Namaku Cinta Permata Kusuma, aku anak pertama dari dua bersaudara.
Aku dilahirkan dari keluarga yang berada dan berkecukupan, tapi tidak dengan kasih sayang kedua orang tua.
23Tahun mengalami keterpurukan, akhirnya kebahagiaanku kini telah datang.
Iqbal Radit Adijaya, dia pria yang memberi kebahagiaan yang tidak pernah aku dapati sejak dulu. Cintanya sangat besar hingga dia rela memberi hidupnya untukku.
Apa kebagian ini akan selamanya? atau Cinta harus kembali di kehidupan semulanya?
Semua jawabannya ada disini
"TAKDIR HIDUP CINTA".
Setiap episode terdapat kata-kata motivasi di akhir cerita. Dan jadikan itu sebagai inspirasi hidup yang lebih baik untukmu di kedepan nanti.
Selamat membaca, jangan lupa like,comment, vote dan tambahkan ke Favorite di Hpmu untuk mendapatkan up terbaru dari author.❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Ngambek Kenan dan Rafa pada Cinta
Selamat membaca!📖
•
•
•
•
•
Acara peresmian berjalan dengan lancar, tanpa adanya kendala. Semuanya menikmati acara yang disediakan oleh kantor dengan bahagia.
Cinta tidak lupa mengambil adil dalam acara kantornya. Dia menyanyikan sebuah lagu berjudul pesan dari hati.
Tatapan mata itu terasa begitu dalam
Seakan akan menyentuh jantung hatiku
Apakah ini suatu isyarat
Sebuah pesan dari hatimu
Ungkapan rasa cinta engkau pendam
Biarkan hati bicara
Katakan semua rasa kita
Hentikanlah kebisuan membohongi kita
Biar hati yang berjanji
Dia tak mungkin bisa berdusta
Tentang rasa cinta kita
Tulus dari hati
Senyuman di bibirmu
Selalu tersimpan di hati
Seakan akan menyentuh mesra jiwaku
Apakah ini suatu isyarat
Sebuah pesan dari hatimu
Ungkapan rasa cinta engkau pendam
Biarkan hati bicara
Katakan semua rasa kita
Hentikanlah kebisuan membohongi kita
Biar hati yang berjanji
Dia tak mungkin bisa berdusta
Tentang rasa cinta kita
Tulus dari hati
Biarkan hati bicara
Katakan semua rasa kita
Hentikanlah kebisuan membohongi kita
Biar hati yang berjanji
Dia tak mungkin bisa berdusta
Tentang rasa cinta kita
Tulus dari hati
Cinta kita selalu jadi milik kita berdua
Untuk selamanya
Biarkan hati bicara
Katakan semua rasa kita
Hentikanlah kebisuan membohongi kita
Biar hati yang berjanji
Dia tak mungkin bisa berdusta
Tentang rasa cinta kita
Tulus dari hati
Acara kantor semakin ramai setelah Cinta selesei bernyanyi. Peresmian ini tak luput dari wartawan, mereka merekam semua, tanpa ada yang kelewat, bahkan Cinta yang mengundang mereka untuk melakukan siaran langsung agar seluruh negara dapat menyaksikannya.
"Kakak." Panggil Laura saat Cinta tiba disampingnya.
"Iya." Sahut Cinta menoleh adiknya.
Cinta keget tiba-tiba Laura memeluknya dengan erat sambil menangis. Cinta tak tahu apa yang terjadi sama adiknya, dia khawatir melihat Laura seperti ini.
"Dek, apa yang terjadi sama kamu? kenapa kamu menangis? siapa yang jahatin kamu? ayo bilang sama kakak? jangan bikin kakak takut kalau kamu terus diam kayak gini!" Khawatir Cinta memeluk adiknya.
"Laura ayo bilang, jangan diam kayak gini? kalau kamu terus seperti ini, kamu hanya akan bikin kita makin takut." Khawatir Kenan melihat adiknya masih saja menangis.
"Laura kalau kamu ada masalah cerita? Kita semua siap membantu kamu. Berhentilah menangis. Apa kamu tidak kasihan melihat kak Cinta yang khawatir melihat kamu kayak gini." ucap Iqbal menatap Laura yang masih enggan melepas kakaknya.
"Hiks... hiks... hiks... aku menangis bukan ada masalah... hiks... hiks... aku menangis terharu." ucap Laura disela nangisnya.
Mendengar perkataan Laura, mereka menjadi kesal. Bagaimana tidak kesal mereka boleh panik memikirkan Laura yang kenapa-kenapa, ternyata dia menangis terharu.
"Laura, kamu ini bikin kita takut saja! kita kira kamu kenapa." kesal Kenan menatap Laura.
"Kenapa takut? apa aku ada bilang sesuatu sebelum menangis tadi, sampai membuat kalian berpikir aku lagi ada masalah?" Binggung Laura, kenapa ia disalahkan.
"Laura, kamu ini yah dibilangin malah nyolot lagi. Kita takut karena kamu nangis tiba-tiba, pikirnya kamu ada masalah sampai nangis begini." ucap Rafa yang mulai kesal.
"Salah Abang kenapa langsung berpikir aneh hanya melihat aku menangis, bukan berarti setiap tangisan itu ada masalah." Bantah Laura melotot pada Rafa.
"Kamu ini yah, nyesal kita khawatir sama kamu." Balas Rafa melotot pada Laura.
"Siapa juga yang minta Abang kesal." ucap Laura santai.
"Kenapa kamu semakin menyebalkan, jika tahu dari awal kamu kayak gini, kamu sudah Abang lempar di Pluto." Balas Rafa asal.
"Laura kamu gak boleh kayak gitu, mereka semua khawatir sama kamu seperti kakak." Nasihat Cinta yang berada disamping adiknya.
"Iya kak. Maaf yah Abang." ucap Laura menoleh Kenan, Rafa dan Iqbal.
"Iya." Singkat Rafa tanpa menoleh.
"Iya kita maafin." Senggol Iqbal pada siku Kenan.
"Iya." Kata Kenan pelan.
Cinta tahu Kenan dan Rafa masih kesal dengan kelakuan Laura tadi, dia juga sama, tapi tak mungkin dia tunjukan depan adiknya.
"Makasih yah Iqbal kamu sudah ikhlas maafin Laura, bukan seperti mereka yang maafin, tapi gak ikhlas." Sindir Cinta melirik Kenan dan Rafa.
"Iya Cinta. Aku binggung kenapa sama adik sendiri mereka gak ikhlas, apa mereka bukan kakaknya?" ucap Iqbal ikut menyindir.
"Kalian berdua apaan sih? kenapa kompak begitu sindir kita?" tanya Kenan menaikan alisnya.
"Siapa yang sindir kalian? Iqbal apa kamu tadi sindir mereka?" tanya Cinta pura-pura tidak tahu.
"Tidak. Apa yang saya katakan tadi semuanya fakta, tidak berniat menyindir siapa pun." jawab Iqbal bohong.
"Kalian tidak usah membohongi kita, kalian pikir kita anak kecil yang tidak paham mana sindir, mana tidak. Kita jadi curiga, kenapa kalian jadi kompak begini? apa kalian..." Kenan melirik Cinta dan Iqbal.
"Kenapa kalau kak Cinta sama Abang Iqbal pacaran? masalah buat Abang?" jawab cepat Laura.
"Iqbal jelasin, apa benar kalian pacaran?" tanya Kenan menatapnya.
"Tidak." Singkat Iqbal, hatinya terasa sakit mengucapkan kata tidak. Iqbal binggung kenapa perasaannya begini. Dia merasa seperti sudah lama mengenal Cinta, padahal dia baru beberapa hari bertemu.
Yang dirasakan Iqbal sama dengan Cinta. Dia binggung dengan dirinya, apa mereka sudah pernah bertemu sebelumnya, kenapa dia merasa sudah lama mengenal Iqbal saat pertama kali bertemu.
Kali ini Cinta dibuat pusing sama pikiran dan hatinya. Dia merasa sakit mendengar perkataan Iqbal. Dia tak tahu kenapa sakit sekali mendengar kata tidak dari mulut Iqbal.
"Kenapa wajah kamu berubah saat mendengar perkataan Iqbal?" Curiga Kenan yang merasa aneh sama Cinta dan Iqbal.
Mendengar perkataan Kenan, seketika Iqbal menoleh ke Cinta. Dia merasa aneh, apa Cinta merasakan hal yang sama dengan ia rasakan.
"Enggak, aku hanya pikir saja, kenapa kalian bisa berpikir aku dan Iqbal pacaran. Bertemu saja baru dua kali, bagaimana mau pacaran." bohong Cinta, meski ucapannya ada benar juga.
"Siapa tahu saja dengan dua kali pertemuan, menumbuhkan perasaan cinta kalian berdua." kata Kenan melirik Iqbal dan Cinta.
"Gak ada begituan, kamu kira ini sinetron sekali, dua kali bertemu langsung pacaran." Bantah Cinta.
"Siapa tahu saja kan? takdir gak ada yang tahu." Balas Kenan.
"Kenapa sih aku punya sepupu kayak kalian yang nyebelin nya minta ampun." ucap Cinta yang mulai kesal sama Kenan.
"Sudah Kak, gak usah ladenin ucapan Abang gak jelas ini. Dia hanya bisa bikin kita jengkel saja." ucap Laura menenangkan Cinta.
"Benar Cinta, kamu gak usah dengar ucapan Kenan yang ada kamu tambah pusing nanti." sambung Bunga.
"Kenapa? apa ada yang salah dengan ucapan saya? saya hanya mengatakan sesuatu yang mungkin bisa terjadi." jelas Kenan santai.
"Sudah Kenan. Apa kamu gak lihat Cinta sudah kesal." ucap Radit melihat Cinta.
Tanpa banyak omong, Kenan memastikan apa benar perkataan Radit.
Jlebk...
Seketika Kenan menjadi patung melihat mata Cinta yang melotot pada dirinya. Dia tidak menyangkah jika perkataannya membuat Cinta akan begini.
"Sudah puas dengan ocehannya? apa masih mau lagi? silakan lanjut semuanya mau dengar perkataan kamu yang sangat bermakna." ucap Cinta senyum.
"It_ it_ itu, Rafa mau bicara." Gugup Kenan.
"Kenapa saya? bukannya sejak tadi kamu yang ngoceh? kenapa jadi lempar ke saya? ucap Rafa tak terima.
"Heheheh, maaf... maaf, Cinta sepupuku yang cantik dan baik hati, aku Kenan minta maaf yah, tadi hanya becanda gak serius." ucap Kenan senyum.
"Hahaha... hahaha... hahaha...." Ketawa Cinta puas.
"Kenapa kakak ketawa?" Binggung Laura yang melihatnya.
"Cinta kamu gak apa-apa kan?" Khawatir Melati melihat Cinta yang aneh.
"Apa Cinta gila saking kesalnya sama kamu Ken." Radit takut melihat perubahan Cinta yang tadi marah karena kesal sekarang jadi tertawa.
×
×
×
×
BERSAMBUNG...
Katanya novel ini dah End, nyatanya masih On going!!!
Menyebalkan!!!
Kalo End ya End,kalo On going ya On going,apa susahnya sih ?!
😡😡😡
eh...🤭🤭🤭🤭