Jangan Plagiat!!
👍 Berfikirlah dengan kemampuanmu sendiri.
Tujuh tahun berlalu..
dan mereka di pertemukan kembali dan menjalin kasih sayang.
Namun sangat di sayangkan kisah cinta mereka tidak seindah yang mereka bayangkan kehadiran seseorang di masa lalu.
Membuat sang Tuan Muda dilema dan frustasi.
Apakah dia akan mempertahankan hubungannya?
Atau akan kembali dengan cinta masa kecilnya?
Ikuti kisahnya.
Season 2
Menceritakan tentang anak-anak mereka dan juga kisah cinta mereka.
Rava seorang pria tampan dan dingin juga kejam,jatuh cinta kepada gadis cantik yaitu Angel.
Setiap Angel mendapat masalah Rava selalu ada untuknya.
"Aku tidak meminta bantuanmu,"ucap Angel,memalingkan wajahnya.
"Mungkin kita berjodoh,"ucap Rava dengan entengnya.
Dan bagaimana dengan kisah Kenan yang selalu di buat kesal oleh cleaning servisnya karena selalu membuat masalah baginya.
"Prita..kau ceroboh sekali,"kesal Kenan.
"Maafkan saya Tuan,"Prita menundukkan kepalanya.
Akankah mereka saling jatuh cinta?
Begitu juga bagaimana dengan kisah cinta Aquila,Thalia dan juga Christian.
Ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rheny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Lienly
Hari libur adalah hari yang paling di tunggu Tresya dia akan mengujungi Lienly karena sudah lama sekali,semenjak pindah bekerja dia pun jadi lupa pada sahabatnya.
Setelah selesai merias diri dia pun keluar dari kamarnya dan memesan taxsi,karena semalam setelah pulang dari pesta Tresya menghubungi Lienly untuk bertemu dengannya.
Tak terasa taxsi sudah sampai di cafe yang biasa mereka kunjungi,Tresya pun keluar dari mobil tersebut dan berjalan masuk mencari temannya.
Setelah menemukannya,Tresya pun menghampirinya."Lien,kau baik-baik saja,maaf aku sangat sibuk"
"Aku mengerti kau sangat sibuk dengan Tuan Muda," goda Lienly.
Tresya pun duduk,lalu dia meminum kopi yang ada di hadapannya.
"Kau ini selalu saja mengatakan hal seperti itu," ucap Tresya jengah.
Lienly hanya tersenyum melihat sahabatnya seperti itu.Mereka berdua banyak bercerita tentang pekerjaan mereka masing-masing
Mungkin Tresya dan Lienly tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan salah satu dari mereka pun menelefon seseorang.
Tutt tutt tutt
"Target ada di depan Bos"
"Bagus,pastikan tidak ada yang melihatnya jika sampai ada yang tahu habislah kalian.Mengerti!"
"Mengerti!"
Dia pun menutup telefon lalu beralih kepada sasaran mereka,setelah puas menceritakannya Tresya dan Lien pun berjalan keluar dari cafe tersebut dan sedang menunggu taxsi.
Ada sebuah mobil hitam yang berhenti di depan mereka,lalu salah satu dari mereka pun keluar dan menangkap Tresya dan Lienly.
Tresya dan Lienly pun berteriak." Tolong......Mmmpphh...Mmmpphhh"
Seseorang tersebut pun membekap mereka berdua hingga pandangan Tresya dan Lienly pun kabur dan mereka berdua pun pingsan.Dengan cepat dia membawa Lienly dan Tresya untuk masuk ke dalam mobil dan membawanya pergi.
↪️Villa Rayyen
Sementara sang Tuan Muda pun kini sedang di ruang kerjanya dia sedang melihat beberapa laporan dan,salah satu laporannya ada pada Tresya lalu dia pun mencoba menghubungi Tresya.
Namun setelah beberapa kali tidak dapat di hubungi dan membuat Rayyen kesal.
"Kemana kau kucing liar,kenapa tidak menjawab panggilanku," gumam Rayyen kesal.
Namun Rayyen tidak menyerah begitu saja dia masih mencoba menghubungi Tresya tapi tetap saja tidak ada jawaban apapun.Sampai akhirnya Rayyen pun menelefon Andra agar dia mencari tahu tentang Tresya.
"Ya Tuan Muda"
"Cari tahu tentang kucing liar itu"
"_____"
"Apa kau mendengarku Andra!"
"Hah!! Iya Tuan,"
Rayyen pun mematikan ponselnya dan masih menggerutu kesal karena Tresya masih belum menjawab telefonnya.
"Awas kau kucing liar,akan aku hukum kau!" umpat Rayyen.
Dia pun melanjutkan pekerjaannya kembali yang tertunda.
Sementara di gedung kosong yang sudah usang ada seorang gadis yang pingsan akibat di bius oleh seseorang,siapa lagi kalau bukan Tresya danLien,Tresya pun perlahan-lahan membuka matanya.
Pusing sekali,dimana ini. batin Tresya
Tresya pun mengerejapkan matannya lalu dia melihat ke sebelahnya ada temannya Lien yang masih pingsan.Saat Tresya akan menggerakkan tangannya ternyata dia tidak bisa.
Apa ini,kenapa tangan dan kakiku di ikat. ucapnya lagi.
Lalu masuklah seseorang dan dia menghampiri Tresya dengan senyum liciknya.
"Yo kau sudah bangun,heh bagaimana rasanya?" tanya seseorang.
Tresya tidak bisa mengatakan apapun karena mulutnya di sumpel.
"Mmmpphhhhhhh" ucapnya
Dia pun tertawa puas melihatnya."Haha....Kau bahkan tidak bisa mengatakan apapun,"
Kenapa dia menculikku,apakah aku melakukan kesalahan padanya.
Dia pun mencengkram kedua pipi Tresya."Jika kau bersedia bekerja sama denganku maka aku akan mempertimbangkannya dengan senang hati!"
Dia pun meminta pengawal untuk membuka menutup mulutnya,setelah di buka Tresya pun langsung bicara kepadanya.
"Kenapa kau menculikku,apa salahku padamu?" tanya Tresya
"Heh!! Jadi kau pura- pura tidak tahu apa kesalahanmu",tanyanya."Jangan pernah membodohiku Tresya," ucapnya lalu menjambak rambut Tresya.
"Akhh!!" rintih Tresya kesakitan."Sebenarnya apa maumu?" tanya Tresya.
"Mudah sekali keinginanku,berikan kalung liontin itu kepadaku" pintanya
"Kenapa kau mengingingkan itu?" tanya Tresya lagi.
"Kenapa kau selalu banyak bertanya,cepat berikan!!" bentaknya.
"Aku tidak memilikinya," bohong Tresya
Dan jawaban Tresya pun berhasil membuatnya meluapkan emosi yang dari tadi dia tahan.
Plakkk!!!!
Dia menampar pipi mulus Tresya dengan sorot mata yang tajam seakan ingin memakannya hidup-hidup,Tresya merasakan panas di pipinya tapi dia menahannya.
"Cepat berikan kalung itu," pintanya.
"Aku tidak tahu kalung apa yang kau maksud?"
Plakkkk!!!!
Satu tamparan mendarat lagi di pipinya sehingga di sudut bibir Tresya pun mengeluarkan darah segar,tapi Tresya tetap menahannya.
"Jadi itu maumu hah,aku sudah berbaik hati kepadamu tapi kau masih keras kepala,"ucapnya,lalu beralih kepada para penggawal."Kalian jaga dia dengan baik,jangan berikan makanan apapun untuknya.Kalau kalian berani aku akan lempar kalian semua,mengerti!!"
"Siap bos!!"
Dia pun pergi meninggalkan Tresya dan Lien sementara penggawal tersebut pun menutup kembali mulut Tresya agar dia tidak banyak bicara.
Apa salahku padanya,Rayy tolong aku.batin Tresya
Tanpa fikir panjang lagi air mata Tresya pun mengalir begitu saja membasahi kedua pipinya yang cantik.
↪️Kediaman Keluarga Wan
Kini Calista sudah menjadi Nona muda di keluarga Wan,tapi kelakuan dia setiap hari hanya memarahi para pelayan dan memecatnya begitu saja.
Seperti hari ini salah satu pelayan di pecat lagi karena tidak sengaja memecahkan gelas kesayangannya dan membuat Calista sangat marah.
Prankk.
Calista yang mendengar suara pecahan pun bergegas ke dapur untuk melihatnya.
"Apa yang sedang kalian lakukan hah!!" ucapnya dan melipat tangan di dada.
"Nona Muda maafkan kami,kami...." ucapannya pun menggantung,mereka takut untuk mengatakannya.
Calista menatap curiga pada mereka." Ada apa? Cepatkan padaku!!"
Salah satu pelayan pun memberikan pecahan gelas yang terjatuh karena tidak di sengaja.Dan saat itu pula Calista menatap tajam dan nafasnya pun memburu serta bahunya ikut berguncang.
"Siapa yang melakukannya?" bentak Calista.
Para pelayan pun menundukkan kepalanya mereka sangat ketakutan dan keringat pun keluar dari pelipis para pelayan tersebut serta tubuh mereka pun gemetaran.
Tidak ada jawaban dari para pelayan dan membuat Calista kesal dan geram dan satu tamparan mendarat di pipi salah satu pelayan tersebut.
Plak!!
"Kau berani sekali memecahkan gelas kesayanganku hah,siapa yang mengajarimu untuk melakukan hal itu," Calista menarik kerah baju pelayan tersebut.
"Nona maafkan saya," ucapnya memohon
"Jadi kau yang memecahkannya!!" tebak Calista.
Pelayan tersebut pun berlutut dan mengatupkan kedua tangannya."Nona Muda saya mohon maafkan saya,saya janji tidak akan terulang lagi juga akan lebih hati-hati lagi!"
"Heh kau fikir aku akan percaya padamu," ucap Calista menatap sinis." sekarang juga bereskan barang-barangmu dan jangan pernah kembali lagi," usirnya
"Nona jangan usir saya," ucapnya memohon dan air mata pun membasahi pipinya.
"Tidak bisa," Calista mendorongnya.
Dan para pelayan yang melihatnya pun menjadi ketakutan melihat sikap Nona Mudanya bersikap seperti itu.
"Ada apa ini?," tanya seseorang
Calista yang mendengar suara seseorang pun dia diam mematung sepertinya menelan pun akan sulit baginya.
Dia pun menghampiri Calista dan bertanya kepadanya,karena dia mendengar suara teriakkan seseorang.
"Rara,apa yang terjadi?" tanyanya pada Calista atau Rara.
Calista pun menoleh dan tersenyum canggung pada seseorang.
"Ibu....Ini lihatlah," ucapnya menyodorkan pecahan gelas
Nyonya Alice hanya tersenyum pada Calista."Hanya pecahan gelas kenapa kau harus memarahi para pelayan,"
Sial!!!
Calista pun menangis."Huhuhuhu ibu ini gelas kesayanganku,makanya aku marah pada mereka,"
Nyonya Alice pun membelai lembut rambut Calista dan tersenyum kepadanya."Sayang itu hanya gelas,kau bahkan bisa memilih yang lain nak,"
Isat tangis Calista pun semakin menjadi-jadi dan membuat Ruly pun turun tangan untuk menghadapinya.
"Ada apa ini,ribut sekali," tanya Ruly datar.
Nyonya Alice pun menoleh dan menceritakan apa yang terjadi pada Calista.
"Hanya sebuah gelas saja,kau membesarkan masalah ini." ucapnya dingin." Dan untuk kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian," titahnya
Para pelayan pun kembali bekerja sedangkan Ruly,Nyonya Alice dan Calista pun terdiam.
Ruly pun menarik nafasnya dalam-dalam."Entah kau itu adik kandungku atau bukan,yang jelas sikapmu seperti tadi sangat memalukan.Seorang Nona Muda dari keluarga Wan tidak akan pernah bersikap seperti itu." ucapnya lalu pergi.
Sial,awas kau Ruly.Jika bukan karena kau kaya,aku tidak akan mau berakting menjadi Nona Muda. batin Calista kesal.
"Sudah kau istirahat saja di kamarmu ya," titah Nyonya Alice.
Dan Calista pun menganggukkan kepalanya dia pun menuju kamarnya.
Bersambung
Semangat dan sukses selalu ❤️
semangat update ya!!!