Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.
pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.
SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 27
Hansen mantap jengkel pada ekspresi Ares yang menyebalkan. "Gaji bulan ini ku potong!" Ucap nya, kesal.
"Bos, apa salah ku.. sejak tadi aku diam saja kenapa tiba-tiba gaji ku di potong!" Keluh Ares bingung, lantaran ia tidak menyadari lirikan nya tadi menjadi awal pemotongan gaji untuk nya.
"Bahkan tidak akan ada bonus bulan ini!" Balas Hansen, datar. Semakin Ares mengeluh ia semakin jengkel.
Ares tertegun kaget, roh nya seakan lepas dari raga nya "bos kamu terlalu kejam!" Ucap nya menyedihkan.
Ana menatap bingung pada Hansen yang tiba-tiba kesal pada Ares tanpa sebab. Sebenar nya ia malas ikut campur namun ada rasa kasihan pada Ares yang sebenar nya ia selalu baik dalam pekerjaan nya.
"Dia tidak melakukan kesalahan, kanapa kamu memotong gaji nya?" Ucap Ana, menyela percakapan mereka.
Hansen me'ngendikan alis, ia malah semakin jengkel lantaran Ana membela Ares. "Kamu membela nya!" Ketus nya.
"Tidak!"
"Lalu apa maksud ucapan mu tadi,"
"Bukanya ucapan ku benar, dia sejak tadi diam saja tapi kamu tiba-tiba memotong gaji nya!"
"Itu karena kamu!"
"Aku? kenapa jadi aku yang salah?" Balas Ana , terbawa emosi.
"Karena ini memang salah mu, "
Ares sampai keringat dingin melihat percakapan mereka berubah jadi perdebatan.
"Bo..bos.."
"Diam!" Sentak mereka menoleh pada Ares yang baru saja ingin menengahi, namun malah jadi sasaran emosi.
Seketika Ares terdiam membisu dan lebih memilih fokus menyetir, menganggap ia tidak dengar perdebatan mereka.
Padahal awal biang dari perdebatan mereka adalah diri nya.
Ana memalingkan wajah nya dengan kesal, lantaran di tuduh tanpa sebab " Menyebalkan , seharus nya tadi aku langsung kabur saja ke luar negri agar tidak di temukan!" Gerutu nya kesal.
Hansen tertegun kesal mendengar ucapan Ana, ia memalingkan paksa wajah Ana ke arah nya "Apa yang kamu bilang tadi!"
"Aku bilang, seharus nya aku melarikan diri ke luar negri sejauh mungkin agar tidak melihat mu la.. ummhhh "
Hansen menutup mulut ana dengan ciuman ia sangat kesal mendengar kalimat itu, "Sekali lagi Kamu punya pikiran seperti itu, aku aka mengikat mu dengan rantai!" Ancam nya .
Ana malah semakin jengkel dengan sikap Hansen yang slalu mengancam ingin mengurung nya.
"Kenapa harus aku yang kamu rantai? lalu bagaimana dengan wanita yang ada di sisi mu hari itu! Seharus nya dia yang kamu kurung dan kamu rantai!" Ketus ana, kesal.
"Apa begitu asik bagi mu mempermainkan ku! Kamu sudah ada wanita di sisi mu tapi masih memaksa aku menikah dengan mu, apa kamu terlalu bernafsu dengan ku? Apa wanita di sisi mu itu tidak membuat mu puas." Ucap nya lagi. Dengan senyum mengejek.
Hansen tertunduk diam menahan emosi saat mendengar kalimat kasar yang keluar dari mulut Ana, tatapan nya brubah dingin wajah nya berpaling dari Ana, ia terlihat duduk dengan tenang tanpa sepatah balasan yang ia keluarkan untuk membalas kalimat ana.
Namun sebenar nya ia sedang menahan gejolak emosi nya yang sedang membakar diri nya. Juga berpikir dalam benak nya soal wanita yang di katakan Ana. Ia Bahakan tidak tau siapa wanita yang di maksud oleh Ana.
Melihat reaksi Hansen yang tiba-tiba membisu ana memalingkan wajah nya keluar jendela, ia berpikir Hansen yang tidak membantah ucapan nya adalah sebagai tanda pembenaran dari apa yang ia katakan tadi.
Suasana di mobil kembali hening dan tanang, namun kali ini terasa lebih mencekam dari sebelum nya. Ares menambah kecepatan mobil nya agar mereka segera sampai di mansion, keheningan yang di tunjukan oleh bos nya, adalah sebuah tanda bahaya.
Ares yang sudah bertahun-tahun mengikuti Hansen, sudah sangat paham dengan sifat dan sikap nya yang tidak mudah di singgung.
.
.
.
Bersambung..