NovelToon NovelToon
Dimadu Di Hari Pernikahan

Dimadu Di Hari Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Single Mom / Bad Boy
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: bunda Qamariah

Dimadu di Hari Pernikahannya. Ditolak mentah-mentah lewat pesan, Naura Kirana, gadis bercadar yang harus menanggung malu di hari pernikahannya.

Demi menyelamatkan keluarga, Cakra, adik mempelai pria terpaksa menggantikan posisi kakaknya.


Namun, alih-alih melindunginya, Cakra yang sejak awal membenci wanita bercadar itu justru langsung membawa dan menikahi kekasihnya sendiri tepat di hari yang sama, memadu Naura di depan mata.


Di balik itu semua, ternyata, Komandan Anggara yang merupakan calon suami Naura, tidak pernah menolaknya, semua terjadi hanya salah paham.


Pembatalan itu murni ulah licik bawahan Anggara yang merupakan seorang wanita yang terobsesi padanya.


Lalu, bagaimana kelanjutan nasib Naura? Apakah Anggara berhasil meluruskan semuanya? bagaimana kisahnya saat tiba-tiba hadirnya seorang gadis yang berusia 6 tahun yang ternyata merupakan anak kandung Naura? siapakah ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Lagi Setelah 7 Tahun

"Naura!"

Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama Naura, yang membuat lamunan Anggara buyar.

Merasa sangat familiar dengan suara itu. Naura segera menoleh, benar saja. Di sana berdiri sosok Kevin dan Dina orang-orang dari masa lalunya yang sudah sangat lama tidak pernah bertemu.

Keduanya mendekati meja tempat Anggara, Naura, dan Kiki berada.

Anggara mengangkat pandangannya, heran karena merasa familiar dengan sosok Kelvin. Merasa seperti dia pernah melihat pria itu, akan tetap dia lupa dimana.

"Wah, siapa ini, yang sedang makan di warung kecil. Kayak kenal deh," tutur Dina, memperhatikan penampilan Naura yang masih sama seperti dulu. Kemudian wanita itu beralih, melihat Anggara.

"Perwira militer, tapi kok pilih makan di warung? Nggak punya uang cukup untuk makan di restoran mewah?" Lanjut Dina, meremehkan keduanya.

Anggara dan Naura sama-sama tak peduli dengan semua sindiran yang menurut mereka berdua tak bermutu.

"7 tahun tidak pernah bertemu, kau kemana saja, Naura?" Kali ini Kelvin yang bertanya, sembari menatap wanita itu.

Naura masih diam, tak ingin menanggapi pasangan setres itu yang sudah merusak hidupnya, sehingga dia melahirkan seorang anak tanpa ayah.

Geram dari tadi bicara terus diabaikan. Dina mendekati Naura, mengangkat tangan, menjulurkannya dengan kasar, mau mendorong bahu Naura.

Tak!

Namun, sebelum sempat jari tangannya menyentuh bahu wanita bercadar itu, dengan sikap Anggara menepis tangan tangan Dina.

"Jangan bertindak kasar, berbicara silakan, tapi jangan melakukan kekerasan fisik," tutur Anggara menatap tajam Dina sembari memperingati wanita itu.

Dina mendengus kesal dan kembali melihat Naura, "Apa kau mendengarku bicara denganmu, jalang!" Bentak Dina.

Naura mendongak, melihat ke arah Dina yang menatapnya dengan tatapan horor. Dengan santai wanita itu menjawab.

"Aku tidak tahu kalau kau sedang bicara padaku, aku pikir tadi yang berdiri situ hanya bayang-bayang. Ternyata manusia," jawab Naura telak.

"Kau! berani kau!" ingin maju, namun saat melihat tatapan dingin Anggara wanita itu urung niatnya.

Dina sangat marah karena Naura semakin lancang, dan tidak takut padanya. Akan tetapi, dia juga tidak berani bertindak semena-mena karena ada Anggara di sana yang membela wanita itu.

Dalam kekesalannya, dia tidak sengaja melihat seorang anak kecil yang duduk di sebelah Naura. Di mana dari postur tubuh anak kecil itu seperti berusia enam atau tujuh tahun.

Dia tersenyum sinis. "Siapa anak itu? Jangan bilang kalau dia anak harammu, benarkan tebakanku?"

"Aku penasaran, siapa pria yang telah menidurimu malam itu? pasti ini anaknya kan?" lanjut Dina, tersenyum kemenangan melihat Naura yang tadi pura-pura santai tiba-tiba tegang.

Mendengar kalau naura berada di hotel dan tidur bersama seorang pria, Anggara tentu saja terperanjat. Dia menatap Naura semakin yakin kalau Naura adalah wanita malam tujuh tahun itu, dan Kiki adalah putrinya bersama Naura.

Plak!

Belum sempat Anggara mencerna semuanya, tiba tiba terdengar suara tamparan. Di mana Naura sudah berdiri sembari memberi pelajaran pada Dina yang bermulut pedas, bahkan berani mengatai putrinya anak haram di depan Kiki.

Melihat tunangannya ditampar, tentu saja Kelvin langsung marah. "Naura, jangan keterlaluan, kamu!" Kelvin, tentu saja membela Dina.

"Mau marah? Seharusnya aku yang marah. Kalian tiba tiba datang mengusik hidupku lagi setelah apa yang kalian lakukan padaku dulu, menjadi pengkhianat dan mempermainkan hidupku. Lalu apalagi yang kalian mau dariku? Apa kalian belum puas juga?" Tutur Naura, menatap ke arah Kelvin.

"Dan kau, harusnya kau bisa mengajari kekasihmu bagaimana cara bersikap sopan." Lanjut Naura.

Kelvin, tentu saja tidak terima atas teguran Naura. "Apa katamu? Aku mengajari Dina? Kau yang butuh pelajaran!" geram Kelvin.

Srekk!

Dia langsung menarik cadar Naura hingga terlepas dari wajahnya.

Cadar di wajah Naura terlepas paksa, sehingga memperlihatkan wajahnya yang cantik rupawan. Wajahnya membuat Kelvin terpana, dia tidak menyangka kalau Naura memiliki wajah yang sangat cantik, bahkan jauh di bawah standar Dina.

Selama ini, dia berpikir Naura menutupi wajahnya karena di balik cadar itu sangat jelek sehingga Naura memilih memakai cadar.

Dia tidak menyangka ternyata yang tertutup jauh lebih anggun dari yang terbuka.

Bahkan terlihat jakunnya naik turun, tanpa sadar Kelvin menelan salivanya.

Begitupun dengan Anggara, yang tertegun melihat wajah cantik Naura. Hanya saja dia menutupi rasa kagumnya itu dengan wajah datarnya dan tidak menunjukkan secara terang-terangan seperti Kelvin.

Dasar wanita sialan! Batin Dina, saat menyadari kalau kekasihnya terpukau.

Plak!

Dalam terpesonanya, tiba tiba Naura melayangkan tamparan sekali lagi ke arah Kelvin.

"Kurang ajar kamu ya!" tutur Naura, sangat geram.

Namun entah mengapa, Kelvin sama sekali tidak membalas dan hanya diam seperti masih tidak percaya melihat wajah Naura.

"Ka- kamu Naura?" tanyanya terbata-bata.

Naura tidak menjawab Kelvin. Segera menghampiri putrinya.

"Kiki sayang, kita makan di rumah nanti saja ya. Soalnya di sini banyak tokoh-tokoh panggung yang perannya sangat jelek," tutur Naura, menyindir Dina dengan Kelvin.

Berani sekali dia bilangnya aku jelek! batin Dina dalam hati, hanya bisa mengepalkan tangannya.

Kiki tersenyum geli saat mendengar penuturan mamanya, yang sengaja mengatai Kelvin dan Dina .

"Baik Ma," gadis itu tetap patuh.

Menyadari kalau gadis kecil itu sedang menertawakannya. Dina semakin dibuat murka.

Naura membantu putrinya turun dari kursi.

Sebelum pergi, Kiki tiba tiba memegang tangan Anggara, "Paman, ikut nggak ke rumah Mama?" tanyanya dengan nada polos, matanya menatap Anggara penuh harap.

Anggara tersenyum sembari mengusap pucuk kepala Kiki.

"Paman tidak bisa ikut, sebentar lagi Paman akan pulang ke markas. Paman masih memiliki jadwal kerja. Nanti kapan-kapan kalau Paman punya waktu, Paman akan berkunjung ke rumah Mama. Tapi itu juga kamu perlu izin dulu ke Mama, apa dia mau atau tidak," ujar Anggara, melirik Naura.

Naura yang dilirik terlihat salah tingkah, "Datang saja, saya tidak masalah." jawab Naura, mengedarkan pandangannya.

Anggara tersenyum tipis, dia menyadari sepertinya wanita itu pun punya rasa padanya, hanya saja mereka terhalang oleh Naura yang masih berstatus istri kepada adiknya.

"Yech! Janji ya, Paman!" ujarnya mengangkat jari kelingkingnya untuk berjanji.

Anggara mengangguk dan menyambut tangan gadis kecil itu "iya." jawab Anggara, tersenyum tipis.

Setelah itu, Naura langsung berpamitan dan pergi.

Dina yang merasa diabaikan, ingin segera mengejar Naura.

Tapi dia langsung dihentikan oleh Anggara. "Tidak usah mengajarnya lagi, dia tidak mengganggu kalian. Tapi kalian yang mengganggunya,"

Dina menatap Anggara, "Kau tidak usah masuk campur! Kau tidak tahu apa-apa tentang masalah kami!"

Anggara tak menjawab, ia segera beranjak dan ingin pergi. Anggara berniat segera mencari tahu siapa sebenarnya sosok ayah biologis dari putri Naura.

1
Nar Sih
👍👍anggara ,kecurigaan mu bnr dalila yg tlh mencelakai putri mu ,terus cari tau jga putri mu juga naura dari niat jht si perempuan gila dalalila
airhy_10
akhirnya anggara tau kalau kiki putrinya..gmn nanti klo ibunya tau dia punya anak di luar nikah
bunda Qamariah: 🤣topcer dia🤣
total 3 replies
airhy_10
jangan tinggalkn anakmu naura..bahaya mengintip
airhy_10
anggara suruh anak buahmu aja selidiki..dan selesaikan karir jendral itu😁
Nar Sih
alhamdulilah hsil tes dna bnr klau kiki ank mu ya anggara ,sekarang jujur sja ya anggara kiki dlm bahaya lho
airhy_10
sebenarnya jujur pada kakek gpp..tp semua itu pilihanmu pasti yg terbaik
airhy_10
gmn anggara??apa yg akan km lakukan🤭
Nar Sih
moga org suruhan dalila gk berhasil membunuh kiki
bunda Qamariah: iya, say....
total 1 replies
airhy_10
udh mulai ada rasa yaa naura sama anggara,,tenang naura cintamu berbalas😁
dan anggara ayah anakmu...duhhh hanya di novel yang bisa gini.
jatuh cinta pada bapak anak sendiri🤭
bunda Qamariah: kenapa say🤭 di dunia nyata tiada kah🤣🤣🤣
total 1 replies
airhy_10
semoga cepet sembuh kiki💪
airhy_10
dalia ini knp sih dia kn anaknya anggota militer ya tp kok hatinya busuk..main2 dengan nyawa
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu hsil tes dna kiki
airhy_10
cakra akhirnya km punya lawan yg sepadan..mungkin nada memang jdohmu cakra🤭
bunda Qamariah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
airhy_10
walah..walah...ketauan gk yaa klo wanita itu naura🤨
airhy_10
semoga saja nanti klo tau kiki anak anggara,,cakra tidak jatuh cinta dg naura..
masak mencintai org yg mencintai kakaknya terulang kembali..kasihan juga cakra🤭😭
airhy_10: 🤭🤭🤭siapa tau thorr cakra kn gitu,yg di suka kecantol kakaknya 🤭
total 2 replies
airhy_10
semoga tidak kecolongan lagi...nanti pas hasilnya keluar,,tp nnti gmn jdnya klo anggara tau kiki anaknya..
airhy_10
kog tumben pinterr anggara langsung tes DNA🤭
bunda Qamariah: waduhh 🤦 sungguh terlalu 🤣
total 1 replies
Nar Sih
waah siip 👍anggara ,bnr kmiu


wah sip anggara 👍buruan tes dna kiki biar sgra jls
Nar Sih
pdhl sbntr lgi ketahuan kiki ank kadung mu ya anggara ,grgr pencuri gk tsu diri ,bunda trus kpn ssmua terungkap jdi gemess
bunda Qamariah: Sabar sayangku... tenang 🤭
total 1 replies
Rahmawati Amma
sayang sekali kenapa anaknya bukan laki2 malah perempuan seandainya novel ini ceritanya sampai anaknya dewasa dan nikah sayang sekali ngak bisa diwakilin ayahnya sayang sekali walaupun sudah tau ayah biologisnya author sih kenapa bukan laki2 aja anaknya😮‍💨
bunda Qamariah: iya🤧 kayaknya itu kesalahan fatal🤧 karena tidak bisa jadi wali 🤦
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!