Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelidiki Kasus
Alveric menerima jabat tangan anak itu,"Alveric".
"Hikaru Haruto,panggil saja aru dan gadis ini siapa?"
"Ariana.."
"Adikmu?"
"Bukan"
"Oh baguslah"
Alveric memandang malas aru lalu fokus menyadarkan ariana.Melihat pipi ariana yang basah alveric menyimpulkan bahwa benar ariana menangis lagi.
Alveric harus memberitahu ayah dan ibunya soal ariana yang pingsan namun tidak mungkin dia meninggalkan ariana seorang diri.
Apa alveric titipkan ariana pada aru,tapi aru orang yang baru dia kenal bagaimana bisa mempercayai orang asing yang baru dia kenal.
Aru menaikan alisnya menatap heran alveric,"Kenapa menatap ku seperti itu?".
"Aru tolong jaga ariana,aku akan memanggil ibu dan ayahku dulu"
"Baiklah aku akan menjaga nya"
Alveric pergi meninggalkan taman dia mulai mencari ayah dan ibunya,yang ternyata tidak ada ditempat tadi.
"Ayah,ibu kalian dimana"
"Bagaimana ini,aku harus bagaimana"
Willy dan vivian datang menghampiri alveric dengan menenteng beberapa belanjaan mereka.Dengan santai willy menanyakan beberapa pertanyaan pada anaknya.
Alveric adalah anak yang sulit menyembunyikan sesuatu yang sedang dia hadapi,dia belum bisa mengontrol emosi nya dan sulit untuk bersikap tenang.
"Ada apa sayang?",tanya sang ibu.
"Ibu,ariana pingsan di taman tadi"
"Apa?" jawab keduanya berbarengan.
"Iya tadi kita bermain petak umpet dan ariana bersembunyi di balik semak taman yang kita datangi tadi" jelas alveric.
"Dia sekarang bersama siapa alveric? Kamu tahu kita sedang di Jepang tidak ada satupun yang kita kenal, kenapa malah terjadi hal yang tidak di inginkan seperti ini"
"Maaf ayah"
"Sudahlah sayang jangan memarahi dia lagi,dia kan masih anak anak"
Vivian lalu mengenggam tangan alveric dan mengajak nya ke taman yang tadi,willy mengikuti mereka dari belakang.
Sementara itu zein sudah tiba di kediaman keluarga ariana.Begitu terkejutnya zein melihat darah yang mengering,rumah yang tidak karuan,keaadan rumah ariana seperti sudah kemalingan.
Namun dia merasakan sesuatu yang tidak beres terjadi di rumah ariana.
"Kejam"
Zein berlutut dan melihat darah yang mengering itu,seperti dugaan nya.Namun dia tidak bisa mengumpulkan banyak yang harus dia cari tahu.Terutama menyelidiki pelayan nya sendiri.
"Apa paman tahu soal ini semua?"
"Ti.. tidak tuan muda", dengan nada bicara yang terbata bata zein semakin curiga pada adi.
"Paman mau aku mencari tahunya sendiri?"
"Kenapa harus seperti itu tuan?"
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi? dimana ariana dan keluarga nya?"
"Lebih baik tuan tidak usah terlibat dalam urusan ini"
"Paman adi katakanlah"
"Maaf tuan muda ini privasi"
Disela obrolan alveric dan zein berlangsung tampak sebuah mobil mewah berwarna merah maroon itu tiba disana.Seseorang keluar dari mobil nya.
"Zein apa yang kau lakukan disini?"
"Ayah sendiri mengapa harus jauh jauh datang kemari?"
"Anak kecil tidak boleh ikut campur urusan orang dewasa lebih baik kamu pulang,adi bawa zein pulang"
Zein memberontak,dia tidak ingin meninggalkan rumah ariana namun Adi membawanya sedikit terpaksa.
"Maaf tuan demi kebaikanmu"
"Paman lepaskan aku"
"Zein zein,adi cepat bawa zein ini malah menguras waktu berharga ku"
"Ayah...ayah"
Ayah zein mulai masuk kedalam rumah ariana,dia tampak mencari sesuatu di dalam sana.Semua barang dia singkirkan dengan paksa.Dia mulai mencari sesuatu itu dan akhirnya menemukannya.
"Sudah kuduga ternyata ariana memang pewaris tunggal"
Rudolf ayah dari zein mulai gelisah memikirkan dimana anak rudi sekarang terlebih dia masih mencari keberadaan rudi yang juga masih hidup.
"Satu keluarga memang menyusahkan"