Warning!
Novel ini hanya untuk usia 21+ yang mempunyai tingkat ke-haluan level tinggi. Tidak ada korelasi nya dengan agama apapun dan budaya manapun!
Orang-orang mengenalnya dengan nama Harley Davidson, seorang pemuda yang tidak diketahui asal usulnya oleh siapapun. Tidak ada yang tahu persis dari mana asal pemuda tampan ini atau siapa orangtua nya, yang mereka tahu hanya bahwa pemuda misterius ini tinggal seorang diri disebuah villa diatas bukit.
Terkadang dia hadir diantara orang-orang dikota itu, terkadang dia menghilang entah kemana tetapi seorang Harley akan selalu kembali ke villa itu dengan mobil sportnya atau motor besarnya.
Hingga satu saat dengan sangat terpaksa dia membawa pulang seorang gadis kedalam rumahnya, yang lambat laun akan mengisi hidupnya.
Siapakah gadis cantik itu?
Aoa yang terjadi ketika Harley harus menyerahkan kembali gadis itu kepada kedua orang tuanya?
Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah..
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian semua disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Sally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bocah Gila
Tiga jam sebelumnya.
Ellena masih berkutat dengan bahan-bahan masakannya di dapur, siang ini Harley lagi-lagi meminta dirinya untuk membuatkan makanan favoritnya Lasagna. Sementara sang tua muda tengah asik mengajak jalan-jalan Max kepinggir pantai.
Perasaan Ellena sangat senang pagi ini, dari semenjak dirinya kembali ke rumah ini Harley selalu memperlakukan nya dengan baik. Apalagi semalam pria itu mengajak Ellena untuk duduk dipangkuan nya, didepan perapian sambil menikmati bintang yang bertaburan di langit dan menikmati segelas anggur merah, Harley memeluk tubuh Ellena dengan erat sambil sesekali menciumi lehernya.
Entah hubungan apa yang mereka jalani saat ini, meski Harley selalu memanjakan dirinya tetapi dia tidak pernah bertindak melebihi batas. Pria misterius itu begitu menghormati wanitanya.
"Max! Kita akan makan besar siang ini!" Seru Harley saat mereka memasuki rumah melalui pintu belakang yang langsung terhubung dengan ruang makan.
"Eehhh!!! Mandi dulu sana!" Seru Ellena sambil menepuk tangan Harley ketika pria itu berusaha mencomot Lasagna yang baru saja dikeluarkan oleh Ellena dari dalam oven.
"Isshhh...Pelit dasar!" Harley memonyongkan bibirnya sambil mengusap tangannya yang tidak sakit.
"Mandi atau gak dikasih makanannya nanti" Ancam Ellena sambil berkacak pinggang, sementara salah satu tangannya masih memegang pisau.
"Max!" Pekik Harley sambil melihat ke arah belakang Ellena, sontak gadis itupun langsung memutar tubuhnya.
"Dapet!" Harley berlari setelah dia mencomot bagian atas makanan itu dengan jarinya dan memasukkan nya kedalam mulutnya.
"Aaahhh!!! Panas!" Pekiknya
"Rasain!" Balas Ellena
"Jahat!!" Harley berteriak dari atas tangga
"Biarin!" Ejek Ellena
Selesai dengan ritual mandinya yang sangat singkat, Harley pun bergegas menemui Ellena diruang makan. Pria itu sudah dalam keadaan berpakaian rapi dengan menggendong tas ransel di punggungnya.
"Harley...?" Ellena menautkan kedua alisnya saat mereka beradu pandang.
"Aku harus segera pergi, M baru saja menghubungi ku" Ucapnya, lalu memberikan wejangannya kepada Ellena selama dia pergi bertugas. Apa saja yang harus dia lakukan dan apa saja yang boleh dan tidak boleh dia lakukan sebelum dirinya kembali pulang.
Ellena mendengar semua ucapan Harley sambil mengambil sebuah kotak untuk wadah Lasagna yang akan dia berikan kepada pemuda itu sebagai bekal.
"Oke, pergilah dan hati-hati di sana" Ucap Ellena sambil menyerahkan kotak makanan itu kepada Harley.
"Thanks Elle" Balas Harley lalu mencium kening dan bibirnya.
"Max jaga dia!" Pinta Harley, lalu bergegas menuju mobilnya setelah dia mencium kepala anjing kesayangan nya itu.
Harley menghubungi Peter untuk meminta kepada pemuda itu agar mengirimkan suplai bahan makanan setiap dua hari sekali selama dirinya pergi bertugas, dia pun meminta agar pemuda itu sesekali membawa Max untuk berjalan-jalan.
Peter sudah mengenal siapa Ellena, Harley sempat mengajak Peter untuk makan siang bersama di kediaman nya empat hari yang lalu dan mengenalkan gadis cantik itu kepadanya.
"Oke Harley, jangan khawatir aku akan menjaga mereka" Ucap Peter sebelum Harley mengakhiri panggilan nya.
"Hhmmmm.... Ternyata ini yang dirasakan oleh Paloma ketika melepaskan Harley pergi bertugas..." Gumam Ellena. Dia memandangi sisa Lasagna didepannya, lalu mengambil sepotong makanan itu untuk dirinya sendiri dan mulai menyantap nya.
Kembali ke markas pusat.
Harley beserta Ferrari dan Chopper sedang bersiap untuk terbang ke negara R dimana D'Castello dan Luis berada saat ini, setelah sebelumnya mereka mencoba alat baru yang diciptakan oleh Viper si bocah jenius.
"Penyamaran kalian kali ini beresiko sangat tinggi, jadi aku menciptakan alat ini untuk kalian" Ucapnya sambil menyerahkan sebuah alat yang mirip dengan stiker, tetapi jika dilihat lebih dalam lagi alat itu adalah sebuah nanobot yang bisa mengubah bukan hanya wajah tetapi seluruh tubuh orang yang menggunakan nya.
Gila nya lagi dia akan mengubah penampilan pengguna nya secara otomatis, hanya dengan memandang foto yang sudah bisa terlihat melalui kontak lensa yang terpasang di bola mata penggunaan nya itu.
Sistem akan memindai secara otomatis wajah yang akan dipakai untuk penyamaran dan dia akan mentransfer gambar tersebut melalui lensa kontak penggunanya, setelah itu terjadi maka proses pengubahan bentuk wajah secara virtual akan dimulai secara otomatis.
"Good luck ladies! Dan pulanglah dalam keadaan bernyawa!!" Seru M saat ketiga agen terbaiknya menaiki pesawat.
"Har, apa kamu yakin kita harus menjalankan rencana cadangan itu nanti?" Chopper memastikan seat belt nya terpasang dengan benar ketika dia mempertanyakan rencana gila itu kepada Harley.
" Ya " Jawabnya singkat.
Harley sendiri pun berharap rencana itu tidak pernah akan mereka jalankan, tetapi jika keadaan benar-benar tidak memungkinkan maka dengan sangat terpaksa dia akan melakukan nya.
Anggap saja ini merupakan ganjaran yang harus dia terima karena telah gagal melenyapkan Luis setahun yang lalu, tetapi kali ini dia akan memastikan bahwa dirinya tidak akan melakukan kesalahan yang sama.
Entah kemarahan seperti apa yang dirasakan manusia laknat itu saat ini setelah dulu Chopper memotong alat vitalnya, dan Harley melepaskan anak panahnya tepat di kedua pahanya. Tetapi yang jelas saat ini mereka sudah mempersiapkan diri nya untuk menghadapi dan melenyapkan Luis serta D'Castello.
.
.
"Max...Apa yang kamu lakukan?" Ellena melihat Max yang menggonggong ke arah pintu belakang rumah, dan berjalan bolak-balik.
"Apa kamu mau keluar boy?" Gadis itupun mendekati Max sambil memeriksa keadaan diluar pintu melalui kaca pintu tersebut.
Ellena mengingat pesan terakhir Harley yang mengatakan jika dirinya harus mengaktifkan sistem keamanan rumah secara berlapis jika Max tiba-tiba gusar, gadis itu pun langsung menekan tombol-tombol yang ada dilayar ponselnya dan seketika sistem keamanan itu di seluruh areal rumah itupun aktif bersamaan dengan Max yang mulai terlihat lebih tenang.
"Apa kamu mau menonton TV Max?" Ellena mengajak Max menuju ruangan keluarga, lalu menyalakan televisi dan mencari saluran favorit anjing nya itu.
Ada sedikit kekhawatiran dibenak Ellena saat ini, dia tidak akan bisa melindungi dirinya jika tiba-tiba sesuatu hal buruk terjadi di sana. Misalnya ada pencuri yang masuk, atau orang-orang iseng yang sengaja menjahilinya.
Letak rumah mereka yang jauh dari pemukiman akan menyulitkan Ellena untuk sekedar mencari pertolongan.
"Sepertinya aku harus mulai belajar bagaimana caranya melindungi diriku, lagipula aku punya banyak waktu untuk itu" Gumam Ellena.
"Tapi siapa yang akan mengajariku Max? Apa kamu ada ide kawan?" Ellena mengelus kepala Max saat anjing itu melabuhkan nya dipangkuan nya.
"Mungkin berolahraga adalah awal yang baik, kamu setuju?"
Wuff!
Wuff!
"Oke, aku anggap itu sebagai iya" Kekeh Ellena, lalu mulai menikmati acara televisi kesukaan Max. Tantangan film anjing yang paling fenomenal Scooby-Doo...
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah 😊
Happy reading 🤗🤗🤗
aku suka cerita genre yg begini 👌👌👌
tolong pencerahannya pengarang cerita...