Sekuel dari 'Oh! My Bee'
Kebahagiaan Arse semakin lengkap dengan hadirnya kelima anak laki-lakinya dengan julukan Pandawa Lima karena nama mereka diambil dari kisah Mahabharata.
Dan jangan lupakan Bee, wanita yang sangat dicintai Arse dan ibu dari Pandawa.
Kehidupan harmonis mereka diganggu oleh datangnya seorang mafia yang ingin merebut Bee dari mereka.
Hingga Bee diculik dan dibawa ke California.
Dan disinilah petualangan Arse dan Pandawa yang harus merebut kembali istri dan mommy yang mereka cintai.
Kisah ini dibumbui dengan komedi, simak kisah kocak mereka melawan mafia yang paling ditakuti di California!
Happy Reading🥰
Series Pandawa
101-120 Young CEO
121-140 Touch Me, Baby
141-160 100th Girlfriend
161-180 My Girlfriend is Alien
181-200 Buncit, I Love You
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Licik
✨✨✨
Pandawa yang merasa Daddy mereka mangalami kesulitan merasa kasihan, apalagi mereka sering menguras harta Daddy-nya dan sekarang posisi kepemimpinan Daddy mereka terancam.
Kini Pandawa tengah memijit badan Daddy-nya di gazebo taman belakang.
Itulah fungsi memiliki banyak anak, ada yang memijit kakinya, lengannya, punggungnya dan kepalanya. Karena posisi Arse saat ini tengah tengkurap.
"Dad, apa perlu aku pindah sekolah bisnis untuk membantu Daddy mengelola perusahaan"___ Tira
"Usiamu masih sepuluh tahun! Apa kebanyakan membaca bisa membuat orang menjadi amnesia!"
"Dad, aku akan menjual medali emasku untuk membantu Daddy membeli beras"___ Bima
"Aku tidak semiskin itu, Miskaaa"
"Dad, aku akan menggalang dana dari fansclub-ku"___ Juna
"Kau pikir kita korban kebanjiran!"
"Dad, aku akan membuat alat untuk bisa membobol mesin ATM"___ Naku
"Hentikan otak kriminalmu itu!"
"Dad, apa kita bukan anak Sultan lagi"___ Dewa
Arse langsung terdiam memikirkan jumlah kekayaannya masih disebut Sultan atau tidak jika perusahaannya bangkrut. Bagaimanapun sumber uangnya bukan dari perusahaan saja ada beberapa aset yang sudah dia miliki.
"Anggap saja setengah Sultan!"
"Setengah Sultan?"
"Daddy, sudah prepare jauh-jauh hari untuk masa depan kalian jadi tidak perlu khawatir!"
Yang mana membuat Pandawa langsung menciumi Daddy mereka.
"I love you, Daddy!"
Dan interaksi mereka tak terlepas dari pengamatan Bianca. Sebenarnya Bianca ingin memberitahu Arse mengenai kondisinya tapi mengingat suaminya itu mempunyai masalah serius dia mengurungkan niatnya. Dia akan membuktikan dulu perkataan Zack, apa benar nanti malam efek racun itu akan kambuh lagi? jika benar Bianca akan benar-benar memberi perhitungan pada pria saiko itu.
"Guys, minum dulu," ucap Bianca sambil membawa nampan berisi enam gelas es lemon.
Pandawa langsung menghentikan kegiatan mereka dan meraih gelas es lemon satu persatu.
Melihat itu Bianca tersenyum tipis, dia sungguh tidak ingin berpisah dengan keluarganya. Dia harus mendapatkan penawar racun itu apapun yang terjadi. Hingga satu kecupan di bibir membuyarkan lamunannya.
"Kenapa melamun, sayang? memikirkan tidak bisa beli Prada, Gucci, Hermes, Chanel atau Louis Vuitton? Aku masih kaya tenang saja," ucap Arse sembari memeluk istrinya dari belakang.
"Tentu saja tidak! Aku hanya terenyuh melihat anak-anak kita," sahut Bianca dengan menggenggam lengan kokoh suaminya yang melingkar diperutnya.
"Mengenai itu apa kita buat adik untuk mereka, sayang?"
"Kau masih ingin memiliki anak lagi, Dad?"
"Tentu saja, kita akan produksi banyak bayi!"
"Kau pikir kita ini pabrik atau apa! Kau tidak tahu rasanya melahirkan sakitnya seperti apa," keluh Bianca.
"Kali ini kita buat satu saja, aku sudah mempelajari gayanya!"
Pandawa yang mendengar pembicaraan orangtunya tentu saja mengalihkan fokus mereka.
"Daddy ingin memberi kami adik?"
"Bagaimana kalian setuju atau tidak?" tanya Arse pada kelima anaknya.
Pandawa tampak berpikir setelah itu menganggukkan kepala mereka bersama.
"Bagaimana cara Daddy membuatnya? Apa melalui proses kesurupan seperti waktu itu?" tanya Dewa polos.
"Dewa.... "
Tanpa mereka sadari dari tadi ada yang mengawasi interaksi keluarga itu. Siapa lagi kalau bukan Zack, setelah berhasil mendapat IP panggilan Bianca sebelumnya tentu saja Franks meretas semua cctv yang ada di mansion Arse bahkan ponsel Bianca juga disadap jadi dimanapun Bianca pergi Zack pasti akan mengetahuinya.
Seperti saat ini rekaman cctv di mansion Arse tersambung dengan sebuah laptop milik Zack dengan begitu pria itu bisa leluasa mengetahui sedang apa wanita bobanya.
"Jadi, benar dia sudah menikah!" gumam Zack dengan mengeratkan giginya. Apalagi melihat Arse begitu mesra dengan wanitanya membuat darahnya mendidih. Dia pikir setelah mengguncang perusahaan Arse, pria itu akan terpuruk tapi dia salah justru saat ini Arse tengah tersenyum bahagia sambil mencumbu wanita yang sudah di klaim Zack menjadi miliknya.
Sementara Franks terus menggali informasi mengenai Bianca setelah mendapat datanya dia segera mengeprint laporan itu dan menyerahkannya pada Zack.
"Dia sudah memiliki lima orang anak, Zack. Apa kau yakin masih ingin menjalankan rencanamu? kau akan memisahkan ibu dari anaknya," Franks berusaha memperingati teman sekaligus bosnya itu sembari menyerahkan lembaran data mengenai Bianca.
Zack dengan seksama membaca laporan data mengenai Bianca dengan ekspresi datar, sejurus kemudian senyum miring tercipta di wajahnya.
"Aku selalu mendapat yang aku mau, Franks. Cepat urus paspor dan visanya!"
"Kau benar-benar... "
Delon yang juga ada disitu juga penasaran sebenarnya siapa istri Arse itu, diraihnya lembaran laporan itu dan membacanya dengan seksama.
"Jadi istrinya anak dari seorang ja*ang! pasti jika berita ini tersebar akan semakin membuat citranya buruk! Jadi ini alasan dia menyembunyikan identitas istrinya selama ini," ucap Delon penuh kemenangan.
DOR!
Tiba-tiba satu tembakan melesat mengenai bahu Delon.
"Arrg! Apa yang kau lakukan!" bentak Delon pada Zack karena pria itulah yang telah menembaknya tanpa ragu.
"Selanjutnya aku akan menembak langsung jantungmu jika kau berani menyentuh wanitaku!" ucap Zack penuh penekanan.
"Lebih baik kau jangan berbuat hal diluar rencana, bukankah perusahaanmu sudah stabil. Dan juga kau sudah mendapat saham dari sainganmu itu," timpal Franks.
"Oke, aku mengerti!" ucap Delon dengan menahan ngilu di bahunya.
"Sebaiknya kau siapkan acaramu besok! karena kita akan memberi sebuah kejutan besar!" Zack berkata dengan seringai licik di wajahnya.
Lalu dia meraih kembali lembaran data Bianca beralih menatap layar laptop yang memperlihatkan Bianca sedang bermain dengan kelima anaknya.
"Nikmati waktumu darling karena sebentar lagi kau akan menjadi Nyonya Brewker," gumamnya.
✨✨✨
ngakak w
aku keren
aku keren
aku keren
😂😂😂