Jadwal Update Selasa, Kamis dan Sabtu
Violet seorang wanita yang manis dengan wajah yang cantik, tapi dia selalu di benci oleh Ibu kandungnya dan harus menjadi pengganti sementara untuk saudara kembar nya.
Tapi sebuah pertemuan telah mengubah hidup, pertemuan dengan seorang anak kecil telah membawanya pada kehidupan yang berbeda.
Dan membawanya pada seorang pria yang tak lain adalah ayah dari anak kecil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Ayah..." Panggil Nana sambil berlari memeluk Daniel.
"Kau sudah pulang, bagaimana sekolah nya? Apakah lancar?" Tanya Daniel.
"Iya.." Jawab Nana bersemangat.
"Baguslah, tapi kenapa kau pulang terlambat? Dan bahkan supir pun menelpon jika kalian tak ada di sekolah." Ucap Daniel.
"Oh.. Tadi Kak Thomas menjemput Nana dan Tante di sekolah, lalu Kak Thomas mengajak Nana makan siang." Ucap Nana.
Daniel yang mendengar ucapan anaknya pun hanya tersenyum lalu matanya melihat ke arah Violet.
"Baiklah, sekarang kau ke kamar dan ganti baju." Ucap Daniel.
"Baik ayah." Jawab Nana.
Setelah itu Nana langsung pergi ke kamar nya dan Daniel pun hendak pergi tapi Violet langsung menghalangi nya.
"Ada apa?" Tanya Daniel dengan tatapan dingin.
"Kenapa Nana di sebut anak orang miskin?" Tanya Violet.
"Oh.. Aku sengaja menyembunyikan identitas Nana dengan mendaftarkan nya sebagai anak dari keluarga miskin." Ucap Daniel.
"Kenapa?" Tanya Violet.
"Apa?" Tanya Daniel tak mengerti.
"Kenapa kau menyembunyikan identitas asli Nana, apa kau tahu semua orang membully Nana bahkan gurunya pun mengintimidasi Nana." Ucap Violet.
"Iya karena aku tak ingin jika mereka tahu Nana adalah anak ku, Nana akan di manfaatkan oleh orang lain agar mereka bisa dekat dengan ku." Jawab Daniel.
"Jadi kau tak suka jika ada yang mendekati Nana karena tak ingin dia di manfaatkan, jadi kau lebih suka anak mu di Bully. Kau sebagai ayah sangat egois." Ucap Violet.
"Jaga bicaramu itu Violet, kau tak akan mengerti rasanya memiliki seorang anak karena kau belum menikah." Ucap Daniel.
"Iya aku memang tak mengerti perasaan mu sebagai seorang ayah, tapi aku mengerti bagaimana perasaan Nana karena aku juga seorang anak." Ucap Violet.
Daniel pun terdiam, "Lalu apa yang kau inginkan?" Tanya Daniel.
"Yang ku inginkan agar kau mengungkapkan indentitas Nana, setidaknya agar dia memiliki teman. Walau teman itu hanya melihat Nana dari latar belakang keluarga nya tapi yang terpenting agar Nana bisa bergaul dan dia bahagia seperti anak-anak yang lainnya." Ucap Violet.
Daniel pun terdiam, dia tak menyangka jika Violet memperhatikan kebahagiaan Nana sampai seperti itu. Bahkan Violet lebih memperhatikan kebahagiaan Nana di bandingkan dengan dirinya.
"Kenapa kau sangat peduli terhadap Nana?" Tanya Daniel.
"Memangnya salah?" Tanya Violet.
"Tidak, apa kau sengaja peduli kepada Nana untuk menarik perhatian ku?" Tanya Daniel.
Violet yang mendengar ucapan Daniel pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Maaf apa anda salah minum obat hari ini?" Tanya Violet.
"Apa?" Tanya Daniel.
"Aku memperdulikan Nana karena memang peduli dan tak ada hubungannya dengan mu, dan itu mungkin saja harapan Tuan Daniel yang terlalu mengharapkan Ku." Ucap Violet sambil tersenyum.
"Siapa yang mengharapkan mu." Ucap Daniel.
Violet yang melihat wajah Daniel memerah pun hanyalah tersenyum, lalu Violet langsung pergi meninggalkan Daniel sendirian.
"Dasar wanita narsis, siapa juga yang menginginkan wanita seperti nya." Ucap Daniel kesal karena berani nya Violet berkata seperti itu dan hal itu membuat seperti dirinya lah yang menginginkan Violet.
Violet yang berada di dalam kamar pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Selama ini Violet menjaga tubuh agar tak di jamah oleh pria lain selain suaminya nanti.
"Apa aku akan menikah?" Tanya Violet pada dirinya karena dia sadar jika selama ini tak ada satu pun pria yang menyukainya dan mau meminangnya.
Kemudian Violet langsung membersihkan tubuhnya di bawah kucuran shower, nampak Violet menikmati setiap tetesan air yang menetes pada kulit nya.
"Nyaman nya.." Gumam Violet.
Setelah itu, Violet langsung mengambil handuk dan keluar dari kamar mandi.
Tapi tiba-tiba pintu kamar di buka, "Violet dimana tas sekolah Nana." Ucap Daniel.
Seketika mata Daniel langsung terhenti saat melihat Violet yang hanya menggunakan handuk saja.
"Ahh..." Teriak Violet.
"Apa yang kau lakukan, kenapa main masuk ke kamar orang tanpa mengetuk pintu." Ucap Violet kesal.
"Aku hanya ingin menanyakan tas Nana, lagi pula aku tak tertarik pada tubuh datar mu itu." Ucap Daniel dengan wajah yang sudah merah.
Lalu Violet langsung mengambil tas Nana yang ada di kamar nya, saat Violet hendak memberikan tas itu tiba-tiba kakinya tersandung dan langsung menabrak Daniel hingga mereka berdua terjatuh bersamaan dengan posisi Violet yang berada di atas tubuh Daniel.
Nampak Daniel dan Violet saling menatap satu sama lain.
"Apa kau sudah tak sabar ingin merasakan tubuh ku, sampai harus seperti ini." Ucap Daniel.
Mendengar ucapan dari Daniel, Violet langsung bergegas pergi tapi Daniel menahan pinggang Violet.
"Apa?" Tanya Violet.
"Tidak ada." Jawab Daniel sambil menatap manis.
Violet yang melihat wajah Daniel yang tampan di tambah senyuman nya, membuat Violet seketika salah tingkah.
"Lepaskan." Ucap Violet sambil beranjak bangun dari tubuh Daniel.
Daniel pun hanya tersenyum lalu bangun sambil mengambil tas Nana, setelah itu Daniel langsung pergi meninggalkan Violet.
Setelah kepergian Daniel, Violet langsung diam sambil memegangi dadanya yang terus berdetak dengan kencang.
Sementara itu...
Nampak Viola berusaha menahan Thomas untuk pergi dari rumah.
"Mas.. Tolong jangan pergi, aku mencintaimu." Ucap Viola.
"Kau telah membohongi ku dan aku sudah tahu jika wanita yang bersama ku bukanlah dirimu tapi Violet." Ucap Thomas.
Viola yang mendengar ucapan Thomas pun langsung terdiam seketika, wajahnya menampilkan keterkejutan.
"Kenapa? Kau terkejut karena aku bisa tahu semuanya." Ucap Thomas.
"Kau.. Kau.. salah paham." Ucap Viola.
"Salah paham? Kau bilang aku salah paham, dari awal aku tak salah paham tapi kau dan keluarga mu telah membohongi ku." Ucap Thomas.
"Pokoknya aku gak mau pergi, mau bagaimana pun sekarang aku adalah istri mu." Ucap Viola.
Mendengar ucapan Viola pun Thomas semakin kesal jika mengingat status nya yang merupakan seorang pria yang sudah beristri.
Setelah Itu Thomas langsung pergi meninggalkan Viola.
Viola pun sangat kesal karena gara-gara Violet semuanya menjadi seperti ini. "Awas saja kau Violet, aku akan memberi mu perhitungan." Ucap Viola.
kayaknya kereen nih
semangat ya thorr untk bikin up nya💪💪💪💪
semoga Violet dan Daniel menikah