NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Cinta beda status
Popularitas:74.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kristiyana Nopiyana

Safa Zaina adalah seorang gadis yang tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Namun karena kecerdasannya dia berhasil mendapatkan beasiswa di Universita Negeri terbaik di kotanya. Pertemuannya dengan Azka Imam Haqiqi, seorang pria kaya membawa perubahan pada dirinya. Imam adalah cinta pertama Safa. Namun berbeda dengan Azka. Safa adalah wanitanya yang entah yang ke berapa. Tak dapat lagi di hitung saking banyaknya. Namun satu yang pasti, Safa adalah pelabuhan cinta terakhirnya. Hubungan jarak jauh tak menjadi halangan bagi kisah cinta mereka. Dan di usia hubungan mereka yang ke 8 tahun, mereka akan melangsungkan pernikahan. Bertepatan dengan selesainya masa program dokter internship Imam.

Namun manusia hanya mahir berencana, dan Tuhanlah yang menentukan takdirnya. Malapetaka itu datang. Malapetaka yang membuat hidup Safa hancur. Malapetaka yang membuatnya tak lagi mempunyai alasan untuk hidup.

Mampukah safa bertahan? Atau dia akan mengalah pada takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristiyana Nopiyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Go home

Azka Imam Haqiqi

Perjalanan dari Zenicca menuju Gilbar cukup melelahkan. Apalagi hari Minggu seperti ini. Kebanyakan dari mereka yang berlibur menikmati weekend akan kembali ke aktifitas nya. Membuat jalanan tampak sedikit ada penumpukan di beberapa titik rawan macet.

Sesekali dia melirik ke arah Safa yang duduk tepat di sampingnya. Seperti biasa, Safa tak banyak bicara. Membuatnya harus mencari topik untuk membuka pembicaraan.

"Ka, ini" kata Safa seraya menyodorkan ponsel si mata 3 miliknya yang dia lempar saat melihat snapgram milik Dinda 2 hari yang lalu. Ponsel itu udah remuk layarnya. Entah dia tak ingat seberapa keras dia membanting benda itu. "Aku menemukannya saat tadi membereskan kamarmu. Untuk memastikan tak ada barang yang tertinggal. Benda ini ada di kolong meja sofa. Ini milikmu kan?" Lanjut Safa lagi.

"Buang saja. Itu sudah rusak" jawab Azka dengan santainya.

"Kenapa di buang? Ini masih bisa di perbaiki kan? Sayang kalau di buang. Apalagi sim card nya belum kamu lepas"

"Nanti beli yang baru" jawabnya santai sambil melirik ke arah Safa dengan sudut matanya.

"Bo... leh aku pinta saja?" Jawab Safa ragu.

"Untuk?" Tanyanya, yang kali ini melihat ke arahnya beberapa detik, kemudian kembali focus menatap jalanan.

"Siapa tau masih bisa di perbaiki. Akan ku pakai. Ponsel lama ku akan ku berikan pada ibu. Agar ibu bisa video call denganku" jawab Safa jujur.

Dia hanya tersenyum simpul. Tanpa berniat membalas kalimatnya.

Kecepatan laju kendaraan melemah, kemudian tanpa komando dia memutar arah kendaraannya menuju pusat pertokoan elektronik terbesar di daerah Gilbar.

"Yuk turun" ajaknya saat mobil yang dia kendarai berhenti di lobby mall itu. Membuat kepala Safa mendongak.

"Kita mau apa kesini?" Tanya Safa sembari menatap matanya.

"Aku antar kamu ke cafe yang ada di lantai 3. Aku akan membeli sesuatu" jawab Azka yang masih duduk di kursi pengemudi. Safa hanya mengangguk sembari memandang wajah Jenny untuk meminta persetujuan.

____________________________________________

Safa Zaina

Azka mengantar mereka ke sebuah cafe yang rata-rata berisi pengunjung mall yang sedang ke lelahan setelah berbelanja. Dia memilih duduk di meja pali pojok dekat dengan jendela.

"Azka mau ngapain?" Tanya Jenny setelah mencecap juice mango favoritnya. Namun dia hanya mengangkat bahu. "Ternyata Azka itu gak se bad yang aku kira ya. Dia baik lanjut Jenny lagi yang kali ini tengah mencicipi sosis goreng. "Ya meski dia suka maen cewek" kata Jenny sambil kedua tangannya terangkan membentuk gerakan tanda kutip 2 saat mengatakan maen cewek.

"Maksudnya?" Tanyanya yang sebetulnya dia tak begitu tertarik dengan topik pembicaraannya dengan Jenny kali ini.

"Ahh udah lah lupain" jawab Jenny seraya mengibaskan tangannya ke udara. "Eh tadi kamu ngasih apa ke Azka waktu di mobil?" Jenny kembali bertanya. Dengan mata melotot yang penuh ingin tahu.

Namun dia tak menjawab. Hanya memperlihatkan sebuah ponsel bermata 3 yang sudah retak bagian layarnya, yang sebelumnya dia ambil dari dalam sling bag yang ia kenakan saat itu. Jenny meronggoh benda itu dengan mata tak kalah terkejut.

"Ya ampun. Ini kan hand phone keluaran terbaru. Harganya mahal banget. Kenapa bisa ancur begini sih? Sayang banget" kata Jenny yang lebih pada berbicara pada dirinya sendiri.

"Aku temuin itu di kamar Azka yang di Villa tadi. Ada di kolong meja dekat sofa" jawabnya dengan mata yang masih memperhatikan benda yang di pegang Jenny. "Kira-kira masih bisa di perbaiki gak ya?" Tanyanya lagi.

"Gak tau juga sih. Tapi kalaupun bisa, pasti mahal" jawab Jenny sambil memandang ke arahnya. "Ini sih kalau aku lihat gak mungkin karena jatoh. LCD nya remuk begitu. Paling karena dibanting keras" lanjut Jenny lagi. "Sayang banget kan padahal, hand phone mahal-mahal malah di banting sampe rusak begitu" lanjut Jenny lagi. "Kamu mau benerin ini? Buat apa?" Kali ini Jenny menatapnya dalam-dalam.

"Ya, tadinya sih aku mau benerin itu. Terus mau aku kasih ke Azka. Tapi, Azka tadi malah menyuruhku untuk buang. Makanya mau aku pinta tadi. Mau aku benerin, nanti kalau udah bener, aku kasih ke mama. Hand phone mama rusak"

"Aku coba tanyain ke situ ya. Siapa tau masih bisa di benerin" jawab Jenny seraya pergi tanpa menunggu jawaban darinya.

Dia menatap punggung Jenny yang bergerak mendekati sebuah toko bertuliskan

"Service store" yang terdapat di sebrang cafe tempat dia makan. Terus memperhatikan Jenny hingga dia hilang diantara para pengunjung lain. Membuatnya kembali menikmati makanan yang tadi dipesannya.

Cukup lama dia menunggu Jenny kembali. Matanya celingak-celinguk mencari sosok Jenny diantara kerumunan pengunjung. Sambil sesekali dia berdiri dari tempatnya duduk.

"Cari siapa?" Tanya Azka yang entah datang darimana sudah mendudukan dirinya di bangku kosong sebelah dia duduk. "Jenny kemana?" Tanya Azka lagi sebelum dia menjawab kalimat tanya yang pertama Azka lontarkan.

"Cari Jenny" jawabnya sambil melirik wajah si pemilik suara itu.

"Kemana dia?" Tanya Azka lagi.

"Ke..."

"Permisi. Maaf mengganggu. Meja no 173 pesanannya ice lemon tea dan ..." Seorang pelayan datang menghampiri meja mereka. Menyebutkan semua menu yang dipesan Azka. Membuatnya menghentikan kalimat, sembari pandangannya beralih pada pelayan wanita itu.

"Tadi kamu mau bilang apa?" Tanya Azka sambil menyeruput es teh lemon. Mata Azka menatap ke arahnya.

"Ke toko service handphone" jawabnya.

"Handphone dia rusak?"

"Gak. Dia mau nanyain biaya ngebenerin handphone kamu" jawabnya jujur.

"Handphone aku?" Azka kembali bertanya sembari menunjuk dadanya sendiri. "Kamu yang suruh?"

"Gak koq. Tadi dia..." Dia tak melanjutkan kalimatnya. "Tuh anaknya udah dateng" lanjutnya setelah kedua bola matanya menatap sosok Jenny yang berjalan mendekat ke meja mereka.

"Lama amat?" tanyanya sesaat setelah jenny mendudukan dirinya di kursi yang tadi dia duduki.

"Sori. Nungguin ya?" jawab jenny sambil melebarkan bibirnya, hingga memperlihatkan sederet gigi putih bersih miliknya.

"Emang bisa di benerin Jen?" Azka yang bertanya sambil menyuapkan makanan di atas piring yang tersaji di hadapannya.

"Bisa. Tapi biayanya mahal. Sama handphone gue aja lebih mahal biaya ngebenerin handphone lo"

"Berarti mending beli yang baru donk?" jawab Azka santai.

Dia dan Jenny saling bertatapan. Dengan fikiran yang mungkin sama. Yaitu pendapat tentang 'orang kaya sih? jadi bebas'

"Ouh ya, keburu lupa ini buat kamu sama buat ibumu" Kata Azka yang membuatnya melirikan wajah ke arah Azka. "Tadi berapa biaya ngebenerinnya?" kali ini Azka memangdang wajah Jenny.

Jenny menyebutkan sebuah harga yang menurutnya sangat mahal. Bahkan harga biaya service hand phone itu setara dengan ponsel dia dan jenny jika di gabung.

"Nanti, setelah kita makan. Kita balik kesana"

"Ini apa?" tanya Safa sambil membuka paper bag warna coklat yang di sodorkan Azka padanya. "Hand phone?" tanyanya lagi setelah berhasil melihat logo sebuah dus dari dalam paperbag.

1
Ummu Hisbuh
lanjut thor
Lusi Mariana
tetap semangat
Endah Hkw
lanjut yaaa
Jujuk
lanjut kak
Jujuk
lanjut
Jujuk
semangat kak
Jujuk
bawa like
Jujuk
aku mampir kak
Heni Lestari
lanjut 👍
🌹Dina Yomaliana🌹
10 like mendarat😘😘😘
🌹Dina Yomaliana🌹
semangat up kakak😘😘😘
Mahdiana Mahmud
nekad ksli tuh cewek gk punya harga diri ya 👊👊👊👊👊👊👊👊
Si Hell Helmiati
mana ni lanjutan nya..
BELVA
mampir kembali di novel
#gadis imut diantara dua raja

mksh ya ka
BELVA
datang membawa like banyak untuk mu
BELVA
hallo author kece aku datang nih
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Hania
semangat kk
lanjut
WieFan
ayo kak, lanjutkan
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
jejakku kembali hadir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!