NovelToon NovelToon
Dijodohkan ? Siapa Takut

Dijodohkan ? Siapa Takut

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: riena

" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.

" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.

Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Mendadak nikah ( 3 )

Keduanya saling menatap beberapa saat, hingga.

Ekhem, Abdul berdehem pelan.

" Belum tidur Sar ? "

" Abang sendiri ? "

" Gak bisa tidur "

" Sama bang, aneh ya ? "

" Iya, Sar, maaf jika Abang belum bisa memperlakukan kamu seperti seorang suami pada umumnya, karena..."

" Gak pa pa Bang, Sarah ngerti, Abang pasti berat menerima ini, Sarah sudah bilang sama Abah dan Emak kalau tidak perlu memaksa orang lain untuk menjadi suami pengganti, apalagi Abang "

" Kamu masih mengharapkan Haris ya, Sar ? Eh, maaf, tidak perlu di jawab "

Sarah merubah posisi tubuhnya menjadi telentang.

" Enggaklah bang, walaupun Sarah sedih, setidaknya Sarah harus bersyukur tahu lebih cepat, dari pada kami sudah menikah, baru mengetahui jika ada perempuan yang hamil karena perbuatan zinanya, urusan akan semakin panjang "

" Sar, kalau kamu merasa gak nyaman, buka saja kerudungnya, Abang bukan lagi, eh maksud Abang...."

Terlihat Sarah mengendur ngendurkan kerudungnya tepat dilehernya.

Hais, ini mulut kenapa enggak bisa dijaga sih.

Abdul merutuki dirinya sendiri yang kebanyakan omong.

Sarah perlahan duduk dan mulai melepas kerudungnya.

" Iya, Sarah juga lupa kalau kita sudah suami istri "

Ujar Sarah kembali membaringkan badannya.

Abdul menelan salivanya, rambut Sarah yang sedikit pirang alami, tergerai lembut hingga sampai sebatas pinggang dengan potongan rambut seperti artis artis yang ia lihat di TV, Sarah jauh lebih cantik ketika melepas kerudungnya.

Keberuntungan bagi Abdul, karena selain Abah dan kedua adiknya, hanya Abdul yang melihat betapa indahnya Sarah. aih

Dasar Haris bodoh, jika dia melihat Sarah seperti ini, bisa dipastikan ia menangis guling guling karena menyesal.

Abdul tidak berkedip menatap Sarah, ia lupa bagaimana kemarin masih membayangkan kengerian jika menikahi Sarah yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri.

...*****...

Saat makan Sahur, Zainal terus menerus menatap wajah Abdul, mencoba mereka reka.

" Kenapa kau terus mandangin aku, jatuh cinta ? "

Zainal menaikkan bibir atasnya sebelah.

" Rambutmu gak basah "

Abdul melotot horor.

" Jangan galak galak, kau semakin bertambah jelek kalau marah "

" Dasar adik ipar kurang ajar " umpat Abdul menggeram jengkel.

Zainal hanya tertawa tanpa suara.

" Pasti belum ya ? Gak berani ? "

Zainal dalam mode iseng, untuk hal yang satu itu bisa dipastikan Abdul mati kutu.

" Astagfirullah, makanlah yang benar Zai, sebentar lagi imsyak "

Abdul tidak memiliki kata kata yang pas untuk membungkam mulut Zainal.

Juleha duduk di sebelah Zainal yang baru datang dari dapur dengan membawa telur ceplok permintaan Zainal cuma pinggirannya sedikit gosong.

" Maaf bang, Leha kelama'an ngangkatnya, mau Leha buatkan lagi ? "

Wajah Juleha terlihat merasa bersalah.

" Gak apa apa dek, apapun buatan kamu, pasti Abang makan, walaupun itu racun sekalipun, karena setiap tangan ini membuatkan sesuatu untuk Abang, pasti ada cinta didalamnya "

Sembari mengangkat kedua tangan Juleha, mengelus lembut diatas punggung tangan itu.

" Gombal "

Juleha mencebik manja.

" Gak apa apa, yang penting kan romantis "

Uhuk uhuk uhuk.

Sarah terbatuk batuk lucu, pertama sekalinya sahur dirumah mertuanya, disajikan drama romantis ala Zainal dan Juleha.

" Woi, kalian kira hanya kalian berdua yang ada di ruangan ini "

protes Abdul melotot.

Zainal terkekeh.

" Abang ipar, apa yang membuat hatimu panas ? aku merayu istriku sendiri, jika hatinya bahagia, maka wajahnya akan semakin cantik dan aku semakin mencintainya, Abang ipar kan juga bisa merayu "

Zainal menunjuk ke arah Sarah yang duduk di sebelah Zainal dengan isyarat matanya.

Abdul semakin jengkel.

Bapak dan ibunya Juleha juga ikut melihat ke arah Abdul, Abdul jadi salah tingkah sendiri.

...*****...

" Sar, Abang mau bicara "

Cegah Abdul saat Sarah hendak keluar dari dalam kamar setelah sedikit canggung dan penuh drama menyiapkan pakaian untuk Abdul pergi ke kantornya.

Jantung Sarah mendadak berdebar kencang, ia takut Abdul akan mengatakan jika dia sudah memiliki kekasih lalu dia akan menceraikan Sarah selepas beberapa bulan kedepan.

Wajah Sarah memucat, jika itu terjadi, pasti Abah dan Emaknya akan sangat terpukul.

" Kamu kenapa ? Sakit ? "

Tangan Abdul sudah bergerak ke arah dahi Sarah untuk mengukur suhu tubuhnya, tapi mendadak Abdul urungkan kembali.

" Eng-enggak Bang, Sarah gak kenapa kenapa, Abang mau bicara apa ? "

" Hari ini harus kita putuskan "

Ya Alloh, Sarah memejamkan matanya sesaat, mencoba bersiap siap apa yang akan Abdul katakan.

" Kamu ingin Abang tetap bekerja di tempat yang sekarang ini atau Abang ...."

Huh.

Sarah menghembuskan napas lega, ketakutannya tidak beralasan.

" Atau apa bang ? "

" Mengelola toko sembako milik Abah "

Suara Abdul melemah, dia malu jika dianggap memanfaatkan keadaan.

" Maksud Abang, kalau Abang tetap bekerja di tempat yang sekarang, saat Abang harus bertugas mengantar barang barang ke berbagai negara, maka Abang pergi cukup lama, kau tak apa apa kalau Abang tinggal ? disini ada Leha, ibu dan bapak, mereka bukan orang asing untukmu "

" Bang, semua terserah Abang, tapi kalau memang Abang minta pendapat dari Sarah, boleh Abang hanya mengelola toko sembako milik kita ? maaf bukan Sarah ingin membuat Abang, aduh gimana ya ? "

Sarah terlihat kebingungan dalam menyusun kata kata.

" Sejujurnya Abang merasa di beli Sar " Abdul duduk di tepi ranjang, sedikit berjarak dari Sarah yang juga duduk di tepi ranjang.

" Maksud Abah bukan seperti itu bang, Abah hanya ingin rumah tangga kita seperti rumah tangga pada umumnya, agar Abang tidak perlu pergi beberapa bulan meninggalkan rumah.

Tidak ada maksud Abah membeli Abang, tapi kalau Abang keberatan untuk berhenti bekerja dari tempat yang sekarang, Sarah serahkan semua keputusan di tangan Abang "

Jari jemari tangan Sarah mempermainkan ujung kerudungnya.

" Abang pergi kerja dulu "

Abdul buru buru bangkit dan berjalan keluar.

Sarah mengikutinya.

Sebelum Abdul naik ke atas Vespa tua milik Bapaknya, Sarah mengulurkan tangannya.

Abdul hanya melihat tangan Sarah yang menggantung di udara dengan tatapan tidak mengerti.

" Salam bang "

" Oh "

Sedikit canggung Abdul memberikan tangannya, Sarah cepat menyambut dan mencium punggung tangan Abdul.

Ini kali kedua mereka bersentuhan setelah menikah, yang pertama, setelah ijab qobul.

Sarah gegas kembali masuk kedalam rumah, ada rona malu yang terlihat diwajahnya yang putih.

" Ketika istri mencium punggung tangan suami, suami mencium keningnya, bukan bengong, gitu aja harus diajarkan "

celetuk Zainal sebelum berlalu dengan motor Scoopy-nya menuju ke kantor

" Zainal reseeee "

Abdul berteriak gemas.

...*****...

...🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...

1
Nunuk Bunda Elma
kangen Bang Zai dan leha
maraton bacanya
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂👏🏼👏🏼👏🏼🙏🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
✌🏼
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
pipi gemoy
disini cwok nya garcep semua 😂👻🌹
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
pipi gemoy
nah ketemu mantan bang Zai 😂
awas ada yang kebakar leha👻
pipi gemoy
suit suit😂🌹
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
bang Zai ada yang kepanasan 👻
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
hadir Thor☝🏼
Mam AzAz
mampir baca ulang karena kangen 😄😄
Malem Sihombing
Luar biasa
Siti Sofia
sok sok an nolak nih abdul ..entar juga kelepek klepek ..hadeeuuh
Mmh dew
🩷🩵🩶🩵🩷
Ririn Wulandari
thorr kamu tau gak? ternyata membaca buku yang sudah tamat itu tidaklah buruk, jika happy end, dan aku suka membaca karyamu thor sejak libur Corona jaman SMA, di aplikasi ini maupun fizzo🥹🫶🏻
Ririn Wulandari: meskipun sudah selesai baca sampai tamat, aku baca ulang lagi thor. karena tau dalam kisah ini selalu happy end 🥹
total 1 replies
Safitri Agus
hehe, ngulang lagi nih bacanya 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!