sebuah jebakan dilakukan Ghiffarry Azzam terhdap Lovena Saraswati, Ghiffary seorang pria kaya yang mengalami perampokan dirumah mewahnya, para perampok itu juga membunuh istri dan anak Ghiff yang masih bayi.
meski para perampok sudah tertangkap dan dihukum mati, namun tidak membuat dendam Ghiff hilang begitu saja, sakit hati karena kehilangan dua wanita yang ia cintai membuat hatinya dipenuhi dendam.
Lovena Saraswati adalah putri salah satu perampok yang mendalangi perampokan dirumah Ghiff.
Ghiff akan menikahinya dan membalaskan dendam yang pada gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab27 Dibawah pengaruh obat perangsang part satu
Tanpa curiga, Ghiff menyantap makanan yang telah dipesan dengan lahap. Perutnya sudah lapar sejak terakhir kali di isi makanan, dan itu siang tadi.
Makan malamnya terpaksa tertunda karena Fiona.
Sedangkan Fiona, Diam- diam terus memperhatikan Ghiff, harap- harap cemas menunggu reaksi obat bekerja.
Ghiff menyudahi makan dengan Minum segelas Air putih, melirik Piring Fiona yang isinya hanya berkurang sedikit.
" Kamu tidak makan?"
Tanyanya heran sambil menyeka bibirnya dengan serbet, sedari awal Ghiff perhatikan Fiona hanya mengaduk- ngaduk makanan di piring, sambil terus memperhatikan Ghiff
" Setelah melihat kak Ghiff makan, perutku Mendadak kenyang.." Sahut Fiona ringan.
"Aneh sekali, kamu yang mengundang kakak makan direstoran, namun kau sendiri tidak menyentuh makanannya?" cetus Ghiff dengan alis bertaut
"Hatiku terlalu senang, Sehingga tidak lagi nafsu makan. "
Ghiff menarik hidung Fiona pelan
" kamu ada- ada saja.."
Fiona tersenyum kecil
Ghiff terdiam sesaat merasakan sesuatu Yang aneh menjalar ditubuh. Mulai merasa Ritme detak jantungnya menjadi sangat cepat,Nafasnya jadi berat, suhu tubuhnya juga meningkat. Ghiff merasa kepanasan di sekujur tubuh, padahal Ac di dalam restoran bekerja dengan normal, Tetapi kenapa dadanya mendadak sesak.
Sepertinya Obat yang diberikan Fiona mulai bekerja di tubuh Ghiffary
Ghiff mulai terangsang berat.
Melihat Fiona dengan gaun cukup terbuka serta Wangi parfume yang menyebar dari tubuhnya membuat Tubuh Ghiff semakin menggila..
Dia jadi sangat Frustasi. Gelisah tidak menentu. Mendadak Ghiff merasa sangat ingin menyentuh Wanita.
" Wajah kakak merah sekali, kakak demam.??," Tanya Fiona
" Stop!"
Ghiff menghentikan gerakan tangan Fiona, saat ingin menyentuh Dahi. Khawatir sentuhan sekecil apa pun dari Fiona bisa memberi efek lain ditubuh, Ghiff,
takut memperparah Keadaannya.
" Aku ingin ke Toilet sebentar.. "
Tanpa menunggu jawaban. Ghiff bergegas pergi..
Sepeninggal Ghiff Fiona tersenyum bahagia, mengeluarkan phonselnya untuk menghubungi Marni
" Bu. Fio berhasil! obatnya mulai bekerja. Sebentar lagi Kak Ghiff akan jadi milik Fio.."
Terdengar suara Marni tertawa disebrang dengan Nada ceria
" Syukurlah Fio,Jangan sia - siakan kesempatan ini , ingat kesempatan tidak datang dua kali padamu, Ibu selalu berdoa yang terbaik untukmu. Oh ya, Tuan muda mana? kamu kok bisa telpon ibu ngebahas hal begituan lagi, Bahaya kalau katahuan Ghiffary"
" Kak Ghiff sedang di toilet bu..."
" Hmmm begitu...berhati- hatilah."
" Ya bu,berdoa saja tidak ada yang menghalangi Fiona malam ini.
Sudah dulu, bu, takut Kak Ghiff keburu balik dari toilet
Fiona memutuskan panggilan telpon.
Fiona terus saja tersenyum bahagia membayangkan malam istimewa yang akan dia habiskan bersama Ghiff nanti.
Hingga tak sabar menunggu Ghiff kembali, sambil melirik jam dipergelangan tangan, Sudah Lima belas menit berlalu, namun pria belum kembali.
Mendadak hati Fiona tidak tenang, takut terjadi sesuatu pada pria itu didalam toilet
Akhirnya Dia menyusul Ghiff ke toilet, menunggu didepan pintu masuk
Seorang pria keluar dari dalam Fiona menegurnya
" Apa ada Pria lain didalam? Berkulit putih, wajahnya tampan, tinggi, gagah dan atletis memakai Kemeja hijau lumut?"
Laki- laki itu berkernyit Bingung.
"Sepertinya dia pergi bersama seorang pria beberpa menit lalu.. kurasa pria itu dalam masalah.."
" Pergi!? Tanya Fiona Binggung sekaligus kaget.
" Bisa kah anda mengecek sekali lagi ke dalam siapa tahu anda salah" kekeuh Fiona.
Wajahnya mulai menampakan kekecewaan. Bahkan dia hampir menangis saking kesalnya.
Pria itu menurut, dia masuk.kedalam dan mengecek semua toilet. Namun hanya dia saja yang ada didalamnya.
" Maaf Nona, tapi Toilet kosong..."
" Astaga...!!" Wahh Fiona berubah pucat. Kini dia benar- benar kecewa
" Sial! siaal, Siaap!!" Dia memgumpat tanpa sadar.
" Nona anda baik- baik saja?" Tanya pria itu yang melihat tingkah aneh Fiona heran.
" Fiona tidak menjawab tanpa mengucapkan terima kasih dia pergi begitu saja meninggalkan toilet.
" Dasar perempuan sombong.." Umpat pemuda itu mencemooh Fiona setelah dia pergi dengan cara tidak sopan.
Fiona akhirnya pulang mengendarai Mobil Ghiff, untung pria itu menitipkan kunci pada petugas parkir restoran , jika tidak Fiona terpaksa mencari taksi sendiri untuk pulang.
Beberapa menit lalu sebelum Fiona datang ke toilet.
Di dalam Toilet Ghiff berdiri dengan tubuh tegang didepan wastafel
melihat pantulan wajahnya di cermin
pipi memerah, mata sayu dengan nafas menderu.
Dia menghidupkan kran kemudian membasuh wajah serta rambut, Berharap hasrat ditubuhnya bisa menghilang.
" Tuan..Anda.baik- baik saja?' Tegur seorang laki- laki muda merasa gelagat Ghiff sangat aneh.
Ghiff memalingkan wajahnya menghadap pada pria itu hingga Dia bisa melihat lebih jelas lagi Wajah Ghiff yang merah membara.
" Aku tidak tahu, tapi sepertinya kondisiku tidak baik." Ucap Ghiff merasakan keinginan menyentuh wanita semakin dahsyat.
" Bisakah anda memanggilkan taksi?" Tanya Ghiff penuh harap. mulai sempoyongan. Akhirnya Ghiff menopang tubuhnya ditembok
" Tentu, tunggu sebentar!" pria itu mencari aplikasi yang bisa membantunya menemukan supir taksi online
" Apakah anda merasa sedang terangsang saat ini?" Tanya pria itu mengamati Ghiff tajam.
Ghiff mengangguk
" Detak jantung anda berdebar lebih cepat dari batas normal?"
" i-iya" Sahut Ghiff tak tahan.
" Astaga! sepertinya anda dalam pengaruh obat perangsang, seseorang pasti sdang mengerjai Anda tuan..."
Ghiff tertegun
"Anda harus tidur dengan perempuan untuk menghilangkan penderitaan anda"
" Apa tidak ada cara lain" tanya Ghiff terkejut.
" Tentu temui dokter anda...mungkin mereka bisa membantu.."
"Terima kasih...Aku benar- benar tidak bisa manahan diri lebih lama lagi.." keluh Ghiff bergerak gelisah.
" Kurasa jika naik taksi sangat berbahaya untuk anda, Bagaimanaa jika saya saja yang mengantarkan anda..?" Tawar laki- laki itu.
"Kurasa itu ide yang baik.."
Laki laki iyu langsung memapah tubuh Ghiff
" Tunggu, kumohon kita harus lewat pintu belakang."
" Kenapa?"
" Karena orang yang menjebak ku mungkin masih ada didalam restoran, aku tahu persis siapa dia.." ucap Ghiff dingin disertai amarah.
Akhirnya mereka keluar lewat pintu belakang Restoran.
Disepanjang jalan Ghiff terus mengeluarkan suara- suara aneh bernuansa erotis.
Pria itu semakin mempercwoaf kendaraan.
Tuan apakah kota mampir kerumah sakit saja?" Tanya Pria asing itu penuh perhatian melirik Ghiff lewat kaca spion.
Ghiff duduk dibangku penumpang bagian belakang.
" Sangat berbahaya bila aku berada ditempat ramai, khawatir aku akan melakukan hal yang memalukan nantinya."
" Baiklah aku akan mengantar anda pulang saja"
Pria itu tersenyum lucu melihat perilaku Ghiff yang semakin tidak terkendali.
Dia mulai membuka satu persatu kancing kemeja..
" Bertahanlah Tuan..."
" Siapa nama anda?" Tanya pria itu coba mengalihkan pikiran Ghiff.
" Ghif..Ghiffary...'" jawab Ghiff tersendat- sendat.
Pria itu sedikit kaget. namun buru- buru bersikap normal kembali dia meneliti Ghiff lebih seksama.
" Dunia ini memang sempit." katanya tiba- tiba.
" Errrrrmmmmm...." Ghiff mengeram kesal.
" Sabarlah Tuan, tak lama lagi, kita tiba dikediamanmu." Bujuk Pria itu melihat ke layar phonsel yang menampilkan Gps di atas Dashboar,memperlihatkan tujuan lokasi mereka saat ini
Beberapa menit kemudian mobil itu sudah berbelok masuk perkarangan rumah Ghiff.
Mobil itu berhenti didepan pintu utama.
Dengan tergesa Ghiff menyerahkan kartu nama pada pria yang sudah membantunya dengan tulus.
" Tolong hubungi aku besok, aku akan membalas kebaikanmu dengan harga setimpal.." Kata Ghiff sebelum turun dari mobil sedan Civic milik pemuda itu.
apa yg ko takutkan dr nadya kah??
bos bodoh.
istri sj terus disakiti hatinya