NovelToon NovelToon
Tuan Besar

Tuan Besar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Romantis / Balas Dendam / Pembunuhan
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: jeloveus

Alexander Moralez Arzallane adalah seorang laki - laki berkuasa yang menyeramkan, tinggi besar dengan wajah yang dingin,, tidak pernah tersenyum, ganas dan sangat menakutkan. Psikopat sekaligus pemimpin Mafia yang sangat berbahaya.

Seorang Tuan Besar Arzallane yang berkuasa, hidup dengan banyak konflik dari masa lalunya yang penuh dendam dan pembalasan.

Sampai suatu hari bertemu dengan putri dari orang yang membuat hidupnya hancur.
Akankah ada cinta yang dapat mengubah jalan hidup seorang Tuan Besar Alexander Moralez Arzallane.

Cerita adalah asli hasil pemikiran dan sudut pandang pribadi penulis.

No plagiat

Tanggapi cerita dengan bijak, karena ini hanya sebuah karya imajinasi penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeloveus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Mencoba Mengingat

Dokter Ryan Juville menepuk jidatnya dengan kesal. " Dasar bucin akut. "

" Apa yang barusan Kau katakan, Landak jelek ? " Alexander Moralez tampak semakin berang.

" Tidak ada. " Dokter Ryan Juville berkilah.

" Landak jelek ... Landak jelek ... bisa tidak Tuan besar yang terhormat Tuan Alexander Moralez Arzallane memanggil dengan cara yang benar. Nama saya Dokter Ryan Juville. Jangan panggil Landak jelek lagi ... menjatuhkan citra dan kegantengan saya saja. Kau bisa dituntut keluarga Abraham Juville jika menyebut putra kesayangannya dengan sebutan yang tidak pantas. " lanjut Dokter Ryan Juville.

Alexander Moralez hanya menatap Dokter Ryan Juville dengan tatapan dingin.

" Jangan melebihi batasanmu, Ryan ! " desis Alexander Moralez.

" Nah panggil begitu kan enak di dengar. " lanjut Dokter Ryan Juville dengan senyum simpul.

Nampak Alexander Moralez sangat terganggu dengan perkataan sahabatnya barusan. "Bucin akut. Apa artinya ? " batin Alexander Moralez.

Dengan langkah cepat akhirnya Alexander Moralez keluar ruangan dengan wajah yang dingin.

" Bereskan kekacauan ini, Han ! " perintah Alexander Moralez kepada Han Liu sambil melangkah keluar.

Sebelum mencapai pintu, Alexander Moralez berbalik tepat ketika Dokter Ryan Juville memperbaiki letak kepala Kinara yang sedikit miring, " Dan pastikan tangan Landak Jelek itu tidak menyentuh gadis bodoh itu lagi, Han ! Jaga jarakmu lebih dari 2 meter, Landak Jelek ! Panggil Dokter dan perawat wanita untuk memantau kondisi gadis bodoh itu ! " imbuh Alexander Moralez lagi.

" Landak jelek again. " ucap Dokter Ryan Juville sambil menepuk keningnya.

Alexander Moralez meninggalkan ruangan. Sebenarnya dia merasa enggan untuk keluar dari ruangan tapi mengingat kejadian yang baru saja terjadi membuat Alexander Moralez merasa sedikit aneh pada dirinya sendiri. Rasa malu terselip di ujung hatinya.

" Bagaimana bisa seorang Tuan Besar dengan predikat Mafia menjadi kehabisan akal melihat seorang gadis bodoh hampir

sekarat dengan segala kegaduhan di pagi hari. Oh astaga ... sangat memalukan. Ini sangat memalukan, Al. Apa yang akan mereka pikirkan tentangkmu, Al ? " Alexander berjalan sambil bermonolog dengan dirinya sendiri.

Alexander Moralez berjalan menuju lift dengan mengepalkan tangan mengusir perasaan yang tidak nyaman.

Beberapa maid yang masih tegak berdiri di dalam ruangan kemudian dengan cekatan membersihkan ruangan dan ruangan kembali bersih seperti semula.

Alexander Moralez melangkah ke arah lift. Menekan lantai 3.

Huan Lee, sang kepala pelayan mengekor Alexander Moralez dari belakang.

Ting.

Alexander Moralez keluar dari lift dan menyeberang melalui jembatan penghubung ke Rumah Utama, menuju kamar utama.

" Silahkan, Tuan. " Huan Lee membukakan pintu kamar.

" Apakah Anda ingin mandi, Tuan ? " tanya Huan Lee lagi.

" Hhmm ... . "

Huan Lee segera berlalu untuk menyiapkan air hangat di dalam bathtub, mengisinya dengan beberapa essense rempah - rempah yang menyegarkan. Setelah menyelesaikan tugasnya, Huan Lee pamit undur.

Alexander Moralez masuk ke dalam bath**tub menenggelamkan dirinya dalam air hangat.

Sebuah tarikan nafas terdengar berat. Kemudian tangan kanannya meraih kotak di sudut bath**tub yang sempat dibawanya masuk. Sebuah kalung dengan liontin penari balet.

Alexander Moralez mengamati benda di tangannya dan mencoba mengingat siapa nama pemilik kalung itu sebenarnya.

"Apakah benar gadis bodoh itu sama dengan gadis kecilku ? " Alexander Moralez bergumam. Keningnya sedikit berkerut, karena ternyata tidak ada sepotong ingatan pun tentang gadis berkalung liontin balet itu.

" Akhhhh ... Mengapa susah sekali mengingatmu ? Tapi mengapa aku merasa begitu familiar dengan benda ini ? Seingatku Mommy Leona pernah memesannya untuk seorang anak teman Daddy. Akhhhh ... siapa bodoh ? Mengapa bisa lupa hal sepenting ini ? "

Alexander Moralez tampak frustasi. Ada bagian penting dalam hidup Alexander yang berkaitan dengan kalung itu yang coba diingatnya dengan keras.

Alexander Moralez memejamkan mata. Ada rasa pening yang mulai menyerang jika otaknya dipaksa untuk mengingat suatu peristiwa di masa lalu.

Ada bagian - bagian yang ternyata telah diblok oleh otak bawah sadarnya sehingga kemampuan mengingat akan masa lalunya menjadi menurun. Dan sialnya masa lalu yang diblok otak bawah sadarnya adalah masa - masa bahagia, masa hangat bersama keluarganya saat usia dibawah 7 tahun.

Alexander Moralez menghela nafas berat. Beberapa kenangan buruk bermunculan menambah rusuh suasana hatinya.

Alexander menaruh kembali kalung dengan liontin penari balet kembali ke dalam kotak. Tangannya kemudian meraih gelas wine yang ada di sudut meja kecil. Sambil tetap berbaring di dalam bathtub, Alexander Moralez menyesap perlahan wine. Menikmati sensasi rasa wine yang manis, sepat di tenggorokannya.

Satu jam bergumul dengan pikirannya, akhirnya Alexander Moralez bangkit dari tempatnya berendam, mengambil sebuah kimono, dan memakainya.

" Hai honey ! " Seorang wanita tampak menerobos masuk ke kamar Alexander tanpa rasa takut.

ALexander Moralez tampak terkejut ada seorang wanita berani menerobos kamar pribadinya.

Beberapa bodyguard dan Huan Lee juga ikut menerobos masuk bermaksud mengejar si wanita.

Alexander Moralez semakin gusar dan marah karena area pribadinya dimasuki orang lain tanpa permisi.

Tidak sembarang orang yang bisa masuk ke ruang pribadi seorang Tuan Besar Alexander Moralez Arzallane. Hanya Huan Lee dan Han Liu. Selebihnya tidak ada seorang pun tanpa ijin sang pemilik ruangan bisa masuk.

" Honey, Aku menghubungimu berkali - kali menga ... . " seorang wanita cantik dengan gaun terbuka mencoba memeluk Alexander Moralez.

" Maaf nona Claudya, silahkan Anda keluar ! " Huan Lee mencoba menghalangi dan mengusir wanita tersebut dengan hormat. Bagaimanapun Claudya Nouevell adalah tunangan Tuan Besarnya.

" Silahkan Anda keluar, Nona Claudya Nouevell ! " ucap Huan Lee tegas.

" Minggir ! Siapa kamu menghalangiku. Aku hanya ingin bertemu dengan tunanganku. " ucap Claudya Nouevell dengan sombong.

" Kalian cari mati ? Bawa dia keluar dari mansion dan jangan sisakan kakinya ! " Alexander Moralez sangat murka.

Wanita cantik itu sangat terkejut. " Kau keterlaluan, Al. Aku mencarimu dan kita harus berbicara tentang pernikahan kita ... . "

Alexander Moralez menatap wanita itu dengan tajam.

" Dengar baik - baik. Tidak akan pernah ada pernikahan diantara kita dan jangan pernah bermimpi terlalu tinggi ! Keluar ! "

" Al ... Kau tidak bisa bersikap seenaknya. Aku akan beritahu Daddy ... . "

" Silahkan ! Dan kupastikan dalam hitungan menit, semua aset Nouevell corp akan berpindah tangan. " ucap Alexander Moralez marah.

Alexander Moralez mengibaskan tangan kanannya mengusir keluar.

" Bawa dia keluar dari mansion dan jangan sisakan kakinya ! " ulang Alexander Moralez debgan sangat murka.

" Al ... Kau gila ! Tidak ! Lepaskan ! Al ... . " teriak Claudya Nouevell marah ketika dua orang bodyguard menarik tangannya dengan kasar.

" Brengsek, lepaskan, bodoh ! Aku adalah tunangan Alexander Moralez. Jangan bersikap kurang ajar kepadaku ! Lepaskan ! " Claudya Nouevell marah dan terus berteriak - teriak sambil berusaha berontak untuk melepaskan diri.

Dengan marah, Claudya Nouevell menginjak kaki bodyguard dengan high heelnya.

Reflek keduanya mengaduh dan Claudya menggunakan kesempatan untuk lepas dan berlari masuk kembali ke dalam ruangan dan menghambur memeluk Alexander Moralez.

👉 Terima kasih sudah membaca dan support karya.

👉 Tolong tetap dukung author dengan rate, like, coment positif dan votenya ya. Jika suka bisa gift dengan poin atau koin.

👉 terima kasih

1
Taryumi 2003
kasian banget dude .terlalu kejam Alexander..
Bunny🥨: “Ketika tubuh jadi taruhan untuk keadilan. Mampir juga yu di ceritaku berjudul "kesepakatan di Atas Ranjang.” ditunggu kehadirannya ❣️
total 1 replies
Taryumi 2003
merasa punya penyakit gituan, ga ush pakai pakai wanita lah...
Taryumi 2003
Lo kira baju,..
Taryumi 2003
och pake gaun , berangkt kerja.. kirain kabur dari pesta .
Tin Wulan
kapan up date nya Thor,lama banget
Nazimah Mamat
lamanya na
Muhammad Arya Hadinata
thor udah lama nunggin kok nggak update padahal udah lama loh
Muhammad Arya Hadinata
bagus sekali
Yuni Herwani
bagus ceritanya buat penasaran
Har Zega
Luar biasa
Ijonjanbi
g up kah kk
Devi Handayani
kenapa ga lanjut thor😭😭😭😭
✿︎ Cﺃꪀꪻꪖ white 💦 ❥︎⏤͟͟͞͞R ᥫᩣ
blm up lagi kah
Muhammad Arya Hadinata
hehehe kayaknya ada yg lagi suka suka gitu deh,belom sadar aja kali ya semangat Thor jangan mudah menyerah menyelesaikan up selanjutnya
Tati Cahya
jangan bilang kalo hati nya tuan besar Hello Kitty 🤣
Devi Handayani
lanjut tuan besar😁😁😁
✧͢⃟ᤢ🌹⁹
next kak...
✧͢⃟ᤢ🌹⁹
penasaran
cepat up donk
Muhammad Arya Hadinata
lanjut
Devi Handayani
hadehhh kebanyakan musuh pusing pala ainggg😵😵😵😵😵😓😓😓😓
Tati Cahya: bukan lagi..🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!