sangat tidak nyaman, "Sudah. Dimana aku?" Tanya Max.

"Di rumahku. Itu ayahku, dan ibuku masih di dalam. Beri hormat kepada ayahku karena ayahku seorang raja, ibuku seorang ratu sedangkan aku seorang putri kerajaan." Jawabku.

Max terpana mendengar penjelasanku, "Oke. Lalu apa yang harus kulakukan disini?" Tanya Max lagi.

"Apa kamu sudah kuat?" Aku balik bertanya kepadanya karena aku akan mengajaknya terbang.

Max mengangguk lemah.

"Baiklah, berpegangan kuatlah kepadaku karena aku akan mengajakmu ke suatu tempat dan aku harap kamu tidak pingsan." Ujarku tersenyum, dan mengangkat Max ke atas.

Sisa bubuk terbang Max masih ada dan masih berfungsi dengan baik di tubuhnya jadi aku hanya akan tinggal mengangkatnya saja.

"Rentangkan tangamu, Max. Kali ini hanya ada aku dan kamu." Sahutku.

Aku mengajak Max terbang menembus awan, kemudian meluncur lagi ke bawah menyusuri sungai-sungai kecil serta melewati lengkungan pelangi yang tersembunyi di sungai air mancur.

"Disitukah pelangi disembunyikan?" Tanya Max.

Aku mengangguk, "Dia akan keluar begitu ada cahaya yang menyerupai cahayanya dan hanya akan di terima bumi sedikit sekali karena tertutup awan kan." Aku menjelaskan.

Max tampak bingung, "Sepertinya aku diajarkan tidak seperti itu saat sekolah, sudahlah. Pelangi cukup besar ternyata." Kata Max pada akhirnya.

Aku terkikik kecil, dan kemudian aku mengajak Max ke pantai duyung, dan para duyung itu melambaikan tangan mereka ke arahku, "Nona Lea." Sapa mereka.

Aku mengajak Max turun sebentar, "Max ayo kita mampir dulu karena ini bukan tujuan kita. Tapi para duyung itu sudah melihat kita tidak enak kalau tidak menyapanya." Ajakku kepada Max.

"Hai Sirene. Hai Muirgen, dan hai Sedna. Bagaimana kabar kalian?" Sapaku.

"Kami baik sekali. Senang sekali berjumpa denganmu. Dan siapa manusia tampan ini Nona?" Tanya Sedna dan tiba-tiba sudah merangkul kaki Max.

Max mundur ketakutan, "He...hei!" Tukasnya.

Sedna tertawa, "Dia manis sekali Nona Lea. Dimana Nona menemukan manusia itu?" Tanya Sedna lagi.

Cebyur!

Muirgen turun dari batu di tengah pantai dan mendekati kami, "Hai pria tampan. Apa kamu tidak tau kalau nama manusia ini adalah pria?" Tanya Muirgen kepada Sedna.

Muirgen dan Sedna tertawa cekikikan. Beda lagi dengan Sirene. Sirene menarik tangan Max dan mengecupnya, "Ah aku suka sekali aroma manusia." Jawabnya menggoda Max.

"Sudahlah jangan menggodanya, nama manusia bumi adalah Max. Aku berteman dengannya jadi baik-baiklah kalian kepadanya." Ujarku dan bergegas mengajak Max untuk terbang kembali.

Namun seorang duyung menarikku ke air,

Byur!

Meltem!

Meltem adalah sosok duyung yang mempunyai kemampuan untuk melihat masa depan. Saat ini, Meltem memperlihatkanku bahwa aku dan Max akan berpisah dalam waktu dekat ini karena kehadiran seorang wanita yang tidak dapat di tolak oleh Max. Nelson merajalela, dia akan menguasai wilayah Max dengan cepat karena Max lengah.

Dan titik lengah Max adalah, aku!

Tidak berhenti sampai disana, Meltem memperlihatkanku sesuatu yang lebih mengerikan Nelson menyekapku dan memerasku hanya untuk mutiara yang keluar dari airmataku. Pada akhirnya kekuatanku akan habis, dan aku akan mati mengenaskan di bumi.

Deg!

Meltem kembali membawaku ke permukaan, "Aku hanya memberikanmu penglihatanku dan semoga ini tidak menjadi kenyataan. Jangan lengah Nona Lea." Sahut Meltem memperingatkan.

Aku berterimakasih kepadanya, "Bagaimana supaya itu tidak terjadi?" Tanyaku.

"Kembalikan dia ke bumi dan menjauhlah darinya, Nona." Jawab Meltem.

"Aku tidak bisa mengembalikannya sekarang, kumohon." Pintaku.

"Kalian tidak bisa bersatu, Nona. Secepatnya kembalikan manusia itu ke bumi karena itu tempatnya." Perintah Meltem.

Aku menggeleng, "Ulur waktu untukku satu hari saja, dan terimakasih Meltem." Sahutku kemudian aku mengajak Max terbang kembali ke tempat tujuanku. Kepalaku penuh sekali dan entah kenapa hatiku terasa sakit hanya melihat penglihatan Meltem.

...----------------...

1
Rina_Ibnu_Hajar
mantap ceritanya kak, saya mengikuti alurnya, jangan lupa mampir di novel ku ya kak

"Gadis Pejuang Bisnis Kecantikan Oriflame"
prita@
novel yang bgus...fantasinya keren...penyampaiannya jg ga berbelit-belit..
keren thor
Florence Karina 🌹
suka banget sama Lea ...bikin lanjutannya dng
(⁠๑⁠♡⁠⌓⁠♡⁠๑⁠)park Nath(⁠•⁠ө⁠•⁠
kereeen
Rhe
nice story 😘🥰🥰
Anindira Putri
👍💖
Kinara Ratu
mampir disini sambil nunggu Aiden di up
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘😘😘
Olive 🫒: makasih kakak, semoga betah 😁🤭
total 1 replies
authornya asik dah, baru tau ada cerita sebagus ini
Olive 🫒: halo kak, makasih yah 💜
total 1 replies
rossie
keren banget
Sophia
ga pernah ngecewain sih dan selalu menarik
Pingkan B
ini juga udah tamat? seneng banget aku sama dua cerita ini sama si Sammy. pokoknya sukses terus untuk author
Little Angel
keren, keren, keren, keren 🤭👍
Little Angel
semangat terus kak, jangan nyerah karna rating bintang 1
Noviyanti
wah udah tamat aja... ditunggu karya barunya..
Olive 🫒: makasih kak Novi
total 1 replies
~Ķímhwä~
eh beneran End? waah engak kerasa ya..senang disetiap ceritanya penuh akan keseruan dan kekesalan. kesal aja sama sikap Max🤭. yeah Kak Olive memang keren membuat story yang mengenang dihati Reader's...thanks juga buat kak Olive udah bikin cerita seru ini...

oke Kim lanjut ke novel kakak yang lain lah🏃‍♀️🏃‍♀️
~Ķímhwä~: Sama-sama kak olive
total 4 replies
jasmine91
udah tamat yah kak? ga terasa udah end aja. seneng bacanya kak 🤗
Olive 🫒: iya kak Jasmine. Ditunggu cerita yang lainnya yah, makasih udah ngikutin kisah Max dan Lea 💜
total 1 replies
Reni A
21+++++ ini
Strawberry
Keren banget Thor
gina02
aku suka karna lucu dan imajinasinya hebat kayak bisa ngajak aku masuk ke dalam ceritanya. Terus berkarya yah, thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!