NovelToon NovelToon
AURELIA

AURELIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:208.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Firchim04

Sequel dari cerita Menikahi Om Sendiri.

.
.

Aurelia mengalami kebutaan saat usianya baru menginjak 6 tahun. Setelah mengalami kebutaan, Aurel menjadi sosok yang pendiam dan tidak seriang dulu.

Beberapa orang yang menyatakan cinta padanya, ternyata hanya memanfaatkannya dan menjadikannya bahan taruhan. Membuat ia tidak mempercayai siapapun selain keluarganya sendiri.

Setelah menginjak usia yang ke 18 tahun, perasaannya tiba-tiba muncul pada Kakaknya sendiri yang bernama Revan.

Akankah cinta mereka akan bersatu? Silahkan simak cerita selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan Sulit

Pencarian terus dilakukan, namun baik Aurel maupun Revan tidak dapat ditemukan sama sekali. Aldo yang mendengar hal itu lantas merasa sangat marah dan kesal sehingga membuat penyakit jantung yang dialaminya akhir-akhir ini mulai kambuh lagi. Dia pun terpaksa harus dirawat di rumah sakit karena keadaan yang semakin memburuk.

Merasa kasihan sang suami terbaring lemah tak berdaya, membuat Kayla sedih dan tidak tega melihat kondisi Aldo saat ini. Ia keluar dari ruangan dan menuju ke tempat yang agak sunyi lalu menghubungi seseorang. Beberapa saat kemudian, terdengar suara wanita dari seberang telepon mengangkat panggilannya.

Rel, Papi masuk rumah sakit sayang. Penyakit jantung Papa kambuh. Mama khawatir nak. Hiks..hikss...

Orang yang sedang dihubungi Kayla ternyata adalah Aurel, anaknya yang selama ini selalu dicari olehnya dan Aldo. Ya, Kayla memang tidak mengetahui keberadaan Aurel maupun Revan. Akan tetapi, Aurel menghubungi Ibunya sesaat sebelum ia mengganti nomor telepon miliknya. Ia yakin Ibunya berada dipihaknya dan selalu mendukungnya sehingga dirinya tidak ingin hilang kontak dengan sang Ibu.

Apa? Masuk rumah sakit? Apa gara-gara aku Mih?. Tanya Aurel dengan suara lirih.

Iya sayang. Papi kamu terus mikirin kamu. Dia sampai stres dan akhirnya penyakitnya kambuh. Mami takut semakin lama dibiarkan semakin parah penyakitnya. Mami mohon kamu dan Revan datang kesini ya. Bicarakan baik-baik. Mami yakin Papi akan mengerti dan merestui hubungan kalian nak. Mami mohon.

Mendengar Ibunya yang terus memohon dan merasa khawatir akan kondisi Ayahnya, Aurel pun memutuskan untuk menemui mereka di rumah sakit.

Baiklah Mih. Aurel dan Kak Revan segera kesana sekarang. Tolong kirim alamat rumah sakitnya ya Mih. Mami juga jangan nangis lagi.

Terima kasih sayang.

Percakapan pun selesai. Beberapa saat kemudian muncul notifikasi pesan dari Kayla yang mengirimkan alamat rumah sakit. Dengan ragu-ragu Aurel menuju ke tempat Revan yang sedang asyik menonton TV.

"Eh sayang kenapa bengong? Sini duduk. Tadi kamu lagi nelfon siapa?"

"Ehmm.. Mami kok sayang" jawab Aurel sambil duduk disebelah Revan.

"Kok kamu nggak bilang? Padahal aku kan mau bicara juga. Sudah lama aku tidak bicara dengan Mami" ujar Revan, lalu merangkul bahu Aurel dengan lembut.

"Mami minta kita berdua datang ke rumah sakit yang. Papi masuk rumah sakit. Jantungnya kambuh"

Seketika mendengar itu, raut wajah Revan langsung berubah.

"Terus kamu jawab apa? Itu pasti akal-akalan Papa aja biar kita kesana dan nanti kita akan dipisah setelah ketemu"

"Aku jawab kita akan kesana. Aku nggak tega dengar Mami nangis apalagi tau kondisi Papa kayak sekarang. Aku juga udah liat foto yang Mami kirim dan Papi beneran sakit"

"Kamu apa-apaan sih Rel. Harusnya kamu diskusi dulu dengan aku dong nggak langsung mutusin sepihak kayak gini" ucap Revan dengan nada yang mulai tinggi.

"Terus maksud kamu aku harus jawab apa? Kak mereka tuh orang tua kita aku nggak mau gara-gara hal sepeleh gini aku harus kehilangan Papi. Aku mohon sekali aja, aku mau ketemu Papi. Kita harus ketemu Papi dan bicarakan tentang hubungan kita baik-baik"

"Kamu pikir Papi akan luluh meskipun sedang sakit? Tidak Aurel. Terserah kalau memang kamu mau ketemu. Silahkan ketemu sendiri, aku nggak mau" tolak Revan, lalu berlalu pergi.

Aurel terus mengejar Revan dan mencoba membujuknya.

"Aku mohon kita berdua harus pergi sayang. Papi kan orang tua kita"

"Dia bukan orang tuaku! Semenjak dia mengusirku dan bilang kalau aku bukan anaknya lagi, aku juga tidak ingin mengakui dia sebagai ayahku. Bagaimana pun juga aku cuma anak dari hubungan diluar nikah. Dia merawatku hanya karena rasa kasihan. Jadi cukup bicara kalau dia orang tua kita berdua" bentak Revan yang sudah sangat emosi.

Aurel sangat syok. Untuk pertama kalinya Revan membentaknya dengan suara yang keras. Air matanya pun menetes dan akhirnya ia pergi seorang diri.

Sadar akan kelakuannya yang sudah lewat batas Revan pun menyusul Aurel yang hendak pergi.

"Maafin aku sayang aku udah kelewatan tadi. Aku anter kamu ya. Tapi maaf kalau aku nggak bisa masuk, aku tungguin kamu di depan aja. Boleh kan?"

Revan berkata dengan sangat lembut berharap Aurel dapat memaafkannya.

"Nggak usah. Aku pergi aja sendiri" kata Aurel, masih marah.

"Aku mohon yang. Kamu juga kan nggak bisa bawa mobil jadi aku anterin ya. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa"

Revan terus membujuk Aurel dengan menggenggam lembut kedua tangan gadis itu. Akhirnya Aurel pun luluh dan menyetujui perkataan Revan.

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Revan tidak melepaskan genggamannya pada salah satu tangan Aurel. Entah kenapa perasaannya mengatakan mereka akan berpisah setelah pertemuan di rumah sakit nanti. Meskipun berusaha dihilangkannya pikiran itu, akan tetapi perasaannya berkata lain. Ia berusaha terlihat baik-baik saja dan memilih untuk tidak mengatakan apa yang dirasakannya saat ini pada Aurel.

Setelah berkendara cukup lama, mereka pun telah tiba di rumah sakit. Aurel kembali memastikan apakah Revan benar-benar tidak ingin ikut dengannya dan Revan pun yakin dengan pilihannya dan memilih untuk menunggu di dalam mobil.

"Kamu hubungi aku kalau ada apa-apa ya. Aku tunggu kamu disini" ucap Revan.

"Iya sayang. Aku nggak akan lama kok"

"Hati-hati sayang. Aku mencintaimu"

"Aku juga mencintaimu" jawab Aurel.

cup

Sebuah ciuman lembut mendarat di dahi Aurel cukup lama. Aurel pun tersenyum dan turun dari mobil sambil melambaikan tangan. Revan membalas senyuman Aurel dan menatap lekat wajah gadisnya hingga menghilang dari pandangannya. Kepalanya langsung tertunduk lesu memikirkan apa yang akan terjadi nanti.

Kembali pada Aurel yang kini sudah berada di depan pintu kamar, tempat Ayahnya sedang dirawat. Dibalik celah yang berada di pintu ia dapat melihat disana sudah ada Ibunya yang terus menangis melihat sang Ayah terbaring sangat lemah. Disamping Ibunya juga ada Alvin yang sedang berdiri dan terus menenangkannya.

Aurel sebenarnya tidak ingin bertemu Alvin, akan tetapi melihat kondisi Ayahnya yang kian memburuk membuat Aurel mau tidak mau harus bertemu dengannya.

Tok tok tok

"Aku datang Mami, Papi"

"Aurel akhirnya kamu datang nak"

Kayla bangkit dari kursinya dan langsung menyambut Aurel dengan pelukan. Alvin yang juga syok melihat kedatangan Aurel hanya bisa terdiam mematung, sedangkan Aldo yang masih terbaring lemah hanya bisa tersenyum singkat melihat kedatangan putrinya.

"Kamu datang sendiri sayang? Mana Revan?" tanya Kayla.

Mendengar nama Revan, membuat senyuman Aldo dan Alvin menghilang.

"Kak Revan ada di dalam mobil. Dia mau menunggu Aurel Mih"

"Papi gimana kabarnya? Kenapa Papi bisa sakit gini?" lanjut Aurel menuju ke arah Ayahnya dan menggenggam kedua tangan pria paruh baya itu.

"Papi kangen sayang. Kenapa kamu menghilang sangat lama? Papi rasa hidup Papi nggak akan lama lagi nak"

"Papi aku mohon jangan bicara begitu. Aku nggak mau kehilangan Papi"

Kini Aurel mulai menangis melihat kondisi Aldo.

"Nak Alvin kesini" panggil Aldo.

"Iya Papi. Ada apa?" tanya Alvin, duduk disamping Aldo dan tepat berhadapan dengan Aurel.

"Papi mau kamu nikahi Aurel secepatnya. Hidup Papi nggak akan lama lagi. Segera lamar dia hari ini juga. Hubungi orang tua kamu"

"Apa?" Kaget Aurel.

Ucapan Aldo bak sambaran petir bagi Aurel. Ia tidak menyangka Ayahnya akan secepat itu memutuskan sesuatu. Apalagi Ayahnya tau bahwa ada Revan yang menunggu, tapi hal itu seakan bukan masalah besar baginya. Pikirannya mulai kacau balau. Kini ia harus memilih antara sang Ayah atau pria yang sangat dicintainya yaitu Revan.

1
Devit Ruspenti
Luar biasa
Devit Ruspenti
Buruk
Caca 🌻
masih ada prat yang ganjal menurut ku kakk
Reny Saputro
semangat
yuliana kurniawan
bagus dan keren
Vera Putriyanawati
bagus cerita nya.bru baca stngah nya
Feyza
kapan thor up lagi..kok lama..nunggu update nya gak pernah muncul gemes sama kelanjutannya..
Rain: hai kk mampir di karyaku yuk ☺️
#Maaf aku yang harus pergi
total 1 replies
RiskyRamadhan Ramadhan
ak benci papi Aldo😭😭😭knp pisahin Aurel dan Revan🙏
lanjuttt🥰🥰🥰
Tri Asih
di tunggu kelanjutannya
Nur Kholifah
lanjut thor
Nur Kholifah
kapan up Thor??
hasanah
kok lama banget thor lanjutnya 😘 seru nih....ditunggu kelanjutannya ya
Marhami Nasa
gila ini namanya pemaksaan...
org tua egois... cepat kabur LG Aurel
Arnie Srie
sebel lihat Aldo, egois banget sih....

mereka kan bukan saudara kandung apa salah nya....
Arnie Srie
Sempat heran kenapa Kenzo membenci ayah tirinya, ternyata alasan nya itu...

harusnya cari tahu dulu dong kebenaran nya, man benci aja...kasian Raffa kan
Arnie Srie
Kenapa Aldo egois banget sih....
nisa
🤦 gmn nich aurel mau d nikahkan ama alvin😌
revan ayo gercep tlng aurel klau gk km akan kehilangan aurel
lanjutt kk
up up up trs y....
Ria Sufi
lama2 jengkel jg ma aldo, bikin anak sendiri tdk bahagia
Ria Sufi
alvin resek
Sahniar LA
cuma ingat cerita pemeran utamanya aja,yg lai udah lupa semua nggak tau ceita pemeran pembantunya yg laen,karna terlaluuu lama vacum
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!